Home » Highlight » Surat dari Eden
Komunitas Eden [Foto: komunitaseden.com]

Surat dari Eden Cerita tentang Peringatan 30 Tahun Formaci

3.81/5 (16)

Sedangkan susunan pengetahuan dan teori yang ditemukan oleh para ilmuwan, sesungguhnya alam semestalah yang memberitahukannya. Di dalam Islam sesungguhnya telah dikenal bahwa di samping Quran yang Qauliah ada Quran yang Kauniyah, yaitu alam semesta.

Qauliah itu adalah Firman Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad menjadi Kitab Suci Al Quran, mushaf yang kita baca sehari-hari. Adapun, Quran yang kedua, Kauniyah, adalah alam semesta dan seluruh isinya.

Alam semesta inilah Quran yang hidup yang senantiasa menyapa kita selalu. Dan watak pegetahuan sesungguhnya dibentuk oleh semesta itu sendiri. Para ilmuan hanya menemukan apa yang sudah ada di alam. Maka sesungguhnya tak patut para ilmuan itu menafikan Tuhan (ateisme), apalagi menjadikannya sebagai trend orang-orang yang cerdas.

Dan kini melalui Utusan-Nya, Tuhan sedang ingin menggenapi isian surat Al A’raaf itu kepada umat manusia, menurunkan ilmu pengetahuan dari sisi-Nya, mempertemukan agama dan sains untuk membangun peradaban baru, Peradaban Surga Pasca Agama yang berlandaskan seluruh Kitab-kitab Suci Tuhan, dari Kitab tertua Veda hingga Qur’an, memuliakan semua Utusan Tuhan dan menempatkannya secara proporsional dengan monoteisme absolut (tauhid) sebagai fondasinya.

Sehingga seluruh energi umat yang beriman dari segala agama dan kepercayaan tertuju pengabdiannya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa semata, tidak lagi terpilah dan terkotak-kotakan, oleh sekat-sekat agama karena pada hakekatnya semua utusan Tuhan, tak ada yang mereka serukan kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan mewujudkan peradaban yang saling mengasihi dan mencintai (akhlakul kharimah).

Penjelasanku saat di Formaci memang lebih menekankan pada filsafat dan spiritual perenial sesuai dengan concern teman-teman Formaci dan mereka dapat memahaminya.

Hanya saja bagiku pemahaman itu menjadi sebuah refleksi keimanan yang harus diperjuangkan dan diwujudkan, karena itu adalah Wahyu Tuhan. Sementara teman-teman yang lain melihat itu sebatas wacana intelektual.

Namun tentu saja aku mensyukurinya, dan berharap semoga ini hanya sebuah langkah awal dari langkah-langkah yang berikutnya.

Panjang diskusi kami, tanpa disadari jam telah menunjukkan pukul 01.30 WIB. Kami pun menyudahinya karena besok, aku diberi sessi khusus. Dan aku memang membawa paket Risalah Eden terbaru dan DVD risalah serta lagu-lagu Eden yang bisa aku jelaskan besok. Setelahnya aku diantar ke cottage 5 yang asri, di alam yang segar.

Pagi-pagi sekali aku sudah berjalan menikmati udara segar puncak sambil memandangi kolam ikan di depan cottage. Tapi Kak Ipung sudah mencariku dan bergegas aku menemuinya dan kami pun terlibat dalam diskusi yang serius tentang Eden dari sudut pandang filsafat.

Kak Ipung termasuk orang yang cepat memahami Eden. Sebelumnya ada mas Dawam Raharjo yang cepat sekali memahami Eden, mengapresiasinya dan membelanya saat kami mengalami pemenjaraan sekitar tahun 2006-2007.

Kak Ipung juga bilang sebenarnya tulisan di spanduk itu maksudnya bukan membela Rahman, tetapi menoleransi. Karena menurutnya, aku mengurusi urusan yang berkaitan dengan Tuhan, sehingga tak memerlukan pembelaan.

Puji Tuhan, diundang saja aku sudah sangat bersyukur, tak terbayangkan dijadikan sebagai topik khusus di acara itu demi mengadakan toleransi bagiku maupun pembelaan.

Di sela-sela sarapan pagi, aku juga terlibat dalam diskusi yang serius dengan beberapa orang yang kemudian semakin lama semakin banyak yang bergabung. Mungkin ini konsili pertama yang aku hadiri, dan yang dihadiri oleh begitu banyak teman-teman Formaci dari yang paling senior sampai yang mahasiswa, bahkan ada yang dari luar kota, Mas Amin Munajat dan istri dari Jogja, Abduh Hisam dari Kebumen dan Faizin dari Pekalongan.

Sekitar pukul 10.00 pertemuan pun diadakan dan aku diberi waktu untuk mengisi, tapi sayangnya DVD penjelasan Wujud Tuhan Yang Maha Bulat dan lagu-lagu Eden seperti Doa Bersama, Be Peaceful the World, Tears of Eden dll , yang telah kami siapkan tak bisa kami tampilkan dengan baik karena ruangannya terbuka dan terang oleh sinar matahari.

Jadi apabila teman-teman ingin melihatnya lebih jelas, silahkan singgah di website Komunitaseden.com. https://komunitaseden.com/category/videos/

Setelah pertemuan selesai, kami berfoto bersama, kemudian aku membagikan Risalah dan DVD Eden kepada beberapa teman Formaci. Kami pamit pulang setelah makan siang, sementara teman-teman masih melanjutkan obrolannya.

Senin, 25 Januari 2016, ananda Hesty memberitahukan padaku bahwa ada fotoku terpampang di FB teman-teman Formaci dan dikomentari oleh beberapa teman yang lainnya.

Aku tak pernah mengira sama sekali kalau UIN Ciputat dan teman-teman memasang fotoku dan mengundang kesaksian dari mereka yang mengenalku. Aku jadi berpikir apa yang akan terjadi pada diriku, karena sepanjang perjalananku di Eden tidak pernah teman-teman melakukan hal seperti ini.

Tentu saja aku sangat berbahagia dan senang. Tapi di dalam perjalanan panjang pensucian kami di Eden, aku sudah terbiasa atau terdidik bahwa apabila mendapat kebahagiaan dan kesenangan biasanya akan diiringi dengan ujian dan tanggungjawab, apalagi hal seperti ini baru pertama kali.

Sikap awas dan waspada ditanamkan dalam-dalam kepada kami karena dari situlah kelapangan jalan terbuka sehingga memudahkan kami menyusuri amanah Tuhan, bila kami selalu awas dan introspeksi diri.

Lalu aku memberitahu Paduka Bunda Lia Eden tentang hal tersebut, dan tak mengira Paduka Bunda malah memintaku untuk ikut nimbrung di sana, menyambung silaturahmi teman-teman semua.

Jadilah sejak tanggal 30 Januari 2016, aku membuka account FaceBook. Sungguh sebenarnya aku sudah sangat nyaman tidak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat secara luas terkecuali yang datang bersilaturahmi ke Eden untuk berobat atau bertamu. Nampaknya aku sedang diperjalankan Tuhan menapaki sebuah babak baru.

Kepada teman-teman semua aku ucapkan terimakasih atas segala kebaikannya dan tanggapannya terhadap diriku. Pada kesempatan ini aku ingin memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang kulakukan selama kita bergaul dahulu.

Yang pasti dan yang kutahu, aku ini sangat pelupa dan tidak tertib kalau meminjam barang teman-teman. Jadi kalau ada teman-teman yang direpotkan oleh diriku, aku minta maaf lahir dan batin, dan kalau ada teman yang dirugikan olehku mohon aku diberi tahu agar mudah jalanku.

Tuhan kepada-Mu hamba memohon bimbingan, penjagaan, perlindungan, keawasan agar hamba-Mu ini selalu berada dalam kesadaran yang utuh kepada-Mu, sehingga segala ucapan, tulisan, penglihatan, selalu berada di dalam Jalan-Mu. Tuhan jadikanlah hamba hanya menulliskan kebenaran yang datangnya dari-Mu dan jauhi hamba dari segala keinginan yang bersifat pribadi.

Lindungi hamba dari segala kelemahan yang hamba miliki. Tuhan dalam keMahasempurnaan-Mu hamba bergantung. Atas Nama Surga dan KerajaanMu hamba berdoa, semoga hamba dapat memenuhi tanggung jawab dan amanah yang Engkau berikan dengan khusnul khatimah.

Pertemukan hamba dengan teman-teman dan saudara hamba yang mencintaiMu, untuk menyemai kasih, cinta dan damai di antara semua umat manusia agar Surga-Mu terwujud di bumi, dimana tak ada sekat-sekat agama, ras, bangsa yang memisahkan, karena kami percaya ajaran-Mu yang sejati adalah menyatukan bukan memisahkan.

Semoga kami dapat bergandengan tangan lewat media social ini untuk menyemai Surga-Mu di bumi sehingga terucap dari lisan kami:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Janji-Nya kepada kami dan telah mewariskan kepada kami bumi ini dan kami menempati Surga dimana saja kami kehendaki. Itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (Az Zumar ayat 74)

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.