Home » Highlight » Surat dari Eden
Komunitas Eden [Foto: komunitaseden.com]

Surat dari Eden Cerita tentang Peringatan 30 Tahun Formaci

3.81/5 (16)

IslamLib - Kamis, 21 januari 2016, istriku memberitahu ada SMS dari Neng Dara Affiah dan Merhansyah yang mengundangku untuk hadir di acara 30 tahun Formaci (Forum Mahasiswa Ciputat) di Gunung Mas, Puncak. Acara tersebut untuk mengenang Fauzi yang baru saja wafat.

Aku senang menerima undangan dari teman-teman Formaci yang memang sudah lama tak bertemu. Kangen juga rasanya, ternyata mereka masih mengingatku dan mengundang pula di acara Formaci.

Mendapat undangan itu sebenarnya aku ingin hadir. Tapi aku tahu, tak mungkin dapat menghadirinya karena kami sedang menjalani konsinyering dan baru bisa keluar rumah kalau mendapat ijin dari Tuhan. Itu sesuai dengan komitmen dan janji kami pada Tuhan untuk hanya fokus mengerjakan pekerjaan di Eden sebagaimana yang diperintahkanNya.

Aku pun langsung berdoa untuk Fauzi, semoga segala perbuatan baiknya menjadikan dia dibangkitkan kembali di tempat yang lebih baik dan lebih mulia (reinkarnasi) dan semoga keluarga yang ditinggalkannya menerima segala Ketentuan Tuhan dengan tulus, ikhlas dan lapang.

Dan ketika membaca sms Merhan, aku sempat terkejut juga karena smsnya mengatakan: ”Aku bersama Mukhlis akan menjemputmu dan memaksamu untuk ikut.” Merhan memaksaku karena katanya tema acaranya adalah “Mengenang Fauzi dan Membela Rahman”. Akhirnya aku pun bertanya kepada Tuhan melalui Paduka Bunda Lia Eden.

Sesuai dengan perjanjian kami kepada Tuhan untuk hanya mengurusi urusan-Nya, maka kami selalu bertanya meminta petunjuk Tuhan di setiap langkah kami, melalui Utusan-Nya, Paduka Bunda Lia Eden, yang dianugerahi Tuhan dapat berkomunikasi langsung kepada-Nya melalui kalbu.

Hening sesaat. Paduka Bunda berkonsentrasi untuk mendengarkan Suara Tuhan dari kalbunya. Di luar dugaan, aku diperbolehkan Tuhan untuk hadir dan bahkan diperkenankan membawa Risalah Eden yang terbaru untuk diberikan kepada teman-teman Formaci.Tuhan juga mengizinkan aku diantar oleh dua teman Eden, Ym Kelik dan Ym Arif. Dengan gembira, keputusan itu aku sampaikan kepada Merhan, Mukhlis, Neng, Kak Ipung (Saiful Mujani).

Tujuan utamaku menelpon Neng, selain memberi kabar, sesungguhnya adalah ingin minta maaf kepada suaminya (Fauni) karena aku pernah berdosa kepadanya saat menjadi mahasiswa dahulu. Aku pernah memplagiat satu tulisannya.

Hal itu perlu kulakukan karena Pengampunan Tuhan bukan hanya sekedar diucapkan kepada Tuhan tetapi harus ditebus dengan meminta maaf dan menyebutkan kesalahan kepada yang bersangkutan, walaupun sesungguhnya aku malu.

Pengampunan Tuhan tergantung kepada kelapangan hati seseorang yang kita pernah bersalah. Namun kata Neng, Fauni sedang tak bersamanya, tapi aku bisa bertemu dengannya di Gunung Mas nanti. Aku pun lega.

Selanjutnya Neng minta agar aku nanti memimpin tahlilan Fauzi karena katanya aku lebih layak daripada dia. Tapi aku katakan padanya : ”Aku kan sudah tidak beragama, masa kamu suruh memimpin tahlilan. Tapi aku sudah berdoa sendiri tadi untuk Fauzi.”

Aku sekarang kan sudah menetralkan agama sebagaimana Perintah Tuhan kepada kami semua di Eden, tidak menjalankan ritualitas agama tertentu tapi ber-Tuhan secara mutlak (Absolute Monotheisme), menjalani hidup suci, tidak melakukan dosa dan kesalahan dan memuliakan seluruh Kitab Suci Tuhan.

Kami menjadikan Kitab Suci Tuhan sebagai pegangan hidup dan tempat bertanya kala kami ingin mendapatkan PetunjukNya atas urusan kami, agar setiap langkah kami tertuntun dan terjaga dalam Pemeliharaan Tuhan.

Jumat sore aku, Ym Kelik dan Ym Arif berangkat ke Gunung Mas setelah seharian sibuk mempersiapkan bahan Risalah dan DVD Eden untuk dishare dan diberikan kepada teman-teman Formaci.

Kebetulan kami memang sedang mempersiapkan Risalah terkait dengan hak jawab kami atas Metro TV yang pernah menampilkan Marzani Anwar yang menyudutkan Eden dalam acara ‘Selamat Pagi Indonesia’ dengan tema ‘Fenomena Orang Hilang’, dan Tuhan menjawabnya dengan menurunkan ilmu pengetahuan dari-Nya.

Melalui peristiwa pak Marzani Anwar, sungguh Tuhan mengajarkan kepada kami bagaimana mensikapi kemarahan, fitnah dan hujatan dengan menyatakan sebuah kebaikan dan kebenaran yaitu menyampaikan ilmu dariNya.

Kami bersyukur sekali karena ilmu Tuhan yang turun untuk itu terkait dengan ilmu yang sedang menjadi obyek penelitian utama para saintis, "Teori Segalanya". Puji Tuhan Risalah itu telah rampung dituliskan dan sudah upload di Website Komunitaseden.com dengan judul "Wahyu Tuhan Terkait dengan Pengabaian Hak Jawab Eden oleh MetroTV".

***

Kami tiba di sana sekitar pukul 22.00 WIB. Kami kaget membaca spanduk yang bertuliskan ‘Mengenang Fauzi dan Membela Rahman’. “Rahman siapa tuh?” kata Ym Kelik kepadaku. Oo..mungkin ini yang membuat aku mendapat izin Tuhan untuk menghadiri acara 30 tahun Formaci ini, batinku dalam hati.

Formaci memang punya pahala pembelaan kepada Eden dahulu pada evakuasi Eden yang pertama, di akhir 2005. Pada waktu Komunitas Eden sedang berada di Polda Metro Jaya menjalani pemeriksaan, teman-teman Formaci pun berdemo di sana.

Bertahun-tahun tak bertemu, aku bahagia sekali bisa bersua teman-teman Formaci yang aku kangeni. Kupeluk mereka satu persatu untuk melepas kekangenan. Dan kami pun langsung terlibat dalam obrolan panjang tentang Eden sambil menikmati jahe panas yang disediakan Mukhlis.

Aku juga diminta teman-teman memimpin doa untuk alm Fauzi. Dan kami pun berdoa bersama kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan cara yang universal: berdoa dalam bahasa sendiri, bahasa Indonesia. Tuhan memang sedang ingin mengajarkan cara peribadatan kepada-Nya yang suci, universal, sederhana, tidak rumit dan ribet tapi khusuk.

Diskusi tentang Eden berlanjut karena teman-teman sangat antusias sekali. Sungguh baru kali inilah aku terlibat diskusi panjang tentang Eden dari hal-hal yang substansial sampai kepada yang teknis dan struktural.

Yang struktural misalnya ditanyakan oleh teman-teman tentang sebutan‘Yang Mulia’ di Eden. Hal ini memang sangat penting ditanyakan karena kultur Formaci yang sangat egalitarian.

Di Eden sesungguhnya semua setara, dan kami diperintahkan Tuhan untuk saling menyapa dengan sebutan ‘Yang Mulia’ untuk mengajarkan adab saling menghormati di antara kami, tetapi sungguh sangat terlarang merasa diri mulia.

Kami semua setara, kecuali Paduka Bunda yang mendapat mandat langsung dari Tuhan sebagai penyampai Wahyu Tuhan. Kami mentakzimi apa-apa yang disampaikan Tuhan melalui beliau. Tetapi sebagai pribadi, beliau sama dengan kami, bahkan beliau disucikan lebih berat dari kami.

Dalam forum itu aku menyatakan kepada teman-teman bahwa Eden itu bukanlah agama tapi Surga. Karena itu Eden tidak merekrut anggota tetapi hanya menyampaikan Wahyu-wahyu Tuhan tentang peringatan, jalan keselamatan dan Solusi-solusi Tuhan atas segala permasalahan seluruh umat manusia terutama bangsa Indonesia dan terkhusus umat Islam yang sedang mengalami keterpurukan dan penderitaan. Itulah tugas yang diembankan Tuhan pada kami.

Sungguh deras Wahyu Tuhan yang diturunkanNya melalui Paduka Bunda Lia setiap hari, mencakup berbagai macam pengetahuan kesemestaan yang melipuiti sains, kosmologi, filsafat agama, hukum, sosial dan lainnya, yang menjadi satu kesatuan yang tak terpilahkan, sambil kami disucikan dengan sangat ketat selama 20 tahun lamanya.

Itu sebabnya Eden diminta Tuhan untuk hanya total mengurusi Wahyu-wahyuNya yang deras tersebut dan segala AmanahNya. Dari sekitar 100 orang yang bersumpah dan berkomitmen suci yang bertahan sekarang, tinggal 27 orang termasuk 5 anak-anak yang lahir di Eden.

Keluasan cakupan Wahyu yang diturunkan Tuhan seringkali membuatku terperanjat, demikian pun bagaimana Paduka Bunda Lia Eden yang sangat awam itu dapat menemukan Ayat-ayat Qur’an yang luput dari perhatianku sedangkan ayat tersebut merupakan kunci dari terbukanya Rahasia Tuhan dan kesemestaan, sebagai contoh wahyu Qur’an di Surat Al A’raaf ayat 7 yang ternyata menjadi kunci bagi penjelasan Wujud Tuhan Yang Maha Bulat dan tidak gaib.

Al Qur’an, surat Al A’raaf ayat 7:

Maka sesungguhnya akan kami kabarkan kepada mereka dengan pengetahuan bahwa Kami sekali-kali tidaklah gaib.

Melalui Utusan-Nya, saat ini Tuhan memang sedang menurunkan perfeksi ilmu pengetahuan kepada umat manusia berupa ilmu yang terbaru dan terutama, dan menyatakan keberadaan Diri-Nya bahwa sesungguhnya Dia sekali-kali tidaklah gaib.

Dari titik tolak inilah, Tuhan menjelaskan Wujudnya Yang Maha Bulat dan Maha Global dan seluruh alam semesta yang tak terhingga jumlahnya yang berada di dalam keliputan Diri-Nya Yang Maha Bulat dan tak terhingga.

Dari sinilah Tuhan ingin menegaskan bahwa WujudNya itu Bulat dan Tunggal. Seluruh alam semesta yang berada di dalam keliputan Diri Tuhan yang berotasi dan beregulasi serta bereinkarnasi dalam keabadian.

Tidak ada satu kehidupan di luar Kemahabulatan Tuhan itu, maka konsekwensi dari ketakterhinggan Tuhan itu adalah tidaklah patut bagi umat agama apapun untuk menuhankan utusanNya, karena utusanNya hanyalah partikel kecil ruh yang diberikan Tuhan dari ketakberhinggaan RuhNya.

Dari penjelasan ini, kesatuan dan penyatuan agama adalah sebuah keniscayaan dan tidak ada lagi pemilahan antara dunia dan akhirat, yang nyata dan yang gaib, agama, filsafat, sains, menyatu dalam satu kesatuan.

Dan dari penjelasan Wujud-Nya Yang Maha Bulat itu, akan menyudahi perdebatan panjang antara agama, filsafat dan ilmu pengetahuan karena tak ada lagi pemilahan antara monoteisme, monisme dan panteisme.

Dan implementasi yang lebih jauh lagi adalah bahwa penjelasan itu bisa menurunkan banyak ilmu dan penyelesaian berbagai masalah pelik dunia.

Pertautan antara dunia spiritual dengan sains disatukan Tuhan karena alam semesta adalah perwujudan dari Tuhan Yang Maha Kuasa dan pengetahuan dibangun dan ditemukan oleh manusia karena ia memang sudah ada di alam, bahwa alam semesta adalah ilmu pengetahuan.

Sebagaimana disebutkan dalam idealisme monistik bahwa alam adalah keseluruhan jiwa yang diobyektifkan, sementara pikiran adalah esensi dari alam, dan Tuhan adalah logika dan tujuan yang imanen atau jiwa kreatif dari proses kosmis. Semua itu terkandung dalam Monoteisme Mutlak.

Untuk lebih jelasnya Risalah Wujud Tuhan ini dapat dibaca di Website komunitaseden.com bagian Interest dengan judul: Wujud Tuhan itu Bulat seperti Bola Nan Maha Besar.

Sedangkan susunan pengetahuan dan teori yang ditemukan oleh para ilmuwan, sesungguhnya alam semestalah yang memberitahukannya. Di dalam Islam sesungguhnya telah dikenal bahwa di samping Quran yang Qauliah ada Quran yang Kauniyah, yaitu alam semesta.

Qauliah itu adalah Firman Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad menjadi Kitab Suci Al Quran, mushaf yang kita baca sehari-hari. Adapun, Quran yang kedua, Kauniyah, adalah alam semesta dan seluruh isinya.

Alam semesta inilah Quran yang hidup yang senantiasa menyapa kita selalu. Dan watak pegetahuan sesungguhnya dibentuk oleh semesta itu sendiri. Para ilmuan hanya menemukan apa yang sudah ada di alam. Maka sesungguhnya tak patut para ilmuan itu menafikan Tuhan (ateisme), apalagi menjadikannya sebagai trend orang-orang yang cerdas.

Dan kini melalui Utusan-Nya, Tuhan sedang ingin menggenapi isian surat Al A’raaf itu kepada umat manusia, menurunkan ilmu pengetahuan dari sisi-Nya, mempertemukan agama dan sains untuk membangun peradaban baru, Peradaban Surga Pasca Agama yang berlandaskan seluruh Kitab-kitab Suci Tuhan, dari Kitab tertua Veda hingga Qur’an, memuliakan semua Utusan Tuhan dan menempatkannya secara proporsional dengan monoteisme absolut (tauhid) sebagai fondasinya.

Sehingga seluruh energi umat yang beriman dari segala agama dan kepercayaan tertuju pengabdiannya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa semata, tidak lagi terpilah dan terkotak-kotakan, oleh sekat-sekat agama karena pada hakekatnya semua utusan Tuhan, tak ada yang mereka serukan kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa dan mewujudkan peradaban yang saling mengasihi dan mencintai (akhlakul kharimah).

Penjelasanku saat di Formaci memang lebih menekankan pada filsafat dan spiritual perenial sesuai dengan concern teman-teman Formaci dan mereka dapat memahaminya.

Hanya saja bagiku pemahaman itu menjadi sebuah refleksi keimanan yang harus diperjuangkan dan diwujudkan, karena itu adalah Wahyu Tuhan. Sementara teman-teman yang lain melihat itu sebatas wacana intelektual.

Namun tentu saja aku mensyukurinya, dan berharap semoga ini hanya sebuah langkah awal dari langkah-langkah yang berikutnya.

Panjang diskusi kami, tanpa disadari jam telah menunjukkan pukul 01.30 WIB. Kami pun menyudahinya karena besok, aku diberi sessi khusus. Dan aku memang membawa paket Risalah Eden terbaru dan DVD risalah serta lagu-lagu Eden yang bisa aku jelaskan besok. Setelahnya aku diantar ke cottage 5 yang asri, di alam yang segar.

Pagi-pagi sekali aku sudah berjalan menikmati udara segar puncak sambil memandangi kolam ikan di depan cottage. Tapi Kak Ipung sudah mencariku dan bergegas aku menemuinya dan kami pun terlibat dalam diskusi yang serius tentang Eden dari sudut pandang filsafat.

Kak Ipung termasuk orang yang cepat memahami Eden. Sebelumnya ada mas Dawam Raharjo yang cepat sekali memahami Eden, mengapresiasinya dan membelanya saat kami mengalami pemenjaraan sekitar tahun 2006-2007.

Kak Ipung juga bilang sebenarnya tulisan di spanduk itu maksudnya bukan membela Rahman, tetapi menoleransi. Karena menurutnya, aku mengurusi urusan yang berkaitan dengan Tuhan, sehingga tak memerlukan pembelaan.

Puji Tuhan, diundang saja aku sudah sangat bersyukur, tak terbayangkan dijadikan sebagai topik khusus di acara itu demi mengadakan toleransi bagiku maupun pembelaan.

Di sela-sela sarapan pagi, aku juga terlibat dalam diskusi yang serius dengan beberapa orang yang kemudian semakin lama semakin banyak yang bergabung. Mungkin ini konsili pertama yang aku hadiri, dan yang dihadiri oleh begitu banyak teman-teman Formaci dari yang paling senior sampai yang mahasiswa, bahkan ada yang dari luar kota, Mas Amin Munajat dan istri dari Jogja, Abduh Hisam dari Kebumen dan Faizin dari Pekalongan.

Sekitar pukul 10.00 pertemuan pun diadakan dan aku diberi waktu untuk mengisi, tapi sayangnya DVD penjelasan Wujud Tuhan Yang Maha Bulat dan lagu-lagu Eden seperti Doa Bersama, Be Peaceful the World, Tears of Eden dll , yang telah kami siapkan tak bisa kami tampilkan dengan baik karena ruangannya terbuka dan terang oleh sinar matahari.

Jadi apabila teman-teman ingin melihatnya lebih jelas, silahkan singgah di website Komunitaseden.com. https://komunitaseden.com/category/videos/

Setelah pertemuan selesai, kami berfoto bersama, kemudian aku membagikan Risalah dan DVD Eden kepada beberapa teman Formaci. Kami pamit pulang setelah makan siang, sementara teman-teman masih melanjutkan obrolannya.

Senin, 25 Januari 2016, ananda Hesty memberitahukan padaku bahwa ada fotoku terpampang di FB teman-teman Formaci dan dikomentari oleh beberapa teman yang lainnya.

Aku tak pernah mengira sama sekali kalau UIN Ciputat dan teman-teman memasang fotoku dan mengundang kesaksian dari mereka yang mengenalku. Aku jadi berpikir apa yang akan terjadi pada diriku, karena sepanjang perjalananku di Eden tidak pernah teman-teman melakukan hal seperti ini.

Tentu saja aku sangat berbahagia dan senang. Tapi di dalam perjalanan panjang pensucian kami di Eden, aku sudah terbiasa atau terdidik bahwa apabila mendapat kebahagiaan dan kesenangan biasanya akan diiringi dengan ujian dan tanggungjawab, apalagi hal seperti ini baru pertama kali.

Sikap awas dan waspada ditanamkan dalam-dalam kepada kami karena dari situlah kelapangan jalan terbuka sehingga memudahkan kami menyusuri amanah Tuhan, bila kami selalu awas dan introspeksi diri.

Lalu aku memberitahu Paduka Bunda Lia Eden tentang hal tersebut, dan tak mengira Paduka Bunda malah memintaku untuk ikut nimbrung di sana, menyambung silaturahmi teman-teman semua.

Jadilah sejak tanggal 30 Januari 2016, aku membuka account FaceBook. Sungguh sebenarnya aku sudah sangat nyaman tidak berinteraksi secara langsung dengan masyarakat secara luas terkecuali yang datang bersilaturahmi ke Eden untuk berobat atau bertamu. Nampaknya aku sedang diperjalankan Tuhan menapaki sebuah babak baru.

Kepada teman-teman semua aku ucapkan terimakasih atas segala kebaikannya dan tanggapannya terhadap diriku. Pada kesempatan ini aku ingin memohon maaf atas segala kesalahan dan kekhilafan yang kulakukan selama kita bergaul dahulu.

Yang pasti dan yang kutahu, aku ini sangat pelupa dan tidak tertib kalau meminjam barang teman-teman. Jadi kalau ada teman-teman yang direpotkan oleh diriku, aku minta maaf lahir dan batin, dan kalau ada teman yang dirugikan olehku mohon aku diberi tahu agar mudah jalanku.

Tuhan kepada-Mu hamba memohon bimbingan, penjagaan, perlindungan, keawasan agar hamba-Mu ini selalu berada dalam kesadaran yang utuh kepada-Mu, sehingga segala ucapan, tulisan, penglihatan, selalu berada di dalam Jalan-Mu. Tuhan jadikanlah hamba hanya menulliskan kebenaran yang datangnya dari-Mu dan jauhi hamba dari segala keinginan yang bersifat pribadi.

Lindungi hamba dari segala kelemahan yang hamba miliki. Tuhan dalam keMahasempurnaan-Mu hamba bergantung. Atas Nama Surga dan KerajaanMu hamba berdoa, semoga hamba dapat memenuhi tanggung jawab dan amanah yang Engkau berikan dengan khusnul khatimah.

Pertemukan hamba dengan teman-teman dan saudara hamba yang mencintaiMu, untuk menyemai kasih, cinta dan damai di antara semua umat manusia agar Surga-Mu terwujud di bumi, dimana tak ada sekat-sekat agama, ras, bangsa yang memisahkan, karena kami percaya ajaran-Mu yang sejati adalah menyatukan bukan memisahkan.

Semoga kami dapat bergandengan tangan lewat media social ini untuk menyemai Surga-Mu di bumi sehingga terucap dari lisan kami:

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan Janji-Nya kepada kami dan telah mewariskan kepada kami bumi ini dan kami menempati Surga dimana saja kami kehendaki. Itulah sebaik-baiknya balasan bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. (Az Zumar ayat 74)

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.