Home » Highlight » Agama dan “Dosa” Kolektivitas
agama

Agama dan “Dosa” Kolektivitas

4.5/5 (22)

IslamLib – Ketika manusia berdiri sendirian, di luar kolektivitas atau kelompok, tak ada hal yang perlu dikhawatirkan di sana. Tetapi begitu dia menghimpun diri dalam perkumplan besar, dalam sebuah kolektivitas yang disebut organisasi, partai politik, komunitas agama, gerakan massa, dan bentuk-bentuk perhimpunan yang lain, maka perkaranya menjadi lain. Bisa serius, bisa tidak, tergantung situasinya.

Konon manusia disebut sebagai makhluk sosial. Para filsuf Muslim menyebutnya dengan ungkapan seperti ini: al-insan madaniyyun bi al-tab’, manusia secara natuur dan watak adalah makhluk “sipil”, dalam pengertian “warga” yang berhimpun dalam sebuah komunitas. Untuk mencapai tujuan-tujuan bersama yang lebih besar dari dirinya sendiri, serta memiliki jangka waktu yang lebih lama, manusia bisanya membentuk perkumpulan. Dia harus mencari manusia lain, berserikat dengannya, dan membentuk sebuah kolektivitas.

Berdiri sendiri sebagai sebuah individu, manusia bisa musnah kapan saja tanpa melakukan hal apapun yang bermakna dalam skala waktu yang panjang. Tetapi dalam sebuah kelompok yang besar, manusia bisa melakukan hal-hal besar yang menakjubkan dan dikenang sepanjang masa. Dalam sebuah kolektivitas, manusia bisa menciptakan semacam “keabadian”. As a member in collectivity, human being may achieve immortality!

Tetapi, kolektivitas adalah makhluk yang berwajah ganda. Dia bisa memfasilitasi pelbagai hal baik. Dia bisa membuat hal-hal yang positif dan bajik dalam diri manusia keluar, terealisasi secara maksimal. Tetapi, kolektivitas juga bisa menjadi sebuah “dosa”. Apalagi jika kolektivitas itu berupa himpunan manusia yang berkumpul karena alasan agama. Hal-hal yang destruktif bisa muncul dari sana.

Hari-hari ini, kita sedang menyaksikan potensi-potensi destruktif, tendensi-tendensi yang sangat primitif dan hewani dalam diri manusia keluar semuanya, dalam bentuk yang menjijikkan karena manusia memutuskan untuk membentuk perkumpulan dengan alasan agama. Dalam hal ini adalah agama Islam.

Apa yang saya maksud dengan potensi-potensi destruktif di sini adalah kebencian yang dirawat oleh sebagian kalangan Islam terhadap kelompok-kelompok yang mereka anggap menyimpang seperti Syiah dan lain-lain. Hari Kamis, 12/11, yang lalu, sebuah bom bunuh diri meledak di kawasan selatan Lebanon, kawasan di mana komunitas Syiah tinggal. Ada 53 orang yang mati dalam insiden itu, dan lebih dari 200 lainnya yang terluka. Sehari setelah itu, hari Jumat 13/11, serangan dalam skala yang lebih besar menimpa kota Paris.

Serangan-serangan terhadap komunitas Syiah terjadi bukan saja di Lebanon. Serangan serupa pernah kita saksikan terjadi di Irak, Saudi Arabia dan negara-negara Teluk yang lain. Gaung konflik Sunni-Syiah ini kita rasakan di negeri kita juga. Ada sentimen anti-Syiah yang dikobarkan secara agresif di tengah-tengah masyarakat kita. Bahkan ada gerakan khusus anti-Syiah yang disebut ANNAS yang tampaknya ingin mereproduksi konflik sektarian di Timur Tengah di Indonesia.

Pertanyaan yang patut kita ajukan di sini ialah: Kenapa manusia yang berhimpun dalam sebuah kolektivitas dan diberi nama Sunni atau Syiah ini bisa terlibat dalam kebencian yang “menjijikkan” seperti ini? Padahal keduanya mendaku sebagai sebuah kolektivitas yang mendasarkan diri pada Quran yang mengajarkan perdamaian dan cinta kasih?

Saya kira penjelasannya tak bisa dicari dalam ajaran moral semata. Ajaran moral yang tertuang baik di Quran dan hadis, tak ada satupun yang mengajarkan kebencian antar kelompok dan sekte dalam Islam. Yang ada di sana justeru ajaran tentang damai dan kasih sayang. En toch demikian, umat Islam, sepanjang sejarahnya, terlibat dalam konflik sektarian dan golongan yang tak berkesudahan, sejak zaman sahabat Nabi hingga sekarang.

Saya kira, kita bisa menjelaskan fenomena ini dari sudut lain, yaitu dengan menelaah watak kolektivitas manusia. Ketika manusia memutuskan untuk tidak sendirian, keluar dari kepompong individualitasnya, dan menghimpun diri dalam sebuah kolektivitas, membentuk jamaah, di sanalah dimulai babak baru dalam kehidupannya. Reinhold Niebuhr (1892-1971), teolog Amerika yang terkenal, membuat analisis yang sangat menarik mengenai fenomena kolektivitas ini dalam bukunya yang berjudul Moral Man and Immoral Society: A Study of Ethics and Politics (terbit pertama kali pada 1932).

Niebuhr membuat kontras antara individu dan kelompok. Individu mempunyai kapasitas untuk mengembangkan kualitas-kualitas terbaik secara relatif cepat: rasionalitas, simpati, solidaritas dan kualitas-kualitas bajik yang lain. Manusia sebagai individu mampu mengangkat dirinya tinggi-tinggi ke atas, ke derajat yang oleh Niebuhr disebut “moral man”, manusia yang bermoral. Catatan: bahasa yang dipakai Niebuhr memang masih mengandung bias gender: man. Sebab dia menulis buku ini pada 1932 ketika isu gender belum menjadi sensitivitas umum di Barat.

Tetapi manusia sebagai “kelompok”, sebagai “groups”, tidak memiliki kapasitas yang sama, atau sekurang-kurangnya tidak bisa mengembangkan kapasitas moral secepat individu. Manusia sebagai individu bisa mengembangkan diri sebagai makhluk yang bertindak rasional. Tetapi dalam sebuah kelompok, manusia bisa berubah brutal dan bertindak irrasional.

Orang-orang ISIS yang melakukan pembunuhan brutal itu mungkin akan tampak lain jika dia sudah berdiri sendiri sebagai individu. Sebagai individu, mereka mungkin sama dengan yang lain: manusia yang ramah, rasional, penuh simpati pada yang lain, dsb. Tetapi begitu masuk dalam sebuah kolektivitas besar bernama “Islamic State” (IS), anggota ISIS itu bisa berubah total, menjadi “makhluk baru” yang bengis dan jauh dari gambaran kita tentang manusia yang wajar.

Demikian juga dengan individu-individu Muslim yang lain. Saat kita berhadapan dengan seorang individu yang kebetulan beragama Islam-Sunni, kita akan berjumpa dengan manusia biasa yang sangat masuk akal, rasional, sama dengan manusia-manusia pada umumnya. Tetapi begitu dia melibatkan diri dalam kolektivitas besar bernama “Muslim Sunni”, dia masuk ke dalam sebuah identitas besar yang memiliki logika dan mind-set sendiri. Dia bisa berubah (saya katakan “bisa”, bukan “niscaya” atau “pasti”) dari individu yang ramah menjadi makhluk yang tiba-tiba mengobarkan kebencian kepada kelompok lain yang memiliki “garis teologi” yang tak sama dengan dirinya.

Niebuhr menulis kalimat yang sangat instruktif dalam bukunya yang sudah saya kutip di atas: In every human group there is less reason to guide and to check impulses, less capacity for self-transcendence, less ability to comprehend the needs of others and therefore more unrestrained egoism than individuals, who compose the group, reveal in their personal relationships.

Pada kolektivitas manusia, ada kelambanan dalam perkembangan kualitas-kualitas moral. Karena itu, seorang individu bisa mengembangkan diri sebagai “moral man”, tetapi manusia sebagai sebuah kelompok tetap terjebak dalam situasi “immoral society”. Ini yang menjelaskan kenapa banyak orang tak menduga bahwa individu-individu Muslim tertentu yang tampak sebagai manusia yang rasional, baik, sering ikut jamaah di musallah kompleks, tiba-tiva menjadi pelaku  bom bunuh diri. Bagaimana bisa?

Penjelasannya adalah: masyarakat atau kolektivitas memiliki logika sendiri. Saya ingin menyebutnya sebagai “etos kawanan” atau ego kelompok. Begitu masuk ke sebuah kolektivitas, manusia tiba-tiba merasakan sesuatu yang lain: dia harus mempertahankan “maruah” atau harga diri kelompok. Atau, kalau mau meminjam istilah yang populer di kalangan militer, l’esprit de corps, jiwa korsa, semangat kelompok.

Begitu masuk dalam sebuah kolektivitas besar, manusia tiba-tiba kembali menjadi “binatang” dengan tendensi-tendensi primitifnya, kecenderungan-kecenderungan brutalnya, untuk menjaga kelompoknya dari ancaman kelompok lain yang mungkin ia anggap sebagai predator. Padahal, sebelum masuk kelompok, manusia bersangkutan adalah individu biasa yang sangat “sensible”, murah hati, murah senyum dan penuh simpati. A moral human being!

Inilah yang saya sebut sebagai “dosa” kolektivitas. Gus Dur kerap mengisahkan joke berikut ini mengenai Iblis. Saat ditanya oleh Tuhan: Apa yang akan engkau lakukan untuk menyesatkan manusia, wahai Iblis? Jawab Iblis sangat mengejutkan: Saya akan goda mereka untuk mendirikan masjid dan membentuk organisasi.

Ini tidak berarti bahwa kolektivitas dan organisasi dalam dirinya adalah sesuatu yang buruk. Seperti yang sudah saya katakan di depan, manusia bisa mencapai hal-hal yang besar dan abadi melalui sebuah kolektivitas dan perkumpulan. Tetapi kita harus sadar bahwa dalam kolektivitas juga terkandung “iblis” yang bisa mengubah manusia dari “a moral human being” menjadi “a brutal beast”, binatang yang buas.

Inilah zaman ketika kita melihat contoh-contoh degenerasi manusia menjadi binatang buas hampir setiap hari, melalui kampanye anti-Syiah, anti-Ahmadiyah, dsb. Gara-garanya satu: karena manusia memutuskan untuk membuat perkumpulan.

Jadi hati-hati dengan organisasi![]

 

 

Silahkan nilai tulisan ini

26 comments

  1. Hello there! I could have sworn I’ve been to this website
    before but after reading through some of the post I realized it’s new to me.
    Nonetheless, I’m definitely glad I found it and I’ll
    be book-marking and checking back often!

  2. Your means of describing everything in this piece of writing is in fact fastidious, all can without
    difficulty understand it, Thanks a lot.

  3. I know this if off topic but I’m looking into starting my
    own blog and was wondering what all is required to get
    setup? I’m assuming having a blog like yours would cost
    a pretty penny? I’m not very internet savvy so I’m not 100% positive.
    Any tips or advice would be greatly appreciated.
    Many thanks

  4. If some one needs to be updated with newest technologies after that he must be pay a visit this site and be up to date everyday.

  5. I seriously love your site.. Great colors & theme.
    Did you make this website yourself? Please reply back as I’m
    trying to create my very own website and want to know where you got this from or what the theme is named.
    Many thanks!

  6. I got this web site from my friend who informed me about this web site and at
    the moment this time I am visiting this web page and reading very informative
    articles at this place.

  7. Pretty part of content. I just stumbled upon your site and in accession capital to claim that I acquire actually
    enjoyed account your weblog posts. Any way I’ll be subscribing on your feeds and
    even I fulfillment you access persistently fast.

  8. I know this if off topic but I’m looking into starting my own blog and was wondering what all
    is required to get set up? I’m assuming having a blog like yours would cost a pretty penny?
    I’m not very internet smart so I’m not 100% positive. Any recommendations or advice would be greatly appreciated.
    Thanks

  9. Everything is very open with a precise description of the issues.
    It was definitely informative. Your site is very helpful.

    Many thanks for sharing!

  10. What’s up, all is going perfectly here and ofcourse
    every one is sharing data, that’s genuinely fine, keep up writing.

  11. excellent submit, very informative. I’m wondering why the opposite experts of
    this sector do not realize this. You should proceed your writing.

    I’m confident, you have a great readers’ base already!

  12. I’ve been exploring for a little bit for any high-quality articles or blog posts on this kind of house .

    Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this site.
    Studying this information So i am glad to convey that I
    have an incredibly good uncanny feeling I came upon exactly what I needed.
    I so much indubitably will make sure to do not forget this web site and provides it a look on a continuing
    basis.

  13. Hi there Dear, are you in fact visiting this site on a
    regular basis, if so then you will absolutely obtain nice experience.

  14. I am genuinely delighted to glance at this weblog posts which carries
    lots of valuable data, thanks for providing these kinds of statistics.

  15. Thanks in favor of sharing such a good idea, post is pleasant, thats
    why i have read it fully

  16. I used to be able to find good information from your blog articles.

  17. It’s difficult to find experienced people for this topic, however, you
    sound like you know what you’re talking about!

    Thanks

  18. Wow! This blog looks just like my old one! It’s on a totally different subject but it has
    pretty much the same page layout and design. Excellent choice of colors!

  19. Outstanding post however I was wondering if you could write a litte more
    on this subject? I’d be very grateful if you could elaborate a
    little bit more. Kudos!

  20. I was able to find good advice from your articles.

  21. Everything is very open with a clear explanation of the challenges.
    It was definitely informative. Your website is very useful.
    Thank you for sharing!

  22. I think this is among the most significant information for me.
    And i’m glad reading your article. But should remark on few general things,
    The site style is ideal, the articles is really nice :
    D. Good job, cheers

  23. What’s up everyone, it’s my first visit at this website, and piece of writing is actually fruitful designed for me, keep up posting these posts.

  24. Have you ever thought about writing an ebook
    or guest authoring on other websites? I have a blog based on the
    same topics you discuss and would really like to have you share some stories/information. I know my readers
    would appreciate your work. If you’re even remotely interested,
    feel free to send me an e-mail.

  25. Good post. I learn something totally new and challenging on websites
    I stumbleupon everyday. It will always be useful to read through articles from other authors and practice something from their websites.

  26. Have you ever considered about adding a little bit more than just your articles?
    I mean, what you say is important and everything. Nevertheless think about if
    you added some great images or video clips to give your posts more, “pop”!
    Your content is excellent but with pics and videos,
    this site could definitely be one of the best in its field.
    Superb blog!

Leave a Reply

Your email address will not be published.