Home » Gagasan » Umat Islam Tak Perlu Dibela
9739562137_94cdb3b674_z

Umat Islam Tak Perlu Dibela

2.67/5 (3)

IslamLib – Umat Islam tak perlu dibela. Yang mesti diperjuangkan adalah tegaknya nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebebasan. Segala peristiwa intoleransi di negeri ini acapkali dipicu oleh hasrat yang begitu kuat untuk melakukan pembelaan terhadap kelompok tertentu berdasarkan identitas kelompoknya.

Ketika sejumlah tokoh Muslim melakukan pembelaan terhadap jemaat HKBP atau Ahmadiyah yang didiskriminasi, tantangan pertama yang mereka terima adalah dituding tidak  pro terhadap Islam.

Pertama-tama mesti dipahami bahwa Islam dan umat Islam adalah dua hal yang berbeda. Islam adalah serangkaian ajaran hidup. Sementara umat Islam adalah sebuah komunitas. Betapapun komunitas muslim ingin menghayati dan mengamalkan prinsip-prinsip ajaran agama Islam, mereka tetap menerima Islam secara parsial.

Asumsi ini didasarkan pada fakta bahwa apa yang disebut sebagai umat Islam bukanlah entitas tunggal melainkan jamak dan sangat banyak.

Pluralitas umat Islam bahkan sudah terjadi sesaat setelah Nabi Muhammad wafat dan belum dikuburkan. Saat itu, umat Islam berselisih paham tentang siapa pengganti Nabi. Perpecahan politis ini kemudian terus berlanjut dan merembet ke persoalan teologi. Lantas kepada kelompok umat Islam yang manakah pembelaan dilakukan?

Membela kelompok berdasarkan identitas agama juga sangat berbahaya bagi keadilan. Betapapun mulia ajaran sebuah agama, belum tentu mulia perilaku umatnya.

Di Indonesia, para pelaku korupsi, pengendara sepeda motor atau bus kota yang ugal-ugalan, militer yang berlaku sewenang-wenang, guru ngaji yang mencabuli murid-muridnya, dan lain-lain adalah orang-orang yang beragama.

Tentu kita tidak akan membela para palaku kejahatan itu meski ia mengaku Muslim dan sangat taat beribadah.

Menyatakan bahwa umat Islam selalu benar dan oleh karenanya selalu mesti dibela adalah kedzaliman. Tragedi-tragedi kemanusiaan terbesar di dunia biasanya muncul dari pandangan semacam itu.

NAZI menganggap dirinya pasti benar dan kelompok-kelompok lain seperti Yahudi, kulit hitam, dan komunis pasti jahat dan harus dimusnahkan. Pol Pot merasa pasti benar yang oleh karenanya bisa membantai semua penentangnya.

Rezim Saudi-Wahhabi merasa memiliki kebenaran sempurna sehingga merasa punya hak membantai kelompok Syiah dan membungkam kebebasan.

Kita percaya bahwa agama apapun yang kita anut mengajarkan kebaikan. Tapi umat penganutnya adalah insan yang serba kekurangan. Mari membela Islam sembari bersikap kritis terhadap umatnya, terhadap umat agama apapun yang melakukan kejahatan.

Silahkan nilai tulisan ini

Leave a Reply

Your email address will not be published.