JIL Edisi Indonesia

Reportase Diskusi JIL Bulan Juli Mengusung Tafsir yang Ramah terhadap Homoseksualitas

Oleh Hans Abdiel

Sementara itu, studi tentang seksualitas, termasuk homoseksualitas, amat kurang dikembangkan, sebab studi jender pun seringkali masih memakai paradigma heteronormativitas, yakni paradigma yang menjadikan heteroseksual sebagai norma. Perbandingannya adalah demikian, jender dianggap sebagai suatu konstruksi sosial yang ditentukan oleh manusia melalui masyarakat atau budaya, sedangkan seksualitas dianggap sebagai sesuatu yang kodrati, alamiah, serta tidak bisa berubah. Hal itu menyebabkan kurangnya kajian terhadap seksualitas, khususnya tentang homoseksualitas, di dalam keilmuan Islam. 

02/08/2010 | Diskusi | Komentar (33) #

Waktu Isra-Mikraj Nabi Muhammad

Oleh Abdul Moqsith Ghazali

Demikian jauhnya jarak perjalanan ini, maka Aisyah (isteri Nabi) dan Muawiyah berpendapat bahwa Isra-Mikraj merupakan perjalanan ruhani dan bukan perjalanan fisik-jasmani. Menurut Aisyah, ruh Nabi Muhammad bergerak membelah semesta untuk berjumpa dengan Tuhan, sementara tubuhnya bersemayam di bumi. Pendapat ini ditolak jumhur ulama yang mengatakan bahwa Isra-Mikraj melibatkan jasmani-ruhani Nabi Muhammad secara sekaligus. 

22/07/2010 | Editorial | Komentar (20) #

Tentang Quran, Konsep Kelengkapan, dan Superioritas Budaya

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Jika kegiatan penafsiran dalam suatu agama yang kemudian dituangkan dalam “interpretational text” itu terus berjalan, maka itu pertanda bahwa agama bersangkutan masih merupakan agama yang hidup dan aktif. Begitu kegiatan penafsiran berhenti, atau malah dihalang-halangi karena dikhawatirkan akan melahirkan pandangan-pandangan baru yang “menyimpang”, maka itu pertanda adanya perkembangan yang tak sehat dalam agama bersangkutan.

14/07/2010 | Kolom | Komentar (19) #

Mengenang Nasr Hamid Abu Zayd

Oleh Irwan Masduqi

Baginya, Alqur’an harus dipahami secara objektif dan kontekstual dan, sebaliknya, Alqur’an tak boleh dipahami secara harfiah demi kepentingan ideologis dan politis seperti yang dilakukan kalangan Islam garis keras. Alquran bagi Abu Zayd adalah kitab yang menganjurkan perdamaian, kebebasan, kesetaraan, keadilan, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian Alqur’an tak boleh dibajak guna melegalkan kekerasan, diskriminasi, kedzaliman dan aksi-aksi lain yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

06/07/2010 | Tokoh | Komentar (9) #

Menunggu Komitmen Pluralisme PKS

Oleh Saidiman Ahmad

Penggalangan massa untuk menentang sebuah negara di belahan dunia yang jauh tampak tidak lazim dilakukan sebuah partai politik yang nota bene sedang memegang kekuasaan. Bukankah akan lebih efektif memanfaatkan kekuasaan yang ada di tangan untuk melakukan lobi-lobi internasional? Nyatanya, maksimalisasi kekuatan politik PKS untuk mendukung kemerdekaan Palestina tidak cukup serius. 

25/06/2010 | Kliping | Komentar (42) #

Scripture Minded dalam Pendidikan Agama Kita Reportase Diskusi "Pendidikan Agama di Sekolah"

Oleh Saidiman Ahmad

Melek agama tentu saja baik belaka. Persoalannya adalah melek agama diikuti dengan hilangnya nalar dalam beragama. Hilangnya nalar beragama itu terlihat dari kebiasaan masyarakat Muslim yang selalu ingin mencari pendasaran doktrin agama atas segala sesuatu. Mereka menganggap bahwa secara verbal agama bisa memberi solusi terhadap segala sesuatu. Ada fenomena scripture minded dalam beragama.

03/06/2010 | Diskusi | Komentar (26) #

Al-Jabiri dan Ihya Ulum al-Aqli

Oleh Novriantoni Kahar

Obsesi al-Jabiri untuk menghidupkan ilmu-ilmu rasional Islam (ihya `ulum al-`aql) pantas disambut dan dilanjutkan lebih giat lagi. Sudah nyata di dunia Islam bahwa proyek menghidupan ilmu-ilmu agama (ihya `ulum ad-din) al-Ghazali yang bersifat bayani dan irfani sudah sukses gilang-gemilang dan begitu hegemonik. Hegemoninya itu mendominasi hampir semua sektor pendidikan dan kebudayaan masyarakat Islam, sehingga umat Islam sulit untuk keluar sejengkal pun dari pantauan radar keduanya.

10/05/2010 | Tokoh | Komentar (19) #

Selamat Jalan Abed Al-Jabri: Obituari dari Seorang Santri

Oleh Irwan Masduqi

Di antara pelajaran berharga lain yang saya dapatkan dari al-Jabri adalah soal pentingnya memperhatikan spirit rasionalisme dan empirisisme yang diwariskan Ibn Rusyd, Ibn Khaldun, Ibn Hazm, al-Syathibi, dan lain-lain. Pemikiran-pemikiran Ibn Rusyd yang dianalisis al-Jabri tidak hanya menuntut saya menjadi muslim rasional, tetapi juga muslim pluralis yang sudi memungut kebenaran dari sumber mana pun. Keberatan Ibn Rusyd terhadap argumen-argumen teologis Asy’ariyan juga meruntuhkan fanatisme dan dogmatisme teologis saya.

05/05/2010 | Tokoh | Komentar (8) #

Hans Kung dan Tumpang Tindih Paradigma Islam

Oleh Novriantoni Kahar

Karena itu, masa depan Islam, bagi Kung, sangat bergantung pada pergulatan yang terjadi di antara berbagai paradigma di atas. Skenario buruk maupun baik dapat saja terjadi pada Islam di masa kini dan di saat mendatang. Pertanyaan kuncinya bagi Kung adalah adakah ruang yang memadai di negara-negara Islam kunci untuk mengkombinasikan antara substansi ajaran Islam dan tantangan abad ke-21? Siapakah ahli waris absah agama yang sudah berumur 14 abad ini yang akan mampu mengajukan pandangan-pandangan segar dan relevan dengan dunia kini? 

03/05/2010 | Kliping | Komentar (13) #

Mendewasakan Pendidikan Agama

Oleh Saidiman Ahmad

Pendidikan agama di sekolah masih diandaikan hanya sebatas teologi dan doktrin agama. Padahal ilmu-ilmu agama telah berkembang luas melampaui batas-batas teologi dan doktrin. Kajian sosial mengenai perilaku umat beragama juga adalah kajian agama. Beberapa tahun terakhir muncul minat yang luar biasa besar terhadap kajian Islam di dunia Internasional. Kajian utama yang paling banyak menarik perhatian bukanlah mengenai doktrin Islam, tetapi mengenai perilaku umat Islam dan pandangan mereka terhadap agama yang dianutnya. 

30/04/2010 | Kolom | Komentar (14) #
Halaman: 2 dari 113  <  1 2 3 4 >  Last »