JIL Edisi Indonesia
Prof. Dr. Anne K Rasmussen: Pemikiran Fanatik Lenyapkan Seni Budaya Islam
Diam-diam, prinsip kesetaraan gender sudah teraplikasi dengan cukup baik dalam bidang seni baca Alqur’an. Namun, pemikiran yang dikembangkan kalangan radikal yang punya pendapat bahwa suara perempuan adalah aurat, akan potensial melenyapkan unsur-unsur terpenting dari seni budaya Islam ini khususnya keterlibatan perempuan.
Uji Sahih Islam Liberal
Oleh Akhmad Fauzi
Kontroversi tulisan Ulil Abshar tentang pentingnya penyegaran pemahaman Islam yang pernah dimuat di kompas beberapa waktu lalu memang mengundang banyak kalangan untuk datang, duduk dan berdiskusi, tetapi tidak sedikit yang kemudian secara sporadis menolak dan menghakimi gagasan tersebut. Padahal jelas, paradigma berpikirnya kadang berbeda.
Menggagas Sekularisasi Islam Membincang Pemikiran Ali Abdurraziq Dalam Konteks Keindonesiaan
Oleh Sholahuddin
Memang harus diakui bahwa pemikiran tentang pemisahan antara agama dan negara tidak mempunyai preseden sejarah dalam kehidupan Nabi. Swidler, misalnya, mengatakan bahwa praktek sekularisasi hanya ada dalam pemikiran Kristen pada abad pertengahan, yang dari situ kemudian menimbulkan revolusi industri dan era pencerahan di beberapa negara belahan Eropa lainya.
Dr. Moeslim Abdurrahman: Berislam dari Bukhari-Muslim ke Weber-Durkheim
Orientasi keberagamaan normatif berbeda secara diametris dengan orientasi keberagamaan empiris. Ekspresi religiusitas yang normatif seringkali melupakan fakta sosial yang tidak monolitik, bahkan tidak seideal lukisan dalam kanvas teologis seperti yang tertera dalam kitab suci. Dalam konteks inilah, diperlukan kearifan dan ke-tawadlu-an untuk tidak menghakimi pihak-pihak yang berbeda dengan atas nama keyakinan dan persepsi yang kita anut.
Islam Sebagai Agama Perlawanan
Oleh Siti Nur Aryani
Jika selama ini para sosiolog lebih cenderung menganggap tradisi sebagai obyek tanpa kritisisme, maka Hanafi mencoba keluar dari konservatisme tersebut. Tawaran paradigma yang diajukan adalah memahami tradisi suatu masyarakat melalui bentuk kritisisme struktural. Hanafi beranggapan, bahwa “tradisi adalah produk sosial dan hasil dari pertarungan sosial-politik, yang keberadaannya terkait dengan manusia.
Tuhan yang Bersemayam dalam Akal Kita
Oleh Adi Bunardi
Merefleksikan pencarian Tuhan melalui akal.
Slavery Award
Oleh Anick H.T.
Dan digelarlah perhelatan mewah itu di Hotel Aryaduta Jakarta minggu lalu. Ratusan undangan, pasangan suami-istri, tepatnya pasangan satu suami-dua, tiga, atau empat istri, memadati ruang ber-AC itu. Acara bertajuk Poligami Award yang dipandegani Puspo itu berjalan sukses, berhasil membagikan 71 award untuk para poligamer Indonesia. Hampir tak ada aral melintang, kecuali teriakan protes puluhan aktivis perempuan di luar gedung. Meminjam bahasa Habibie, itu hanya kerikil kecil.
Menggugat Hegemoni Tafsir Iman dan Islam
Oleh Fajar Riza Ul Haq
Selama ini, doktrin iman dan Islam diyakini bersifat aksiomatik-dogmatik, bahkan ahistoris; steril dari debu-debu kepentingan kelompok dan percikan konflik golongan. Dengan begitu, konstruksi identitas iman dan Islam merupakan upaya penentuan, pembatasan, sekaligus pembentengan terhadap otentisitas bangunan keyakinan yang bersifat baku dan final. Tafsir identitas ini memaklumatkan bahwa wilayah kajian iman dan Islam merupakan cagar konservasi bagi akar doktrinal agama Islam.
Dr. Bahtiar Effendy: Tanpa trust, Demokrasi Tidak Sehat
Islam pada hakikatnya menyuplai perangkat teologis yang reseptif terhadap trust sebagai social capital demokrasi. Tapi ipso facto, banyak warga di negara- negara Islam yang minus trust. Penelitian Sarif Mardin di Timur Tengah menunjukkan absennya budaya trust, sehingga kekuatan civil society menjadi tumpul. Pada gilirannya kemudian banyak negara Islam yang mengalami defisit demokrasi.
Ketika Agama Disentuh Akibat disahkannya RUU Sisdiknas
Oleh Khoirun Nasichin
Seharusnya, seluruh umat beragama bersatu dalam rangka menyelesaikan problem kerakyatan yang menjadi agenda besar setiap agama, bukan malah menambah problem yang hanya akan merugikan diri sendiri, bahkan mengancam kestabilan bangsa yang sedang dalam kondisi koma.