Editorial,
15/07/2011

Jangan Lupakan Cikeusik

Oleh Saidiman Ahmad

Kasus pembunuhan terhadap tiga jemaat Muslim Ahmadiyah di Cikeusik mungkin sudah selesai dalam perbincangan publik. Tapi sebenarnya kasus itu sedang disidangkan di pengadilan negeri Serang, Banten. Warga Ahmadiyah yang keluarganya dibunuh belum memperoleh rasa keadilan. Warga Ahmadiyah yang rumahnya dirusak sama sekali belum memperoleh ganti rugi. Warga Ahmadiyah sama sekali belum hidup dalam rasa aman.
Ribuan orang menyerbu, menganiaya, dan membunuh. Namun yang disidangkan hanya 12. Para polisi yang membiarkan kekerasan terjadi belum menjadi tersangka. Dan yang paling menyedihkan, seorang warga Ahmadiah justru dijadikan tersangka. Kepalanya dibacok berkali-kali. Tangannya hampir putus dan sampai sekarang belum berfungsi. Alih-alih menghukum para penyerangnya, justru ia dituntut 10 tahun penjara. Ia dianggap memprovokasi ribuan warga karena memilih mempertahankan aset kantornya yang hendak diobrak-abrik.

Kasus pembunuhan terhadap tiga jemaat Muslim Ahmadiyah di Cikeusik mungkin sudah selesai dalam perbincangan publik. Tapi sebenarnya kasus itu sedang disidangkan di pengadilan negeri Serang, Banten. Warga Ahmadiyah yang keluarganya dibunuh belum memperoleh rasa keadilan. Warga Ahmadiyah yang rumahnya dirusak sama sekali belum memperoleh ganti rugi. Warga Ahmadiyah sama sekali belum hidup dalam rasa aman.
Ribuan orang menyerbu, menganiaya, dan membunuh. Namun yang disidangkan hanya 12. Para polisi yang membiarkan kekerasan terjadi belum menjadi tersangka. Dan yang paling menyedihkan, seorang warga Ahmadiah justru dijadikan tersangka. Kepalanya dibacok berkali-kali. Tangannya hampir putus dan sampai sekarang belum berfungsi. Alih-alih menghukum para penyerangnya, justru ia dituntut 10 tahun penjara. Ia dianggap memprovokasi ribuan warga karena memilih mempertahankan aset kantornya yang hendak diobrak-abrik.
Ketika korban terancam 10 tahun penjara, para penyerang justru dituntut 5 sampai 7 bulan saja. Di negeri ini, mempertahankan hak milik pribadi bisa jadi perkara rumit. Sementara kejahatan yang dilakukan beramai-ramai sangat mungkin dimaklumi.
Deden Sujana, warga Ahmadiyah yang terluka sekaligus diperkarakan itu, mendengar kabar kantor Ahmadiyah Cikeusik akan diserang. Dia kemudian datang ke sana bersama beberapa pemuda Ahmadiyah lainnya. Sejumlah kantor, sekolah, rumah, dan masjid milik Ahmadiyah di pelbagai tempat diserang dan dihancurkan. Mereka ingin berupaya menyelamatkan aset yang juga terancam penghancuran itu. Dipimpin oleh Deden, mereka bernegosiasi dengan polisi. Mereka meminta bantuan polisi untuk mengamankan aset kantor mereka. Bukannya malah memberi rasa aman kepada warga Ahmadiyah, pihak polisi justru berterus-terang bahwa mereka tak sanggup menghalau massa. Tiba-tiba polisi seperti tidak punya senjata. Tiba-tiba polisi seolah tidak berwenang menghalau perusuh yang diamuk amarah.
Menghadapi gejala buruk seperti itu, Deden menyindir polisi dengan mengatakan bahwa kalau polisi tak sanggup memberi rasa aman, maka biarkan saja terjadi bentrokan. Deden dan kawan-kawannya sudah bosan menyaksikan pengrusakan dan tindakan semena-mena terhadap diri dan aset mereka.
Di pengadilan, bahkan ketika Deden menjadi saksi, ia telah dicecar dengan pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan layaknya seorang pesakitan. Dia dituntut enam tahun penjara karena dianggap provokator. Kalau hukum masih ditegakkan secara terbolak-balik seperti itu, rasa-rasanya keadilan bagi para korban kekerasan dan pembunuhan di Cikeusik masih jauh dari harapan.

15/07/2011 | Editorial, | #

Komentar

Komentar Masuk (23)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

ahmadiyah itu ada 2 klmpk coy, jangan maen hkn dulu. ahmadiyah yg ngawur itu ahmadiyah qodyani yg dr qodyan india. kalu ahmadiyah lahore sama kyk kita2. lw blh aja blng ahmadiyah itu sesat, gw setuju hal itu. tp bkn untuk AHMADIYAH LAHORE. gw asli keturunan india, mknya brani ngomong kek gini. jgn vonis suatu golongan klu elho gak tau apa2 ttg mereka. cr info sebnyk2nya ttg mrk, dgrn keterangan dr mrk, apa pendapat mereka ttg islam. jgn dgrin omongan/pendapat dr orng2 luar ahmadiyah yg blm tentu tau itu ahmadiyah. klu lw pikir ahmadiyah sesat, lw langsung tanya sm mereka. bru bs nyimpulin, sendiri. jgn ngikutin kt orng. gw sendiri berpendapat ahmadiyah qodyani sesat karena mengangap mirza ghulam sbg almasih, beda dgn ahmadiyah lahore, yg mengganggap mirza ghulam cm sbg pembaharu.

Posted by ABDULLAH  on  09/29  at  02:59 PM

Untuk masghuf..

Logika anda ngawur. Perusahaan itu ada hak miliknya. Ada sertifikatnya. Lhah kalau Islam, siapa yang megang sertifikatnya? Nenek lo?

Apakah Allah SWT ngasih mandat ke MUI untuk menjaga Islam, dan menunjuk MUI sebagai satu2nya ukuran keislaman?

Islam itu sesuatu yang dinalar oleh manusia, ditafsir oleh miliaran otak dan pemikiran. Nggak ada yang berhak atas copyright Islam kecuali Allah SWT.

Posted by Anto  on  08/12  at  01:55 PM

yah emang ahmadiyah msih orng indonesia??????pake mnta keadilan sgala,orng jil tamat ga sd-nya?????d indnesia cuman ada 5 agama yg d akui,slah atunya ya islam.pakar islamnya ja dah bilang ahmadiyah bkan islam mau gmna lgi???eh pikir ja ma looooo orng2 yg mendewakan akal,klo da yg nyusup d rumah loo mau d apain??????

Posted by paloh  on  08/12  at  01:38 AM

lebih tepat kalau: ‘‘jangan lupakan poso’‘,’‘jangan lupakan ambon’’  anda lupa berapa nyawa muslim melayang sia2 di ambon n poso..??? Silahkan anda dan antek2 jil lainnya menikmati dunia ini sepuasnya,selagi masih ada kucuran dana dari barat..ingat kehidupan yg kekal menanti anda di akhirat beserta pertanggung jawaban anda terhadap fitnah dan kebusukan anda thd islam

Posted by Ivan  on  08/10  at  01:51 AM

kebenaran menurut manusia memang relatif, sehingga banyak hal-hal yang salah, kemudian dicari2 alasannya supaya bisa dianggap benar. Tapi ingat bahwa ada 1 kebenaran yang mutlak, yaitu kebenaran menurut Allah, yang tertuang dalam kitab suci Al-Qur’an. Hanya orang-orang yang merasa lebih pintar dari tuhan lah yang berani mengotak-atik al-qur’an. Seharusnya orang-orang yang seperti itu tidak mengaku-ngaku nabi. akan lebih pantas bagi mereka bila mengaku sebagai tuhan. karena telah membuat kitab sendiri.

Posted by bahau2009  on  08/09  at  07:24 PM