Wawancara,
31/03/2011

Ali Munhanif: NATO Serbu Libya Bukan Karena Anti-Islam

Demokratisasi yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara memasuki babak baru yang paling brutal. Setelah dunia internasional terheran-heran menyaksikan bagaimana diktator Libya, Moammar Qaddafi, memerintahkan pembantaian terhadap seluruh demonstran anti-pemerintah, kini dunia terbelah dalam menyikapi pilihan intervensi Amerika Serikat melalui kekuatan bersenjata.

Di Indonesia, kita melihat respon yang sangat beragam. Memang banyak pihak yang menyesalkan bahkan mengutuk tindakan semena-mena Qaddafi terhadap rakyatnya sendiri, tapi mereka juga memberi respon kritis terhadap penggunaan kekuatan militer oleh Sekutu. Pertanyaannya, adakah pilihan lain?

Reportase talkshow Agama dan Toleransi hasil kerjasama antara KBR68, Jaringan Islam Liberal dan TempoTV. Acara ini disiarkan secara langsung oleh 42 radio jaringan di seluruh Indonesia. Acara ini dipandu oleh Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad.

Sumber: http://www.kbr68h.com/perbincangan/agama-a-toleransi/4389-krisis-libya-dan-peran-komunitas-islam

KBR68H, Jakarta - Krisis Libya tak tampak akan selesai dalam waktu dekat. Justru konflik politik domestik meluas menjadi sorotan internasional. Apalagi setelah serbuan Nato di bawa komando AS, yang mengatasnamakan intervensi HAM. Libya sedang berperang. Muammar Qaddafi menyerukan peperangan melawan AS dan sekutunya, serta terhadap kaum pemberontak. Bagaimana masyarakat dunia dan komunitas Islam dapat berperan mencari jalan keluar damai bagi Libya? Program Khusus Agama dan Toleransi mengundang pengamat dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta, Ali Munhanif.

Sebuah artikel di New York Times menggambarkan, apa yang terjadi di Libya berbeda dibanding gejolak politik di negara lainnya di Tumur Tengah. Sikap keras Qaddafi terhadap warganya membuat Libya memang harus ‘diserbu’ untuk selamatkan warga sipil. Ini yang menjadi alasan utama AS dan sekutunya melancarkan serbuan yang mereka sebut intervensi kemanusiaan.

Namun pengamat politik Timur Tengah dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat PPIM, Ali Munhanif mengatakan, “Kalau semua persoalan domestik diselesaikan dengan cara-cara militer, maka dunia akan anarkis. Harus ada penyelesaian politik oleh para elit”. Sayangnya, lanjut Ali, di Libya, elitnya tidak memanfaatkan proses demokratisasi yang muncul untuk mendorong resolusi konflik dengan damai, sehingga menghindari intervensi asing.

Sementara apa yang dilakukan NATO dianggap wajar karena adanya norma baru pasca Perang Dingin, yaitu ada semacam kewajiban suatu negara melindungi warganya dalam konteks HAM. Kalau suatu negara tidak bisa melakukan itu, maka negara lain akan melakukan intervensi HAM. Ini alasan yang dipakai NATO. Menjamin keselamatan warga sipil.

Ali Munhanif menambahkan, intervensi HAM yang dilakukan NATO tidak semata hanya untuk tujuan menjamin keselamatan warga sipil. Dalam berbagai kesempatan, para pemimpin negara-negara anggota NATO, termasuk AS, menyatakan bahwa Qaddafi harus turun. “Secara implisit, ada tujuan untuk menjatuhkan Qaddafi”, lanjut Ali.

Tumbangkan Diktator, Siapkah Civil Society Muncul?

“Tugas menumbangkan kediktatoran harus dibarengi dengan membangun civil society”, kata Ali Munhanif. Namun, Timur Tengah memang unik dalam hal demokratisasi. Tidak bisa disamakan dengan konteks Amerika Latin dan Eropa Timur (pasca-komunisme), bahkan dengan Asia Tenggara. Timteng unik karena ini warisan lama dari proses terbentuknya negara itu.

Sejarah pembentukan negara di Timur Tengah sangat cepat, di mana pembentukan konstitusi dan debat ideologi tidak berjalan baik. Sehingga negara yang terbentuk adalah negara yang masih kental budaya kesukuan atau tribalisme.

“Ada negara modern tumbuh seperti Mesir. Tapi cepat disapu oleh militerisme. Kalaupun ada demokratisasi, struktur masyarakat tradisional masih kental”, kata Ali.

Ali mengkhawatirkan, Libya akan muncul seperti Irak pasca invasi AS. Kini di Irak yang muncul adalah elit-elit kesukuan yang saling berebut kuasa. Civil society tidak terbentuk rapi, bahkan sulit terbentuk. “Nah, masyarakat internasional harus memastikan suku-suku ini melebur dalam komunitas internasional. Kenalkan konstitusi modern”, lanjut Ali.

Peran Indonesia dan Komunitas Islam.

Ali Munhanif menyayangkan sikap dunia internasional seperti Organisasi Negara-negara Islam OKI dan Liga Arab yang memberi angin pada intervensi NATO. “Sekarang mereka menyesali dan berbalik mengkritik serbuan itu”, kata Ali.

Ali mengingatkan, jangan sampai komunitas Islam juga ikut mencaci intervensi NATO sebagai tuduhan perang melawan Islam. Di Libya sendiri muncul sentimen anti-Barat tapi bukan atas nama Islam, melainkan dari pro-Qaddafi saja. “Harus ada kesadaran, politik adalah politik. NATO serbu Libya bukan karena anti Islam, bukan karena gempur Islam, tapi ini karena soal minyak”, lanjut Ali.

Yang terpenting, kata Ali, dunia internasional saat ini harus mempelopori penghentian serangan NATO dan memastikan elit-elit politik Libya berunding. Dari mana elit itu muncul?

“Nah organisasi Islam, katakanlah seperti NU dan Muhammadiyah di Indonesia, bisa mendorong pemerintah RI untuk inisiatif membangun itu”, kata Ali. Apalagi Indonesia sebagai Ketua ASEAN pasti bisa memainkan peran lebih banyak untuk membangun proses perundingan Libya.

31/03/2011 | Wawancara, | #

Komentar

Komentar Masuk (9)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

ini memang sebuah dilema yang besar, ini membuat saya terkejut, karena satahu saya, nato adalah perkumpulan angkatan militer yang berada dibawah kekuasaan amerika serikat, pada waktu amerika dipimpin oleh bush, secara terang-terangan mereka mengobrak-abrik irak dengan alasan mencari seseorang yang bernama saddam husein, yang diduga teroris, ini saya melihat bahwa itu hanya alasan saja. agar irak tidak mampu lagi menjadi negara islam, itu juga seprtinya yang terjadi pada negara-negara timur tengah…..jelas ini sebuah hal yang perlu mendapat tinjauan ulang….

Posted by andi kusuma  on  03/09  at  03:15 AM

Pak Ali, biarkan saja orang beropini bermacam-macam, wong dijelaskan jugapasti tidak diterima….salah satu kesalahan kita di indonesia ini tidak pernah menjelaskan kepada rakyat yg kurang pengetahuan ini mengenai apa yg sedang terjadi di wilayah timteng ini. Ada satu permintaan para demonstran libya utk dibantu oleh Israel…ini coba diumumkan keseluruh indonesia supaya orang tau bhw apa yg terjadi disanan bukan melulu seperti apa yg dipikirkan oleh 65% rakyat indonesia ini, dimana kalo AS turun tangan katanya MELAWAN ISLAM….padahal ngga ada itu. Kalo utk menyelamatkan kepentingan AS, itu jauh lebih masuk akal.

Posted by Bindu  on  09/11  at  09:47 PM

Fenomena Timur Tengah dan Afrika Utar saat ini sangat sulit utk menyatakan bhw AS bertindak dengan dasar memusuhi Islam.Dr 5 negara yg sdg bergolak, kelimanya mempunyai latar belakang yg berbeda-beda terutama hubungannya dengan AS. Tunisia tidak pro dan tidak kontra US, Mesir era Mubarak sangat pro AS, Lybia anti AS, Suriah anti AS dan Yaman adalah pro AS….kelima negara ini sdg mengalami people power yg sama dan AS bertindak adil terhadap kelimanya dimana penguasa incumbent ditumbangkan bersama-sama dgn AS. Jd intinya AS hanya ingin menegakkan demokrasi di Timteng dan Afrika Utara dengan terlibat lgsg dengan people powernya. jd ngga benar AS memusuhi ISlam…bohong itu.

Posted by Bindu  on  09/08  at  11:36 PM

Nato berperang di Libya bukan melawan islam, tetapi karena Khadafie membantai sesama islam dan Nato harus capur tangan untuk menyelamat islam dalam penindasan regiem Khadafie.

Regiem Khadafie dalam menghitung waktu sedang dalam kehancuran, Tripoly telah mulai dikuasai oleh pasukan anti Khadafie, Dunia saat ini sedang melihat kehancuran di Timur Tengah sesama islam saling membatai atas nama Allah SWT.

Teriakan Allahu’akbbbar dan mereka saling membunuh sesama muslim, dunia islam di Timur tengah dalam perjalanan kehancuran, Puluhan juta muslim saling membantai inilah orang yang beriman dalam agama Allah SWT sedang disoroti oleh Europa.

Posted by Mr.Nunusaku  on  08/24  at  04:18 PM

tapi di balik semua itu menguasai dunia islam.

Posted by hafidh maksum  on  04/17  at  10:04 PM