Agenda,
05/12/2011

Sekularisme Direvisi: Bedah Pemikiran Talal Asad

Oleh Redaksi

Narasumber: Ihsan Ali-Fauzi (Yayasan wakaf Paramadina)
dan Ulil Abshar-Abdalla (Jaringan Islam Liberal)

Kamis, 22 Desember 2011, Pukul 19.00 – 21.00 WIB
Teater Utan Kayu, Jl. Utan Kayu, 68-H, Jakarta Timur

Agama dan modernitas sering diperlawankan. Modernitas dianggap anti-tesis agama. Pendapat semacam ini lambat laun terbantahkan oleh fakta bahwa agama ternyata masih hidup di mana-mana. Agama hidup di tengah modernitas. Apa yang salah?

Adalah Talal Asad, antropolog, yang mengusulkan pembacaan ulang terhadap agama. Menurut Asad, agama adalah bagian dari perkembangan manusia itu sendiri. Ia adalah salah satu bentuk evolusi pemikiran manusia. Agama adalah kategori universal dari pengalaman manusia.  Dalam kaitannya dengan modernitas, agama tidak mesti diperlawankan. Agama adalah bagian dari modernitas itu sendiri.

Sekularisme, bagi Asad, tidak bisa lagi didefinisikan semata-mata sebagai doktrin pemisahan otoritas negara dan agama, melainkan suatu konsep mengenai perasaan, pengetahuan, dan perilaku bersama-sama dalam cara-cara baru dan berbeda. Asad mencoba bergerak dari gagasan toleransi menuju wacana asimilasi dan integrasi. Agama tidak harus digeser ke pinggir atau dikurung di ruang privat. Meminjam Jose Casanova, sekarang ini, agama justru masuk ke ruang publik dan ikut dalam kontestasi.

Pemikiran Talal Asad mengenai agama dan sekularisme akan dibedah. Asad menulis esai berjudul “The Idea of Anthropology of Islam” dan buku “Formations of The Secular.” Dua karya inilah yang akan dijadikan rujukan utama pada diskusi ini. Rujukan lain adalah buku “Power of The Secular Modern: Talal Asad and His Interlocutors.” Buku terakhir ini berisi 10 esai komentar terhadap pemikiran Talal Asad. Di Bagian akhir, Talal Asad memberi jawaban terhadap komentar-komentar tersebut.

Selamat berdiskusi!

05/12/2011 | Agenda, | #

Komentar

Komentar Masuk (5)

(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)

================================================
Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.

(Artinya adalah ulil Amri sebagai pemerintahan dan Rasul sebagai pimpinan agama, kedua duanya terpisah.Disebut juga sistem pemerintahan Seculer.)
================================================

memangnya pada waktu itu, Rasulullah tidak jadi Khalifah/Ulil Amri?

jadi ditulis begitu tu, maksudnya dalam artian sepeninggal Rasulullah yang harus diikuti itu adalah Ulil Amri, sepanjang :
————————————————————————
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memilih bapak-bapak dan saudara-saudaramu menjadi pemimpin, jika mereka lebih mengutamakan kekafiran dari keimanan. Barangsiapa di antaramu yang memilih mereka jadi pemimpin, merekalah orang-orang yang zalim. (QS. At-Taubah : 23)
————————————————————————
tidak melanggar syariat Islam!

================================================
Sistem Demokrasi juga bersumber dari Al Quran sebagai berikut dibawah ini;

an bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu(urusan2 selain ibadah ritual). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS 3:[159]

Dan [bagi] orang-orang yang menerima [mematuhi] seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka [diputuskan] dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (38)QS 42:(38)
================================================

bagaimana jika setelah bermusyawarah, tidak dapat dicapai suatu persetujuan? inilah jawabannya :
————————————————————————-
”Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.” (QS An-Nisa ayat 59)
————————————————————————-

Posted by Frontline Defender  on  12/12  at  11:39 AM

klo menafsirkan jgn seenaknya dewe emang antum ulama apa? dasar calon penghuni neraka lho

Posted by urip syamsuri  on  12/10  at  07:59 AM

Tanggapan utk alatif:

1. Masalah penafsiran QS 4:59 yg wajib ditaati adalah Alloh dan Rosul SAW, sedangkan disitu tdk ada kalimat ati’u sebelum kalimat ulil amri minkum. Jadi kewajiban taat kpda pemerintah tdk mutlak, hanya sebatas ketaatan selama tdk melanggar koridor syariat Alloh dan Rosulnya.

2. Anda tdk paham benar arti demokrasi. Darimana dia berasal dan bagaimana konsepnya. Demokrasi berbeda dg musyawarah. Demokrasi berasal dari barat. Tdk ada kata musy mufakat di dalam demokrasi, yg ada hanyalah sistem voting. Sedangkan musyawarah merupakan budaya masyarakat indonesia sejak ratusan tahun silam.

Demokrasi tdk sejalan dg syariat islam, karena di dalam demokrasi suara WTS, preman, maling, koruptor dianggap sama dengan suara Alim Ulama. Tolong jangan terlalu memaksakan sesuatu yg sebenarnya tdk sejalan antara Syariat Islam dg budaya2 liberal yg kalian lakukan.

Posted by Hamba Alloh  on  12/09  at  04:36 PM

Tanggapan utk alatif:

1. Masalah penafsiran QS 4:59 yg wajib ditaati adalah Alloh dan Rosul SAW, sedangkan disitu tdk ada kalimat ati’u sebelum kalimat ulil amri minkum. Jadi kewajiban taat kpda pemerintah tdk mutlak, hanya sebatas ketaatan selama tdk melanggar koridor syariat Alloh dan Rosulnya.

2. Anda tdk paham benar arti demokrasi. Darimana dia berasal dan bagaimana konsepnya. Demokrasi berbeda dg musyawarah. Demokrasi berasal dari barat. Tdk ada kata musy mufakat di dalam demokrasi, yg ada hanyalah sistem voting. Sedangkan musyawarah merupakan budaya masyarakat indonesia sejak ratusan tahun silam.

Demokrasi tdk sejalan dg syariat islam, karena di dalam demokrasi suara WTS, preman, maling, koruptor dianggap sama dengan suara Alim Ulama. Tolong jangan terlalu memaksakan sesuatu yg sebenarnya tdk sejalan antara Syariat Islam dg budaya2 liberal yg kalian lakukan.

Posted by Hamba Alloh  on  12/09  at  04:34 PM

Assalamu’alaikum wrwb

Penemuan saya bahwa;

Sistem secular itu bersumber dari ayat ALLAH seperti dibawah ini;

Hai orang-orang yang beriman, (1) taatilah Allah dan taatilah Rasul
(Nya), dan(2) ulil amri di antara kamu. QS 4:59.

(Artinya adalah ulil Amri sebagai pemerintahan dan Rasul sebagai pimpinan agama, kedua duanya terpisah.Disebut juga sistem pemerintahan Seculer.)

Sistem Demokrasi juga bersumber dari Al Quran sebagai berikut dibawah ini;


an bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu(urusan2 selain ibadah ritual). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS 3:[159]

Dan [bagi] orang-orang yang menerima [mematuhi] seruan Tuhannya dan mendirikan shalat, sedang urusan mereka [diputuskan] dengan musyawarat antara mereka; dan mereka menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka. (38)QS 42:(38)

Yang menemukan rahasia ALLAH ini bukan ulama2 Arab, tapi para ilmuwan Barat.

Ulama2 Arab menutup matanya agar mereka tetap berkuasa dgn sistem Diktator komunis.

BENAR BUKAN?

Lanjutkan kebohongan2 yang amalkan oleh ulama2 Fundamentyalis Arab yg diktator.

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

Salam

Posted by alatif  on  12/06  at  10:20 AM