Sumiati dan Khadijah
Oleh Taufik Damas
Ada tokoh besar perempuan yang sangat berperan dalam menentukan perjalanan kerasulan Nabi Muhammad. Dialah Ibunda Khadijah yang salah satu peran pentingnya memastikan bahwa apa yang diterima oleh Nabi Muhammad adalah wahyu, bukan bisikan setan. Khadijah memastikan itu setelah berkonsultasi dengan sepupunya yang bernama Waraqah bin Nauval. Mengapa mereka jadi lupa peran besar Khadijah yang perempuan?!
Nama Sumiati menghiasi berbagai media massa di Indonesia bukan karena sebuah prestasi, tapi karena keprihatinan yang sangat mendalam akan dirinya. Ia menjadi korban kebiadaban majikan di Arab Saudi, salah satu negara yang dijadikan tujuan mencari nafkah oleh banyak buruh migran Indonesia.
Reaksi bermunculan dari berbagai kalangan. Presiden Susilo Bambang Yudoyono pun mengecam kebiadan itu dan menginstruksikan pejabat terkait untuk menyelesaikan kasus tersebut secara tuntas.
Selain Sumiati, ada tenaga kerja wanita (TKW) yang bernama Kikim Komalasari yang meninggal dunia akibat digorok oleh majikannya. Jenazah Kikim ditemukan di sebuah tong sampah di wilayah Abha, dekat Jeddah.
Tidak sedikit masyarakat Indonesia yang heran dan bertanya-tanya, mengapa kebiadaban seperti itu bisa terjadi di sebuah negara yang berasaskan Islam? Bukankah Islam sangat menghormati perempuan dan orang-orang lemah?
Paling tidak ada dua hal yang dapat menjelaskan latar belakang terjadinya kebiadaban tersebut di Arab Saudi, atau secara umum di negara-negara Timur Tengah. Dua hal tersebut adalah “perempuan” dan “status sebagai buruh kasar (pembantu rumah tangga)”.
Secara umum kaum perempuan di negara-negara Timur Tengah masih mengalami diskiriminasi yang cukup berat. Mereka belum mendapatkan hak-hak hidup sebagaimana kaum laki-laki. Seorang kolomnis dari Yordania, Jihad Alawanah, bahkan menyatakan bahwa nasib perempuan di negara-negara Timur Tengah bagaikan para pengungsi. Mereka selalu mengharapkan mendapatkan suaka politik dari kaum laki-laki. Setelah dari ayah, suaka politik itu mereka dapatkan dari suami.
Hidup mereka sangat bergantung pada kaum laki-laki. Mereka belum bisa mendapatkan hak-hak untuk mengambil keputusan secara mandiri dalam sebagian besar hidupnya. Hani Naqsyabandi menceritakan penderitaan perempuan di Arab Saudi dalam novelnya yang berjudul al-Ikhtilas. Novel ini telah diterjemahkan dan diterbitikan dalam bahasa Indonesia dengan judul Perempuan Terpasung. Dalam novel tersebut, Hani menuangkan kisah derita para perempuan (istri) di Arab Saudi.
Ketika belum menikah, nasib seorang perempuan dikuasai oleh ayah dan saudara laki-lakinya. Apapun yang ia inginkan harus mendapatkan izin dari para laki-laki yang ada dalam rumahnya. Sampai soal pernikahan pun mereka tidak bisa menentukan calon suaminya sendiri. Calon suami harus dipilihkan oleh ayahnya. Setelah menikah, nasib perempuan sepenuhnya berada di tangan sang suami. Ironisnya, para suami sering kali menganggap istri-istri mereka hanya seonggok daging yang hanya dipedulikan jika ada kebutuhan.
Sebagai negara yang berasaskan Islam, atau secara geografis lebih dekat dengan pusat Islam, seharusnya masyarakat di Timut Tengah mampu melihat betapa perempuan sangat dihargai dalam Islam. Ada tokoh besar perempuan yang sangat berperan dalam menentukan perjalanan kerasulan Nabi Muhammad. Dialah Ibunda Khadijah yang salah satu peran pentingnya memastikan bahwa apa yang diterima oleh Nabi Muhammad adalah wahyu, bukan bisikan setan. Khadijah memastikan itu setelah berkonsultasi dengan sepupunya yang bernama Waraqah bin Nauval. Mengapa mereka jadi lupa peran besar Khadijah yang perempuan?!
Komentar
segala sesuatu tergantung darimana kita melihat…....
itu pendapat saya tentang ulasan ini, makasih
I.Islam tidak merendahkan wanita
“Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku baik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari, Kitab al-Adab no. 5971.Surga itu diibaratkan brada di bawah telapak kaki Ibu.
Memukul istri dengan alasan apapun tidak diperkenankan didalam Islam. Namun begitu, terdapat kondisi dimana Allah nampaknya membolehkan para suami untuk memukul istrinya, dan hal ini dilakukan setelah memperingati istrinya sebanyak 2 kali agar menghentikan tindakan yang di sebut nusyuz [Keterangan Nusyuz dan definisi Nusyuz: yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. Nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya.].
kebayang ga kalo istrinya judes,cerewet,materialistis,,jika para suami teleh memperingati sebanyak 2 kali maka boleh dipukul sebagai pembelajaran agar sadar akan kesalahannya.
II.Maka, jangan semata-mata menggantungkan pada kata ”kutukan malaikat”, tetapi fahamilah hadits ke dua, ”hingga suaminya merelakannya’, kalau suami merelakan rasa capek istri atau sakitnya atau rasa tidak nyamannya. Sekali lagi, masalah ini pada akhirnya, tergantung juga dari kesehatan komunikasi suami istri. Bila komunikasi di antara mereka lancar, maka, sang suami akan membatu istrinya menemukan mood, membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga agar mengurangi rasa capek atau memijitinya atau mengobatinya bila sang istri sakit. Jadi tak perlulah memperpanjang mendiskusikan ’siapa yang berdosa’, tetapi lebih ke ”siapa yang menginginkan banyak pahala dengan bersedekah, melakukan hubungan suami istri?”
Anda perlu mengetahui akar masalah yang membuat penolakan istri. Benarkah dengan alasan capai? Atau ada masalah lain? Setiap suami, bisa mengetahui bagaimana cara membahagiakan istrinya dan membuatnya merasakan cintanya.
III.Ya iyalah jika aurat wanita diumbar kesannya murahan gito lho atau seperti hewan, pakaian yg menutupi aurat tidak harus yang membatasi gerak wanita dalam aktifitas sehari-hari (yg longgar dan nyaman).bisa baju olahraga contohnya celana training dengan kaos panjang + jilbab..main bola juga bisa…FIFA nya dungu kok baju main bola diatur sgala yg seragam dan pemain nya bisa nendang bola heheheheheh…..
Islam menghargai wanita?????
islam justru merendahkan wanita,buktinya:
===istri boleh dipukul jika bantah suami terus/nuyuz
===istri akan dikutuk sampe pagi oleh malaikat,jika menolak ajakan sex suaminya
===islam menjadikan hampir seluruh tubuh wanita sebagai aurat,yang menyebabkan wanita sulit bergerak dan berpartisipasi dalam masyarakat.
Baru baru ini fifa melarang tim sepakbola wanita iran bertanding,sebab mereka ngotot tetap pake jilbab.
Islam yes! Arab NOOOOOOOOOOOOOOOOO!!!!!!!!!!
buat P’ Moqshit en de geng, jika menurut anda semua agama itu(selain islam) benar dan akan masuk syurga, maka jika anda seorang muslim saya men-challenge anda untuk segera meninggalkan agama islam dan beralih ke agama lain yang menurut anda semuanya benar, saya men-challange anda untuk membuktikan teori2 anda, karena teori tanpa praktek adalah omong kosong, bagaimana beranikah anda ?
Komentar Masuk (19)
(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)