Budhi Munawar-Rachman Tasawuf Mendorong Keberagamaan Inklusif
Oleh Redaksi
Karena tasawuf berurusan dengan soal-soal kerohanian, maka agama di sini harus dilihat dalam arti spiritual, arti spiritnya. Manusia sebenarnya punya satu ikatan primordial dengan Tuhan. Maka kata dien dalam al-Qur’an menjadi menarik, karena artinya adalah binding yang berarti ikatan manusia dengan Tuhan. Justru pada segi ini tasawuf memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya, bukan dalam arti lahiriyah, seperti syari’ah sudah memikirkan fiqih.
Ada perkembangan menarik di seputar kegairahan masyarakat perkotaan terhadap sufisme. Trend spiritual yang positif ini urgens untuk menepis formalisme keberagamaan masyarakat kita. Demikian analisis Budhy Munawar-Rachman, Direktur Eksekutif Yayasan Paramadina. Hanya saja, saran Budhy, para penggiat tasawuf diharapkan tidak terjebak pula pada tataran kesalihan simbolik ini. Pada sisi lain, tasawuf juga lebih terbuka “menerima” tafsir kebenaran dari mana pun datangnya. Inilah yang menurut Budhy menjadi potensi pengembangan kehidupan beragama yang lebih toleran dan inklusif. Berikut petikan wawancara Budhy Munawar-Rachman dengan Ulil Abshar-Abdalla) dari Kajian Utan Kayu di Studio Kantor Berita Rradio 68H (14/2/02). Berikut Petikannya:
Dewasa ini muncul banyak kelompok tasawuf, dan banyak tokoh yang menjadi pembimbing di dalamnya, seperti Kang Jalaluddin Rahmat, Dr. Aqil Siraj, dan lain-lain. Anda ‘kan melakukan riset tentang perkembangan ini. Kenapa di kota-kota ini ada kegairahan untuk masuk ke dalam kelompok tasawuf ini?
Sebenarnya gejala yang kita lihat di kota-kota besar seperti di Jakarta dan sebagainya adalah merupakan gejala yang tidak berdiri sendiri. Ini merupakan fenomena global. Pada tingkat ini, kita melihat adanya kebangkitan spirituallitas dan mistik. Munculnya perkembangan gerakan dan pemikiran berkaitan dengan yang biasa disebut new age dan sebagainya. Dalam konteks Islam, yaitu munculnya tasawuf perkotaan, neo sufisme, dan macam-macam nama yang berkaitan dengan fenomena ini. Ini memang berkaitan dengan kebutuhan kerohanian dari masyarakat kota yang rupanya tidak menjadi sekuler. Seperti yang pernah dikatakan oleh sosiolog bahwa masyarakat akan meninggalkan agama, tapi yang terjadi bukan meninggalkan agama tetapi memperdalam dari agama.
Jadi agama bukan terpinggirkan dari masyarakat akan tetapi justru mendapatkan tempat kembali. Kenapa tasawuf menjadi pilihan dan bukan pilihan-pilihan yang lain?
Pilihan memang banyak. Misalnya pada awal tahun 1970-an Harvey Cox menulis The Secular City dan ia sangat yakin, pada awal 1970-an agama sebentar lagi akan ditinggalkan orang. Tapi pada tahun 1980-an ia menulis revisi pada buku Religion in the Secular City, dan pada buku tersebut ia mengemukakan bahwa ada kebangkitan agama dengan fenomena teologi pembebasan, sebenarnya itu salah satu teologi pembebasan. Ekspresi lain yang sekarang banyak ditulis oleh orang, misalnya Fritjof Capra menulis Tao of Fisic tapi sebenarnya itu satu fenomena yang menandai munculnya gerakan ini yaitu mistisisme.
Kalau dalam kontek Indonesia, kenapa pilihannya sufisme?
Mungkin karena ada kejenuhan berkaitan dengan keberagamaan yang formalistis.
Kalau tidak salah, pada pertengahan 80-an atau awal 90-an Naisbitt pernah menulis bahwa agama resmi semakin tidak disenangi orang, dan orang lebih suka kepada agama yang tidak terorganisir, dan itu bentuknya adalah spiritualitas atau sufisme. Kenapa begitu?
Kalau mengikuti Naisbitt, dia membayangkan new age, yang tidak punya kaitan dengan agama dalam arti formal. Naisbitt berkata Organized Religion No, Spiritulity Yes, tapi yang terjadi Organized Religion Yes, Spirituality Yes. Itu fenomena yang kita lihat, terutama di Indonesia dan dunia Islam yang lebih luas. Spiritualitas itu tidak bisa tumbuh subur, dalam dunia Islam, kalau tidak berkaitan dengan Organized Religion, dalam hal ini adalah Islam. Kita bisa lihat, macam-macam spiritualitas yang umum, seperti meditasi, yoga, itu di dunia Islam kurang subur.
Seperti yang anda katakan tadi bahwa sufisme digemari karena orang jenuh dengan agama yang formal, apakah sufisme ini bukan agama formal?
Dari sejarahnya sufisme sebenarnya melebihi formalitas. Sufisme akan masuk pada tahap yang lebih dalam, dan lebih dari syari’ah. Dia merupakan perjalanan lebih lanjut dari syari’ah. Dia masuk pada bidang-bidang yang esoterik bukan lahiriyah saja tapi yang batiniyah. Ciri khas pada sufisme adalah pada yang batiniyah itu.
Artinya yang disentuh di situ adalah aspek-aspek hubungan batin manusia dengan Tuhan, ketimbang ritualnya?
Dari segi interior, manusia yang di situ ada segi psikologis yang paling mendasar, dan lebih dalam lagi segi spiritual.
Bagaimana sebenarnya sejarah tasawuf atau sufisme dalam Islam itu?
Kalau ditanyakan tentang sejarah tasawuf, memang tasawuf muncul sebagai suatu reaksi, karena memang pada saat itu dunia Islam mendapatkan perkembangan yang pesat sekali, sehingga kekayaan mengalir kepusat-pusat Islam dan pada saat itu kemewahan menjadi sesuatu yang tidak terkendali. Tasawuf muncul sebagai reaksi dari kehidupan mewah ini. Dan kita tahu Rabi’ah al-Adawiyah yang pertama kali mengkritik tentang ini, dan ini awal mulanya tasawuf. Dan mereka kemudian mulai memikirkan cara hidup sederhana, cara hidup kontemplasi yang sudah dirintis oleh orang yang hijrah dari Mekkah.
Ada yang kekhawatiran sebagian orang bahwa sufisme adalah pelarian orang yang kurang paham syari’at lalu loncat langsung ke inti agama?
Justru ini yang sudah jelas dalam Islam. Tasawuf tidak bisa lepas dari syari’ah. Bahkan syari’ah itu pintu masuk untuk tasawuf. Tidak ada loncatan sehingga orang bisa masuk ke dunia spiritual tanpa syari’ah. Justru itu kritik dari banyak kalangan pemikir/filosof terhadap tasawuf dewasa ini seperti dari kalangan Perenial Fritjof Schuon. Karena golongan mistik di Barat itu ingin memotong jalur syari’ah itu loncat kepada spiritual. Hal itu seperti membuat pohon cangkokan yang tidak memiliki akar yang dalam. Mungkin tumbuh tapi tidak kuat. Tapi kalau tasawuf dengan syari’ah punya akar yang dalam sekali. Karena syari’ah punya akar primordial yang jauh sekali, yang diyakini dalam iman.
Bisa nggak Anda bercerita sedikit bagaimana pandangan dasar tasawuf mengenai agama atau apakah manfaat agama buat manusia dalam pandangan tasawuf?
Karena tasawuf berurusan dengan soal-soal kerohanian, maka agama di sini harus dilihat dalam arti spiritual, arti spiritnya. Manusia sebenarnya punya satu ikatan primordial dengan Tuhan. Maka kata dien dalam al-Qur’an menjadi menarik, karena artinya adalah binding yang berarti ikatan manusia dengan Tuhan. Justru pada segi ini tasawuf memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya, bukan dalam arti lahiriyah, seperti syari’ah sudah memikirkan fiqih. Tapi jauh mengenai itu. Justru setelah syari’ah itu apa, kedalaman apa, hubungan apa yang bisa dibangun manusia dengan Tuhannya yang lebih personal? Karena tasawuf lebih personal. Kenapa orang sekarang lebih banyak membutuhkan tasawuf? Karena orang sekarang lebih banyak bekerja dan banyak hidup pada dunia eksterior, dunia luar, dunia dhahir dan sangat pesat sekali. Karena modernitas adalah dunia yang sangat eksterior. Hampir sepenuhnya eksterior tanpa perhatian sama sekali pada perhatian dunia interior. Karena dunia dalam ini sudah dihapus pada dunia filsafat modern.
Jadi dunia yang menekankan aspek lahiriyah itu maka kebutuhan akan batin menjadi kuat?
Kuat sekali, rupanya ini tidak dibayangkan oleh para kritisi modernitas, yang dulu mengganggap bahwa alternatif dari agama adalah atheisme.
Bagaimana dengan peran mursyid dalam —apa yang disebut sebagai— urban sufism?
Tasawuf itu sesuatu diajarkan oleh Rasulullah SAW, dan para sufi juga mengakuinya. Karena itu memang agama intinya ada pada tasawuf, itu yang selalu dikatakan oleh para sufi. Justru Syari’ah adalah jalan untuk menuju pada inti ini. Peran mursyid memang sangat penting dalam tasawuf, karena para mursyid inilah yang membimbing kita. Karena perjalanan spiritual ini perjalanan yang sulit, jalan yang terjal al-Qur’an menyebutnya, dan harus ada pembimbingnya. Di dalam mistik agama peran mursyid kuat sekali. Tapi tidak semua orang setuju mengenai soal ini. Misalnya Hamka didalam buku “Tasawuf Modern”. Pada akhirnya setiap orang harus menjadi mursyid untuk dirinya sendiri. Ibnu Taimiyah juga termasuk ke dalam tokoh seperti ini.
Ada yang berpendapat bahwa tasawuf adalah bentuk eskapisme dari persoalan duniawi. Bagaimana komentar Anda?
Belajar tasawuf bukan berarti meninggalkan segalanya. Pandangan orang mengenai tasawuf harus menjauhkan diri dari dunia, saya kira, kurang tepat. Tasawuf justru mempertanyakan apakah kita bisa melakukan kehidupan kesufian ini justru di dalam dunia, misalnya di perkotaan. Misalnya nenek moyang kita yang di desa lebih mudah mendapatkan atmosfer yang bagus tetapi kalau kita bisa mendapatkan pengalaman keruhanian ditengah kota itu suatu prestasi yang lebih besar.
Apa kira-kira pandangan dasar tasawuf terhadap kebenaran dari kelompok lainnya?
Memang menarik, karena ide-ide tasawuf bisa kita temukan tidak hanya pada orang-orang muslim, justru kita di sini bisa mengatakan tasawuf adalah disiplin keislaman yang lebih terbuka terhadap kebenaran dari agama lain, segi-segi yang universal dalam agama. Sehingga orang yang belajar tasawuf sebenarnya akan terdorong untuk menjadi lebih terbuka, lebih pluralis dan lebih kosmopolit. Bagaimana memulainya? Saya kira dengan penjelasan tadi bahwa tasawuf dengan kehidupan itu sendiri sebenarnya tidak terpisahkan. Artinya jika seseorang belajar tasawuf dia tidak hanya belajar agama saja akan tetapi dia belajar bagaimana hidup ini.
Anda belum menjelaskan kelompok-kelompok tasawuf yang berkembang sekarang ini?
Yang sekarang berkembang sangat pesat adalah Tarikat Qodiriyah Naqsabandiyah, saya kira paling besar. TQN orang menyebutnya. di Jawa Timur ada sangat besar. Di Jawa Barat Pondok pesantren Suryalaya yang mewakilinya. Di Jakarta juga mengikuti tasawuf sebagian besar dari TQN ini. Nanti selanjutnya ada Tarikat Naqsabandiyah yang juga besar pengaruhnya di Sumatera. Dan saya kira mereka ini yang membawa Islam pertama kali di Nusantara. Kekuatan yang ada pada tasawuf inilah yang mengeliminasi kesan bahwa Islam diperjuangkan melalui jalur ekspansi. Setelah masa ekspansi itu selesai, sebenarnya Islam berkembang kedaerah-daerah termasuk ke Indonesia itu tidak lewat faith tapi lewat tasawuf.
Sejarawan Anthony Reid pernah menyebut sebagai penetration pacific, yang artinya masuknya Islam secara damai.
Iya, bisa dibayangkan kondisi Indonesia pada saat itu yang masih kuat pengaruh Hinduisme dan Budhisme, kemudian bisa menjadi bangsa Muslim. Kalau tidak karena kerja keras para sufi yang kita sebut “Walisongo” itu, saya kira, tidak mungkin terjadi.
Artinya menurut Anda, tasawuflah yang paling mempunyai potensi terbuka terhadap segala kebenaran dari agama-agama lain sehingga melalui tasawuflah kita bisa membangun dialog antar agama. Bagaiamana anda bisa menjelaskan ini?
Karena di dalam tasawuf sebenarnya, kita menemukan kebenaran yang sama. Kebenaran yang bukan merupakan rumusan dogmatis. Kalau teologi biasanya orang bisa berdebat mengenai teologi, tetapi kalau pengalaman iman orang tidak bisa berdebat. Orang yang bisa sharing kekayaan pengalaman itu dipunyai oleh para sufi, para mistik, para guru Yoga, para Budhis, para guru Zen di Jepang, para Taoism di China. Agama sebagai pengalaman menjadi kategori yang sangat penting, dan lebih penting daripada agama sebagai rumusan.
Apakah kita bisa mengatakan bahwa dengan tasawuflah orang bisa sempurna agamanya?
Para sufi akan mengatakan seperti itu, yang memungkinkan para penganut disiplin lain akan setuju. Para filusuf banyak yang tidak setuju dengan ini. Dan juga para pemikir modern seperti Arkoun juga tidak setuju. Itu merupakan klaim yang berlebihan dari para sufi. Saya kira lebih baik kita mengatakan ada banyak jalan menuju Tuhan.
Saya melihat ada gejala yang sedikit mengkhawatirkan, agama sebagai sumber konfrontasi antar-kelompok. Apakah kita bisa mengatakan bahwa perkembangan tasawuf yang makin populer ini bisa menjadi solusi yang positif ?
Kita boleh berharap begitu. Sejarah yang akan mengujinya apakah tasawuf tidak menjadi eksesif, atau menjadi agama baru, atau tidak lebih menjadi yang formalisme dan juga dogmatis. Ujian paling besar dari perkembangan tasawuf di Indonesia adalah apakah dia mampu menunjukan wajah Islam yang lebih inklusif? Seharusnya tasawuf mampu lulus ujian. []
Komentar
as.wr.wb ya Allah aku mohon ampun padamu atas segala salah dan dosaku bimbinglah aku dalam menuangkan rahasiamu ini semua untuk umatmu dan bagi orang-orang yang mencari keridhoan mu.saudara ku tasauf atau ma’rifat tidak dapat di pisahkan dari sariat,tarekat dan hakekat adalah sesuatu rangkaian seperti yang coba saya uraikan ini Islam adalah suatu syariat (kenyakinan),islam juga merupakan suatu terekat jalan dan bagaimana kita masuk dalam hakekat ke islaman (memegang islam dalam hidup kita)dan islam sebagai Ma’rifat yang harus kita rasakan berarti islam harus kita pakai dalam kehidupan karena islam itu luas seluas alam semesta se antero jagad tapi dalam hal ini saya akan coba untuk membahas tentang Khusus ma’rifat ya allah aku mohon pelindungan dari mu dari segala yang ada dan yang terjadi karena akan ada pendustaan dari orang -orang yang tidak mengerti dan belum memahami bagaimana terjadi pada junjunganku dahulu Rasullullah SAW.Mari’fat adalah merasakan Allah SWT dalam segala asfek kehidupan dengan jalan suluk yang di bungkus dalam laku sufi,dalam kehidupan saat ini kita dapat melakukannya dengan berpedoman ke pada Al-Qur an dan Hadits yang di inflimentasikan dalam kehidupan sehari-sehari ada sebuah kata yang mengatakan “walawalludinni marifattullah"awal agama mengenal tuhan bagaimana mengenal tuhan untuk mengenal tuhan ada sebuah kata yang sering kita dengar”(barang siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal tuhannya)” maka kita uraikan diri apa itu diri? maka kita akan menemukan suatu ayat yang mengatakan “Al insanu sirri wa anna sirruhu” yang artinya ( Aku adalah rahasiamu dan Engkau adalah Rahasia Ku) dan didukung lagi dengan ayat” Wall awallu wall akhiru “(kalau kau yang pertama akulah yang terakhir)dan di tegaskan di dalam Al-Qur an yang artinya"hai muhammad kalau ada yang bertanya tentang roh katakanlah kalau roh itu rahasiaku aku hanya memberitaunya hanya sedikit.“mari kita buka rahasia tentang roh atau sesuatu yang rahasia ini (johar awal) satu titik yang di katakan nok yang menjadi Noktah kehidupan dan menjadi alif manusia ya itu alif kalifatullah menjadi kalifa Allah di muka bumi ini yang di hiasi dengan sifat Allah SWT.kenapa seperti ini mari kita buka Firman Allah “hai Muhammad kalau ada yang bertanya tentangku katakan baha Aku dekat lebih dekat dari Urat Nadimu"apa maksudnya dan bagaimana pengertiannya mari kita buka sifat 20.yang semuanya ada pada manusia yang membedakan kita terbatas Allah tidak yang ber arti di hiasinya kita dengan wahdahniya Nya saudaraku maafkan aku, aku tak mampu lagi untuk mengetik dan mati akkalku gemetar jiwaaku maaf kan aku ya Allah Ya Robby aku mohon ampun pada mu atas kelancanganku padamu untuk membuka rahasiamu aku mohon ampun padamu wasalaam.semoga saudaraku mencari dengan readhoh dapat menemukan mursid yang sejati yang ada di dalam dirimu yang dapat membimbingmu padanya.aku hanya dapat berpesan bagi yang mencari harus dapt guru yang dapat menjelaskan berapa pertanyaan di bawah ini:
1.Dari mana kita,untuk apa kita di dunia dan mau kemana kita?
2.Apa yang di wariskan oleh ke 2 orang Tua Kita ?
3.Apa yang di berikan Allah Ke pada kita ?yang bersifat rahasia?
4.Bagaimana kita mengenal-Nya dengan cara mematikan diri kita ? ya itu matikan diri dalam Hidup ini ?
5.Apa itu yang yang tersirat dan yang ter surat ?
6.lahaulalla walla kuata illabilla..
Mari"fat ada 3
1.Mari"fat bil ilmi ( mengenal tuhan dengan ilmu pengetahuan )
2.Mari"fat bil Akli ( mengenal tuhan dengan akal nya)
3.Mari"fat bil haq ( Hati yang menyaksikan )
as.wr.wb ya Allah aku mohon ampun padamu atas segala salah dan dosaku bimbinglah aku dalam menuangkan rahasiamu ini semua untuk umatmu dan bagi orang-orang yang mencari keridhoan mu.saudara ku tasauf atau ma’rifat tidak dapat di pisahkan dari sariat,tarekat dan hakekat adalah sesuatu rangkaian seperti yang coba saya uraikan ini Islam adalah suatu syariat (kenyakinan),islam juga merupakan suatu terekat jalan dan bagaimana kita masuk dalam hakekat ke islaman (memegang islam dalam hidup kita)dan islam sebagai Ma’rifat yang harus kita rasakan berarti islam harus kita pakai dalam kehidupan karena islam itu luas seluas alam semesta se antero jagad tapi dalam hal ini saya akan coba untuk membahas tentang Khusus ma’rifat ya allah aku mohon pelindungan dari mu dari segala yang ada dan yang terjadi karena akan ada pendustaan dari orang -orang yang tidak mengerti dan belum memahami bagaimana terjadi pada junjunganku dahulu Rasullullah SAW.Mari’fat adalah merasakan Allah SWT dalam segala asfek kehidupan dengan jalan suluk yang di bungkus dalam laku sufi,dalam kehidupan saat ini kita dapat melakukannya dengan berpedoman ke pada Al-Qur an dan Hadits yang di inflimentasikan dalam kehidupan sehari-sehari ada sebuah kata yang mengatakan “walawalludinni marifattullah"awal agama mengenal tuhan bagaimana mengenal tuhan untuk mengenal tuhan ada sebuah kata yang sering kita dengar”(barang siapa yang mengenal dirinya maka akan mengenal tuhannya)” maka kita uraikan diri apa itu diri? maka kita akan menemukan suatu ayat yang mengatakan “Al insanu sirri wa anna sirruhu” yang artinya ( Aku adalah rahasiamu dan Engkau adalah Rahasia Ku) dan didukung lagi dengan ayat” Wall awallu wall akhiru “(kalau kau yang pertama akulah yang terakhir)dan di tegaskan di dalam Al-Qur an yang artinya"hai muhammad kalau ada yang bertanya tentang roh katakanlah kalau roh itu rahasiaku aku hanya memberitaunya hanya sedikit.“mari kita buka rahasia tentang roh atau sesuatu yang rahasia ini (johar awal) satu titik yang di katakan nok yang menjadi Noktah kehidupan dan menjadi alif manusia ya itu alif kalifatullah menjadi kalifa Allah di muka bumi ini yang di hiasi dengan sifat Allah SWT.kenapa seperti ini mari kita buka Firman Allah “hai Muhammad kalau ada yang bertanya tentangku katakan baha Aku dekat lebih dekat dari Urat Nadimu"apa maksudnya dan bagaimana pengertiannya mari kita buka sifat 20.yang semuanya ada pada manusia yang membedakan kita terbatas Allah tidak yang ber arti di hiasinya kita dengan wahdahniya Nya saudaraku maafkan aku, aku tak mampu lagi untuk mengetik dan mati akkalku gemetar jiwaaku maaf kan aku ya Allah Ya Robby aku mohon ampun pada mu atas kelancanganku padamu untuk membuka rahasiamu aku mohon ampun padamu wasalaam.semoga saudaraku mencari dengan readhoh dapat menemukan mursid yang sejati yang ada di dalam dirimu yang dapat membimbingmu padanya.aku hanya dapat berpesan bagi yang mencari harus dapt guru yang dapat menjelaskan berapa pertanyaan di bawah ini:
1.Dari mana kita,untuk apa kita di dunia dan mau kemana kita?
2.Apa yang di wariskan oleh ke 2 orang Tua Kita ?
3.Apa yang di berikan Allah Ke pada kita ?yang bersifat rahasia?
4.Bagaimana kita mengenal-Nya dengan cara mematikan diri kita ? ya itu matikan diri dalam Hidup ini ?
5.Apa itu yang yang tersirat dan yang ter surat ?
6.lahaulalla walla kuata illabilla..
Derasnya arus globalisasi disegala aspek mengkondisikan hidup ini penuh dengan kepentingan hedonisme yang mengarah pada pemujaan materi, sehingga mengubur nilai-nilai spiritual. Aturan syari’at dijalankan dengan ritual yang kaku tanpa menghayati makna yang terkandung. Pelaksanaan agama hanya berdasarkan teks-teks dalil yang hanya merasakan kulitnya tanpa menikmati manis isinya karena minimnya pema…haman dan penghayatan. Rutinitas duniawi menghasilkan kondisi yang penat penuh problem sehingga fikiran menjadi stess dan hati menjadi kering jauh dari kedamaian, padahal fitrah manusia menghendaki perasaan cinta yang dapat menyejukan qolbu sedangkan cinta yang hakiki hanyalah kepada Allah Sang Pengasih dan Penyayang. Tashawuf menawarkan sebuah nilai akhlak yang luhur yang didasari dengan kecintaan mengamalkan agama dan bukan hanya sekedar meminta upah atas pelaksanaan amal (baca:pahala). Para mengamal tashawuf melaksanakan ibadahnya berdasar rasa cinta yag mendalam pada Allah Swt. sebagaimana dinyatakan dalam al-Qur’an Surat al-baqoroh ayat 165 “Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingannya selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah…” Orang yang menyembah tandingan selain Allah berbentuk dominasi perbuatan pada hal-hal selain karena Allah dalam artian seluruh kehidupannya hanya terfocus pada materi belaka yang sejatinya tidak akan kekal inilah yang kemudian disebut dengan nafsu dunia sehingga berujung cinta dunia (hubbu dunya). para pengamal ilmu tashawuf bukan berarti anti dunia yang seakan-akan ia terlepas sekali dengan muamalah terhadap manusia dan alam sekitar, namun harus tetap ada keseimbangan dalam perbuatan, sebagaimana tercantum dalam QS. Al-Qoshos ayat 77 “Seyogyanya, carilah kebahagian akhirat pada apa yang Allah berikan (petunjuk) untukmu, namun jangan lupa bagianmu di dunia”. Para pengamal tashawuf sadar akan arti pentingnya materi dunia akan tetapi tidak serta merta mencintai bahkan menjiwai dunia, dunia hanyalah sebagai sarana dan tidak perlu ditanamkan dihati dengan rasa cinta cukuplah diletakan ditangan, Cinta dan Jiwa hanyalah untuk Allah Swt. itulah iman yang sejati. Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah seorang ulama besar yang mempunyai keilmuan yang luas berkata ; “Agama semuanya akhlak. Maka barang siapa yang bertambah akhlaknya maka bertambahlah agamanya. Demikian pula halnya dengan tashawuf. Alkattani berkata: Tasawuf itu akhlak, maka barang siap yang bertambah akhlaknya bertambah pulalah tasawufnya. Disebutkan (tashawuf) adalah ; meninggalkan hal-hal buruk dan berhias diri dengan hal-hal utama”. Orang yang mendalami tasawuf maka hatinya penuh dengan cinta kasih. Maka pelajarilah ilmu tasawuf dan bahagia akan berlabuh kepada anda.kunjungi www.sufinews.com
Ass. Wr. Wb.
Jawaban Sdr. bagus dan luas….perlu untuk menambah wawasan.
Kelemahan Ulil adalah menganut paham liberal kapitalistik. Ulil kurang kritis mengkritik penghisapan kapitalis (pengusaha) terhadap rakyat yang lemah.
Kata Mario Teguh jadilah manusia baik dan membaikkan orang lain, jadilah manusia berguna dan berguna maksimal bagi orang lain. Minimal kita kritis membela orang miskin yang terzolimi oleh pengusaha atau kapitalis.
Bang Ulil, tolonglah anda kritis pada neo-liberalisme. Amar ma’ruf nahi munkar dong. Anda berilmu tinggi….bermanfaatlah. Bangsa kita ini jadi miskin dihisap sistem ekonomi liberal.
Mengenai tasawuf atau tarekat, hati-hati, ibarat anda berjalan di pinggir jurang. Kalau terpeleset maka anda jatuh ke jurang (syirik kecil), kalau tidak jatuh anda hebat (menemukan tarekat yang lurus dan benar). Jadi seperti main judi (gambling).
Lebih baik…makmur-kan mesjid saja.
Mesjid adalah benteng iman, iman yang khu’suk otomatis mengenai ma’rifat (menenal Allah SWT).
Pelajari saja 6 rukun iman secara khusuk. jangan jauh-jauh dari mesjid.
Gigit erat Alqur’an dan hadist Rosulullah yg shahih. Otomatis akan datang hidayah (petunjuk Allah SWT). Kalau shalat sudah khusuk, beribadah sudah ringan, berakhlak terpuji (mulia), ikhlas dan senang membantu orang lain karena Allah SWT semata,....itulah parameternya.
Wasalam,
Hanafi
assalamu’alaikum, marilah kita memandang tasawuf sebagai bagian dari proses yang setiap mu’min akan alami yang berniat untuk menjadi seorang pencari ma’rifatullah. bahwa tasawuf membuat cara hidup seseorang menjadi sederhana, karena memang sebagai seorang mu’min kita diperintahkan zuhud. tasawuf itu sesuatu yang normal, bagian dari islam, saat seseorang mencapai maqamnya. kita semua bisa. dan saya setuju bahwa pelaksanaan syari’atlah gerbang perjalannya. akan tetapi saat seorang sufi menjadi begitu open minded terhadap agama lain, bukan berarti dia menjadi seorang sekuler, tapi mungkin lebih ke لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
wallahu ‘alam.
Komentar Masuk (12)
(Tampil maks. 5 komentar terakhir, descending)