Editorial
Agama Bukan Pedoman Mati
Oleh Hamid Basyaib
DUA santri berjalan kaki menuju pesantren mereka sehabis libur panjang. Tiba di pinggir sungai, mereka mendapati seorang gadis muda yang bingung. Ia tak berani menyeberangi sungai yang cukup deras. Ia minta si santri senior agar bersedia menggendongnya untuk menyeberang. Yang dimintai tolong menolehkan wajah, pura-pura tak mendengar, dan menyeberang sendirian. Tanpa diminta, santri junior membopong gadis itu, dan menyeberangkannya sampai di tepi utara sungai.
Run Away World
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Kecepatan, kecepatan, kecepatan. Itulah kata kunci yang menjadi ciri kehidupan kita sekarang. Seorang sosiolog Inggris terkemuka saat ini, Anthony Giddens, menyebut dunia kita saat ini sebagai “run away world” atau dunia yang mberot, lari cepat, tunggang langgang.
Sisi Liberal Abu Zayd
Oleh Novriantoni
Bagi Abu Zayd, menjadi liberal harus bermula dari level yang paling mikro: lingkungan keluarga. Tentu dia berharap akan iklim liberal pada level yang lebih makro. Ia memang sempat mengecap pengalaman pahit saat dikafirkan dan diharuskan bercerai dari di tanah kehalihirannya di Mesir. Namun Abu Zayd dan istri tercinta menegaskan dirinya tetap muslim, dan hijrah ke Leiden untuk mengajar di sana sejak 1996.
Khawarij Modern
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Dulu, di zaman klasik, ada kelompok Khawarij yang begitu radikal dan mudah sekali mengkafirkan musuh-musuhnya. Kelompok-kelompok Islam modern yang memakai pendekatan teroretis adalah Khawarij modern.
Qur’an Abu Zayd
Oleh Abd Moqsith Ghazali
Dalam membaca Alquran, Abu Zayd berseru agar mengambil posisi yang benar. Sebagai pembaca, kita mesti sadar akan ideologi dan subyektifitas diri kita sendiri, sehingga tidak mudah terjerembab pada sikap pemutlakan. Seorang pembaca tidak dibenarkan bertindak sewenang-wenang dalam memaknai sebuah teks, umpamanya dengan mensubordinasi teks ke dalam kehendak-kehendak si pembaca. Hubungan antara teks dan pembaca tak terpisahkan.
Buruan Cium Gue dan Soal Moral
Oleh Novriantoni
Namun masih tersisa beberapa pertanyaan mendasar. Umpamanya: tidakkah di balik “misi mulia” itu tersirat pengandaian bahwa masyarakat mengidap sindrom ketidakdewasaan yang abadi, sehingga selalu memerlukan pihak-pihak yang mewakili mereka untuk menerangkan soal baik-buruk?
Kekenyalan Syariat
Oleh Abd Moqsith Ghazali
Berbarengan dengan surutnya konstalasi politik mutakhir Indonesia, surut pula perbincangan dan kontroversi seputar syariat Islam. Namun, bukan berarti ia hilang, melainkan bergeser ke tingkat yang lebih lokal, provinsi, kabupaten, dan instansi-instansi negara yang lebih kecil.
Al-Banna
Oleh Novriantoni
Banyak orang keberatan jika Islam diasumsikan tidak mengatur dunia politik. Alasan mereka, Islam bukan sekedar “ajaran langit” yang tidak menyentuh kehidupan riil umat manusia. Islam sebagai agama, tidak lengkap kalau tidak mengatur semua perkara umat manusia, sejak bangun tidur sampai kembali tidur.
Mencintai Hidup, Mencintai Tubuh
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Kenapa soal tubuh begitu pentingnya buat manusia modern? Dulu, di pesantren, saya tak pernah mengenal hal semacam ini. Bahkan olahraga kurang begitu disukai di kalangan pesantren. Hampir seluruh kehidupan di sana dipusatkan pada apa yang dalam istilah mistik Islam disebut sebagai tahdzib al-nafs, membersihkan jiwa. Sementara menjaga kesehatan badan kurang mendapatkan perhatian yang cukup.
Kursi Khalifah Bahloul
Oleh Hamid Basyaib
Khalifah Harun sangat suka pada Bahloul, pemuda pandir, sedikit sinting, tapi sering mengungkapkan kearifan yang memaksa sang khalifah tercenung. Bahloul juga menjalankan fungsi lazim bagi para raja di mana-mana: menjadi penghibur.