Editorial
Menyempitkan Ruang Tabu Pemikiran
Oleh Novriantoni
Dari dua kasus di atas, terdapat pelajaran penting untuk kita petik. Pada kasus pertama, kita melihat adanya pergeseran wacana ke arah yang lebih maju di kalangan NU. Kita tahu, isu poligami dan kesetaraan gender, dulu masih sangat sensitif dan relatif tabu pada mainstream nahdliyin. Tapi pada kasus kedua, kita justru menyaksikan gejala sebaliknya. Intelektual muda kita seakan-akan hendak melebarkan area tabu pemikiran, dengan cara membuat rambu-rambu.
Fathi Osman
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Prof. Fathi Osman. Orang ini selalu memukau saya. Dia selalu berbicara dengan tenaga ganda: sebagai seorang intelektual dan seorang aktivis, kombinasi yang amat jarang. Dia selalu tampil sederhana, dengan peci Pakistan yang di sini dikenal sebagai “peci Ali Jinnah”.
Konservatisme dan Islam Kaki Lima
Oleh Luthfi Assyaukanie
Freedom Institute (FI) baru-baru ini mempublikasikan penemuannya tentang jumlah kaum muslim di Indonesia yang mendukung atau bersimpati kepada Islam radikal di Indonesia. Hasil survei itu benar-benar mengejutkan. Radikalisme Islam bukanlah fenomena minoritas. Benar bahwa para pelakukanya (orang-orang yang benar-benar aktif) hanyalah sekelompok kecil orang Islam saja, tapi dukungan dan simpati terhadap mereka, menurut survei itu, cukup banyak jumlahnya.
Khotbah Id Maryam Mirza
Oleh Hamid Basyaib
MARYAM Mirza menorehkan guratan baru dalam sejarah Muslim Amerika. Pada Hari Raya lalu, gadis 20 tahun itu tampil sebagai khatib salat Id di Masjid Asosiasi Muslim AS di Toronto, Kanada. “Demi kelangsungan hidup kita, manusia harus berubah sesuai gerak zaman, atau kita akan tertinggal,” katanya di depan 200an jamaah.
Kisah dari Arab Saudi
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
INI adalah sebuah kisah yang dituturkan oleh seorang kolumnis perempuan Arab Saudi yang tinggal di Ryadh, dan dimuat di koran berbahasa Inggris, Arab News, yang terbit di Jeddah. Kisah itu dimuat hari Jumat lalu, 5 November 2004.
Setan dan Tatanan Kosmos
Oleh Novriantoni
Sebab, kalau setan benar-benar dibelenggu—menurut tafsiran yang lahiriah dan harfiah—bagaimana menjelaskan pelbagai tindak tercela yang masih terjadi pada bulan Ramadan? Bukankah setan, si pangkal dosa dan sumber keburukan dan kejahatan sudah tiada daya tiada upaya?
Bisnis Ramadan di Televisi
Oleh Hamid Basyaib
KALAU kita menonton televisi hari-hari ini, kita bisa tersesat. Kita bakal menyimpulkan bahwa Ramadan bukanlah bulan puasa, melainkan bulan hiburan dan banjir hadiah.
Islam: Agama atau Din?
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Meskipun kata “agama” didefinisikan secara berbeda-beda oleh para ahli, saya cenderung menerima kata ini sebagai istilah praktis yang bisa kita pakai untuk menyebut sistem kepercayaan apapun, termasuk Islam. Saya juga cenderung memandang bahwa kata “din” tidak mempunyai makna yang secara signifikan berbeda dengan kata “agama”.
Agama Bukan Pedoman Mati
Oleh Hamid Basyaib
DUA santri berjalan kaki menuju pesantren mereka sehabis libur panjang. Tiba di pinggir sungai, mereka mendapati seorang gadis muda yang bingung. Ia tak berani menyeberangi sungai yang cukup deras. Ia minta si santri senior agar bersedia menggendongnya untuk menyeberang. Yang dimintai tolong menolehkan wajah, pura-pura tak mendengar, dan menyeberang sendirian. Tanpa diminta, santri junior membopong gadis itu, dan menyeberangkannya sampai di tepi utara sungai.
Run Away World
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
Kecepatan, kecepatan, kecepatan. Itulah kata kunci yang menjadi ciri kehidupan kita sekarang. Seorang sosiolog Inggris terkemuka saat ini, Anthony Giddens, menyebut dunia kita saat ini sebagai “run away world” atau dunia yang mberot, lari cepat, tunggang langgang.