Editorial

Surga Kiai Majdub

Oleh Hamid Basyaib

Tahukah Anda siapa yang bakal jadi penghuni surga?  Kiai Majdub tidak tahu. Setiap pertanyaan ini diajukan kepadanya, dia hanya menegaskan ketaktahuan totalnya dengan air mata. Dia malah membayangkan, di sana nanti dia akan heran karena tiga hal.

28/06/2004 | Editorial, | Komentar (12) #

Tentang Orientalisme Surat kepada Kawan

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Kawan, surat Anda tentang peran orientalis dalam pengkajian Islam sangat baik. Poin yang perlu ditambahkan kepada ulasan Anda adalah: jika umat Islam merasa keberatan dengan studi-studi orang barat atas “dunia timur”, maka ada baiknya orang Islam melakukan “orientalisme terbalik”, yakni timur melakukan kajian atas barat. Dengan demikian akan terjadi proses belajar yang saling memperkaya antara wetan dan kulon.

13/06/2004 | Editorial, | Komentar (14) #

Dua Agama

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

dua agama terlalu susah untuk dibandingkan, meskipun perbandingan juga perlu dilakukan untuk mencari titik-titik pertemuan yang mungkin. Ketika kita membandingkan, kita harus tetap sadar bahwa usaha itu mempunyai batas. Ketika kita menganggap bahwa dua agama begitu berbeda, kita juga tetap harus waspada bahwa perbedaan tidak pernah total, tetap saja ada segi-segi dalam dua agama yang bisa disepadankan.

06/06/2004 | Editorial, | Komentar (12) #

Perang Pemikiran

Oleh Luthfi Assyaukanie

Mereka meyakini bahwa pemikiran-pemikiran yang datang dari Barat cenderung bersifat menyerang dan memberikan dampak buruk bagi kaum Muslim. Mereka juga meyakini adanya “teori pengaruh.” Yakni bila orang-orang Islam banyak membaca karya-karya orang Barat dan kaum orientalis, maka ia telah terpengaruh dan terperangkap dalam jaring Zionisme dan Salibis.

31/05/2004 | Editorial, | Komentar (13) #

“Jalan Tengah” dari Rembang

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Jalan tengah itu, dalam kasus NU, ditemukan atau paling tidak dirumuskan di Rembang, dalam rapat Syuriyah PBNU, pada 16 Mei 2004 yang lalu. Rapat itu memutuskan untuk menon-aktifkan KH. Hasyim Muzadi dan Solahuddin Wahid dari jabatan mereka sebagai Ketua Umum dan Ketua PBNU sejak resmi ditetapkan sebagai calon wakil presiden hingga tuntasnya seluruh proses pemilu presiden.

24/05/2004 | Editorial, | Komentar (1) #

Agama dan Pencerahan

Oleh Luthfi Assyaukanie

Dua ratus dua puluh tahun lalu, Immanuel Kant menulis sebuah risalah kecil berjudul “Apa Itu Pencerahan?”. Menurut Kant, pencerahan adalah bangkitnya manusia dari rasa ketidakmatangan. Orang-orang yang tercerahkan selalu berpikir ke depan dan selalu memikirkan kemungkinan yang lebih baik dari kondisi yang ada. Karena itulah mereka berani menggunakan pemahamannya sendiri dan membuang jauh-jauh pandangan-pandangan dari masa silam yang tak lagi relevan.

16/05/2004 | Editorial, | Komentar (8) #

Tuhan Kebaikan, Tuhan Kejahatan

Oleh Ulil Abshar-Abdalla

Pertanyaan saya kemudian, apakah betul bahwa sumber kejahatan itu di luar Tuhan? Apakah tidak mungkin kejahatan ada dalam Tuhan sendiri? Kalau kejahatan secara mutlak di luar Tuhan, apakah dalam konsepsi monoteisme hal itu tidak berujung kepada kemusyrikan, karena akibatnya adalah adanya dua Tuhan: Tuhan Kebaikan (The Hero) dan Tuhan Kejahatan (The Villain)? Apakah itu tidak menyekutukan Allah?

09/05/2004 | Editorial, | Komentar (45) #

Khotbah Jumat Nasruddin Khoja

Oleh Hamid Basyaib

Nasruddin Khoja adalah alim besar tapi ogah berkhotbah. Berulang kali aparat muspika, juga para tomas (tokoh masyarakat), memintanya berkhotbah di masjid jami setempat. Tapi akhirnya ia menyerah. Apa yang terjadi ketika ia akhirnya jadi berkhotbah?

02/05/2004 | Editorial, | Komentar (4) #

Demokrasi dan Puritanisme

Oleh Luthfi Assyaukanie

Sejarah demokrasi di Amerika adalah sejarah perjuangan kaum agama untuk dapat layak hidup dengan iman dan keyakinan. Membaca sejarah demokrasi di Amerika lewat Tocqueville, saya langsung teringat dengan sejarah awal-awal kaum muhajirin Islam di Madinah 15 abad silam. Mereka juga berusaha menjalankan hukum-hukum Tuhan yang diambil langsung dari Alquran: pembunuh dibunuh, pemerkosa dirajam, dan pencuri dipotong tangannya.

26/04/2004 | Editorial, | Komentar (5) #

Dilema Partai Agama

Oleh Hamid Basyaib

Pernikahan agama dan politik dalam sebuah partai adalah kawin paksa. Karena itu partai politik yang didasarkan atas agama, yang pembentukannya dinyatakan oleh para pendirinya sebagai perpanjangan langsung dari ajaran-ajaran formal agama, niscaya menghadapi pelbagai dilema.

19/04/2004 | Editorial, | Komentar (8) #
Halaman: 20 dari 24 ‹ First  < 18 19 20 21 22 >  Last ›