Tokoh

Farid Esack: Raison d’Etre Hermeneutika Pembebasan Al-Qur’an

Oleh Burhanuddin

Dengan tawaran kunci-kunci hermeneutika bagi hadirnya al-Quran yang inklusif, toleran dan pluralis —yang menjadi pokok-pokok “ajaran” Islam Liberal yang ditawarkan Charles Kurzman— Esack berupaya mendobrak klaim kebenaran ekslusif suatu agama. “Teologi pembebasan Islam yang ditawarkan Esack, “kata Paul Knitter,  “sama mempesona dan menantangnya dengan teologi pembebasan Kristen dari Gutierrez.”

12/05/2002 | Tokoh, | Komentar (0) #

Nashr Hamid Abu Zaid Takfir dan Hak Berbeda Pendapat

Oleh Yusuf Rahman

“Kasus Abu Zaid” sangat menarik untuk diteliti tidak saja karena ia telah dikafirkan oleh kalangan fundamentalis, tapi pihak pemerintah pun, lewat perangkat hukumnya, turut serta mendukung pentakfiran itu. Pertanyaannya kemudian adalah: apa alasan kelompok fundamentalis dan pengadilan Mesir mengkafirkan Abu Zaid? apakah “dosa” Abu Zaid? dan mengapa pentakfiran semacam itu bisa terjadi.

11/05/2002 | Tokoh, | Komentar (1) #

Rifat Thahthawi (1801-1873) Bapak Pembaruan Pemikiran Keagamaan Mesir

Oleh Luthfi Assyaukanie

Thahthawi dilahirkan di Thahta, sebuah kota kecil di Mesir, tiga tahun setelah Napoleon menginjakkan kakinya di Mesir. Ia melewati masa kecilnya di kota itu, mempelajari ilmu-ilmu agama dan mendengarkan cerita-cerita kejayaan Islam masa silam. Ia selalu tertarik mendengar kisah-kisah semacam itu, satu hal yang kemudian sangat mempengaruhi perjalanan intelektualnya.

10/05/2002 | Tokoh, | Komentar (0) #

Ali Abd Al-Raziq (1888-1966) Peletak Dasar Teologi Negara Modern

Oleh Luthfi Assyaukanie

Ali Abd al-Raziq dilahirkan di sebuah desa kecil di provinsi Minya, Mesir tengah, pada tahun 1888. Ia adalah adik kandung dari Mustafa Abd al-Raziq, intelektual Mesir yang terkenal dengan teori filsafat Islam-nya. Sama seperti Mustafa, Ali Abd al-Raziq melewati masa kecilnya dengan mempelajari ilmu-ilmu agama.

09/05/2002 | Tokoh, | Komentar (1) #

Fatima Mernissi: Berontak Demi Kaum Perempuan

Oleh Nong Darol Mahmada

Fatima Mernissi lahir tahun 1940 di Fez, Marokko.  Ia tinggal dan dibesarkan dalam sebuah harem bersama ibu dan nenek-neneknya serta saudara perempuan   lainnya.  Sebuah harem yang dijaga ketat seorang penjaga pintu agar perempuan-perempuan itu tidak keluar. Harem itu juga dirawat dengan baik dan dilayani oleh pelayan perempuan.

01/05/2002 | Tokoh, | Komentar (2) #
Halaman: 3 dari 3  < 1 2 3