Wawancara
Ali Munhanif: NATO Serbu Libya Bukan Karena Anti-Islam
Demokratisasi yang melanda Timur Tengah dan Afrika Utara memasuki babak baru yang paling brutal. Setelah dunia internasional terheran-heran menyaksikan bagaimana diktator Libya, Moammar Qaddafi, memerintahkan pembantaian terhadap seluruh demonstran anti-pemerintah, kini dunia terbelah dalam menyikapi pilihan intervensi Amerika Serikat melalui kekuatan bersenjata.
Di Indonesia, kita melihat respon yang sangat beragam. Memang banyak pihak yang menyesalkan bahkan mengutuk tindakan semena-mena Qaddafi terhadap rakyatnya sendiri, tapi mereka juga memberi respon kritis terhadap penggunaan kekuatan militer oleh Sekutu. Pertanyaannya, adakah pilihan lain?
Reportase talkshow Agama dan Toleransi hasil kerjasama antara KBR68, Jaringan Islam Liberal dan TempoTV. Acara ini disiarkan secara langsung oleh 42 radio jaringan di seluruh Indonesia. Acara ini dipandu oleh Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad.
Sumber: http://www.kbr68h.com/perbincangan/agama-a-toleransi/4389-krisis-libya-dan-peran-komunitas-islam
Yunianti Chuzaifah: Kekerasan Atas Nama Agama Menjauhkan Perempuan dari Hak Publiknya
Talkshow Agama dan Toleransi tentang “Nasib Perempuan dalam Kekerasan Berbasis Agama” bersama Yunianti Chuzaifah (Ketua Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan). Disiarkan langsung oleh KBR 68H dan 42 radio jaringan di seluruh Indonesia, 23 Maret 2011. Dipandu oleh Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad.
Sumber: http://www.kbr68h.com/perbincangan/agama-a-toleransi/4073-perempuan-dalam-kekerasan-berbasis-agama
Syafiq Hasyim: "Patriarkhisme Bukan dari Islam"
Selama ini ada anggapan bahwa salah satu penyebab kemunduran umat Islam adalah budaya patriarkhisme, di mana perempuan tidak memiliki kebebasan seperti laki-laki. Mereka tidak memperoleh akses pendidikan yang sama dan akses untuk kerja yang sama. Inilah yang menjadi penyebab utama kemunduran dalam bidang ekonomi, pendidikan dan lain-lain. Apakah kondisi ini akibat dari doktrin atau bukan? Apakah Islam sebagai kumpulan doktrin punya andil dalam budaya patriarkhi itu. Untuk membahas soal patriarkhisme dalam Islam ini, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Syafiq Hasyim, penulis buku Bebas dari Patriarkhisme Islam. Wawancara ini disiarkan langsung pada Rabu, 17 November 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 stasiun radio di seluruh Indonesia
Ihsan Ali-Fauzi: "Obama Tak Mau Kalah oleh Populisme"
9-10 November lalu, Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama berkunjung ke Indonesia. Kunjungan yang kurang dari 24 jam itu cukup menyita perhatian publik Indonesia dari berbagai kalangan. Obama menyampaikan pidato di kampus Universitas Indonesia. Ada pro dan kontra mengiringi kedatangannya. Untuk membahas poin-poin dalam pidato Obama, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Ihsan Ali-Fauzi, Direktur Program Yayasan Wakaf Paramadina. Wawancara ini disiarkan langsung pada Rabu, 10 November 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 stasiun radio di seluruh Indonesia
Abd. Moqsith Ghazali: “Di Kaki Merapi, Kisah Nabi Ibrahim Tak Ada Lagi”
Bencana demi bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini cukup menyibukkan berbagai kalangan. Masyarakat berbondong-bondong memberikan berbagai bantuan kepada para korban. Namun, ada kecenderungan naif di tengah masyarakat ketika menyikapi fenomena bencana ini. Ada sebagian orang yang mengait-ngaitkan bencana dengan azab Tuhan (teologis). Padahal, pernyataan itu tentu sangat menyakitkan hati para korban dan sangat tidak ilmiah. Untuk mengetahui penjelasan tentang teologi bencana, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Abd. Moqsith Ghazali, cendikiawan muslim. Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu, 3 November 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 stasiun radio di seluruh Indonesia
Hanung Bramantyo: “Agama Hanyalah Medium”
Film-film yang dibuat oleh Hanung Bramantyo belakangan ini selalu berhubungan dengan persoalan agama. Tercatat misalnya film Perempuan Berkalung Sorban, Ayat-Ayat Cinta dan Sang Pencerah. Untuk mengetahui latar belakang lahirnya film-film “religius” itu, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai sang sutradara. Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu, 27 Oktober 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 radio di seluruh Indonesia.
Pdt. Emmy Sahertian: “Negara Harus Berikan Ruang Rekonsiliasi, Bukan Ruang Kelahi”
Sebelum agama-agama “pendatang” masuk di wilayah Nusantara, penduduk lokal sudah memiliki sistem kepercayaan sendiri. Kepercayaan lokal ini banyak sekali. Agama-agama “impor” yang masuk ke Nusantara: Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lain-lain, mau tidak mau harus berakulturasi dengan kepercayaan lokal. Dalam perjalanannya, perjumpaan ini tidak mudah dan banyak sekali muncul masalah. Ada masalah identitas, eksistensi, perebutan ruang ekspresi keagamaan, politik, intervensi penguasa dan lain-lain. Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Pdt. Emmy Sahertian, salah satu anggota steering committee di Aliansi Nasional Bhinneka Tunggal Ika (ANBTI). Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu, 20 Oktober 2010, dari Radio KBR 68 H, Utan Kayu, Jakarta bekerjasma dengan Jaringan Islam Liberal (JIL).
Roslan Yusni: “Tuhan, Antara Ada dan Tiada”
Bagaimana seorang dokter bedah saraf memandang agama dari sudut pandang pribadinya? Bagaimana agama menjadi pengalaman individual? Novriantoni Kahar mewawancarai dr. Roslan Yusni dalam acara unjuk wicara Agama dan Toleransi yang disiarkan langsung oleh KBR68H dan jaringan radionya.
Perdamaian untuk Masyarakat Dunia
Fenomena global soal kekerasan yang kembali marak di dunia saat ini tampak berbeda dari sebelumnya. Di era perang dingin, ancaman kekerasan adalah perang antara negara. Meskipun sekarang masih ada, tetapi ancaman yang paling serius saat ini adalah munculnya fenomena kekerasan komunal: kekerasan yang didorong oleh faktor-faktor tradisional, agama, suku dan lain-lain. Untuk menjelaskan fenomena ini, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Bondan Gunawan, Sekertaris Negara era Presiden Abdurrahman Wahid, dan Chandra Setiawan, Ketua Global Peace Foundation Festival. Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu 13 Oktober 2010, dalam talkshow Agama dan Toleransi KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal.
Greg Barton: Investasi Pembaruan Pemikiran Islam Telah dan Akan Berbuah
Cendekiawan-cendekiawan ini memang berperan penting dalam pembaruan pemikiran Islam di Indonesia. Tetapi tidak berarti dengan hilangnya mereka, lantas segalanya akan berhenti. Sebab mereka telah memberikan banyak warisan: dalam bentuk pemikiran-pemikiran, dalam bentuk ketulusan dan contoh-perilaku. Banyak generasi muda yang sudah dipengaruhi ide-ide mereka, dan pengaruh itu sudah terinternalisasi sedemikian rupa, sehingga generasi muda itu sekarang sudah dapat memproduksi gagasan mereka sendiri.