Wawancara

Goenawan Mohammad: Teks Proklamasi Dibuat Tergesa-Gesa

Bagi generasi sekarang, perayaan 17 Agustusan sudah kehilangan daya magisnya; bak ritual tanpa makna. Tapi bagaimana orang-orang terdahulu memaknai kata merdeka dan membayangkan konsep Indonesia setelah terlepas dari belenggu penjajah? Berikut perbincangan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Goenawan Mohamad, esais yang saban minggu menulis Catatan Pinggir di Majalah Tempo, Kamis (17/8) lalu.

27/08/2006 | Wawancara | Komentar (0) #

Philip Jusario Vermonte: Bush Selalu Ingin Hasil Cepat dan Segera

Media Barat mengungkapkan bahwa agresi brutal Isreal di Libanon bukan hanya tidak dicegah, tapi sejak awal sudah diberi lampu hijau oleh Amerika. Kini, walau Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 10071 telah menghentikan perang, luka Libanon masih menganga. Mengapa petaka yang dihadirkan Isreal di Timur Tengah didukung Amerika? Berikut penjelasan Philip Jusario Vermonte, peneliti CSIS

21/08/2006 | Wawancara | Komentar (0) #

Syafiq Hasyim: Munas Kembalikan NU ke Khittahnya

Beberapa butir sikap NU dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama akhir bulan lalu menuai kontroversi sekaligus apresiasi. Yang paling ramai dibincangkan adalah soal infotainment dan sikap NU terhadap perda-perda bernuansa syariat. Bagaimana sikap NU tersebut di mata sebagian anak muda NU? Berikut perbincangan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Syafiq Hasyim, dari International Center for Islam and Pluralism (ICIP), Kamis, 3/8, lalu.

14/08/2006 | Wawancara | Komentar (2) #

Ari A. Perdana: Kesalehan Ritual Tidak Menunjang Pertumbuhan

Doktrin-doktrin normatif agama dapat menghambat atau menunjang pertumbuhan ekonomi. Peranan institusi-institusi keagamaan dalam menyikapi sistem perekonomian juga sangat penting bagi perkembangan ekonomi. Bagaimana Ari A. Perdana, peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS)

07/08/2006 | Wawancara | Komentar (5) #

Ahmad Sahal: Kita Perlu Lobi Tandingan Israel

Kota-kota Palestina sudah luluh-lantak oleh tank-tank dan senjata Isreal. Lebanon juga dibuat neraka oleh serangan darat, laut, dan udara Israel yang bertubi-tubi. Tapi PBB tak berkutik. Alih-alih menitahkan Israel untuk berhenti, Amerika sebagai superpower dunia, justru tampak membenarkan tindakan biadab Israel itu. Ada apa? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) Kamis (20/7) lalu, dengan Ahmad Sahal.

31/07/2006 | Wawancara | Komentar (8) #

Dr. Wahyono Raharjo: Kami Dipaksa Munafik

Setiap negara demokratis berupaya untuk menuntaskan pengakuannya atas hak-hak sipil setiap warga negara, tanpa diskriminasi apa pun. Kebebasan tiap-tiap warga negara untuk beragama dan berkeyakinan menurut apa yang mereka inginkan, dijamin oleh konstitusi sebuah negara demokratis. Bagaimana nasib hak-hak sipil kaum penghayat kepercayaan di Indonesia? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ketua Umum Badan Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB), Dr. Wahyono Raharjo

24/07/2006 | Wawancara | Komentar (11) #

Ahmad Abdul Mu’thi Hijazi: Pada Akhirnya, Akal Yang Menghukumi Agama

Salah seorang sastrawan dan intelektual Mesir, Ahmad Abdul Mu’thi Hijazi, pekan lalu berkunjung ke Indonesia untuk membacakan sajak-sajak berbahasa Arab-nya dalam perhelatan Indonesian International Poetry Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Mohammad Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), sempat mewawancarai lulusan Sorbonne yang sempat menjadi dosen sastra Arab di Universitas Paris dan Sorbonne (1974-1990) itu. Berikut petikannya.

17/07/2006 | Wawancara | Komentar (5) #

Asrori S. Karni: Masyarakat Sudah Cerdas dan Perlu Pilihan

Media massa tak selamanya mampu mendikte corak keagamaan masyarakat. Saat tingkat kecerdasan bermedia suatu masyarakat makin tinggi, opini mereka akan makin sulit untuk digiring ke corak pemikiran dan sikap beragama tertentu. Demikian pendapat Asrori S. Karni, praktisi media, tentang bentuk-bentuk media keagamaan Indonesia dan perannya dalam menentukan corak keberagamaan masyarakat.

09/07/2006 | Wawancara | Komentar (0) #

Fauzi Isman: Iklim Kebebasan Kita Harus Disyukuri

Perubahan sikap eskrem dalam beragama sangat mungkin asalkan sang ekstremis mau membuka diri dan bergaul dengan banyak orang dari latar belakang berbeda. Itulah yang pernah terjadi pada Fauzi Isman, mantan aktivis Kelompok Warsidi yang getol memperjuangkan negara Islam di tengah rezim represif Orde Baru. Pria yang kini menjadi terapis akupuntur itu menuturkan pengalamannya kepada M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (22/6) lalu.

03/07/2006 | Wawancara | Komentar (7) #

Cok Sawitri: Tak Seorangpun Bisa Mengkapling Surga

RUU APP yang telah mengalami revisi menurut rencana akan disahkan bulan Juni ini. Salah satu yang bersuara lantang menolak pengesahan RUU itu adalah Komponen Rakyat Bali (KRB), yang bahkan sempat mengancam akan keluar dari NKRI. Berikut perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Kajian Islam Utan Kayu dengan Cok Sawitri, seniman yang menjadi salah satu penggerak KRB, pada 15 Juni 2006 yang lalu.

26/06/2006 | Wawancara | Komentar (3) #
Halaman: 3 dari 28 « First  <  1 2 3 4 5 >  Last »