Wawancara
William R. Liddle: Agama Rentan Jadi Sumber Konflik Politik
Memang saya melihat itu sebagai masalah, tetapi saya tidak berpendapat bahwa Indonesia akan tenggelam di air laut, sebagai akibat dari konflik agama. Sebenarnya saya agak optimis mengenai masa depan Indonesia, khususnya mengenai soal pemilu tadi.
Trisno S. Sutanto: Fundamentalis Kristen Merebak Kuat
Sekarang ini, istilah fundamentalisme menjadi momok baru di dunia terutama Amerika dan sekutunya pasca 11 September 2001. Dan istilah ini selalu diidentikkan dengan Islam. Padahal fundamentalisme merupakan fenomena atau sebuah gerakan yang ada pada semua agama, termasuk agama Kristen.
Bahtiar Effendy: Di Muhamadiyah Juga Ada “Munu” dan “Marmud”
Baru-baru ini, Muhammadiyah melaksanakan Sidang Tanwir di Bali. Salah satu rekomendasi menarik yang ditelurkan dalam acara tersebut adalah akomodasi Muhammadiyah terhadap budaya lokal. Hal ini menjadi menarik bila dikaitkan dengan adanya kesan bahwa selama ini Muhammadiyah tidak ramah terhadap budaya lokal. Berikut ini petikan wawancara Burhanuddin dari Kajian Utan Kayu dengan Dr. Bahtiar Effendy, seorang pengamat politik Islam kondang dan pengurus lembaga al-Hikmah PP Muhammadiyah pada hari Kamis, 7 Maret 2002, yang disiarkan Radio 68 H dan jaringannya di seluruh Indonesia.
Perbincangan Ulil Abshar-Abdalla, Rizal Mallarangeng dan Denny J.A Islam Bukan Wewenang Negara
Bagaimana kaitan antara Islam dan demokrasi, baik pada dataran konseptual maupun empiris? Apa yang disumbangkan Islam dalam proses konsolidasi, dan sebaliknya pula, apa yang disumbangkan demokrasi untuk kemajuan Islam? Dari diskusi ini tersimpul bahwa wilayah agama dan negara itu harus dibedakan.
Nirwan Ahmad Arsuka: Alquran bisa Dianulir oleh Teori Ilmiah Baru
Soal Maurice Bucaille ini, ketika pertama kali ia muncul sejumlah orang bersorak karena implikasi dari penjelasannya adalah Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Tapi mereka lupa bahwa teori-teori ilmiah itu bersifat tentatif, setiap saat bisa diubah oleh teori yang lebih bagus. Kalau para pendukung Bucaille tetap berpatokan dengan mencantolkan ayat dengan teori ilmiah maka mereka merisikokan ayat tersebut untuk suatu waktu dianulir pada saat teori ilmiah tersebut difalsifikasi.
Budhi Munawar-Rachman Tasawuf Mendorong Keberagamaan Inklusif
Karena tasawuf berurusan dengan soal-soal kerohanian, maka agama di sini harus dilihat dalam arti spiritual, arti spiritnya. Manusia sebenarnya punya satu ikatan primordial dengan Tuhan. Maka kata dien dalam al-Qur’an menjadi menarik, karena artinya adalah binding yang berarti ikatan manusia dengan Tuhan. Justru pada segi ini tasawuf memberikan perhatian yang sedalam-dalamnya, bukan dalam arti lahiriyah, seperti syari’ah sudah memikirkan fiqih.
Masdar F. Mas’udi dan Dr. Rizal Sukma: Empati dengan Berat Hati kepada Kaum Radikal
Perang melawan terorisme pasca tragedi 11 September akhir-akhir ini kembali menyedot perhatian setelah tertangkapnya Agus Budiman di Amerika, Faturrahman al-Ghazi Di Filipina, puluhan mahasiswa Indonesia di Yaman dan pemeriksaan KH Abu Bakar Basyir. “Banyak pihak terjebak generalisasi berlebihan dengan menyebut Islam identik dengan kekerasan, “ kata Masdar Farid Mas’udi dari Pokja PBNU.
Goenawan Mohamad: Cupet, Pandangan Amerika ke Dunia Luar
Orang Amerika itu sebetulnya orang-orang yang pada umumnya tidak mengetahui banyak mengenai dunia luar. Memang seperti Indonesia, karena negara besar, beragam penduduknya, dan karena itu sibuk memahami diri sendiri terus menerus seperti kita, sehingga jadi kuper. Amerika sedikit sekali yang mengerti bagaimana Indonesia, bagaimana Islam, bagaimana Eropa. Saya dengar Presiden Bush sendiri sebelum jadi presiden belum pernah ke luar negeri.
Jamhari Makruf Salat Ya, Korupsi Ya!
Pertama, ternyata orang memahami Islam itu masih bersifat personal. Islamnya masih bersifat individual. Jadi mereka memahami Islam sebagai tahapan bagaimana hubungan dia dengan Tuhan. Itu mungkin yang bisa kita analisa. Bahkan ada teman yang berseloroh bahwa penelitian itu membuktikan sesugguhnya orang Islam di Indonesia sudah sekuler. Dalam arti, tenyata agama itu lebih cenderung kepada aspek personal. Jadi salat ya salat, korupsi ya jalan terus.
Dr. Bahtiar Effendy: Tak Ada Wakil Tuhan di Bumi
Saya kira konsep demokasi, kalau itu dikaitkan dengan persoalan sosial kenegaraan, di dalam negara Islam manapun, itu juga di tangan rakyat. Itulah yang terjadi saat kita hendak memutuskan sesuatu. Apakah pemilu itu dilakukan 5 tahun sekali atau tidak, bagaimana kita menulis sebuah undang-undang, bagaimana merumuskan peraturan-peraturan, itu semua ada pada tangan rakyat. Kalau kedaulatan itu ada pada Tuhan, kita harus konsultasi terus dengan Tuhan dong!