Wawancara

Syafi’i Anwar: Kekerasan Itu Mode Temporer

Masyarakat luas masih banyak yang senang kepada tindakan yang sifatnya moderat dan inklusif. Ada resistensi besar dari masyarakat terhadap kelompok agama yang memakai jalur kekerasan.

05/01/2002 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dr. Haidar Bagir Akal adalah Rasul dalam Diri Manusia

Dalam situasi di mana kalangan Islam banyak didominasi kecenderungan tekstual dalam beragama, adalah penting untuk menengok kembali tradisi filsafat Islam yang menekankan penalaran independen dalam mendekati teks agama. Menurut Haidar Baqir, filosof Islam dari Bandung mengatakan bahwa filsafat Islam nicaya memberikan kontribusi penting bagi tumbuhnya sikap terbuka.

29/12/2001 | Wawancara, | Komentar (11) #

Dr. Andi Mallarangeng Konflik Poso pasca Deklarasi Malino

Ada beberapa pelajaran atau assuming. Punya potensi untuk berhasil tentu saja dengan implementasi dan follow up yang benar misalnya dengan konpensasi dan rehabilitasi tidak dilakukan korupsi dengan peace keeping forces dapat dilakukan dengan baik dan segala macam yang pertama pada tingkat masyarakat bahwa sebenarnya masing-masing masyarakat sudah capek berkelahi, kita dan karena itu masyarakat setiap saat perlu membangun jembatan-jembatan yang masing-masing untuk tetapi berkomunikasi dan berdialog.

26/12/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Franz Magnis-Suseno: Sebagian Besar Agama Menerima Pluralisme

Pluralisme agama adalah sebuah kenyataan sejarah yang ditarik berdasarkan situasi nyata manusia di muka bumi ini. Agama sudah betul-betul menyadari bahwa ada beragam agama di muka bumi ini. Meskipun ada pergeseran atau perpindahan agama, tetapi skalanya sangat kecil terutama pada agama-agama besar. Terhadap kenyataan ini, agama harus mengambil sikap, dalam mengambil sikap itu muncul fakta yang menarik bahwa sebetulnya kebanyakan agama sudah mengakui pluralisme, barangkali tidak dalam praktik, tapi masih dalam ajaran normatif.

22/12/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Abdul Munir Mulkhan: Beragamalah Untuk Manusia, Bukan Untuk Tuhan

Selama ini terkesan kalau agama itu untuk Tuhan. Ritus-ritus itu untuk Tuhan, memuja Tuhan. Dan itu kemudian gampang dimanipulasi oleh manusia; “ini untuk Tuhan”. Lalu kemudian manusia boleh tidak ngurus sesamanya. Padahal Tuhan dimanipulasi untuk kepentingannya sendiri. Jadi sesungguhnya harus dijernihkan bahwa semua agama itu kalau kita baca dengan jernih itu diturunkan Tuhan bukan untuk ngurusin Tuhan, tapi untuk ngurusin manusia ini.

15/12/2001 | Wawancara, | Komentar (1) #

Masdar Farid Mas’udi: Zakat Bukan Money Laundering

Islam menawarkan konsep pajak sebagai zakat, bukan sebagai upeti maupun jizyah. Islam mengamanatkan pentingnya pajak yang diberikan untuk rakyat kecil. Pada masa pajak diartikan sebagai upeti, yang menikmati uang negara adalah penguasanya. Pada masa pajak diartikan jizyah, yang menikmati uang negara adalah penguasa dan pengusahanya.

08/12/2001 | Wawancara, | Komentar (5) #

Abdul Hadi WM: Seni Tak Bisa Dihalal-Haramkan

Seni tidak dibicarakan dalam wilayah fikih. Yang membicarakan seni dalam Islam adalah tasawuf, atau wilayah estetika dan metafisika Islam. Karena itu, yang berbicara dan mempraktekkan seni adalah kaum sufi atau yang memiliki hubungan dengan tarekat-tarekat sufi yang telah dilaksanakan secara turun-temurun dalam waktu yang lama.

01/12/2001 | Wawancara, | Komentar (4) #

Prof. Dr. Arif Budiman: Islam Di Sini Terlalu Fikih

Sangat penting saya kira, supaya Islam dibaca dalam bentuk yang lain. Dan ini saya kira yang harus disebarkan. Saya pernah membaca sebuah artikel sejarah Nabi Muhammad tapi dilihat secara lain sekali. Jadi ketika dia masuk ke dalam Mekkah dibawa sama pamannya, yang muncul pada waktu itu adalah komersialisasi, kapitalisme perdagangan. Semua orang menjadi materialistik sekali, hanya memikirkan dirinya sendiri. Nabi Muhammad sebenarnya bereaksi terhadap hal tersebut. Jadi ketika dia melawan, itu bukan soal patung-patung di Ka’bah. Tapi sebenarnya yang dia lawan adalah berhala dari kapitalisme. Mesti dilihat kondisi sosial apa yang terjadi saat itu.

30/11/2001 | Wawancara, | Komentar (2) #

Francisco Budi Hardiman: Perlu Debat Publik yang Rasional

Agama yang seperti apa, karena agama mempunyai dimensi yang beraneka ragam. Misalnya ada dimensi moral, dimensi metafisika, dimensi nilai-nilai, psikologi sosial dan politik dan lain-lain. Nah agama dari segi dimensi moralnya, tentu memberikan sumbangan yang besar untuk publik dalam hidup bernegara.

24/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Azyumardi Azra: “Kaum Feminis Melawan Sunnatullah”

Belakangan ini, Rektor IAIN Syarif Hidayatullah ini sangat laris dimintai komentar berbagai permasalahan sosial-politik aktual. Kendati latar belakang studinya adalah Ilmu Sejarah, Prof. Dr. Azyumardi Azra sangat piawai berbicara tentang perkembangan politik mutakhir. Tak heran, karena di masa mudanya, dia adalah seorang aktifis dan mantan wartawan yang akran dengan dunia politik.

22/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #
Halaman: 27 dari 29 ‹ First  < 25 26 27 28 29 >