Wawancara

Ahmad Sahal: Asal Main Larang Bisa Kontraproduktif

Beberapa kalangan Islam, termasuk MUI, menuntut agar tempat hiburan ditutup selama bulan Ramadhan. Gubernur Jakarta pun meresponnya dengan membuat surat keputusan penutupan tempat hiburan. Tahun lalu, kita masih ingat di Jakarta massa FPI merusak café dan tempat hiburan yang dianggap menjajakan kemaksiatan. Apakah langkah semacam itu akan efektif atau justru kontraproduktif? Bagaimana melihat hal itu semua dalam konteks demokrasi?

17/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Taufik Adnan Amal: Lihatlah Alquran dalam konteks sejarahnya!

Kalau kita melihat konteks lahirnya Alquran pada masa nabi bahkan pada masa setelah itu, kita lihat umat Islam hadir dalam komunitas yang majemuk, ada umat Islam, Nasrani, Yahudi dan badui-badui. Nah Alquran misalnya mencela yahudi karena ada situasi politik ketika itu. Karena mereka berkolaborasi untuk menghancurkan benih atau embrio komunitas Islam yang mulai terbentuk. Sehingga kita harus memahami komunitas-komnuitas keagamaan. Alquran mengatakan kriteria antara umat Islam adalah iman dan amal saleh inilah visi Alquran tentang masyarakat majemuk tadi.

10/11/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Thoriq Hadad dan Agus Sudibyo: Peristiwa WTC, Berkah Bagi Media

Peran media cukup penting dalam menyebarluaskan dan—dalam beberapa hal—“memanas-manasi” situasi yang sedang berkembang. Peristiwa WTC pada 11 September silam dan penyerangan Amerika Serikat ke Afghanistan baru-baru ini tak luput dari liputan media dan sekaligus “provokasi” kepada para pembacanya.

13/10/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dr. Nasaruddin Umar: MUI Harus Hati-hati

Makanya justru itu kita harus berhati-hati. MUI juga. Kita perlu menghimbau, statemen-statemennya itu kan sangat didengar oleh umat. Jadi harus ada pendalaman-pendalaman suatu masalah, baru keluar statemen dari MUI itu sendiri.

06/10/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Saiful Mujani Setiap Agama Mengandung Benih Ekstrimisme

Ekstrimisme bukan hanya monopoli dalam agama, komunis juga dalam bentuk tertentu sangat ekstrim. Kesempatan politik juga mendorong tumbuhnya benih ekstrimisme. Apabila ada politik yang terbuka dan bebas merupakan pupuk yang cukup baik untuk tumbuhnya ekstremisme. Dengan kebebasan itu mereka memanfaatkannya untuk menyebarluaskan keyakinan.

03/10/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

KH. Hasyim Muzadi: Kalau Mau Perang, Jangan di Jakarta

Secara nasional, sebaiknya aksi solidaritas mestinya proporsional, jangan dengan cara-cara yang menentang hukum Indonesia sendiri. Sebab kalau dengan cara yang menentang hukum Indonesia sendiri akan ada konflik di antara umat islam di Indonesia tanpa bisa mempengaruhi keadaan di Afghanistan.

29/09/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dr. Nono Anwar Makarim: Jangan Bereaksi Secara Primitif

Saya cuma pengen sekali teman-teman saya seagama ini bisa diajak untuk beranjak dari keprimitifan reaksi yang begitu emosional. Saya kira reaksi terhadap keterperosokan kita semuanya ini kalau tetap berkisar pada emosi, kalau tetap berkisar di ujung pedang, saya kira kok tidak akan menang, keterperosokan dan ketertinggalan kita. Senantiasa itu yang saya ingin ajak dari mereka itu.

29/09/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dr. Moeslim Abdurrahman: Sweeping Bukan Jihad

Berbagai sikap dan pandangan bermunculan seiring dengan maraknya anti-Amerika pasca pengeboman WTC. Sebagian sikap itu mendukung aksi-aksi kekerasan yang dibalut simbol-simbol agama. Tapi, sebagian lainnya keberatan dengan pendekatan kekerasan semacam itu.

29/09/2001 | Wawancara, | Komentar (0) #

Dr. Musdah Mulia, MA: Saya Keberatan Kalau Jilbab Dipaksakan

Dikenal sebagai tokoh dan aktivis perempuan, Dr. Musdah Mulia memiliki pandangan jernih tentang berbagai persoalan, bukan cuma menyangkut persoalan perempuan, tapi juga menyangkut persoalan-persoalan sosial lainnya. Ia mengecam beberapa peraturan daerah (Perda) yang dibuat secara parsial dan tidak melibatkan suara perempuan. Akibatnya, Perda itu sangat diskriminatif terhadap kaum perempuan.

23/09/2001 | Wawancara, | Komentar (5) #

Dr. Moeslim Abdurrahman: Korban Pertama dari Penerapan Syariat Adalah Perempuan

Kalau kita belajar dari pengalaman di Sudan atau Pakistan atau negeri Islam lainnya yang lebih dahulu melakukan penerapan syariat Islam, saya kira, pihak pertama yang paling merasakan dampak pelaksanaan syariat islam adalah kaum perempuan. Ini karena banyaknya regulasi dalam Islam dalam pelbagai hal. Misalnya, soal pengenaan pakaian dan lain-lain.

16/09/2001 | Wawancara, | Komentar (5) #
Halaman: 28 dari 29 ‹ First  < 26 27 28 29 >