Wawancara
Philip Jusario Vermonte: Bush Selalu Ingin Hasil Cepat dan Segera
Media Barat mengungkapkan bahwa agresi brutal Isreal di Libanon bukan hanya tidak dicegah, tapi sejak awal sudah diberi lampu hijau oleh Amerika. Kini, walau Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 10071 telah menghentikan perang, luka Libanon masih menganga. Mengapa petaka yang dihadirkan Isreal di Timur Tengah didukung Amerika? Berikut penjelasan Philip Jusario Vermonte, peneliti CSIS
Syafiq Hasyim: Munas Kembalikan NU ke Khittahnya
Beberapa butir sikap NU dalam Musyawarah Nasional Alim Ulama akhir bulan lalu menuai kontroversi sekaligus apresiasi. Yang paling ramai dibincangkan adalah soal infotainment dan sikap NU terhadap perda-perda bernuansa syariat. Bagaimana sikap NU tersebut di mata sebagian anak muda NU? Berikut perbincangan Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Syafiq Hasyim, dari International Center for Islam and Pluralism (ICIP), Kamis, 3/8, lalu.
Ari A. Perdana: Kesalehan Ritual Tidak Menunjang Pertumbuhan
Doktrin-doktrin normatif agama dapat menghambat atau menunjang pertumbuhan ekonomi. Peranan institusi-institusi keagamaan dalam menyikapi sistem perekonomian juga sangat penting bagi perkembangan ekonomi. Bagaimana Ari A. Perdana, peneliti Center for Strategic and International Studies (CSIS)
Ahmad Sahal: Kita Perlu Lobi Tandingan Israel
Kota-kota Palestina sudah luluh-lantak oleh tank-tank dan senjata Isreal. Lebanon juga dibuat neraka oleh serangan darat, laut, dan udara Israel yang bertubi-tubi. Tapi PBB tak berkutik. Alih-alih menitahkan Israel untuk berhenti, Amerika sebagai superpower dunia, justru tampak membenarkan tindakan biadab Israel itu. Ada apa? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) Kamis (20/7) lalu, dengan Ahmad Sahal.
Dr. Wahyono Raharjo: Kami Dipaksa Munafik
Setiap negara demokratis berupaya untuk menuntaskan pengakuannya atas hak-hak sipil setiap warga negara, tanpa diskriminasi apa pun. Kebebasan tiap-tiap warga negara untuk beragama dan berkeyakinan menurut apa yang mereka inginkan, dijamin oleh konstitusi sebuah negara demokratis. Bagaimana nasib hak-hak sipil kaum penghayat kepercayaan di Indonesia? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ketua Umum Badan Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB), Dr. Wahyono Raharjo
Ahmad Abdul Mu’thi Hijazi: Pada Akhirnya, Akal Yang Menghukumi Agama
Salah seorang sastrawan dan intelektual Mesir, Ahmad Abdul Mu’thi Hijazi, pekan lalu berkunjung ke Indonesia untuk membacakan sajak-sajak berbahasa Arab-nya dalam perhelatan Indonesian International Poetry Festival di Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Mohammad Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), sempat mewawancarai lulusan Sorbonne yang sempat menjadi dosen sastra Arab di Universitas Paris dan Sorbonne (1974-1990) itu. Berikut petikannya.
Asrori S. Karni: Masyarakat Sudah Cerdas dan Perlu Pilihan
Media massa tak selamanya mampu mendikte corak keagamaan masyarakat. Saat tingkat kecerdasan bermedia suatu masyarakat makin tinggi, opini mereka akan makin sulit untuk digiring ke corak pemikiran dan sikap beragama tertentu. Demikian pendapat Asrori S. Karni, praktisi media, tentang bentuk-bentuk media keagamaan Indonesia dan perannya dalam menentukan corak keberagamaan masyarakat.
Fauzi Isman: Iklim Kebebasan Kita Harus Disyukuri
Perubahan sikap eskrem dalam beragama sangat mungkin asalkan sang ekstremis mau membuka diri dan bergaul dengan banyak orang dari latar belakang berbeda. Itulah yang pernah terjadi pada Fauzi Isman, mantan aktivis Kelompok Warsidi yang getol memperjuangkan negara Islam di tengah rezim represif Orde Baru. Pria yang kini menjadi terapis akupuntur itu menuturkan pengalamannya kepada M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (22/6) lalu.
Cok Sawitri: Tak Seorangpun Bisa Mengkapling Surga
RUU APP yang telah mengalami revisi menurut rencana akan disahkan bulan Juni ini. Salah satu yang bersuara lantang menolak pengesahan RUU itu adalah Komponen Rakyat Bali (KRB), yang bahkan sempat mengancam akan keluar dari NKRI. Berikut perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Kajian Islam Utan Kayu dengan Cok Sawitri, seniman yang menjadi salah satu penggerak KRB, pada 15 Juni 2006 yang lalu.
Ahmad Suaedy: MUI Mestinya Diswastanisasi
Tanggal 25-28 Mei 2006 kemarIn, Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia mengadakan ijtima’ di Pondok Modern Gontor Ponorogo, dan mengeluarkan 19 butir fatwa. Hampir bersamaan dengan itu, The Wahid Institute juga mengeluarkan sebuah buku yang berjudul “Kala Fatwa jadi Penjara”. Buku ini merupakan respon dari kalangan kelompok-kelompok Islam yang kritis terhadap gejala-gejala fatwa yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia. Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal dengan Ahmad Suaedy dari The Wahid Institute.