Wawancara

Slamet Gundono: Toleransi Akan Lestari Kalau Tak Ada Politisasi

Hubungan Islam dengan budaya lokal akan tetap mesra bila tingkat kearifan dan toleransi beragama tetap lestari dan terjaga di tengah masyarakat. Benturan-benturan baru muncul ketika adanya politisasi agama. Demikian pengalaman dalang Wayang Suket ternama, Slamet Gundono, sebagaimana yang ia tutukan pada Novriantoni dan Anick Hamim Tohari dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (1/6) lalu.

11/06/2006 | Wawancara, | Komentar (1) #

Greg Barton: Kalau Demokrasi Matang, Radikalisme Akan Berkurang

Proses konsolidasi demokrasi di Indonesia ibarat sebuah perjalanan di jalan raya. Bila supir dan penumpangnya kurang waspada, kecelakaan bisa terjadi sewaktu-waktu. Demikian analisis Greg Barton, indonesianis asal Australia yang telah menulis biografi Gus Dur dan beberapa buku tentang gerakan radikal Islam di Indonesia, kepada Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis (25/5), lalu.

04/06/2006 | Wawancara, | Komentar (2) #

Ahmad Taufik: Radikalisme Hanya Ekspresi Sekelompok Orang

Iklim kebebasan dan kemerdekaan bukanlah pemberian, tapi sesuatu yang harus direbut dan dipertahankan. Untuk itu, kebebasan pun perlu tentara-tentaranya sendiri. Sebab, musuh-musuh kebebasan juga punya balatentara yang siaga. Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ahmad Taufik, ketua Garda Kemerdekaan, organisasi yang fokus memperjuangkan kemerdekaan warga negara, terutama dalam menjalankan agamanya.

29/05/2006 | Wawancara, | Komentar (8) #

Metta Dasmasaputra: Agama-Agama Tak Mungkin Disamakan

Sekelompok kaum muda yang tergabung dalam Forum Samantabadra, kemarin (10-12 Mei), memperingati waisak dengan mengadakan Festival Waisak. Acara itu digelar untuk menunjukkan bahwa umat beragama di Indonesia memang beragam, dan karena itu, menolak penyeragaman. Apa saja problematika umat Buddha Indonesia dewasa ini? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Metta Darmasapurtra, salah satu pendiri dan aktivis Forum Samantabadra, Kamis (11/5) lalu.

21/05/2006 | Wawancara, | Komentar (6) #

Wahyu Prasetyawan: Menunggang Tradisi, Jepang Raih Modernisasi

Jepang selalu dianggap sebagai model negara yang sukses menjalankan modernisasi sembari merawat unsur-unsur tradisinya yang penting. Karena itu, negara-negara berkembang melirik Jepang sebagai teladan yang perlu dicontoh. Tapi apakah tradisi yang membuat Jepang maju dan masih mereka pertahankan sampai kini?

14/05/2006 | Wawancara, | Komentar (4) #

Martin van Bruinessen: Intoleransi Juga Mengalami Demokratisasi

Perubahan situasi sosial-politik di Indonesia sejak Reformasi 1998, telah ikut mewarnai corak keberagamaan masyarakat Indonesia. Apa saja bentuk-bentuk perubahan itu? Berikut penuturan Indonesianis dari Belanda, Martin van Bruinessen, kepada Novriantoni dan M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis, (20/4) lalu.

08/05/2006 | Wawancara, | Komentar (2) #

Nia Dinata: Pendidikan Kritis Sangat Penting Bagi Perempuan

Ada anggapan bahwa dekadensi moral bangsa terkait dengan urusan perempuan. Karena itu, demi menjaga moral bangsa yang disempitkan maknanya dalam persoalan susila, diperlukan pengaturan lebih ketat, terutama untuk perempuan. Bagaimana Nia Dinata, sineas muda Indonesia yang baru meluncurkan film Berbagi Suami mengulas anggapan itu? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Kamis, (20/4) lalu.

01/05/2006 | Wawancara, | Komentar (8) #

Lakhdar Brahimi: Demokrasi Penting, Supremasi Hukum Lebih Penting

Lakhdar Brahimi (72) adalah diplomat kelas dunia asal Aljazair. Jabatan terakhirnya adalah penasehat Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan. Ia mengabdikan diri di PBB sejak 1994 hingga 2005. Brahimi juga pernah menjadi perwakilan khusus PBB di Afganistan (20001-2004). Karena berhasil di Afganistan, ia ditugaskan ke Irak, namun segera hengkang karena banyak berseberangan dengan kebijakan Amerika Serikat di sana. Berikut petikan wawancara Novriantoni dan M Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL), Jum’at lalu (7/4).

23/04/2006 | Wawancara, | Komentar (2) #

KH Abdurrahman Wahid Jangan Bikin Aturan Berdasarkan Islam Saja!

Pola pandang dan sikap yang terus menghargai perbedaan dalam kerangka keragaman etnis, budaya, dan agama di Indonesia, masih
tetap manjadi ciri khas KH. Abdurrahman Wahid, mantan
orang nomor satu di negeri ini. Kyai nyentrik yang akrab disapa
Gus Dur itu, kembali mengingatkan pentingnya menolak
penyeragaman cara pandang, sikap, maupun perilaku dalam
beragama dan bernegara di negeri ini.

09/04/2006 | Wawancara, | Komentar (15) #

Ni Gusti Ayu Sukma Dewi, SH : Segala Sesuatu Ada Karmanya

Ada perubahan mendasar corak beragama kita di negeri ini. Jika dulu yang paling ditekankan adalah harmoni di tengah keragaman budaya dan agama, kini soal pembedaan identitas yang lebih dikemukakan. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ni Gusti Ayu Sukma Dewi, anggota Pansus RUU APP di DPR, Kamis (23/3) lalu.

02/04/2006 | Wawancara, | Komentar (7) #
Halaman: 5 dari 29 ‹ First  < 3 4 5 6 7 >  Last ›