JIL Edisi Indonesia

Muhammad Imarah: Turâts, Tajdîd dan Relasi Agama-Negara

Oleh Tedi Kholiludin

Sosok Muhammad Imarah juga bisa dikategorikan sebagai seorang intelektual kelas kakap di Tanah Arab. Responnya yang cukup antusias pada dunia akademis, terutama dalam menyikapi tren pemikiran Islam, telah mengibarkan namanya dalam dunia pendidikan dan pemikiran Islam kontemporer. Salah satu karyanya dalam merespons pemikiran tokoh sezamannya, adalah sebuah buku berjudul Suqûthul Ghuluwwil Almcnî (Gugurnya Kenaifan Kaum Sekuler). Buku ini merupakan karya ilmiahnya dalam merespons pemikiran Muhammad Sa`id Al-Asymawi yang cenderung sekuler.

07/03/2004 | Tokoh, | Komentar (3) #

Telaah Kritis Pemikiran Masdar

Oleh Jamal Ma’mur Asmani

Kalau argumen Masdar tentang haji dalam tiga gelombang wuquf berdasar karena adanya masyaqqah, masyaqqah sendiri ada batas-batasnya [al-hudud]. Secara faktual, yang menjadi masyaqqah itu justru bukan pelaksanaan wuquf, namun pada sabil [jalan]. Sehingga solusi dari tumpukan manusia bisa dilakukan dengan pelebaran sabil [jalan], pengembangan terirorial atau dengan menggunakan lif, atau aneka ragam teknologi modern sekarang ini, bukan dengan menghilangkan otentisitas dan orisinalitas pelaksanaan haji sejak Nabi Ibrahim sampai Nabi Muhammad dan sekarang ini.

04/03/2004 | Kolom, | Komentar (7) #

Melacak Jejak Gereja di Timur-Tengah

Oleh Faiz Manshur

buku_arab-ok.jpgSemenjak kelahirannya di bumi berabad-abad lalu, gereja telah memiliki pengalaman sejarah yang panjang dan berliku-liku. Kehadiran buku karangan Anton Wessels ini akan memberikan kesaksian berbagai kisah-kisah gereja yang sangat beragam. Lebih menarik kemudian, ketika isi buku ini ternyata berbicara secara runtut mengenai sejarah kemunculan geraja di jazirah Timur-Tengah.

02/03/2004 | Buku, | Komentar (49) #

Dr. Lily Zakiyah Munir:
Tentang International Conference of Islamic Scholars (ICIS)
Debat Kutub Normatif dan Empiris Sangat Seru

Konferensi Cendikiawan Islam Interansional diselenggarakan di Jakarta pada 23-26 Februari lalu diikuti oleh 300 cendikiawan dari 48 negara. Seperti diungkap Lily Munir, aktivis perempuan NU yang juga peserta aktif, terjadi perdebatan menarik dalam konferensi ini, selain karena beragamnya peserta dari berbagai negara juga pandangan keislaman mereka yang warna-warni.

29/02/2004 | Wawancara, | Komentar (4) #

Tokoh Agama dan Pilihan Politik

Oleh Saiful Amien Sholihin

Saat tokoh agama berpolitik, maka akan muncul permasalahan. Namun masalahnya lebih terletak pada penggunaan otoritas dan penggunaan legitimasi, bukan pada substansi keterlibatan tokoh agama dalam politik praktis. Jadi masalahnya, apakah terjadi ‘authority abuse’ saat tokoh-tokoh agama berpolitik atau tidak. Selama tidak ada penyalahgunaan otoritas, maka politik tokoh agama tidak menjadi masalah, bahkan sangat dibutuhkan.

22/02/2004 | Kolom, | Komentar (6) #

Dr. Robert W. Hefner: Masyarakat Indonesia Haus Demokrasi

Pemilu 2004 kali ini adalah pemilu kedua setelah reformasi bergulir. Pertarungan antar 24 partai politik peserta pemilu, tak urung berimplikasi pada fragmentasi masyarakat, termasuk di dalamnya berdasarkan agama. Dalam hal ini, fragmentasi dalam Islam menarik untuk disoroti. Masuknya simbol-simbol Islam dalam politik, tarik menarik antar kelompok Islam, hingga perdebatan panjang soal pilihan bentuk negara kembali mengemuka dan menjadi “barang dagangan” partai-partai.

22/02/2004 | Wawancara, | Komentar (0) #

Ketika Negara Mengintervensi Agama

Oleh Abd Moqsith Ghazali

Sekiranya RUU KUB jadi diundangkan, maka sejumlah orang yang memiliki pemikiran yang berada di luar pemikiran dominan mainstream akan bernasib sial, karena mereka bisa-bisa mendapatkan sanksi pidana. Perselisihan tafsir atas agama selalu berakhir dengan eks-komunikasi, penghancuran, dan pembunuhan. Luar biasa mengerikan. Padahal, bertafsir dan berijtihad bukanlah tindak kriminal yang harus dipidanakan. Jika ini terjadi, maka kita telah kembali ke abad pertengahan. Adalah Khalifah al-Qadir yang pernah melakukan inkuisisi terhadap orang-orang yang berada di luar cetak biru ideologi Mu’tazilah, ideologi yang telah menjadi pilihan negara Abbasiyah saat lampau. Sejarah mencatat, Abdullah bin Khabab, Abu Manshur al-Hallaj, Ahmad ibn Hanbal, Ibnu Rusyd, merupakan deretan orang yang menjadi korban dari kesewenang- wenangan negara hegemonik.

19/02/2004 | Klipping, | Komentar (5) #

Dr. Martin Sinaga: Umat Kristen Harus Mengubah Benteng Menjadi Jembatan

Kajian kali ini akan membahas tentang arah politik kaum Kristiani dalam pemilu tahun ini. Apakah betul PDS menjadi partai representasi mereka? Ulil Abshar-Abdalla dari Jaringan Islam Liberal mewawancarai Dr. Martin Sinaga, pengajar di Sekolah Tinggi Teologia Jakarta, aktivis Masyarakat Dialog Antar Agama, dan juga salah satu pengurus Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI), Kamis (12/2).

15/02/2004 | Wawancara, | Komentar (4) #

“Jalan Lain” Berhaji dan Berqurban

Oleh Muhammad Ja’far

Ritual qurban dan haji, sebenarnya merupakan hasil apresiasi terhadap tradisi dan budaya lokal Arab. Kala itu, haji dan qurban diimplementasikan sebagai bentuk simbol persembahan kepada Tuhan. Kenyataan ini harus menjadi dasar kita untuk mampu menempatkan ritual haji dan qurban secara proporsional sebagai sebuah ritual keagamaan simbolik, walaupun telah diadopsi kedalam konsepsi hukum Islam. Sebab Islam hanya memberikan modifikasi makna dan pesan dari pelaksanaan ritual simbolik haji dan qurban.

11/02/2004 | Kolom, | Komentar (14) #

Andi A Malarangeng: Indahnya Belajar Agama dengan Riang

Perkenalan agama yang menyenangkan bagi seorang anak sejak dini akan berperan besar dalam membentuk karakter diri dan kecintaannya akan nilai-nilai agama. Metode pembelajaran agama dengan cara bercerita dan tidak dogmatis, dapat menarik minat anak untuk tahu agama lebih banyak. Kesan-kesan masa kecil itulah yang nantinya menentukan apakah nilai-nilai agama bagi seseorang berperan di level sosial atau tidak.

09/02/2004 | Wawancara, | Komentar (9) #
Halaman: 105 dari 144 ‹ First  < 103 104 105 106 107 >  Last ›