JIL Edisi Indonesia

Memahami Multitafsir Islam

Oleh Mutohharun Jinan

Munculnya multitafsir keagamaan, selain dilandasi oleh semangat teologis dan tafsir atas teks agama juga sebagai respons terhadap perubahan sosial. Pluralitas pemahaman keagamaan merupakan sunnatullah yang tak mungkin terbantahkan dan mustahil pula kita lawan dan hindari. Yang bisa kita lakukan terhadapnya adalah menghargai, mengakui dan mensyukuri.

06/10/2003 | Kolom, | Komentar (8) #

Syafi’i Anwar, MA: Isu Partai Islam Terlalu Normatif

Dalam waktu kurang dari setahun ini, sejatinya partai-partai politik yang akan berkompetisi memperebutkan konstituen dalam Pemilu 2004 ini sudah selesai melakukan konsolidasi. Tapi, belakangan beberapa partai Islam ataupun partai yang berbasis konstituen kalangan Islam, justru mengalami fragmentasi yang mengkhawatirkan. Mengapa partai-partai Islam yang berisi orang-orang yang sering memekikkan pentingnya persatuan umat itu sangat rentan terhadap perpecahan? Faktor-faktor apa yang ikut menentukan kawin-cerainya kalangan politisi di partai-partai Islam?

06/10/2003 | Wawancara, | Komentar (4) #

Agama, Ilmu Pengetahuan, dan Commonsense

Oleh Otto Gusti

Pergumulan dengan “teori interaksi komunikatif” Habermas menyingkapkan beberapa peluang bagi dialog antar budaya, agama, dan juga ilmu pengetahuan yang menjadi persoalan masyarakat modern. Dialog seperti itu diharapkan tidak menghasilkan keterpinggiran agama dari kehidupan sosial, tapi melahirkan rasa saling menghargai peran dan posisi masing-masing guna membangun sebuah masyarakat yang lebih manusiawi, demokratis dan menghargai hak-hak asasi manusia.

02/10/2003 | Kolom, | Komentar (5) #

Manusia dan Kebutuhan Agama

Oleh Faiz Manshur

buku-psikologi.jpgAgama sebagai gejala psikologi rupanya cukup memberikan pengertian kepada kita tentang perlu atau tidaknya manusia beragama. Bahkan lebih dari itu, ketika agama benar-benar tidak sanggup memberikan pegangan bagi masa depan kehidupan manusia, kita pun bisa saja terinspirasi untuk menciptakan agama baru, atau setidaknya melakukan berbagai eksperimen baru sebagai jalan keluar dari berbagai problem kehidupan.

30/09/2003 | Buku, | Komentar (7) #

Musthafa Abd. Rahman: JI Itu Sempalan Ikhwanul Muslimin

Perdebatan mengenai ada atau tidaknya kelompok Jamaah Islamiyah (JI) masih ramai sampai sekarang. Sebagian orang berpendapat bahwa tuduhan adanya kelompok JI di Indonesia sengaja dibesarkan-besarkan untuk mendiskreditkan umat Islam. Orang-orang berpendapat seperti ini meyakini JI bukanlah kelompok organisasi tapi hanya sebutan untuk masyarakat Islam keseluruhan.

29/09/2003 | Wawancara, | Komentar (7) #

Depolitisasi Syariat Islam

Oleh Ali Asyhar NF

Syariat senantiasa akan menjadi perdebatan yang hangat dan menarik, dan akan lebih konstruktif apabila dapat membentuk paradigma civil society dan demokrasi yang kukuh dan berdimensi kerakyatan. Sejatinya syariat tidak dijadikan” agama yang absolut” melainkan jalan yang akan membentangkan perubahan dan transformasi sosial.

22/09/2003 | Kolom, | Komentar (3) #

Hermeneutika Ayat-ayat Perang

Oleh Luqman Hakim, S.Fils.

Dalam kenyataannya, ayat-ayat perang meski bernuansa universal, tetapi ditulis untuk sekelompok pendengar di masa lampau (in illo tempore). Karena itulah, pemeluk agama apapun hendaknya bisa menangkap mana nilai-nilai universal dari perintah jihad dan perang.

22/09/2003 | Kolom, | Komentar (7) #

Teori Konspirasi Selalu Meneror Kebenaran

Tepat hari Kamis, 11/09/03 yang lalu, Radio 68H Jakarta mengadakan diskusi untuk mengevaluasi 2 tahun perang melawan terorisme. Berbagai pandangan, mulai dari analisis suasana geo-politik global di Timur Tengah, sampai persoalan meningkatnya radikalisasi agama di Indonesia dibahas dalam diskusi tersebut. Diskusi tersebut mendatangkan antara lain, Dr Syafii Anwar, Ismail Yusanto dan Musthafa Abd Rahman.

15/09/2003 | Reportase, | Komentar (17) #

Dr. Jalaluddin Rakhmat: Kafir itu Label Moral, bukan Akidah

Fenomena bom bunuh diri yang dilegitimasikan atas nama agama sekarang ini terjadi juga di Indonesia. Biasanya kita hanya mendengarnya di Palestina atau negara-negara Timur Tengah untuk melawan Israel. Tiba-tiba istilah ini menjadi akrab buat kita di negeri kita. Sebenarnya bagaimana sih kok bisa ada bom bunuh diri? Apakah perbuatan ini dibenarkan dalam Islam? Benarkah mereka yang melakukannya demi jihad melawan kaum kafir? Siapakah kaum kafir itu?

15/09/2003 | Wawancara, | Komentar (33) #

Menyoroti Fenomena Radikalisme Agama

Oleh Happy Susanto

Geneaogi radikalisme agama muncul karena beberapa sebab. Dalam kasus Islam, misalnya, Hassan Hanafi (2001) menyebut—paling tidak—ada dua sebab kemunculan aksi kekerasan dalam Islam kontemporer. Pertama, karena tekanan rezim politik yang berkuasa. Kelompok Islam terentu tidak mendapat hak kebebasan berpendapat. Kedua, kegagalan-kegagalan ideologi sekuler rezim yang berkuasa, ehingga kehadiran fundamentalisme atau radikalisme agama dianggap sebagai alternatif ideologis satu-satunya pilihan yang nyata bagi umat Islam.

10/09/2003 | Kolom, | Komentar (11) #
Halaman: 106 dari 140 ‹ First  < 104 105 106 107 108 >  Last ›