Wawancara,
09/11/2010

Abd. Moqsith Ghazali: “Di Kaki Merapi, Kisah Nabi Ibrahim Tak Ada Lagi”

Bencana demi bencana yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini cukup menyibukkan berbagai kalangan. Masyarakat berbondong-bondong memberikan berbagai bantuan kepada para korban. Namun, ada kecenderungan naif di tengah masyarakat ketika menyikapi fenomena bencana ini. Ada sebagian orang yang mengait-ngaitkan bencana dengan azab Tuhan (teologis). Padahal, pernyataan itu tentu sangat menyakitkan hati para korban dan sangat tidak ilmiah. Untuk mengetahui penjelasan tentang teologi bencana, Vivi Zabkie dan Saidiman Ahmad mewawancarai Abd. Moqsith Ghazali, cendikiawan muslim. Wawancara ini disiarkan langsung, Rabu, 3 November 2010, dari KBR68H bekerjasama dengan Jaringan Islam Liberal (JIL) dan disiarkan 40 stasiun radio di seluruh Indonesia

09/11/2010 08:56 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (11)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

gunakan akal sehatmu,bila tak mampu serahkan kpd ahlinya,bila tak mampu berserah diri pada Tuhanmu.

#1. Dikirim oleh den bekel  pada  11/11   09:27 AM

anda hanya melihat persepsi yg tak seimbang..tentang rasa kasihan terhadap individu. padahal Alloh menurunkan bencana untuk memberi peringatan…Apakah tidak lebih menyakitkan jika Alloh membiarkan mereka?Disamping itu Alloh telah memberi kita segala-galanya maka hak Alloh juga mengambil segala-galanya dari kita.

#2. Dikirim oleh imam  pada  19/11   11:55 PM

I’m not a JIL fanatic… but I agree much to this article.

#3. Dikirim oleh Andry  pada  21/11   08:50 PM

saudaraku terlalu men-tuhankan akal, ilmu pengetahuan, dll tapi tidak sadar dengan Sang pencipta akal Allah Swt…

#4. Dikirim oleh yik  pada  21/11   10:27 PM

bung yik, saya rasa untuk hal ini akal masih memadai. Tentu dengan pijakan kitab suci.

#5. Dikirim oleh Andry  pada  22/11   07:24 AM

Sebagian orang Islam itu menganggap orang yang mau mikir sebagi yang menuhankan Akal. Kenapa takut banget sih sama akal? ... Pantes saja umat Islam gak maju-maju.

#6. Dikirim oleh Bert & Ernie  pada  30/11   03:55 AM

Ah, masa’ bang Moqsith menganggap kisah Nabi Luth sebagai kisah fiksi…

Jangan-jangan ente bilang Nabi LUth juga fiktif ya?

:D :D :D

#7. Dikirim oleh Heru Prihatmoko  pada  30/11   04:32 AM

Kata siapa kisah nabi Ibrahim di kaki merapi tidak ada lagi? Kalaupun ada yang tidak terdengar, itu karena media Thagut yang berusaha menutupinya!
Selama Allah SWT menghendaki, maka pasti akan ada Ibrahim-ibrahim yang senantiasa menegakkan kalimat Tauhid & agama Allah di muka bumi ini!
Akan ada hamba Allah yang selalu melawan ide-ide nyeleneh yang dari kaum penyembah thagut (seperti di sini), sebagaimana Ibrahim berani melawan Namrud!
Akan ada hamba Allah yang selalu rela mengorbankan ide/sistem thagut buatannya dan menggantinya dengan kebenaran dari Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim rela mengorbankan putra kesayangannya Ismail!
Dan akan selalu ada orang yang menegakkan Khilafah (negeri umatnya yang pandai bersyukur & bertaqwa kepada Allah SWT), sebagaimana Ibrahim mengajak Ismail untuk menegakkan Baitullah!
Insya Allah!

#8. Dikirim oleh no_body  pada  02/12   05:17 AM

Menurut Moqsith: ‘Kisah para nabi tdk akan terulang pd masa sekarang’.
Apa dasar anda mengatakan spt itu? Qur’an atau hadis? Coba jelaskan!
Apa dasar anda org aceh, mentawai, jogja tinggal di daerah bahaya, sedang Luth, fir’aun tidak, jelaskan!
Kita tdk tahu daerah2 bahaya yg lain krn ilmu kita yg terbatas, semua tempat memiliki bahayanya msg2, shg menyadarkan kita utk selalu bergantung pd Allah.

#9. Dikirim oleh mas jogja  pada  02/12   06:46 AM

inilah seharusnya yang kita lakukan berfikir rasional berkaitan dengan fenomena alam.kalau kita mengimaani ayat2 AllOH pasti paham dengan apa yang diutarakan bang moqsith. ya kalau studi alquran oleh ulama, mereka yang akan menjelaskan fiqih2nya sedangkan berkaitan dengan hukum alam (fiqih alam )ya pasti ilmuwan mereka yang akan menjelaskan dengan instrumen yang mereka miliki ya sama lah dengan para ulama’.masak ndak paham ya waduk kasian deh lu

#10. Dikirim oleh aang sahrir sigit  pada  04/12   03:42 PM

Sbnr’x gampang aj saudara q,,,
emank sie saudara2 qt yg tlah gugur dlm bncana alam itu,,,blum tntu orng yg d’ajab oleh allah!!bs jd dr ksalahan Qt smua!!emank mnurut ilmuan jg benar tp stiap kjadian apapun yg ad didunia ne smua brkaitan dgn alquran,,...
Sprt kjadian d’wtc america,,saudara2 sy coba cari d’surah albaqorah ayat’na sesuai bnyk’x lantai gdung wct!!
Iy sy gk hafal ayat’x krn sy jg bkn ulama,,cman sy dulu prnh baca,,mka sy gk spndapat oleh jil..qt hrus menilai sesuatu hrus dgn akal,,seandai’x saudara jil yg seiman bs mngunakan akal N pikiran’x apabila sudah tdk mmpu hruz’x kmbali k’pedoman’x yaitu alqur’an,,insya’ allah islam akn maju…
Umat islam gk brkbang bkn krn umat islam gk mw memikirkn ap2 hrus dgn kekuatan pikiran,,tp krn krn saudara2 muslim sy yg d’indonesia 80% sdh gk mw mengkaji ap sie makna dan tafsiran alqur’an,,trmsuk sy jg…ayolah qt sm2 mulai memahami kndungan ayat alquran,,jgn sling menyalahkn!!dan slalu mrsa benar,..
Jd mnurut sy bncana2 alam d’indonesia!!
1.akibat negara qt udah gk beres,mmbiarkn maksiat meraja lela.
2.akibat ulah tangan manusia.
3.negara qt slalu menghukum N menjolimi orng yg brbicara kebenaran,..
Jd jgn prnh blng orng jd krban dsana itu orng yg kena azab,,bs jd allah murka krn ulah Qt…thnk apabila ad kata yg salah tlng d’benarkan

#11. Dikirim oleh Rudy colombuz  pada  15/03   09:15 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?