Metta Dasmasaputra: Agama-Agama Tak Mungkin Disamakan
Oleh Redaksi
Sekelompok kaum muda yang tergabung dalam Forum Samantabadra, kemarin (10-12 Mei), memperingati waisak dengan mengadakan Festival Waisak. Acara itu digelar untuk menunjukkan bahwa umat beragama di Indonesia memang beragam, dan karena itu, menolak penyeragaman. Apa saja problematika umat Buddha Indonesia dewasa ini? Berikut perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Metta Darmasapurtra, salah satu pendiri dan aktivis Forum Samantabadra, Kamis (11/5) lalu.
Komentar
Apakah Tuhan yang maha sempurna dan maha segalanya harus kita bela dengan mengangkat simbol-simbolnya. dan corong speaker kita keras kan, dan kita siarkan lewat TV, Radio. Sungguh aneh pabila kita mengangkat senjata, dan berkata ini perintah tuhan. baik lewat artikel dan lain sebagainya. Tuhan sudah menghamparkan alam semesta ini dengan penuh kasih sayang. Bisa kah kita menjaganya, dengan kasih sayang pula, agama yang kita anut benarkah dari Tuhan??? ataukah ia hanyalah sebuah presepsi atau asumsi dari orang yang mengasumsikan bahwa dia ada dan dia adalah Tuhan. untyuk itu apakah agama itu????
Kepada yth Bapak Metta Dasmasaputra
Anda ternyata anti JIL. Kenapa anti JIL? Kerana di JIL semua agama sama, kok anda bisa-bisanya bilang agama berbeda. JIL seharusnya tidak mewawancarai pak Metta nih.
Saya sngt setuju dngan pernyataan yang diatas,nah klu umt budha saja tdk ingin semua agama disamakan apalagi islam, krn kita tdk bs menyamakan semua agama dngan melihat satu bentuk saja krn bisa jd berbeda dr bentuk yang lain nah kalau sudah begitu tujuanpun akan lain pula,bs jd agama yang satu tujuannya hanya sebatas saja sedangkan agama yang lain masih meluas.
Nah dr situlah kita melihat islam berbeda dngan agama yang lain, krn kalau semua agama disamakan mk akan hancur dunia ini karena hanya islam sndirilah msh berpegang teguh pada yang namanya HALAL&HARAM karena kita masih takut dengan azab Allah hanya orng-orang yang tidak takutlah akan berbuat seenaknya di bumi ini.
Ya mudah-mudahan semua kebaikan yang kita lakukan jg akan dipandang Allah baik karena Allahlah yang maha tahu atas Segalanya akan tetapi kalau kita sudah tahu itu salah akan tetapi tetap kita lakukan jg ya mungkin karena terlalu mengejar dunia sekali dan mungkin karena gengsi maka tunggulah akan azabNya. Mk dr itu sy juga tdk setuju dengan disamakannya semua agama.syukran
Saya beranggapan bahwa semua agama itu sama. Sama-sama mengajarkan kebaikan,tetapi yang menjadi perbedaan hanyalah cara menjalankannya. seperti yang kita ketahui,setiap manusia moralnya itu telah di bentuk sejak dini….sehingga itu juga membentuk karakteristik yang berbeda pada setiap orang. Jika semua orang-orang di dunia tidak mempunyai moral yang jelek,maka agama itu sama. terima kasih
Saya kira dalam setiap agama jelas ada beberapa persamaan dan perbedaannya dengan agama yang lain. Persamaannya terletak pada nilai-nilai universal mengenai baik dan buruk dalam hidup bermasyarakat. Dan perbedaannya terletak pada bagaimana setiap agama mengatur hubungan umatnya dengan Tuhan. Dalam hal yang terakhir inilah agama-agama membawa kebenarannya masing masing dan tidak perlu dipertentangkan satu sama lain. Maaf untuk pak Bambang. Persamaan dalam agama yang bagaimana sebenarnya yang bapak maksud? Yang saya lihat dan saya amini dari JIL adalah suatu komitmen akan tauhid. Laa Illah. Hanya ada satu Tuhan, Tuhan segala agama.
——-
Menurut saya sendiri sih,hal ygang sama dalam setiap agamaa hanyalah mengenai ajaran mnakah yang baik dan buruk(Ajaran akhlak atau budi pekerti).Sedangkan ajaran mengenai hubungan antara manusia dan Tuhannya tetap berbeda dan yang terakhir inilah yang menentukan suatu agama apakah hanya membawa keselamatan di dunia ataukah juga keselamatan di akhirat.
Dalam menyikapi yang terakhir initerserah pada masing_masing individu.tapi saya tetap berpesan kepada siapa saja untuk selalu berpegang pada ajaran ketauhidan yang hanya percaya kepada satu Tuhan yang Maha Esa,yaitu Allah SWT.
Komentar Masuk (6)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)