Agama Ahmadiyah
Oleh Anick HT
Tulisan ini sebelumnya dimuat di harian Koran Tempo, 12 Februari 2011
Kitapun perlu mengingat, bahwa Islam memiliki sejarah panjang perbedaan pandangan dan penafsiran, bahkan pada tingkat akidah yang sangat prinsipil. Sejarah polemik dan pengkafiran oleh dan terhadap Mu’tazilah, Khawarij, Asy’ariyah, Maturidiyah, dan seterusnya sepeninggal Nabi Muhammad SAW dengan gamblang memberi pelajaran kepada kita tentang hal itu.
Komentar
ahmadiyah bukan Islam
Issue2 Ahmadiyah dan FPI yg berlaku penindas sudah menjadi Issue national.Semua orang dari lapaian bawah menengah dan atas membicarakan nya.
Sampai hari ini belum ada penyelesaian kelihatannya di peti-eskan.
Sesunguhnya saya melihat akar masalah kekejaman dr klompok2 Islam garis Keras ini berasal dari Fatwa MUI. MUI sekarng ketawa2 di balik diding dimana semua masarakat membicarakan apa yg diharamkannya.
Solusinya mudah sekali kalau mau MUI menarikembali Fatwa haram terhadap Ahmadiyah dan Pluralism konflik akan reda segera.
Semua keyakinan akan dijamin oleh Pemerintah dgn undang2 sebagaimana di Amerika.
Siapa2 yg melakukan provokasi dan kekerasan terhadap keyakinan orang lain di tidak dgn hukum.
Kalau Syuryadarma,Din Samsudin dll mengusulkan ahamdiyah dijadikan agama baru, tidak akan meneyelasaikan masalah malah akan bertambah sulit.Dimana muslim2 Ahmadiyah dilarang bershalat,dilarang membaca Al Quran dll.
Keyakinan agama seseorang tidak mudah di paksa utk ditukar. Apakah keyakinan anda bisa di tukar?
Jadi orang2 yg mengusulkan ahmadiyah di jadikan agama baru adalah orang2 yg sombong dan tdk beradap..dipengaruhi oleh nafsu Syaitan.
salam
Apakah kuman bakteri yang meng ganggu kesehatan pada tubuh kita , kita biarkan saja ?? toh sejak dahulu kala tubuh Manusia selalu di hinggapi Bakteri yang demikian ... benar2 JIL ini kelompok se sesat - sesat nya paham sesat !!
Pertama, saya harus menegaskan saya tetap seorang Muslim-Mu’min yang selalu bersyahadat bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Muhammad Rasul Allah, juga tetap berupaya menjalankan syari’at Allah sebagaimana yang dituntun oleh Rasulnya dengan haluan Aswaja. Kedua, saya adalah bagian dari warga negara Indonesia yang menjunjung tinggi Pancasila sebagai falsafah bangsa-negara Indonesia serta UUD 1945 (dengan amandemen). Dengan dua hal tersebut, sebagai Muslim saya tetap meyakini kebenaran Iman saya seraya menghargai eksistensi keyakinan di luar keyakinan saya, tentu dalam kerangka saya sebagai bagian dari warga bangsa Indonesia.
Kekerasan dan pemaksaan itu adalah sebuah kesesatan dalam berpikir dan Kata seorang ilmuwan serendah-rendahnya akal adalah pengrusakan, level lebih tinggi dikit adalah pencurian, semoga orang Islam Indonesia tidak terjerumus dalam klasifikasi di atas. Aaamin
Bung,
Rasa-rasanya bila membaca sekelumit tulisan Anda, pikiran yang muncul dalam benak saya adalah “iki opo toh? sampeyan bicara tentang Ahmadiyah..mbok ya jangan setengah2. Wong jelas-jelas faham Ahmadiyah itu meyakini keberadaan Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Belum lagi kitab tadzkirah sebagai panduannya.
Lalu dimana posisi Rasulullah Muhammad SAW dan Al-Quran ?
Saya pikir opini yang Anda tuliskan hanya mencoba untuk menggiring masyarakat awam (—walaupun belum tentu tergiring, karena Saya yakin masyarakat sudah pintar) eksistensi faham Ahmadiyah yang jelas2 produk kolonial Inggris untuk kepentingan imperalismenya.
Saya yang awampun bisa mempetakan arah wacana yang Anda tuliskan. Jadi, menurut saya terlalu transparan bila ingin menuangkan ide yang sifatnya usaha protection terhadap faham Ahmadiyah.
Saya pribadi memiliki tetangga dekat yang menganut faham Ahmadiyah. Saya bersikap baik terhadap mereka tentu dalam hubungan muamalah, namun dalam konteks keimanan maka saya memiliki batas yang jelas dan tegas. Secara hubungan kemanusiaan saya hidup rukun dengan tetangga itu.
Jadi, secara umum masyarakat Muslim itu sangat menyayangi eksistensi jemaahnya. Namun sangat TIDAK sejalan dengan faham yang dimilikinya. Dengan demikian, tugas Anda dan kita adalah mengarahkan pemahaman mereka yang menyimpang dari ajaran Islam. Jangan membuat wacana-wacana yang menggiring pada kelestarian faham yang salah itu. Bahaya bung, bila hal itu dilakukan maka statusnya bisa dianggap turut serta dalam menimbun api dalam sekam. Suatu saat bisa membakar kita semua. Bahaya.
Sudah cukuplah gesekan2 yang terjadi di masyarakat, jangan sampai terjadi lagi karena siapapun tidak menginginkan hal itu terjadi. Kita tahu, inti permasalahan yang jadi pemicu adalah faham yang salah dan dibiarkan salah itu.
Marilah kita didik saudara-saudara kita kepada jalan Islam yang diridhoi Allah dan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Ingat bung, umur kita tidak lama hidup didunia ini…jangan biarkan diri kita jauh dari ajaran Islam yang haq. Apalagi sambil mengajak orang untuk lari dari Agama Islam yang benar. Saya yakin Anda tahu dan kita tahu mana yang salah dan benar. Cukuplah Islam yang haq sebagai bekal kita menuju alam kubur. Mari kita bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW atas jasa-jasanya dan berharap syafaat dari beliau seraya kita serahkan hidup dan mati kita kepada Allah SWT.
*)Oh ya satu lagi, marilah kita belajar dengan baik kepada para ulama2 yang shaleh dengan baik dan benar, ikhlas dan tawadhu, rendah hati dan tidak merasa lebih pintar dari mereka.
Amien, semoga kita semua mendapat pertolongan Allah SWT baik di dunia, alam kubur, maupun alam akhirat nanti. Salam hangat untuk keluarga dan sahabat2 Anda semua.
kalo masalah penindasan umat islam dinegara ini juga tertindas, sudah lupa kasus poso, sampit, aceh dan yg lain-lain, jadi bukan cuma umat minoritas saja yg tertindas bahkan seperti kejadian yg telah saya sebutkan tadi justru umat minoritas yg menindas, renungkan lagi sebelum beropini
Baru saja Abu Bakar memegang kekuasaan, terus saja membasmi kaum yang menyalahi aqidah. itulah pentingnya kuasa. tetapi sekarang kuasa ditangan orang yang sesat aqidah, itulah yang menimbulkan larutnya masalah.
mereka memohon dan meminta kepada Allah, tetapi menolak semua perintah Allah.
Aku tahu maksud anda; yaitu; ” Biarkan saja orang2 menghina dan mencerca islam”. itulah maksud anda.
Anda bilang hanya Allah yang bisa menghakimi, jika demikian mengapa suara anda menjadi hakim di laman ini?. anda termasuk pengganas yang merasa diteror, dan pak hakim yang merasa dihakimi.
Saya teringat dengan Muqsith yang berkata; ” Allah yang lebih tahu siapa yang sest dan siapa yang diberi petunjuk”....Tetapi beliau lantang menyahkan setiap orang2 islam yangberbuat apa saja dan membenarkan orang2 kafir yang berbuat apa saja. (Beliau lebih hakim dari segla hakim).
yaah hidup jangan kesasar, yang bener disnggsp salah yang salah dianggap bener, ya itulah dunia. Melodrama ujian bagi yang menyadarinya,klo terbawa hawa nafsu dan pemikiran dangkal maka kita akan mati matian mempertahankan kebenaran akaliah yang nota bene tidak akan mendapatkan titik temu, karena tuhan memberikan akal dengan kapasitas yang berbeda. Sebagai orang bodoh, saya hanya meyakini kebenaran kitab suci Alqur’an, karena jelas itu bukan buatan Muhammad, yang nota bene seorang yang sangat buta huruf bukan ahli filosof, tapi kok Beliau menghasilkan karya luar biasa , mencakup segala aspek penciptaan dan kehidupan , dan kabar2 dari mahluk ribuan tahun silam, Masya Allah , kalo masih ada yang meragukan Isinya , cobalah teliti kembali, itulah AlQur’an kitab suci yang jauh dari rekayasa fikiran manusia
pada saat ini semua orang telah menjadi tuhan. jadi mereka berhak menyesatkan golongan yang satu terhadap golongan yang lainnya!
Sepakat dengan Bung Anick. Bahkan sampai ada penelusuran sejarah terkait akar masalah mula Ahmadiyah itu di salah satu situs, salah satunya di situs ini—> http://majelisulamaimpostor.net78.net/?p=1
orang Eropa dah berlomba-lomba bikin megaproyek wisata ke Bulan….Orang Jepang berama-ramai bikin kontes robot….Ehhhh ini masih utak-utik masalah Ahmadiyah…Emang ga da pembahasan yg lain Bung.Capek dechhhh…!!!!
itulah islam yang sangat memuja akan akal, sejarah telah membuktikan, yang pada akhirnya hancur terpecah-pecah. karena islam tak mempunyai satu untuk menjadi khalifah. kenapa yang dicari hanya perbedaan dan bukan persamaan filosofis.
Perlu Ada penjelasan yang lengkap . Kalau perlu ada yang membuat buku yang menjelaskan secara rinci, tentang Ahmadiyah. Termasuk isi lengkap kitab Tazkyah. Selama ini penjelasan yang sepotong sepotong baik dare pihak main stream Islam, ataupun dari pihak Ahmadiyah. Sehingga semua orang bisa menilai apakah Ahmadiyah menyimpang. Apakah sama menyimpangnya dengan mu’tazilah, hawarij , asyairiah dll.
Konflik2 yang sedang terjadi di negara2 berpenduduk majoritas Islam dari Afrika Utara sampai ke Asia disebabkan dimana Ulama2 fundamentalis sangat mudah mengeluarkan dan menuduh klompok2 yg berbeda dengan mereka disebut; ajaran sesat, kafir,Infidel, merusak agama dari dalam dan darahnya halal.
ALLAH berfirman kpd NabiNya Isa as;
DO NOT JUDGE OTHER FAITH, YOU WILL BE NOT JUDGED.
Oleh karena itulah umat ALLAH dari Kristen dapat hidup damai—harmoni dari pada umat ALLAH Islam.Karena ulama2nya tidak saling mengkafirkan.
Dalam Al quran,tidak ada tertulis wahyu ALLAH seperti diatas itu, karena itu ulama2 suka menuduh klompok2 yg berbeda dgn mereka di tuduh kafir dan wajib di bubarkan.
Konflik2 dlm umat Islam akan terus berjalan sampai ulama2 fundamentalis mentaati peritah ALLAH diatas itu lewat nabi Isa as.
Jalan lain adalah adanya undang2 pemerintah melarang mengkafirkan keyakinan orang lain. Atau pemerintah melindungi semua keyakinan agama dan mencabut undang2 penodaan agama.
AGAMA ISLAM YG MERUJUK AL QUR’AN & AL HADISH ADALAH YG BENER.& JUGA RASULULLAH MUHAMMAD SAW ADALAH NABI TERAKHIR…KAGA ADA ISTILAH HAM ATAU TETEK BENGEK.ANDA PINTER2 TP KEBLINGER,PERSIS KAYA YAHUDI,DIKSH KELEBIHAN IQ SAMA ALLAH SWT,TP JD SOMBONG & NGELUNJAK…..
MUI sebaiknya juga meninjau embel-embel Islam yang melekat pada JIL, sebuah kelompok yang telah menyimpang dari kaidah-kaidah pokok ajaran Islam.
Hal seperti ini sudah diomongin sekian ribu kali oleh ribuan penulis yang humanis. tetapi dasar rakyat Indonesia (khususnya umat islam) terutama ustad-ustad sok suci macam ABU Basyir, yang bebal dan budeg, masih aja menganggap Indonesia adalah Negara Islam yang harus diatur oleh hukum-hukum kebenaran islam, membunuh kok halal, ??.. Nuraninya udah ketutup sama syariat Islam, yang jelas-jelas secara universal tidak bisa dipakai sebagai golden rule, karena banyak sekali diskriminasi dan kurangnya penghormatan terhadap hak-hak azazi manusia dan kemanusiaan itu sendiri.
Komentar Masuk (52)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)