Kolom,
08/12/2003

Agama dalam Cetakan Baru

Oleh Hatim Gazali

Penting kiranya membuat mekanisme transformasi pemahaman agama yang inklusif kepada masyarakat secara umum sebagai salah satu upaya meminimalkan adanya ketegangan di antara pemeluk agama. Singkatnya, agama hanya dipanggil ketika ada kebutuhan legitimasi dan dicampakkan ketika menagih tanggung jawab moral.

08/12/2003 08:21 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (4)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Tulisan saudara Hatim Gazali di Jawa Pos kemaren terus terang menggugah saya untuk memberikan catatan dan tanggapan melalui media ini.  Memang harus diakui, bahwa gagasan yang dipaparkannya cukup baik dan memukai. Walaupun tidak ditemukan gagasan yang genuin, tapi apa yang diungkapkan oleh Hatim Gazali tidak selalu benar.  Salah satu ungkapan Hatim adalah agama hanya dipanggil ketika ada kebutuhan legitimasi dan dicampakkan ketika menagih tanggungjawab moral. Ungkapan ini tidak selamanya benar, sebab bukti sejarah telah mencatat akan keberhasilan agama dalam membangun peradaban dunia. Suatu peradaban selalu mendapat backing dari agama. Maka sangat kurang tepat apa yang dikatakan Hatim di atas.  Demikian, semoga melalui ini saya bisa kenal Hatim . Terima kasih

#1. Dikirim oleh Ubaidillah  pada  09/12   03:12 PM

Islam sejak awalnya sudah bagus, dan tidak ada yang lebih bagus dari Islam. Islam mengatur secara menyeluruh dan paripurna semua aktivitas manusia sehingga bisa menjadi suatu kaidah hukum yang lengkap. Mana ada agama yang seperti ini.

Karena tidak mempunyai konsep paripurna maka agama lain jatuh kedalam nilai moral, bukan nilai agama. Islam tidak perlu, karena sudah lengkap. Yang perlu kita lakukan adalah menggali kembali dan merefleksikan kembali nilai nilai paripurna yang luhur tersebut dalam berkehidupan pada masa sekarang.

Apakah menurut anda tindakan Nabi Muhammad dan Khulafaur Rasyidin mengandung nilai yang tidak humanis? Bila penulis meyakini kemurnian humanisme tindakan beliau, marilah kita sama sama mencontoh dan menggalakkan umat Islam yang lain untuk mencontoh keindahan perilaku beliau.

#2. Dikirim oleh Dwi Nugroho  pada  10/12   01:13 AM

Apa yang dikatakan hatim, adalah hal yang wajar. Karena selama ini memang watak keberagamaan umat beragama sendiri masih sebatas dan sekedar formalitas an sich. Maka, sangat tidak cocok jika hatim mengatakan bahwa agama hanya di panggil ketika ada kebutuhan legitimasi dan dicampakkan ketika menagih tanggung jawab moral.  Tapi jangan salah, bahwa agama selama ini sudah tertanam kuat dalam sanubari setiap individu. Itulah agama . Bahwa agama adalah bukan sekedar suatu kebutuhan yang sesaat bisa dipanggil dan dipanggil. Agama muncul bersamaan dengan keberadaan manusia sendiri. Kepercaayaan seorang primitif akan suatu keberadaan kekuatan diluar dirinya secara langsung, itu menjadikan dia beragama. Jadi agama sudah melekat dalam diri manusia, kapanpun dan dimanapun, dan tidak ada kata dan statement bahwa agama itu dipanggil atau tidak dipanggil. gitu kang…???!!!!

#3. Dikirim oleh mustafa ahmad  pada  10/12   02:12 PM

Saya tertarik dengan komentar Dwi Nugroho.

Apa betul Islam itu sudah lengkap? Mana ayat yang mengatur modifikasi genetis, kloning, pemakaian persenjataan nuklir, jual beli future, puasa di wilayah kutub yang siang malamnya berbulan-bulan, ada tidaknya bakteri di Mars dan segala macam pertanyaan zaman ini?  Jadi, mari kita renungkan lagi kelengkapan Islam, sebelum asal ngomong tanpa berpijak pada kenyataan.

Sedangkan perilaku Khulafaur Rasyidin yang cenderung diktator serta nepotis, bukankah itu tak murni humanis? Jikalau para Khulafaur Rasyidin bersikap dewasa dan humanis/spiritual, dan tidak terbebani pamrih politik praktis, umat Islam tak akan terpecah menjadi Sunni dan Syiah.

Marilah kita beragama Islam dengan wajar dan tidak memabukkan diri dengan slogan-slogan kosong.

Salam, Bram.
——-

#4. Dikirim oleh Bramantyp Prijosusilo  pada  22/12   01:12 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?