Agama dan Sikap Terhadap Waria
Oleh Abdul Muiz Ghazali*
“Kita membutuhkan tafsir keagamaan yang lebih menghargai dan memanusiakan kaum waria. Sebagaimana manusia lain, waria juga punya hak untuk mendapatkan perlindungan dan tidak mendapatkan penindasan. Tak seluruh waria berperilaku seksual seperti dituduhkan sebagian kalangan. Banyak di antara para waria yang ahli ibadah, bekerja produktif, berpendidikan tinggi, bermoral baik, dan sebagainya.”
Komentar
Tulisanya ngak berbobot sama sekali gan, baik dari sei jul dan isi. Nyesel baca, nganisin waktu
Sangat sepakat. para waria tak mendapat ruang di negeri ini. sudah saatnya undang-undang mengenai hukum jenis kelamin disusun agar para waria tdk terdiskriminasikan.
dari statement berikut :“Waria dianggap meresahkan. Mereka diusir, dianiaya, dan dibunuh. Tak jarang pemerintah melalui aparaturnya seperti polisi dan satpol PP melakukan sejumlah penggerebekan terhadap waria”
tolong datanya bro:
1. Kapan dan siapa pelaku pengusiran
2. Kapan dan siapa pelaku penganiayaan
3. Kapan dan siapa pelaku pembunuhan.
dapet dari mana bro datanya, tolong di lampirkan, saya tidak melihat anda melampirkan sumbernya, supaya gak terlihat ngasal dalam bikin artikel…malu dong sarjana kayak begini bikin artikel…
Sangat menarik tulisan yang disampaikan, saya pribadi yakin tidak ada ciptaan Allah yang sia-sia. Waria juga manusia, mereka tidak memilih tapi memang diciptakan seperti itu. Saya sepakat tulisan ini perlu dilengkapi dengan data-data yang lebih akurat. Terutama data tentang kekerasan dan diskriminasi yang dialami waria..! Tulis terus pak… biar Indonesia tahu waria juga manusia dan warga negara yang tidak beda dengan kita.
Komentar Masuk (4)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)