Wawancara,
29/12/2001

Dr. Haidar Bagir Akal adalah Rasul dalam Diri Manusia

Oleh Redaksi

Dalam situasi di mana kalangan Islam banyak didominasi kecenderungan tekstual dalam beragama, adalah penting untuk menengok kembali tradisi filsafat Islam yang menekankan penalaran independen dalam mendekati teks agama. Menurut Haidar Baqir, filosof Islam dari Bandung mengatakan bahwa filsafat Islam nicaya memberikan kontribusi penting bagi tumbuhnya sikap terbuka.

29/12/2001 23:28 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (11)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Kalau Sdr. Dr. Haidar Bagir bahwa akal adalah rasul dalam diri manusia. bagi saya, akal tidak sekedar rasul, tetapi ia adalah “tuhan” (ingat dalam filsafat Iqbal: Khuda: Tuhan; diri: khudi). Dengan demikian, manusia dengan akalnya itu mempunyai kebebasan untuk menentukan dirinya sendiri. apa pun yang dipilihnya dalam hidup sepenuhnya merupakan pilihan “tuhan”, sehingga tidak ada alasan bagi orang lain untuk membatasi berpikir orang lain dengan alasan apa pun. apalagi atas “nama Tuhan”. Karena Tuhan tidak mau repot-repot untuk mengurusi hal-hal yang memang “bukan wilayah-Nya”, karena Dia sudah menguasakan dan mempercayakan wilayah-Nya kepada manusia. Saya kira sudah saat kita kembali menghidupkan akal agar pemikiran di dunia Islam tetap eksis dan memberikan kontribusi yang signifikan dalam membangun peradaban dunia. Salam.

#1. Dikirim oleh Sulaiman Al-Kumayi  pada  23/06   05:07 PM

kalau saudara mengatakan bahwa akal sebagai tuhan berarti secara tidak langsung anda menuhankan makhluk yaitu akal. walaupun itu secara qiyasiah. menurut saya akal adalah raja dalam kehidupan karena segala sesuatu pasti tidak lepas dari akal dan akal tersebut yang mengkoordinasikan dan memimpin segala yang ada dalam tubuh. seperti perkataan imam Ghazali bahwa dalam tubuh ini terkontrol oleh akal. dengan manusia dapat melakukan yang terbaik bagi diri. akan tetapi dalam akal sendiri masih ada yang namnya ilmu. dengan ilmulah manusia bisa mempunyai nilai yang tinggi.

#2. Dikirim oleh mawardi  pada  29/11   03:11 AM

Di dalam Al-Qur’an,manusia memiliki enam potensi lahir dan batin. Nur Ilahi,ruh,nafs,aql,qalb,indrawi.Kata akal di sebut dengan tiga ata:aql,fikr,lub.Maing masing dari merea memiliki wilayah sendiri.Aql di tempatkan pada manusia umumnya sebagai naluri untuk menyelidiki.Fikr identikan dengan tafakur bagi para pemikir,intelektual,dan ulama.Lub di wilayah kan pada para auliya dan irfan.Maka terlalu berlebihan jika akal yang menjadi karunia Allah di sebut sebagai tuhan,maka apa bedanya anda dengan orang rasionalis.

#3. Dikirim oleh Delfa Amanto  pada  02/12   04:12 AM

Yang membedakan antara kita dengan binatang adalah akal yang kita miliki. Maka sebenarnya akal kita kalo dibilang adalah tuhan seperti yang dikatakan masa siapa tuh…sulaiman bisa jadi benar menurut pemahaman yang liberal. walupun ada yang mengatakan bahwa manusia adalah binatang yang berakal…maksudnya adalah meskipun sering kali ada manusia yang tingkah lakunya seperti binatang dia tetep harus dihormati…selama bisa menjelaskan apapun yang dilakukannya menurut akalnya.jadi kita disini sebagai manusia yang paham dengan sesuatu yang liberal, tidak akan akan mengalami masalah dalam melukukan berbagai hal yang liberal selama sesuai dengan akal.

#4. Dikirim oleh abu zikr  pada  07/12   01:12 AM

Akal adalah percikan dari cahaya tuhan. ketahuilah banyak percikan cahaya tuhan didunia ini, tak lebih tak kurang salah satunya adalah akal. sebagian orang mengagungkan akal, sebagian orang menganggap biasa-biasa saja. sedangkan saya termasuk sebagian orang yang mengagungkan akal karena ia bagian dari cahaya tuhan yang sampai ke saya, tetapi ketika saya berhadapan dengan anda dan kalian semua saya menyimpan akal saya karena saya sadar percikan tuhan juga ada pada diri anda, jadi saya menganggap biasa-biasa saja akal itu.

#5. Dikirim oleh Billy Adrian Gani  pada  26/12   07:13 PM

Akal ... apa itu Akal, Akal adalah sesuatu yang diberikan kepada manusia yang gunanya untuk menentukan baik atau burulnya suatu hal. dengan akal seharusnya manusia dapat mengendalikan segala nafsu, agar tidak berlebihan dalam melihat suatu hal.

akal diberikan kepada manusia agar dapat lebih mengerti tentang keagungan Allah SWT. baik langit ataupun bumi, agar manusia mengerti betapa besar-Nya sang pencipta dan mensyukuri keberadaannya sehingga ia senantiasa sujut pada-nya
——-

#6. Dikirim oleh Tetuko  pada  15/01   08:01 PM

Salam Ami Haydar,

Banyak yang sukar memahami ilmu filsafat kerana ianya bukan ilmu yang dapat dinalar sederhana, banyak tahapan yang perlu dipelajari sebelum mereka dapat mengerti makna sebenarnya Apa Erti Ketuhanan itu sendiri. Saya yakin, bahawa maksud anda adalah setiap yang hidup itu adalah berakal, dan setiap yang berakal itu akan berfikir dan setiap yang berfikir akan bertafakkur, sesungguhnya Allah menciptakan sifat ketuhanan itu sendiri pada diri kita. Namun, banyak yang salah anggap, kerana sedikitnya ilmu yang mereka miliki dan akhirnya menamakan dirinya sebagai rosul atau bahkan penjelmaan Tuhan.

Diluar dari pembicaraan,pernahkah kita berfikir bahawa bangsa yahudi yang jumlahnya sangat kecil terus memimpin dunia dalam segala hal?? Mengapa?? kerana mereka jauh lebih menggunakan akalnya berbanding kita, kalau bangsa china menguasai dunia itu biasa kerana memang jumlah mereka banyak, jadi tak hiran. Anyway, Nothing impossible concept should be build in our society, and believed in education as a weapon, and just to the faith before and after move…Hope all of you faham whats is mean by mind is probhethood or even god!!! tq tk cr…

#7. Dikirim oleh syarifah zulfiyah syed abdullah  pada  28/01   10:30 AM

Kalu akal sebagai rasul, untuk apa Tuhan mengutus rasul sejak jaman nabi Adam a.s???

#8. Dikirim oleh Ishaq  pada  12/11   04:53 AM

salam..
oh dude..!! Allah azzawajal send probhethood (semua nabi) adalah untuk make sure yang kita bisa gunakan akal waras kita, minda kita untuk mengerti dan memahami perintah Allah dan menjauhi segala larangannya. please dont take words by its means, but seen the real meaning behind it.

Mari kita menyimak kembali, pernahkah kita gunakan akal kita untuk mengenali diri kita sebenar - benarnya, dan apabila kita mengenali diri kita maka kita akan mengenali Allah dan Rosulnya. Ingat Man Arofa Nafsu Arofa Robhuu, who may able to handle their desire and wants, you may be able to see the real creator.

Anyways, i cant write much..coz my book not finish yet..so, please use your real brain to control desires, because when you less using your brain, its will die..by all means.tq cio..

#9. Dikirim oleh syarifah zulfiyah syed abdullah  pada  25/11   08:07 AM

Akal adalah nafsu. dan siapa yang menuhankan akalnya brarti anda masih menuhankan akal/nafsu. dalam beribadah saja anda harus (mati sebelum mati) maksudnya anda harus mati dalam artian anda harus meninggal kan duniawian seperti akal dll. mati yang di maksudkan adalah mati menuju suatu alam RASA(bathin)atau Qolbu. Sesuai dengan TUHAN BERADA DALAM QOLDU ARANG2 MUKMIN. didalam qolbu tentu kita tidak bisa melihat, mencium, tetapi hanya bisa merasakan.

#10. Dikirim oleh Aan Zulia Putra  pada  20/08   07:35 PM

Ass Redaksi !
Akal itu komponen terpenting dalam diri manusia Dia ( akal ) itu tidak pernah tidur dan lelah. Apabila kita mau tidur akal tersebut pulang ( keluar dari rongga tubuh manusia. ( lihat orang tidur : kepala seolah dia tidak bisa berpikir, mata tak bisa melihat dan telinga tak melihat itulah orang tidur ) maka akal tersebut menjadi baik apabila dimanajemen oleh Alquran dan hadir. Jika dia Islam. oleh sebab itu sangat rahasia, Akan tetapi bagi siapa yang tahu akan dirinya maka orang tersebutlah yang beruntung, artinya ybs berada disisiNya, .............  bls.

#11. Dikirim oleh jonichaniago  pada  12/11   03:21 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?