Akar-akar Kekerasan Dalam Islam
Oleh Neng Dara Affiah
Padahal Islam, menurut hemat saya, bukanlah ajaran agama yang rumit, yang jauh di langit sana, tetapi ia agama nurani yang merupakan bagian dari ruh detak nafas kita. Diantara ajaran tersebut, yang nampaknya sepele, tetapi sangat mendasar adalah bagaimana kita dapat berdamai dengan diri sendiri untuk dapat menebar kedamaian kepada sesama dan lingkungan hidup kita. Ala’ bidzikrillahi tathmainnal qulub. Wallahu A’lam!
Komentar
barang siapa meninggalkan sejarah, maka dia akan digilas oleh sejarah itu sama sekali..!!
Memang,.. kita harus lihat bagaimana politik dan intrik telah memainkan sejarah perkembangan agama apapun termasuk islam. Bahkan mereka memalsukan stempel Tuhan untuk memuluskan semua itu..
Koar-koar betapa sucinya dia, betapa suci agamanya dan betapa sucinya alirannya, sehingga saking sucinya, menghalalkan darah mahkluk lain menetes.
MUAK!! MUAK aku melihatnya..
aroma yang lebih busuk dari ketiak Iblis..
Salam damai..
manusia yang terbuang
kalo nabinya saja penuh dengan napsu cabul, zinah, dan kekejaman maka pengikut2nya akan lebih brutal lagi. saya sangat heran, seorang pedofilia mengaku dirinya nabi dan masih banyak orang yang mau dibodohi dan tersesat bersama si penyesat. Dan lebih heran lagi, para isteri yang ngaku dirinya islam tapi gak mau kalo suaminya punya poligami, orangtua yang ngaku dirinya islam tapi gak mau anaknya berumur 6 tahun dikawinin laki2 tua bangkotan, mirip bandot tua muhamad nikahin aisyah yang baru umur 6 tahun tapi pura2 ngaku nidurin aisyah saat berumur 8 tahun. anehnya, koq malah diturutin si nabi bejat nan cabul. hai orang islam, koq mau sih ditipu? dimana akal sehatmu? cobalah renungkan, engkau mendoakan muhamad agar dia masuk surga. berarti dia belum masuk surga. dan kalo dia belum masuk surga dan harus didoakan, untuk apa kalian percaya dia nabi? kalo nabi beneran, gak perlu didoakan karna sudah pasti masuk surga. capek sekali loe doain dia padahal loe gak dapat ape2 dari si nabi palsu dan bejat dan cabul.
Komentar Masuk (2)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)