Pernyataan Pers,
02/08/2005

Aktivis Islam dan Pro Demokrasi Menolak Fatwa MUI

Fatwa haram ini dengan sangat jelas mengancam kebebasan hak beribadah 200 ribu pengikut JAI di seluruh Indonesia dan bukan tidak mungkin fatwa itu akan mengulang peristiwa mihnah (inkuisisi) pada abad XV

02/08/2005 04:00 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (35)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Sebenarnya bagaimana eksistensi Fatwa MUI dalam Kenegaraan??

#21. Dikirim oleh mekar sinurat  pada  15/09   09:22 AM

fatwa berarti suatu nasehat dan kedudukan fatwa bukan menjadi acuan utama bagi umat islam fatwa harus diasarkan kedapa Alqur;an dan sunnah. saya melihat banyak kalangan ulama yang memberikan fatwa secar sepihak dan bertentanagn dengan aturan agama islam seperti maslah rokok. kok pengaharaman rokok ada klasifikasi. sungguh anaeh

#22. Dikirim oleh fajri  pada  04/02   02:56 PM

Salam,.. Ane setuju banget dengan Fatwa MUI tentang pengharaman JIL di Indonesia. Maju terus MUI,... Dan kepada Ummat Islam dimana saja berada, Awas dan waspadalah terhadap faham JIL. Sekali lagi, WASPADALAH !!! Wslm

#23. Dikirim oleh abdul_jabbar  pada  02/03   02:56 AM

Fatwa MUI itu berlaku bagi umatnya yaitu umat Islam. Paling tidak umat Islam yang mengakui keberadaan MUI. Jika Anda tidak termasuk umat Islam tidak perlu risau dengan fatwa ini. Jika Anda bukan termasuk umat islam yang mengakui keberadaan MUI juga gak usah ribut. Jadi di alam demokrasi ini MUI sudah tepat, yaitu menjaga umat Islam dari kesesatan. justru fatwa itu menunjukkan eksistensi Islam di negara demokrasi. kalau tidak ada kepastian/definitif mana yang sesat dan mana yang tidak, maka keberadaan kelompok menjadi nisbi/semu, padahal di alam demokrasi harus ada kelompok-kelompok, dan Islam adalah salah satu kelompok yang qot’i/pasti, dan JAI juga sebuah kelompok lain yang pasti juga. MUI bebas mengajak umatnya (ISLAM) untuk tidak masuk kelompok lain yang menurut pandangannya sesat. Anda yang ada di JIL juga boleh mengatakan kelompok umat yang dilindungi MUI sesat, terserah Anda. Anda tidak usah memaksa orang mnyetujui pendapat Anda dan Anda tidak wajib menjadi umat Islam yang bersedia ditolong MUI.lakum dinukum waliyadin.

#24. Dikirim oleh ANANG  pada  03/03   10:28 AM

saya hanya ingin berkomentar sedikit saja,jangan ada saling hujat apalagi bilang klw ini sesat atau itu sesat, toh kesesatan mereka bukan anda yang menanggung dosa nya, dan kebenaran mutlak hanya allah yang tau,memang sesama umat muslim kita di haruskan untuk saling menasehati tapi bukan memaksa apalagi dengan kekerasan jadi jaga hati,jaga mulut,jaga perbuatan dan insya allah kita dijaga oleh allah. amien

#25. Dikirim oleh dn  pada  30/03   09:35 AM

Islam adalah agama yang “mutlak”......!, mutlak karena Islam adalah agama Allah SWT, yang di turunkan kepada Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir yang menyempurnakan akhlak seluruh umat manusia. Jadi di dalam Agama Islam ini tak pernah kenal yang namanya “Perubahan dan Pembaharuan”, di sebabkan oleh Kemutlakan Hukum Allah yang Dia tulis jelas jelas di dalam Kalamullah berupa AL QUR’ANUL QARIM. Jadi…., bisa disimpulkan bahwasannya ajaran yang menyimpang dari ketentuan dan hukum yang ALLAH harus ditindas dan di hancurkan sebagaimana Abu Bakar Ash Shiddiq membasmi kaum murtad dan Nabi2 palsu…..!. Untuk itu mari kita tegakkan Syariat Islam di negeri Indonesia yang kita cintai ini…...!.

#26. Dikirim oleh komunitas cinta rasulullah  pada  07/05   05:14 AM

fatwa MUI itu sudah benar. Kalau JIL atau aktifis yang mengatasnamakan kebebasan merasa terusik berarti JIL atau siapun yang berada dibelakangnya perlu dipertanyakan keislamannya.

#27. Dikirim oleh Muchlis Ali  pada  07/07   12:54 AM

ahmadiyah bukanlah islam,jd MUI memang harus memisahkan ahmadiyah dari Islam karena memang bukan berasal dari Islam. dari situ sudah jelas JAI harus dilarang karena mengaku sbg bagian Islam, pdhl bukan!!! Yang mengherankan ada yang malah menentang MUI dengan argumen bahwa MUI sudah menyalahi HAM dan kebebasan berekspresi. Pak hasan bilang kalo seekor hewan kecil (yg pandai melompat, banyak di sawah, kulitnya licin dan basah, bunyinya ngkong2, dan buku biologi bilang itu namanya kodok) itu adalah bernama sapi. kemudian datanglah pak budi nyalahin pak hasan krn nyebut kodok itu sapi, eh pak adi malah datang bela2in pendapatnya pak hasan (Adi berkata begini: udah ga usah ditegur;dilarang2;ato disalah2in, biar aja hasan bilang kodok itu sapi, ente lah (menunjuk ke pak budi) yg salah!!! napa elu nyalahin org yg bilang kodok itu sapi??? pak Budi (sambil geleng2 kepala): wah2 yg paling bodoh ni sapa ya???

#28. Dikirim oleh hasan  pada  14/07   06:14 PM

Mas Hasan,disini tdk ada yang membenarkan ataupun menyalahkan,hanya karena ingin metch,logis dan selaras wajar aja. dan yang merasa paling bodoh juga tidak ada,yang merasa paling pintar juga ada kalua kt ingin logis nalar ya kata dari islam, islam itu ya pandangan secara bahasa ‘selamat’ ada arti kan berserah diri,semua manusia yang mau membuka diri dengan segenap kerendahan hati dengan sendirinya akan mau mengerti apa yang dimaksud “ISLAM” mudah mudahan semuanya ingin selamat dan berserah diri,amin wa salam.

#29. Dikirim oleh mchoiri  pada  24/02   10:20 PM

mudah-mudahan tidak salah tulis: “jika bukan karena ALLAH, maka sudah pastilah runtuh gereja, masjid, sinagoga dan tempat ibadah lainnya…” klo tidak salah itu adalah penggalan ayat di Al-Qur’an yang saya kurang tahu surat dan ayat mana kalimat itu berada. jadi yang berhak menghancurkan hanyalah ALLAH, bukan MANUSIA. tapi klo pun memang ENDONESIA mau sperti itu tiak mengapa, karena kami kaum minoritas sudah siap merdeka dari ENDONESIA!!!

#30. Dikirim oleh sali  pada  19/03   09:38 AM

gampang aja sebenernya..islam rasul terakhirnya Muhammad, Ahmadiyah rasul terakhirnya Mirza…jadi agama yang beda donk…tapi keapa ahmadiyah masih keukeuh ngaku2 islam,..ini bukan masalah pemikiran islam..tapi memang sudah beda agama bukan aliran,..toh di negara asalnya india dan pakistan..ahmadiyah bukan islam…jadi yang harus diluruskan siapa ya ? kalo jil bener2 liberal berarti MUI juga betul donk karena emang itulah pandapat dan penafsiran mereka dalam masalah ini…ga ada yang bisa disalahkan jugakan kalo berdasarkan pemikiran jil…okay..afwan ane salah..

#31. Dikirim oleh away  pada  19/03   10:30 AM

Ahmadiyah memang aliran sesat! Negara harus melindungi hak2 beribadah tiap2 agama,tapi negara juga harus menindak kelompok2 yang menodai agama yang telah diakui oleh negara. Bagaimana mungkin Islam bisa mengakui ada nabi terakhir selain Nabi Muhammad & mempunyai sumber hukum lain,selain Al Qur’an & Hadist! Ketegasan pemerintah dalam membubarkan ahmadiyah akan menghindarkan negara dari konflik sesama warga negara

#32. Dikirim oleh satmata  pada  20/04   06:11 AM

Ya ALloh…
Hidup Fatwa MUI. Saya dukung penuh.
Kami menghormati agama lain selama mereka menghormati agama kami. Inget bung….kalo umat minoritas tinggal di lingkungan mayoritas Islam pasti aman. Tapi kalo orang Islam tinggal di Mayoritas non muslim yakin…ga akan aman.
Adapun Ahmadiyah…kalo mereka masih memakai Islam jangan salahkan kalo kerusushan ga berhenti. Makanya bikin agama baru aja lah. Agama Ahmadiyah jangan pake berafiliasi kepada Islam.
JIL? HHee…JARINGAN IBLIS LAKNATULLOH ALAIHIM.

#33. Dikirim oleh zhen  pada  21/06   03:15 PM

Seorang TEMAN akan mencintai TEMANNYA, dan akan membenci MUSUH yang sama.
seorang SESAT akan mencintai yang sesat, dan akan memusuhi yang HAQ.

#34. Dikirim oleh Taufiq Bogor  pada  19/08   10:14 AM

apa islam di indonesia kurang toleransi?coba anda lihat di negara yang non muslim di filipina di thailand, di amerika, di prancis dll yang katanya demokrasi kehidupan muslimin di sana apakah dengan bebasnya menjalankan syariat agamanya dengan leluasa?mau pake jilbab, mendirikan masjid itupun harus berjuang sekuat tenaga. bandingkan dengan di indonesia…berapa byk gereja yg berada di lingkungan kaum muslimin? seharusnya anda-anda yang mengaku intelektual muslim membela saudara-saudara anda yang tertindas. jangan anda katakan yang berhak menghakimi itu hanya Allah. seorang hakim di dunia juga bisa memutuskan salah tidaknya seseorang dengan UU yg berlaku. begitu jg orang muslim berhak menghakimi ahmadiyah itu sesat karena mengakui ghulam ahmad itu nabi. dan di alquran jelas tdk ada nabi setelah kenabian Nabi muhammad. anda menuduh penyerbuan itu efek dari fatwa MUI, apakah saya salah kalau itu saya katakan efek dari pengakuan ahmadiyah bahwa ghulam ahmad seorang nabi? berpikirlah yang jernih bukankah kalian itu orang yang intelektual?

#35. Dikirim oleh fahd  pada  23/12   12:07 AM
Halaman 2 dari 2 halaman < 1 2

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?