Fazlur Rahman Alquran dan Tantangan Modernitas
Oleh Cecep Ramli Bihar Anwar
Fazlur Rahman dilahirkan pada tahun 1919 di daerah barat laut Pakistan. Ia dibesarkan dalam keluarga yang bermadzhab Hanafi, suatu madzhab fiqih yang dikenal paling rasional di antara madzhab sunni lainnya. Ketika itu anak benua Indo-Pakistan belum terpecah ke dalam dua negara merdeka, yakni India dan Pakistan. Anak benua ini terkenal dengan para pemikir islam liberalnya, seperti Syah Wali Allah, Sir Sayyid Ali dan Iqbal.
Komentar
</span></span></a>
Sebagai orang nonsantri yang tertarik kepada kajian Islam kontemporer, saya mengenal Rahman lewat buku-buku yang menjadi referensi tulisan Cecep, seperti Islam, Tema-Tema Besar Al-Quran, Neomodernisme Islam. Rahman memang orang yang paling serius di abad 20, setelah Iqbal, di dalam mengkaji Al-Quuran secara komprehensif. Kutipan ini sering dipakai Syafii Ma’arif, salah satu muridnya saat di Chicago, dua dasawarsa silam.
Jujur, saya pertama kali tertarik kepada Rahman sebagai orang yang sangat serius terhadap kajian Alquran secara bertanggung jawab, ketika membaca Taufik Adnan Amal dalam bukunya Tafsir KOntekstual AlQuran, yang ditulis bareng Syamsu Rizal Panggabean. Baru setelah itu, sejumlah buku-buku di atas saya baca.
Apresiasi Cecep adalah catatan yang bagus, menggelitik, agar orang membaca lebih serius apa yang pernah dilakukan Rahman, orang yang pernah berharap kebangkitan Islam datang dari Indonesia ini (ini pengakuan Muslim Abdurrahman saat menyalami Rahman di Jakarta pada 1988).
Meskipun apresiasi yang diberikan para intelektual terhadap Rahman sangat bagus, belum juga lahir orang dengan kaliber dia. Cak Nur pun agaknya tak sanggup menandingi gurunya itu dalam melahirkan karya-karya intelektual yang memang dipersembahkan khusus untuk itu. Semua mafhum, tidak harus murid menjadi seperti gurunya. Dan, ide-ide yg pernah Rahman usung juga telah dilakukan banyaki kalangan, termasuk anak-anak muda pintar di JIL ini. Namun, negeri ini agaknya tetap mengandaikan kehadiran intelektual2-intelektual yang bersahaja, sangat dalam ilmunya, sekaligus ‘segila’ Rahman, Allahu yarham.
——-
Komentar Masuk (1)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)