Amerika di Mata Kita
Oleh Burhanuddin
Buku hasil survei ini melahirkan varian baru ‘demokrat Islamis,’ yakni Muslim yang mendukung dan menjalankan demokrasi, setidaknya secara elektoral, tapi tetap memperteguh identitas dan agenda-agenda Islam yang eksklusif bagi kehidupan publik. Menilik hasil survei yang menunjukkan afirmasi Muslim atas demokrasi, voters turn-out yang tinggi dalam pemilu 2004, tapi masih defisit pada level kebebasan sipil, maka sulit untuk menepis kenyataan munculnya varian baru ini dalam perpolitikan di tanah air.
Komentar
Amerika adalah negara dengan mayoritas Kristen. Memang Amerika terlihat sering menyerang negara-negara muslim atau negara-negara yang menyerang komunitas muslim. Mengapa? Semua itu tidak lebih hanya masalah politik dan mencari keuntungan. Jadi jelas-jelas bukan masalah agama.
Janganlah kita terlebih dahulu berprasangka kalau mereka dengan sengaja menindas kita. Tidak semua orang Amerika memiliki niat buruk. Lihat banyak orang Amerika yang membantu kita, jangan kita mengira dulu kalau mereka membantu untuk menjilat, lihat dulu sisi baiknya.
Berpikir negatif apalagi menjudge seseorang tanpa tahu yang sebenarnya adalah dosa. Tidak baik jika kita selalu sentimen terhadap Amerika; rasa benci dan dendam hanya menggerogoti hati kita hingga nanti kita tinggal debu. Perluaslah pandangan dan pemikiran kita. Pikiran picik hanya menjerumuskan kita ke dalam lubang dosa. Ciptakanlah kedamaian di antara kita. Menciptakan kedamaian bukanlah menyerah dan menciptakan kedamaian bukan berarti kalah.
Bukankan orang yang bisa bertahan dalam menciptakan kedamaian adalah orang yang hebat? Tuhan pun menghendaki demikian. Tak perlu permasalahkan negara apa dulu atau agama apa dulu, kedamaian itu tak pandang bulu. Salam damai!
Terima kasih,
P.S.
Saya mencoba mengajak rekan semua membuka buku joseph stiglitz yang berjudul roaring 90’s. di sana terungkap kesalahan-kesalahan amerika dalam membawa bangsanya sendiri kejurang kebangkrutan. kebanyakan masalahnya ada pada konflik kepentingan yang terjadi dalam internal amerika itu sendiri, baik pemerintah ataupun swastanya. konflik kepentingan ini dipicu oleh melemahnya nilai-nilai altruis dan lebih memilih keberpihakan pada materialisme sesaat. kasus kebangkrutan enron, kelangkaan pasokan listrik di california, bobroknya pasar saham dan pasar uang amerika, dan lain sebagainya. membuat kita semestinya tersadar, sebagaimana stiglitz juga ungkapkan, bahwa amerika sendiri semestinya mencari konsep yang lebih tepat untuk dirinya. dan berhenti mengajak bangsa lain mengikuti kesalahan-kesalahan yang ia perbuat. jadi masalah kiblat ke amerika bukanlah sebuah permasalahan ia beragama apa, tapi bagaimana menuju masa depan yang lebih baik. untuk itu kita juga perlu mencari ikutan yang baik, yang tidak bobrok selayaknya amerika.
——-
kita boleh percaya pada amerika.namun jangan sepenuhnya.karna rosululloa pernah berkata bahwa orang-orang yahudi(amerika)akan menghancurkan umat islam.dan negara yang pertama hancur oleh orang yahudi(amerika) yaitu irak.
(alqur’an)” tidak akan rela sampai kapanpun yahudi dan nasrani sehingga kita tunduk, turut pada millah mereka “. intinya mah secara pribadi tidak ada kebencian pada orang amerikanya, tapi kebencian yang ada adalah pada sistem yang / keputusan pemerintah amerika yang cenderung mengkebiri ummat islam…... kurang ajarrrrrrrrrrrrrrrr!!!!!!!!!!!!!
Ke(tidak)bijakan pemerintah AS adalah hasil Lobi Yahudi, otomatis kebijakan tersebut justru akan menguntungkan/keberpihakan terhadap orang-orang Yahudi di seluruh dunia, wabil khusus “Negara” Israel-sebagai anak emas AS- (baca:Zionis Israel, Dibalik Invasi AS ke Irak, Upaya Menciptakan Israel Raya, Karya: H.Usep Romli,dkk), dan tidak sepotong-pun orang Yahudi berpihak terhadap kaum muslimin -dari zaman nabi Muhammad Saw s/d sekarang- (baca:Q.s.2:120); bahkan dalam Talmud (“kitab” suci mereka) penuh dengan rasis (baca:Talmud,Kitab Rabi Yahudi Sejarah &Ajaranya;, karya: Zafarul Islam Khan), dan walaupun ada “bantuan” kepada RI…,tak ada makan siang gratis!, artinya mereka punya kepentingan di RI, supaya mereka dapat mendikte dan mengintervensi Pemerintah RI…, cukup sudah pengakuan Jhon Perkins, dalam bukunya Confessions of an Economic HitMan, sebagai bukti mereka punya kepentingan terhadap kita!
Assalamu alaikum Wr Wb
cukup dengan melihat apa telah mereka lakukan ke negara negara islam, seharunya mata kita sudah bisa melihatnya, kecuali mata kita buta,sehingga tidak dapat melihat kebenaran, karena mencari seorang Usamah, Afganistan di porak porandakan, korban anak anak, perempuan dan orang tua berjatuhan dan tidak ada siapapun yang perduli, kita hanya bisa berdoa begitu juga terhadap negara irak.
semoga Allah SWT memberikan hidayah dan petunjuknya kepada kita semua, Amin
Assalamualikum ..ww, tempat belajar tidak selalu harus dinegri Cina,mengenyam ilmu haruslah dengan yang lebih pandai,{jangan belajar dengan jailiyah)itu kalau mau pintar,Indonesia bangkit baru kemaren,dan wajar kalau masalah ilmu,-teknologi,filsafat,dll.masih sangat kurang,mana yang harus ditelan dan mana yang harus dimuntahkan,filternya ada pada masing msing kecerdasan,janngan di pungkiri hampir banyak produk Amerika yang kita pakai,produk tsb tidak hanya fisik,keilmuan banyak cetakan AS.Sebenarnya kalau mau jujur kt masih jauh tertinggal dalam cara memandang,sebab masih menggunakan ego.maka hasil yang keluar dari otak ya…hanya emosional,nafsu yang garang, tidak dengan kebijakan,....sbenarnya masih banyak waktu untk berbenah diri untuk pencerahan hati, tp dan itu hanya beberapa glintir orang,oknum.mari kita bergegas cerdas demi bangsa dan negara.Dan kata “ALLAHU AKBAR “kita tempatkan yang benar dengan kerendahan hati yang hakiki dan maknawi.salam
salut ama jil,dlm mendukung kaum minoris,thank
Komentar Masuk (8)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)