Ancaman Obama untuk Indonesia
Oleh Saidiman
Latar belakang Obama sebagai minoritas akan membuatnya lebih bisa menyadari akan adanya keragaman. Masing-masing orang memiliki nalar dan kebajikannya sendiri. Nilai kebenaran tidak pernah tunggal, melainkan beragam. Obama akan lebih mudah merayakan keberagaman, ketimbang mencurigainya. Inilah keistimewaan kalangan minoritas yang berhasil menjadi pemimpin.
Komentar
Siapapun presidennya…apapun latar belakangnya… wajah utama dan terutama dari generasi Paman Sam ...adalah bangsa yang mengusung Reductionisme…. Tinggal kita pahami apa bahaya dibalik reductionism…. Cobalah simak dan fahami tamsil berikut ini… Kutu adalah binatang kecil… sistem tubuhnya tereduksi dibanding binatang yang lebih besar…. tetapi kutu dengan sistem yang tereduksi tersebut dapat menggigit dan menimbulkan kesakitan bagi binatang besar yang lebih besar/holistik sistemnya… kuman atau bakteri fatogen lebih tereduksi lagi sistemnya dibanding kutu…dan serangan kesakitan yang dapat ditimbulkannya bisa lebih dahsyat dibanding kutu…. virus lebih tereduksi lagi sistemnya dibanding bakteri….dan tingkat kesakitannya lebih hebat lagi dibanding bakteri fatogen…. Misil dari tamsil tersebut adalah sudah sifatnya kaum reduksionist menimbulkan hal yang lebih “mengerikan” bagi kaum yang lebih holistik daripadanya… Kecuali jika kaum opponent yang lebih holistik tersebut telah sama-level reduktionist-nya atau lebih reduktionist lagi… Nah ...konstelasi kaum muslimin walaupun dia muslim reduksionist…tetap saja lebih holistik kadarnya dibanding kaum reduksionist (generasi Paman Sam).... Nah kesenjangan tersebutlah yang diwanti-wanti dalam Surat Al-Baqoroh…. Bahwa tidak akan suka kaum Yahudi dan Nasrasi (yang notabene lebih reduksionist dari muslim)sebelum kaum muslimin mengikuti Millah mereka (reduksionisme).... Tinggal Kita hitung resikonya… apakah mau kaum muslimin indonesia walaupun telah sedikit tereduksi…untuk lebih mereduksi millahnya…hingga sama dengan millah Generasi paman Sam??.... Jika jawabnya mau….maka serta merta kita “bebas” dari serangan gigitan dan kesakitan yang diusung genre Paman Sam…. Namun jika kita sebaliknya…. yaitu terus menata dan melangkah terus ke arah holisme Islam (Kaaffah)....Maka tunggulah gigitan-gigitan yang menimbulkan kesakitan yang dilakukan oleh Kaum reduksionist dalam wujud “Obama” sekalipun….. Ummat Indonesia “merdeka” dari Belanda dan penjajah lainnya…tiada lain karena sebagian elite bangsa telah menganut reduksionisme yang ditanam dan ditebarkan melalui politik etis…. coba jika elite bangsa kita dulu tetap tidak menempuh jalur2 yang digaungkan melalui politik etis….niscaya nasib bangsa kita sekarang ini adalah sama dengan kondisi dan nasib Palestin…Irak…Iran… yang terus dirongrong oleh Kaum reduksionist…. Believe or not…
Banyak penguasa lalim, dzalim, otoriter, despotik diawali atau berangkat dari kelompok minoritas yang awalnya tertindas. Karena merasa dunia telah melakukan penindasan terhadap dirinya, muncul satu niatan untuk membalas perlakuan tersebut apabila dia berkuasa. Jadi, masyarakat Indonesia jangan terlalu senang dulu dengan terpilihnya Barrack Hussein Obama menjadi Presiden Amerika.
Amerika Serikat sudah sekian lama merasa dirinya sebagai polisi bahkan penguasa dunia. Keyakinan itu sudah tertanam dalam keyakinan sebagian besar warga Amerika dan tersistem dalam kebijakan-kebijakan pemerintahnya. Sedangkan Obama hanyalah busa di lautan yang jumlah maupun massanya tidak sebanding dengan hegemoni ideologis Amerika. So, jangan terlalu banyak berharap dah. Kita bisa menjadi bangsa yang besar tanpa campur tangan Amerika. ADA TIDAK ADANYA AMERIKA BUKAN PRA-SYARAT ADA TIDAKNYA INDONESIA. Hidup MERAH PUTIH…..!!!!!
Pendapat yang menarik. Sayangnya pendapat semacam ini hanya terdapat pada sebagian kecil tokoh tokoh di negara kita. Jadi, yah apa boleh buat. Indonesia yang “beradab” masih jauh panggang dari api.
“Tidak benar, menurut Adonis, penciptaan ini berasal dari sesuatu yang tunggal. Fakta keragaman membuktikan bahwa semuanya berasal dari yang beragam.”
Dalil yang aneh yang digunakan oleh penulis Muslim yang juga terpelajar! Seabagai Muslim kita percaya bahwa semua berasal dari Allah SWT, Tuhan Yang Tunggal. Pendapat ilmiah pun mengatakan bahwa alam semesta dimulai pada saat Big Bang, semua satu pada saat itu, beberapa waktu kemudian baru muncul unsur Hidrogen dan Helium.
Saidiman! Baca kembali “Laa ilaaha illa_lloh. Muhammadur rosuulu_lloh”
Pahami dan resapi!
Semoga kita diberi hidayat Alloh.
Assalamualaikaum Bung Saidiman!
Pertama saya mau mencermati terlebih dahulu mengenai konteks keberagaman yang anda usung.
Terlepas anda seorang Muslim ataupun Non Muslim, tetapi jelas-jelas dalam wacana dan opini anda ini berusaha menstigmatisasi dan bertindak tidak fair terhadap kaum Mayoritas yang notabene adalah kaum Muslim di Negeri tercinta ini. Anda berusaha “melegalkan” opini anda terhadap kaum Minoritas yang jelas-jelas melanggar dan mengangkangi ajaran Al Qur’an dan Hadist. Sebagai contoh kasus Ahmadiyah, sah2 saja ada paham baru atau ajaran dan cara pandang berpikir agama yang baru, tetapi yang perlu diingat adalah jangan sampai membawa-bawa atau mendompleng ajaran agama apapun di muka bumi ini karena itu adalah kasus penistaan dan pelecehan agama. Dalam hal ini ajaran Ahmadiyah membawa panji2 Islam yang notabene ajaran mereka sendiri sangat bertentangan dengan Al’Quran dan Hadist yang mengharamkan adanya Nabi setelah Nabi Besar Muhammad saw. Silahkan saja buat agama baru tetapi jangan mencoreng atau membawa-bawa nama Dinul Islam ataupun agama lainnya. Islam sebagai agama yang Rahmatan lil alamin sangat menjunjung yang namanya keberagaman. Dari awal penciptaan langit dan bumi ini Allah SWT sangat memuliakan keberagaman, sebagai contoh penciptaan Adam dan Hawa, Langit dan Bumi, Siang dan Malam, Bangsa Yahudi, Arab, Eropa, Asia, dsb. Dan semua komponen yang beragan tersebut hidup dan mencari nafkah di bumi yang diciptakan olehNya. Maha Besar dan Maha Gagah Allah yang Esa!
Kedua mengenai masalah Obama. Mengenai kasus Obama. Dalam hal ini anda sabgat mendukung terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden terpilih Amerika yang bersal dari kaum Minoritas. Untuk kasus ini saya pun setuju dan memberikan applus bagi rakyat Amerika dalam hal merubah paradigma Demokrasinya yang selama ini hanyalah kamuflase saja. Tetapi apakah iya mentang-mentang Obama berasal dari kaum Minoritas, pernah tinggal di Indonesia, sangat mendukung Keberagaman, dsb tersebut akan benar-benar berpihak kepada kepentingan yang akan mengakomodir seluruh aspirasi dunia (Muslim & Non Muslim). Saya rasa tidak!! Kenapa saya berpikiran skeptis seperti itu, karena tidak lain dan tidak bukan adalah berdasarkan pemikiran sbb:
1. Siapapun Presiden Amerika entah dia kulit putih, Muslim ataupun Non Muslim, dsb tidak akan terlepas dari kompromi lobi polotik Kaum Zionis Internasional (Yahudi Internasional). Jadi siapapun Presiden amerika yang terpilih pastilah sudah melewati tahap screening dari Kaum Pagan Modern tersebut. Karena sudah menjadi rahasia umum siapakah kekuatan besar dan sistematis (Black & Big Conspiracy)di belakang Rezim Pemerintahan “Terorist” Amerika kalau bukan mereka. Merekalah yang mendesain (Grand Design)segala bentuk kebijakan politik Amerika & Internasional dalam hal ini Eropa dan Sekutu2nya Zionist dalam melaksanakan kebijakan Politik luar negeri mereka. Dan ingat bukan saja dalam hal politik, tetapi seluruh aspek kehidupan, sosial, pendidikan, kesehatan, budaya, dsb. Tentu kita semua sama-sama tahu siapakah di balik layar (Master of Puppet)nya Revolusi Perancis, Inggris, Amerika, Turki, Bolsweijk, PD I, PD II, Perang Arab & Israel, Irak, Afganistan, Keruntuhan Rezim Komunis USSR, Moneter Crisis, dsb. Semua itu tidak terlepas dari rencana hegemoni mereka dalam mendirikan The New World Order (Tatanan Dunia Baru) atau dalam bahasa protocol of Zion mereka “Novus Ordo Sclerum”.
2. Sekarang ini coba anda lihat susunan kabinet Obama dan kepala rumah tangganya White House hampir semuanya keturunan Yahudi dan Yahudi Murni.
Saya rasa kita semua dapat memahami mana yang terbaik bagi kita sebagai umat Muslim apakah nada akan mau mengikuti millah mereka dan saling berperang dan gontok2kan dengan saudara sendiri atau bersatu dan berpadu dalam ikatan Ukhuwah Islamiah dan Dinul Islam yang pernah dicontohkan pemerintahannya Rasullullah dan para Sahabat, Tabiin, Dinasti Abasiyah, Utsmani, dsb. Semua itu kembali kepada pilihan hidup anda-anda sendiri. Pakah anda mau dihancurkan dan diinjak-injak Agama dan Hak Asai anda oleh musuh-musuh Allah yang jelas-jelas dan nyata difirmankan oleh Allah SWT sendiri dalam Al Qur’an??
Semoga kemengan dan kejayaan hanyalah milik Allah dan ummatNya semata. Amin Ya Allah…
Wallahu alam bishawab….
Assalamuaialum WW.
Obama sebagai seorang pengacara mungkin seorang yang demokrat, toleran, menghargai minoritas, dan punya pendangan yang luas terhadap keanekaragaman. Tetapi apakah Obama sebagai seorang politikus tetap seperti itu?
Saya non-muslim, tapi saya merasa Amerika sangat beruntung jika benar adanya Obama adalah orang yang anti-diskriminasi. Namun saya masih miris dengan keadaan di negara Indonesia ini, tidak salah jika kebanyakan non-mulsim disini sangat takut terhadap kaum muslim, suatu contoh :
Sangat jelas bahwa masih banyak kaum muslim yang belum merasakan rasanya diskriminasi di Indonesia, malah mereka masih merasa belum cukup menindas minoritas. Saya sungguh berharap ada “Obama” Indonesia 2009 nanti atau malah mungkin tidak ada lagi negara demokrasi-pancasila Republik Indonesia sehingga kami kaum minoritas harus angkat kaki di negara dan tanah kelahiran kami ini?
kita jangan terlalu “berat” ke Amerika atau chauvinisme buta, negara kita adalah negara yang masih banyak ketimpangan, bagaimana kita benahi negara kita ini. Obama belum tentu sebuah jaminan dan harapan untuk kita orang Indonesia. Toleransi, kemandirian dan persaudaraan antar umat saya pikir itu yang kita harus pupuk, agar kita tidak terlalu memandang ke tetangga dan menjadikannya barometer mutlak
sangat setuju dengan mas kabayanist dan mukis. penulis ini tak ubahnya euporia masyarakat kita yang begitu antusias dengan terpilihnya Obama, malah ada sekelompok selebritis yang merayakan kemenangan Obama dgn nge-dugem. bener-bener edan, apa hubuangannya Obama dg indonesia coba? memang bangsa ini sudah terbiasa berjiwa ‘terjajah’. harusnya penulis membuat judul ‘ancama amerika untuk dunia’. maaf saya bukan pendukung baasir. tapi tidak bisakah kita hidup tanpa amerika? gak pede kah kita tanpa amerika? dan kalopun kita tercerai berai, saling bunuh dgn sesama saudara bahkan sesama muslim…tak bisakah kita berhenti menyalahkan amerika? krn ujung-ujungnya semua adalah kebodohan kita juga…kenapa gampang diadu domba?? kenapa juga mesti minta pengakuan dunia bahwa amerika lah biang keroknya? ya toh…
Assalamu alaikum wr’wb saya tertarik dengan topik yang anda buat.Dan perlu juga kita ketahui juga bahwa terlau dini juga Pemimpin dan rakyat Indonesia berharap bahwa terpilihnya Barrack Obama membawa angin segar bagi negara kita ini.kalau dari pemimpin negeri ini tidak konsisten akan apa yang di buat untuk negara indonesia.dan apa yang telah diperbuat sekarang dan apa yang akan diperbuat untuk negara dan rakyat indonesia ini.
Sedangkan ideologi yang Liberis dan Ideologi indonesia yang ber ideologi pancasila.Kita perlu mencari persamaan dan perbedaan dari Ideologi tersebut.Semoga Allah selalu memberikan kesejahteraan untuk negara dan rakyat indonesia ini.
dan semoga Allah memberikan kebaikan Ahklaq yang baik untuk pemimpin negeri ini yang kebanyakan hanya memikirkan keuntungan untuk pribadi dan kelompoknya…Amin
saya kira banyak orang terjebak pada obama syndrom. mereka mengelu-elukan obama laksana sang messiah. hal ini sangat mengejutkan sekalipun menggelisahkan. karena bagi saya, obama hanya figur boneka yang kan dimainkan oleh para politic player di U.S.jangan berharap banyak dengan obama. sebagai contoh bagaimana respon keras obama terhadap kasus teror mumbai.akan tetapi ketika israel menngempur gaza, obama diam dan diam. so, jangan terjebak pada obama syndrom!!!
Suka atau tidak suka. Mau atau tidak mau. Semua komentar yg masuk mengagumi YAHUDI. Betul? Bangsa/Kaum/Agama yahudi/bani israil memang sudah di sebutkan dalam beberapa kitab suci asli (WAHYU TUHAN Bukan kitab karangan manusia) mereka kaum yg hebat dan memang sudah terbukti dari dulu hingga kini. Bahkan nabi jaman dahulu pun bisa terkecoh, dengan melindungi mereka dari kejaran pemimpin yg ingin memusnahkan mereka
B. Husein Obama, terpilih menjadi Presiden Amerika. Kalau mundur 50 Thn yang lalu sepertinya hampir tidak mungkin ini terjadi, mengingat latar belakangnya yang keturunan Islam (agama ayahnya) dan berkulit hitam.
Bagi saudara-saudara, sebangsa dan setanah air, yang menjunjung tinggi kedamaian, jangan pesimis yach. Percaya deh, suatu waktu negri kita juga akan bersih dari pikiran-pikiran yang saling membedakan, agama, suku dan warna kulit. Jadi jangan lagi pakai kata mayoritas dan minoritas. buang kata-kata ini, karena akan memicu perbedaan-perbedaan. kita semua mahluk ciptaan Alloh yang memiliki hak dan kewajiban yang sama. Hidup Merah Putih.
Wassalam
ada salah satu media televisi yang mengangkat topik “obama oh obama”. kalau di telaah sedikit lama memang kalimat itu bisa banyak arti. tapi tetap saja yang tujuan dominan adalah mengelu-elukan obama. ada lagi si presiden kita yang kayaknya sampai ngg bisa membahasakan dengan kata-kata (saking bangganya)bisa bicara 6 menit dengan obama, walau cuman soal nasi goreng dan bakso. coba bayangkan RI 1 itu bertemu dengan dewan yahudi yang notabene pemegang urat nadi amerika dan obamanya.
jadi hipotesis tentang obama dengan berbagai macam sejarah adalah tidak perlu untuk sekarang. tunggu dulu kurun 100 hari..
sante yoo..
Ya beda pendapat emg wajar krn qt beda org beda pemikiran/pendapat, saya setuju ama pendapat 2 org (kabayanat n muklis).Btw diatas disebutin banyak org Indonesia yg yg mengelu2kan kemenangas=n senator ini, emg siapa? Apakah ada survey/data ttg itu? Toh bnyak jg org Indonesia yg cuek/ngga peduli siapaun presiden AS yg terpilih(coz anggapan yg terpilih sama aja).
Apakah “menangkap” org yg dianggap menyimpang dr agama dlm hal keyakinan itu bentuk diskriminasi?
bukankah pelaku yg dianggap menyimpang itu yg tlah menodai agama yg ada(memakai embel2 agama misal agama islam tapi ajarannya menyimpang dr agama islam).kalaupun ada suatu organisasi yg memakai embel2 agama ttu maka sesuaikan dg koridor agama itu bukannya membuat aturan baru yg tdk sesuai dg koridor agama itu.Apa salah jk organisasi yg salah itu dibimbing/diarahkan kembali kejalan yg benar(sesuai koridor agama dr organisasi tsb)
Yg jelas qt seharusnya bs membebaskan dri dr sgla sesuatu yg berusaha diterapkan oleh negara barat/Yahudi. masalah kepemimpinan, mrk ngga mau kekuatan islam bersatu dimana bs menggeser kekuatan barat/Yahudi.Mrk ngga akan rela kekuasaan mrk bakal digantikan oleh pemerintahan islam.Mk dr itu sblm Islam bersatu, maka upaya yg dilakukan adalah mencerai belai kekuatan islam itu agar ngga bs bersatu.
Masalh budaya, mrk berusaha memasukkan budaya mrk agar qt mengikuti kebudayaan mereka yg melenceng jauh dr koridor silam.Coz emg tujuan mrk emg berusaha menjauhkan qt umat islam dr aturan2 islam ttg prilaku yg sesuai dg islam(tayangan bebau porno ditujukan untuk menyesatkan para pemuda/di muslim).Masalah adanya diskriminasi, apakah diskriminasi itu lahir dg sdrinya (tdk ada asap kl ngga ada api), apa diskriminasi itu ngga lahir coz emg pelaku yg merasa didiskriminasi yg dg sengaja memunculkan adanya diskriminasi tsb(adanya gap)
mengenai UU pornografi, utk budaya yg uda ada dr dlu apa akan dihapuskan bgtu saja dg adanya uu tsb? ngga kan? uu itu ditujukan utk sesuatu yg berbau porno(misal: tayangan sekarang/tulisan2 menjurus kearah sana, cb anda liat banyak tayangan yg ngga mendidik)apanya yg salah? bukankah tayangan itu ngga ada manfaatnya(apalgi utk generasi penerus qt).
Tp itu semua berpaling ke diri masing2, mana yang sesuai dg pemikirannya.tp bg org muslim yg beriman dan berfikir tentu dia akan tau mana yg bener/salah.
Kutipan pernyataan bung sayidiman :
“Adonis, pemikir besar Libanon, mengemukakan bahwa asal muasal keragaman itu ada pada penciptaan awal. Tidak benar, menurut Adonis, penciptaan ini berasal dari sesuatu yang tunggal. Fakta keragaman membuktikan bahwa semuanya berasal dari yang beragam. Keragaman adalah esensi kehidupan. Oleh karenanya, menghargai dan merayakan keragaman adalah sesuatu yang semestinya. Mereka yang ingin memberangus keragaman justru adalah mereka yang ingin keluar dari logika alamiah itu sendiri.”
temuan siapa dan fakta dari mana ?
Ciptaan Tuhan memang beragam dan keberagaman justru adalah bukti tak terbantahkan dari adanya perbedaan dan ke-tak-setaraan antar mahluk. Melalui keberagaman tsb manusia justru ditantang untuk membuktikan fitrahnya selaku MANUSIA, bukan sebagai Malaikat, bukan Iblis, bukan setan, bukan hewan, bukan pula tumbuhan, karena setiap mahluk punya ciri, sifat, karakter, peran, tugas/kewajiban, hak dan tanggungjawab yang masing-masing berbeda.
Mudah dipahami meski antara mahluk yg satu dengan mahluk lainnya memiliki nilai,tolok ukur kebenaran dan tanggung jawab yg masing-masing berbeda, namun jika kita mengakui bahwa semua mahluk diciptakan oleh Tuhan yg sama maka mereka pasti memiliki Tuhan yang sama.Itulah yg disebut kebenaran hakiki (Tunggal).
Maka dari itu, pemahaman terhadap adanya keberagaman (pluralism) mestinya tidak menghilangkan keberadaan nilai kebenaran dan hukum tunggal yang berlaku universal.
Sebagai analogi, ketika seseorang menyatakan dirinya sbg WNI, tak peduli apa suku-bangsa, bahasa, tkt pendidikan, agama dan tempat domisilinya, SUKA-TIDAK-SUKA ia mutlak harus MENGAKUI legalitas SBY sebagai Presiden Indonesia dan ia WAJIB TUNDUK PADA HUKUM aktual yg berlaku sah di Indonesia!.
Jika seseorang benar-benar mengaku ber-Tuhan Yang Esa, mestinya ia juga tunduk pada hukum aktual yang diberlakukan-NYA.
Analogi lainnya : Semua WNI wajib percaya bahwa UUD 1945; UUD RIS; UUD S 1950 dan UUD 1945 yg diamandemen 1,2,3 dan 4 adalah produk-produk (ciptaan) sah Parlemen Indonesia. Jika ditanya yg mana yg saat ini berlaku? jawabnya pasti adalah UUD 1945 yg diamendir 1,2,3 dan 4! (tidak semua UUD berlaku bukan?). Buat saya gampang aja koq.
zaza, sebenarnya aq gak bermaksud nanggepin tulisan kamu, tapi karena dikirim ke e-mail aku, yach ku tanggapin.
zaza:
“Yg jelas qt seharusnya bs membebaskan dri dr sgla sesuatu yg berusaha diterapkan oleh negara barat/Yahudi. masalah kepemimpinan, mrk ngga mau kekuatan islam bersatu dimana bs menggeser kekuatan barat/Yahudi.Mrk ngga akan rela kekuasaan mrk bakal digantikan oleh pemerintahan islam.Mk dr itu sblm Islam bersatu, maka upaya yg dilakukan adalah mencerai belai kekuatan islam itu agar ngga bs bersatu”
Meli:
zaza, ini sama halnya dengan pertanyaan: Apakah di negri kita, indonesia tercinta, secara khusus saudara-saudara kita yang memeluk agama Islam, dapat menerima jika President RI adalah seorang non-muslim? boro-boro jabatan RI 1, RI 2 aja gak mungkin. Jadi jangan lihat yang jauh-jauh deh, habisin energi dan waktukan? Kalau kita mau jujur, marilah kita belajar untuk saling menerima dulu di negri kita, baru bicara soal negri orang lain.
zaza:
“Masalh budaya, mrk berusaha memasukkan budaya mrk agar qt mengikuti kebudayaan mereka yg melenceng jauh dr koridor silam.Coz emg tujuan mrk emg berusaha menjauhkan qt umat islam dr aturan2 islam ttg prilaku yg sesuai dg islam(tayangan bebau porno ditujukan untuk menyesatkan para pemuda/di muslim).
meli:
zaza, menurutku, di negri kita, Indonesia tercinta, yang mulai diberlakukan bukan budaya Indonesia, nusantara, melayu, tetapi budaya dunia Arab. So, kritis dong kalau kemukakan pendapat. kita harus jujur, agama jangan dicampur-baurkan dengan budaya.
zaza:
“Masalah adanya diskriminasi, apakah diskriminasi itu lahir dg sdrinya (tdk ada asap kl ngga ada api), apa diskriminasi itu ngga lahir coz emg pelaku yg merasa didiskriminasi yg dg sengaja memunculkan adanya diskriminasi tsb(adanya gap)”
meli:
zzzzzzaaaazzzzzaaaaaaaazzzzzzzzzzzzz… eh,eh, zaza, kamu tidur yach?.. hemmmm… bangun dong, jangan molor melulu:: Adalah lebih mudah seseorang yang memiliki nama pribumi untuk membuat KTP dibandingkan seseorang yang memiliki nama non-pribumi (nama etnis tionghoa misalnya)Kalaupun bisa, harus bayar gede dulu. Adalah lebih mudah seorang muslim mendirikan tempat ibadah dibandingkan seorang non-muslim mendirikan tempat ibadah. Adalah lebih mudah seorang yang memiliki nama EROPA diterima kerja di perusahaan asing dibandingkan seseorang yang memiliki nama bernuansa Arab atau agak ke-melayuan. Soal diskriminasi sudah menjadi hal yang menjamur, tanpa orang merasakan juga sudah pasti dihatinya muncul benih-benih untuk tembang-pilih, pilih kasih, siapa dekat dia yang panas. zzzzzzzzzzzzzzzzazaaa, hei zaza, bangun dong.
zaza:
“tp bg org muslim yg beriman dan berfikir tentu dia akan tau mana yg bener/salah”
meli:
zaza, seseorang yang mengenakan sebutan “muslim” or “mouslem” pada dirinya sudah pasti beriman. Tapi tidak semua orang yang mengaku beragama Islam (di KTPnya) yang beriman. Jadi kalau tulis kata “muslim” include didalamnya pasti beriman, gak usah ditambah-tambah lagi “muslim yang beriman”
wassalam
@ bung Mukit
“Banyak penguasa lalim, dzalim, otoriter, despotik diawali atau berangkat dari kelompok minoritas yang awalnya tertindas.”
Rasanya cara anda menyimpulkan salah. Dari tulisan anda jelas sekali, Penguasa lalim itu awalnya adalah mayoritas yang “menindas” minoritas.
peace deh
buat yg komen dg menggunakan alasan diskriminasi mayoritas atas minoritas lbh baik anda hentikan,kami orang muslim tdk pernah mempermasalahkan keberadaan golongan yg non muslim,kami bisa mengatakn anda sbg golngn yg lbh kecil sangat beruntung hidup di negara muslim terbesar di dunia,kami sangat menghargai anda,selama anda jg menghargai kami.coba anda saksikan muslim minoritas di negara lain,saudara muslim kami dibantai tentara thailand,begitu jg di philipina,diskriminasi thd muslim eropa sdh mjd berita sehari-hari.ucapan salam anda jg menggunakan ucapan salam kami.
Komentar Masuk (24)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)