Antara Radikalisme dan Warung Nasi
Oleh Ahmad Shams Madyan
“Nampaknya, gagasan bahwa Indonesia ini harus menjadi ‘negara Islam’ memang masih berdenyut. Tidak cukup penghormatan atas Islam itu dilakukan atas dasar ‘ketulusan’. Mereka ingin ‘ketulusan itu dijadikan sebuah ‘sistem’, di formalkan sebagai aturan-aturan negara. Di sinilah beda orang yang “legowo” bahwa ia hidup ditengah perbedaan, dengan orang yang “resah” dengan perbedaan itu. Ia ingin semuanya seragam. Kalaupun tidak seragam, ia ingin warna bajunya yang paling dominan. Diskusi tentang pemisahan ‘ibadah’ sebagai urusan yang ‘private’ dari yang ‘publik’ tak pernah mampu menyadarkan ego dan ambisi kuasa atas orang lain.”
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)