Apakah Istilah “Allah” Hanya Milik Umat Islam?
Oleh Ulil Abshar Abdalla
Masalahnya adalah bahwa sebagian umat Islam sendiri melakukan sejumlah tindakan yang justru membuat citra Islam itu menjadi buruk. Menurut saya, pendapat ulama dan sikap pemerintah Malaysia itu adalah salah satu contoh tindakan semacam itu. Jika umat Islam menginginkan agar umat lain memiliki pandangan yang positif tentang agama mereka, maka langkah terbaik adalah memulai dari “dalam” tubuh umat Islam sendiri. Yaitu dengan menghindari tindakan yang tak masuk akal.
Komentar
Sejarah sederhana:
1. Islam dibawa oleh Nabi Muhammad
2. Nabi Muhammad lahir sebagai anak yatim, ayahnya meninggal selagi beliau masih dalam kandungan.
3. Siapa nama ayah Nabi Muhammad ayooo… ? Jangan teriak2 hancurkan..ancurkan… tapi gak tau ini… Nama ayah Nabi Muhammad adalah Abdullah ibn Abdul Mutalib. Orang yang pernah belajar bahasa Arab pasti tahu arti dari kata Abdullah, Abd-Allah… masih belum ngerti juga?
Halooo….. ini bukti sederhana, kata Allah telah digunakan sebelum Islam ada.
Omong-omong, saya curiga jangan-jangan ini semua murni buah guyonannya Gus Dur dengan Gusti Pangeran di atas sono… karena asli.. SUPER LUCU!!! You are really mocking yourself, Malingsia….as a never ending story :D
Mbok sekalian aja ditarifin dan dipatenkan, jangan lupa disertai potong sapi dan kerbau, bikin bubur merah-putih, kan ngeganti nama! ...Dasar mental pemburu hak paten tapi gak kreatif… Lebay abis… mau lebih Arab dari Arab???
ALLAH ITU PERKATAAN ARAB, BERMAKSUD TUHAN!
GOD ITU PERKATAAN INGGERIS, BERMAKSUD TUHAN!
TUHAN ITU PERKATAAN MELAYU, BAHASA MELAYU BERMAKSUD BAHASA MALAYSIA!
PUNCA PERMASALAHAN ISU ‘ALLAH’ INI IALAH BILA WUJUDNYA PENGGUNAAN DWIBAHASA! PERTUTURAN N PENGGUNAAN BAHASA MELAYU YG 100% BAHASA MELAYU TETAPI DICAMPUR DENGAN BAHASA ARAB! CONTOHNYA BILA NAK SEBUT ‘TUHAN’ TAK DSEBUT TUHAN DLM BAHASA MELAYU TETAPI ‘ALLAH’ DLM BAHASA ARAB! KENAPA PERLU MENCAMPUR ADUK BAHASA KALAU ERTINYA SAMA JUGA? BAHASA MELAYU BYK ‘MENCURI’ BAHASA LAIN DI DUNIA NI, TAPI SAH2 PERKATAAN ‘ALLAH’ ITU SUDAH WUJUD DLM BAHASA MELAYU IAITU ‘TUHAN’ TAPI JARANG SEKALI DIGUNAKAN!
KALAU ORG2 MELAYU YG AGAK KOLOT FIKIRANNYA, MESTI DIA AKAN ANGGAP ALLAH ITU TUHAN ORG ISLAM JE! PADAHAL DIA TAK TAHU, ORG2 BUKAN ISLAM DI NEGARA2 LAIN JUGAK MENGGUNAKAN PERKATAAN ‘ALLAH’ SBG TUHAN SB ‘TUHAN’ DLM BAHASA DIORANG IALAH ‘ALLAH’ N TIDAK ADA PERKATAAN LAIN YG DCIPTA LAGI UNTUK MENGGANTIKAN ATAU MEMBEZAKAN PERKATAAN ‘ALLAH’ DI NEGARA DIORANG! NEGARA PALING UTAMA IALAH NEGARA ARAB! ORG2 KRISTIAN D NEGARA ARAB MENGGUNAKAN PERKATAAN ‘ALLAH’ SEJAK ZAMAN ADAM DAN HAWA!!! LEPAS TU ZAMAN ISA AL MASIH, BAHASA ARAB ARMAIC DIGUNAKAN…. BAHASA ARAB ADA RUMPUN2 TERTENTU TP TETAP MENGGUNAKAN PERKATAAN ‘ALLAH’..... NAK JADIKAN ISU PASAL PERKATAAN NI WATPE? TAKKAN TUHAN SENDIRI PON TAK KENAL N TAK YAKIN? TANYA DIRI SENDIRI…. APA AGAMAMU, SIAPA TUHANMU, HATI SENDIRI YG TAHU! TP AKU RASA DLM ISLAM KALAU KENA TANYA SIAPA TUHANMU, JAWAPANNYA HANYA TUHAN… DLM BAHASA ARAB IALAH ‘ALLAH’! TU JE… MELAINKAN KALAU DTANYA SIAPA NABIMU? JAWAPAN INI PASTI DPT MEMBEZAKAN APA AGAMAMU….. MUDAH N TAKYAH KECOH2!
Katakanlah.“serulah dia Allah, atau APAPUN (!) dia punya nama nama yang baik (Al Quran). Kita orang muslim? mengerti tidak ayat di atas?Kurang jelas apa ayat di atas?. Tuhan tdk punya nama, Tuhan tidak sama dengan mahluknya yang perlu nama untuk dipanggil. Dia bukan untuk dipanggil, tapi di seru( Siapa kita berani-beraninya memanggilNYA??!!)Kalau Dia punya nama “Allah” misalnya bagaimana adab kita memanggil Tuhannya..? Ya.. Allah. Gitu? apa sopan memanggil Namanya dg begitu.. seperti memanggil hey..Udin, hey Budi..? . Hanya mahlukNYA yang perlu nama karena jumlahnya banyak, maksudnya untuk membedakan satu dengan lainnya.. itupun kita kekurangan nama untuk menyebutnya. berapa ribu yang namanya Budi, susi, daniel?Tapi tuhan tidak perlu nama…Kalau perlu nama untuk membedakan dengan siapa???untuk membedakan dengan apa?. kalau Allah itu nama . tidak boleh manusia diberi nama dengan embel=embel namanya donk…. Abdullah, Nasrullah, dll. Kok jd sama sama mahlukNYA?
Saya mau bagi cerita nih tentang dialog antara katak laut dan katak kolam. Katak kolam bertanya, “Hai katak laut, seperti apakah tempat tinggalmu itu? Adakah tempat tinggalmu itu lebih luas daripada kolam tempat tinggalku ini?” Katak laut hanya diam. Tidak mengatakan apapun. (ya, terang aja katak laut diam, gimana mo ngasih tau katak kolam yang gak pernah tau tentang laut?)
Nah, dari kisah di atas, bagi mereka yang DANGKAL ilmu pengetahuan mengenai sejarah, geografi, demografi, filsafat, bahasa, matematika, fisika, kimia, biologi, komputer, komunikasi, teknologi, ruang angkasa, atom, kuantum, dsb., maka mereka itu seperti katak kolam. Pasti mereka akan mengatakan bahwa mereka adalah the number one in this world and the best of the best.
Muslim yang seperti katak kolam itu gayanya sombong tapi gak punya kekuatan. Pengen diakui terbaik, tapi kagak bisa-bisa. Lihat saja, sekarang Amerika, Eropa, Jepang, India, Cina, sudah punya satelit yang mengorbit bulan. Tapi wakil umat Islam…? Mengapa demikian? Bukankah umat Islam yang paling banyak tambang minyaknya? Sebabnya karena mereka seperti katak kolam. Hanya meributkan siapa yang paling diterima, siapa yang paling benar, siapa yang paling berhak masuk surga, siapa yang paling berhak atas nama Allah, siapa yang paling berhak atas penguasaan dunia, siapa yang paling baik sistem ekonominya, siapa yang paling baik sistem pemerintahannya, tapi gak pernah bisa membuktikannya. Kalau ditanya mana buktinya? pasti disebutkan sejarah-sejarah kehebatan nenek moyangnya di jaman beratus tahun yang lalu . Itu sama dengan pertengkaran antara kaum muslimin di Madinah tentang kehebatan nenek moyang mereka, hingga ditegur oleh Rasulullah SAW.
Yang anehnya lagi, ada orang Islam yang seperti katak dalam kolam itu yang tidak mau mendapat ujian. Kalau puasa, maunya tidak ada orang yang jualan biar dia gak lihat makanan dan jadi tergoda. Kalau jalan di jalan umum, maunya gak lihat pakaian aneh-aneh, biar dia gak tergoda nafsunya. Pengen nonton televisi, tapi gak mau nerima risiko dapat tontonan yang menggoda syahwat. (Koq gak mau bikin acara televisi sendiri ya…? kan jumlahnya jutaan, kalau setiap orang nyumbang dari kisaran 1000 rupiah hingga 1 juta rupiah, berapa trilyun tuh yang bisa dikumpulin buat bikin stasiun teve sendiri..?) Padahal Allah SWT sendiri berfirman dalam al-qur’an bahwa untuk masuk surga perlu diuji dulu. Bacalah Q.S. Al Baqarah:
“214. Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk syurga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”
Bagi yang suka emosi terhadap non-muslim atau muslim yang berbeda pendapat dengannya, mohon baca ayat-ayat qur’an ini:
Q.S. Ali ‘Imran ayat 186: Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.”
Q.S. Al Israa’: “110. Katakanlah: “Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu.”
Q.S. Asy Syu’araa’ 183. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan;”
Q.S. Al An’aam ayat 108. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan.”
Q.S. Al An’aam 35 dan ayat 52. “Dan janganlah kamu mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan petang hari, sedang mereka menghendaki keridhaanNya. Kamu tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatan mereka dan merekapun tidak memikul tanggung jawab sedikitpun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan kamu (berhak) mengusir mereka, (sehingga kamu termasuk orang-orang yang zalim)”
Juga Q.S. An Najm ayat 31-32; Q.S. Ali Imran 188; Q.S. Yasiin ayat 76; Q.S. As Syuura ayat 15; Q.S. Al Maaidah ayat 8
Jazakumullahu khairan.
Yang merasa dirinya suci dan pasti masuk surga silakan baca ayat ini:
Q.S. An Najm ayat 31-32:
31. Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (syurga).
32. (Yaitu) orang-orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu maha luas ampunanNya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan)mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.
Yang merasa sudah membela Allah SWT silakan baca ayat ini:
Q.S. Ali Imran 188:
188. Janganlah sekali-kali kamu menyangka, bahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.
Bagi yang resah karena ucapan yang tidak baik, silakan baca ayat ini:
Q.S. Yasiin ayat 76:
76. Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.
Bagi yang menyangka Allah hanya Tuhan bagi agama Islam, silakan baca firman Allah SWT ini:
Q.S. As Syuura ayat 15:
15. Maka karena itu serulah (mereka kepada agama ini) dan tetaplah sebagaimana diperintahkan kepadamu dan janganlah mengikuti hawa nafsu mereka dan katakanlah: “Aku beriman kepada semua Kitab yang diturunkan Allah dan aku diperintahkan supaya berlaku adil diantara kamu. Allah-lah Tuhan kami dan Tuhan kamu. Bagi kami amal-amal kami dan bagi kamu amal-amal kamu. Tidak ada pertengkaran antara kami dan kamu, Allah mengumpulkan antara kita dan kepada-Nyalah kembali (kita).”
Bagi yang suka main obrak abrik tempat orang lain seenaknya (dengan alasan dakwah dan menegakkan syiar Islam), juga bagi yang suka mengancam akan menghancurkan orang lain yang beda paham dengannya, yang suka menyebut diri pembela Islam, silakan baca ini:
Q.S. Al Maaidah ayat 8:
8. Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Syukurlah Allah SWT tidak memberikan pengetahuan tentang bom atom, rudal nuklir, bom neutron, bom hidrogen, dan sejenisnya kepada orang-orang yang mengaku muslim tapi gemar akan kekerasan. Karena baru masalah nama Allah SWT saja sudah mau main hancurkan orang lain. Allah SWT Mahatahu dan memberikan sekedar apa yang pantas mereka (umat Islam saat ini yang picik pikirannya) dapatkan, dan tidak memberi kepada orang-orang picik itu apa yang mereka inginkan yang nantinya akan menghancurkan seluruh umat manusia (senjata atom/nuklir).
Assalamu’alaikum.
sebenarnya tujuan malaysia melarang pemakaian kata ALLAH dalam ajaran lain adalah justru untuk mencegah perpecahan antar penganut agama. bukan berarti muslimnya yang angkuh, maunya sendiri.
coba kalau suatu saat terjadi penyalah gunaan pemakaian nama ALLAh dalam agama lain, palagi kalau sampai digunakan oleh orang yang tak bertanggung jawab. maka mereka bisa dengan entengnya berkilah “lah ALLAH ini kan tuhanku, saya berhak dong pake semau saya. ngapain kamu marah2”. kan malah berantem ntar, dan hasilnya kondisi kondusif antar umat beragama jdi rusak.
@tomi/toni: betul..betul..betul….buat ape kite ni betekak…semue manusie di dunia ni seharusnya mengakui bahwe ade kekuatan yang super di luar kemampuan manusia…dan yang memiliki kekuatan super itu adl….terserah lah setiap orang punye sebutan masing2….tak payah nak begaduh lah pasal ni je..
Memang situs yang sangat sukses. Selain itu, artikel ini sangat mengesankan. Terima kasih berkontribusi untuk itu. tv mobil saya sedang mengakses internet sekarang, biarkan akumelihat situs Anda dari itu.
Cuma mau nanya, kalau Arab Pra Nabi Muhamad memang Agamanya apa ???
Askm Kenapa ayah nabi Muhaammad diberi nama Abdullah padahal sebelum nabi muhammad tidak mengenal tuhan dan agama krn masa itu trmasuk ma fatroh(masa kekosongan utusan)????????
Komentar Masuk (130)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)