08/05/2009

Asal Muasal Jagat Raya: Cinta ala Rumi atau Evolusi ala Hawking-Darwin?

Oleh Malja Abror

Jawaban model berseloroh seperti ini mengingatkan kita pada jawaban Santo Agustinus ketika ditanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum peristiwa Big Bang itu terjadi. Jawab Agustinus: Tuhan sibuk membangun neraka buat orang-orang yang melontarkan pertanyaan seperti itu

08/05/2009 12:26 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (94)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 2 dari 5 halaman < 1 2 3 4 >  Last ›

@supriyanto

Jawaban dari sdr. Supriyanto sudah mulai kritis dan sangat saya hargai. Bagimanapun juga kita memang harus selalu berusaha hidup dan bekerja dalam koridor perintah Tuhan. Hanya saja masalahnya ilmu pengetahuan itu tanpa batas, ilmu pengetahuan berkembang karena rasa keingin tahuan manusia akan jawaban dan berusaha dicari jawabannya lewat penalaran yang didapat dari otak yang terus dan terus mengkaji.

Disinilah masalahnya, apakah dalam proses perkembangan ilmu pengetahuan itu agama akan ikut campur memberi batasan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh diteliti, hal-hal apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh ilmuwan? Jangankan di Indonesia yang masih gegap gempira dengan laskar-laskar agama yang siap mengobrak-abrik setiap pihak yang menurut pendapatnya menentang hukum agama, di Amerika yang sedemikian liberal dan majunya pertentangan kadang masih terjadi.

Kalau sdr. Supriyanto rajin mengikuti acara BBC dan NGC (National Geografic Chanel), penelitian steem cell masih menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Steem Cell adalah metode pengobatan terbaru dengan menyuntikan sel kedalam bagian tubuh yang sakit, dimana sel tersebut diambil dari usus buntu janin. Paus, pemimpin Vatikan juga mengecam dengan menyatakan bahwa penelitian tersebut akan memicu peternakan janin manusia dan pembantaian janin tsb. Ilmuwan menyanggah dengan mengatakan bahwa janin yang dipergunakan adalah janin yang sudah meninggal.

Saya pernah menonton acara di NGC dimana acaranya adalah tekhnologi kloning yang dipadukan dengan rekayasa genetika, dimana dimasa depan nanti memungkinkan organ binatang dipergunakan untuk mengganti organ manusia yang rusak. Yang membuat saya cukup kaget adalah bahwa dari binatang yang ada, ternyata Babi adalah memiliki kemungkinan terbesar organnya dicangkokan kedalam tubuh manusia. Diperkirakan dalam waktu 20 tahun - 30 tahun kedepan ginjal Babi bisa dicangkokan ke manusia yang menderita gagal ginjal. Entah benar atau tidak semua kemungkinan itu, saya simpulkan bahwa pada suatu titik akan ada pertentangan antara hasil ilmu pengetahuan dengan dalil-dalil yang ada di kitab suci.

Lalu apakah kitab suci lalu harus direvisi? Sayapun tidak tahu jawabannya. Salam

#21. Dikirim oleh Charles Darwin  pada  29/05   02:50 AM

Dear all,
dari:Revelation, Rationality, Knowledge & Truth
saya kutip:

===
“ON A MORE SERIOUS NOTE, we beg to remind the reader that when religion is interpreted without rationality, when faith is divorced of reason, all that they give birth to are myths without legitimacy and legends without substance. Mindless trustees of faith succeed only in making a mockery of Divine wisdom.
......
A MORE GRUESOME example is hard to find in the entire history of religion of how Divine prophecies are mutilated out of shape, by a mindless materialist clergy. But this is not a prerogative of the Muslim clergy alone. Whenever and wherever the priesthood takes over the command of religious orders they are likely to turn facts into fiction and realities into myths. This is the price man always pays for entrusting his faith to a hierarchy divested of common sense and reason, unable to distinguish between fair and foul. Whatever their business, rationality is not a commodity in which they trade.
===
ada di Part VII,“Jesus Versus Finality”
saya ambil kutipan itu bukan untuk menegaskan soal “perbedaan nasrani dan muslim”. Akan tetapi bagaimana kita bersikap dengan RASIONAL dan dengan NURANI.

Dan saya akan selalu berteriak-teriak,
“Berimanlah bersama RASIO dan NURANI”
Karena Tuhan sudah mengkaruniakan dua hal tersebut hanya pada manusia, yang biasanya di sebut “akal budi” (mirip-miriplah…)

thanks Irenaeus Ahmad.
Hopefully any kinds of wisdom menjadikan kita manusia yang lebih baik.

salam,

#22. Dikirim oleh Aloysius ST  pada  29/05   04:15 AM

Untuk sdri Hila,
Kalau boleh saya tambahkan perkataan anda :
“ketika kita membaca alkitab tidak hanya membaca apa yang tertulis tetapi juga apa yang tersirat”

Karena yang tersirat itu hasil pemikiran pembaca pasti dipengaruhi oleh kemampuan, pengetahuan, back ground lingkungan,dsb, maka yang tersirat itu harus menopang dan menjelaskan yang tersurat, tidak mengcounter yang tersurat, dengan demikian apa yang tersurat akan menjadi lebih informatif dan berguna bagi yang lainnya.
Sebagai contoh dalam membaca al Qur-an, akan kita dapatkan banyak ilmuwan Islam yang menulis tafsir al Qur-an berdasarkan ketinggian ilmu agama islam yang dimilikinya,isinya semua lebih menopang apa yang tersurat dan memberikan penjelasan bagi pembaca dalam rangka lebih meningkatkan taqwa umatnya, belum pernah saya dapatkan kesan yang konfrontatif.  kalau ada waktu anda bisa baca online tafsir al azhar karya buya Hamka, atau karya Qurais shihab(belum on line), atau banyak lagi. Bandingkan tafsirnya dengan tarzamahnya.
salam
supriyanto.

#23. Dikirim oleh Supriyanto  pada  29/05   05:50 AM

Saya pribadi tidak mempercayai Teori Darwin, terlalu banyak lobang2 teoritis yg tdk dapat terjawab secara sempurna, tidak seperti teori matematis maupun teori fisika yg ada saat ini dimana secara empiris telah teruji atas ijin ALLOH SWT. Untuk pemercaya mutlak atas teori tsb silahkan saja, hanya saja saya menghimbau, janganlah anda takabur atas segala ilmu yg di ungkap oleh manusia, indeed some are proven some are not, krn ilmu manusia masih terlalu muda untuk mengetahui rahasia ILAHI (ALLOH SWT), jadi keep on learning but always keep on your heart that there is creator who knew better than us, ALLOH SWT will not gives us what we want but ALLOH SWT will gives us what we need. Karena itu tanpa Ridho-nya apa yg kita mau, baik ilmu sekalipun, we will have nothing, so Jauhkan sikap takabur dgn berlandaskan ilmu dan teory2 yg masih sangat minim tsb, we are nothing, kalau ndak percaya, ada ndak secanggih2nya teory yg manusia buat dapat memprediksi kalau 5 menit dari sekarang kita ketabrak kereta, nanti malem kita mati, atau 1 jam kedepan ada yg memberi kita uang..??? So don’t be arogan ya sob. Jangankan ALLOH SWT sang pencipta, kita saja yg tdk menciptakan anda sekalian suka benci sama org sombong, ASTAGFIRLLOHALADZIM, maafkan kami ya ALLOH, krn kami masih manusia biasa yg jauh dari sempurna seperti RasulMU Muhammad SAW, yg masih harus belajar menahan hawa nafsu benci terhadap org2 sombong…Amien ya Roballallamin.

#24. Dikirim oleh Aldrin Sigit  pada  02/06   04:06 AM

hmm… bagi yg percaya teori darwin, konon evolusi membutuhkan waktu jutaan atau milyaran tahun…..., apa iya??

Memang Tuhan memang mengembangkan manusia secara “evolusi” dari “seekor” mahluk bersel satu namun bukan dari “Amoeba” melainkan spermatozoa, organisme bersel satu yang jasadnya terdiri dari kepala yang berukuran 5 µm x 3 µm dan ekor sepanjang 50 µm, hidup dan berkembang dalam cairan sperma, kemudian pindah kedalam cairan rahim…., hingga akhirnya merangkak ke “daratan” melalui lubang vagina…

Itu fakta yg siapapun mustahil membatahnya, tidak butuh jutaan tahun, cukup 9 bulan saja buat menjadi manusia utuh…...

Jadi, teori Darwin pd satu sisi benar bahwa semua haluk hidup berkembang (berasal)dari “mahluk bersel satu”, namun pada saat yg sama dia keliru, khususnya mereka yg meyakini bahwa seluruh mahluk hidup, termasuk manusia berasal dari SATU mahluk bersel satu YANG SAMA.

Semua haluk hidup MEMANG berasal dari mahluk hidup bersel satu yang masing-masing berbeda (tidak stau species) dimana masa “evolusinya” memakan waktu yg berbeda-beda pula. Manusia butuh waktu 9 bln 10 hari utk berevolusi secara normal dari spermatozoa - mahluk bersel satu - menjadi seekor eh seorang manusia.

gitu aja koq repot!!!

#25. Dikirim oleh irawan danuningrat  pada  03/06   10:37 AM

mengenai hal yang sama dibahas juga di buku2 beikut ini

JUDUL BUKU : DARI MANA MANUSIA BERASAL (ANTARA SAINS, BIBLE DAN AL-QURAN)
PENGARANG : MAURICE BUCAILLE


atau

pengarang yang sama ‘le bible, le quran et la sains’

termasuk tafsir quran dan bible, berikut kesesuaiannya dengan sains.

#26. Dikirim oleh dewi  pada  05/06   11:16 AM

maaf numpang ninggalin jejak disini

manusia adalah makluk tuhan yang paling sempurna sehingga boleh membuat teori tentang makluk lainya, saya kira perlu dikoreksi. kita numpang dibumi salah satu planet jarene poro pinter. kenyataannya manusia sering “dipergunakan” bumi ini untuk kelangsungan hidup bumi ini, atau daur ulang.

#27. Dikirim oleh tamu  pada  05/06   08:55 PM

Kok masih membicarakan teori Darwin yg sudah tidak dapat dipertanggungjawabkan lagi, ditolak oleh scientis2 masa kini? Baca dong orang2 Darwinisme, untuk mempertahankan teori Darwin, mereka berani berbohong pada dunia tentang penemuannya, terjadi di Jerman, Jepang, Amerika dll, padahal mereka scientis kan?

#28. Dikirim oleh Toni  pada  06/06   08:26 PM

Kata Darwin, “manusia berevolusi dari monyet”. Tapi, kok sekarang masih ada monyet. Kasihan dong monyet sekarang, kapan mereka jadi manusia…
Gimana sih si Darwin…

#29. Dikirim oleh epul  pada  08/06   01:46 PM

Salam,

Seandainya nanti turun wahyu (atau kitab) lagi, penyair kaga ikutan kali ya.. hee hee. Sudah banyak saintis yang aku pikir melebihi penyair.

Budi H

#30. Dikirim oleh Budi hartanto  pada  17/06   08:55 PM

Tuhan Maha Kuasa.
pun demikian Tuhan Maha Adil. tidaklah satu sifat menghalangi sifat yang lainya. ke Maha Kuasa-Nya tidak boleh menghalangi ke-Maha Adil-Nya. keadilan itu tercermin dari sebab-akibat. dari runtutan logis dari satu dengan yang lainya.
apa salahnya dengan teori darwin atau big bang ? jika itu bisa menjelaskan ke Maha Adil-Nya. dan Maha Kuasa-Nya adalah kerendahhatian kita tentang titik yang kecil di sejauh waktu dan seluas semesta.

#31. Dikirim oleh makno  pada  19/06   04:34 PM

sderhananya, gue g mau disebut turunan monyet. kakek nenek mbah buyut gue juga harus manusia. mbah adam & eve. punya akal punya pikiran. g cuma logika. skali lg, gue ogah jd turunan nyemot. amit amit dah. klo lu lu pade mau jd turunan monyet, gue ga larang kok. heheehe..

#32. Dikirim oleh heri  pada  19/06   07:03 PM

makanya baca manual booknya(alquran), manusia sudah di kasih manual book,kok, tidak mau membaca. mumetin otak. otak kena marah hang, kena sedih hang, kena tanah ya lapuk. gitu kok diandalkan.. apa tujuan manusia diciptakan,ada. siapa nenek moyang manusia,ada. darimana asal manusia,ada. kemana manusia akan pergi,ada. sejarah-sejarah manusia,ada. apa yang dimiliki manusia,ada..iqro.

#33. Dikirim oleh agus  pada  25/06   12:19 AM

Jadi Kalau 1000 tahun lagi semua monyet dibumi ini jadi manusia…ntar manusia jadi apa…???

 

 

 

 

jawabannya
Jadi heran kali…

#34. Dikirim oleh sahata  pada  25/06   09:38 AM

@sahata

Kira-kira 10 tahun yang lalu saya juga berpendapat seperti Anda. Jika manusia berasal dari monyet berarti monyet akan berubah lagi jadi manusia…..... jadi 100 tahun lagi ada monyet yang berevolusi menjadi manusia.

Tetapi setelah saya baca dan diskusi dengan teman-teman yang lain, saya sadar hal itu tidak mungkin terjadi karena proses evolusinya sudah berseberangan jalan. Monyet dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama tetapi dalam perjalannya ada yang berevolusi menjadi dua kaki, yaitu manusia dan ada yang berevolusi menjadi empat kaki yaitu kera. Kedua-duanya sudah berpisah pada satu titik sehingga tidak bisa bertemu lagi.

hila

#35. Dikirim oleh hila  pada  25/06   12:27 PM

hanya orang bodoh saja yang menganggap dirinya berasal monyet,sudah tahu kita keturunan nabi ADAM eh malah pingin berasal dari monyet,sekalian aja keturunan cacing booo..,kalo anda islam istigfar sebelum nyawa dicabut….,!!!!!

#36. Dikirim oleh abdul ghani  pada  27/06   11:49 AM

yg maksudnya “kun fayakun” jadi, maka jadilah, bukan berarti langsung jadi “jreng” langsung jadi alam semesta dan segala isinya. maksudnya “kun fayakun” diawal penciptaan, adalah: jadi, maka jadilah segala peristiwa Big Bang dgn segala kejadian yg akan menyertainya hingga terciptanya alam semesta dan segala isinya,  bertahap dan bermasa (waktu) juga terjadinya.

#37. Dikirim oleh Toni  pada  28/06   09:18 PM

Hila menulis :
Tetapi setelah saya baca dan diskusi dengan teman-teman yang lain, saya sadar hal itu tidak mungkin terjadi karena proses evolusinya sudah berseberangan jalan. Monyet dan manusia berasal dari nenek moyang yang sama tetapi dalam perjalannya ada yang berevolusi menjadi dua kaki, yaitu manusia dan ada yang berevolusi menjadi empat kaki yaitu kera. Kedua-duanya sudah berpisah pada satu titik sehingga tidak bisa bertemu lagi.


Diskusi Mbah Darwin masih berjalan, tetapi penjelasan diatas seperti mau menutupnya dengan alasan yang sederhana dan tidak bisa diterima akal. Kok begitu saja bisa berpisah dan tidak bisa bertemu lagi ?,apakah ini ilmiah ?.
Kenapa harus mereka-reka cerita ?, kalau tidak bisa mejawab lebih baik terus terang mengaku dengan jujur, “I don’t have any answer,no more !”.
Dalam Qur-an dijelaskan bahwa Allah menciptakan Adam dari tanah dan terciptalah satu mahluk yang sempurna dan cerdas, dijelaskan dalam Qur-an bahwa Allah mengajari Adam dan Adam dengan cepat bisa mencerna ilmu Allah tsb,untuk kemudian Adam menjelaskan ilmu itu kepada malaikat.
Jadi yang mana yang lebih make sense ?
supriyanto.

#38. Dikirim oleh supriyanto  pada  29/06   10:48 AM

Toni menulis :
yg maksudnya “kun fayakun” jadi, maka jadilah, bukan berarti langsung jadi “jreng” langsung jadi alam semesta dan segala isinya. maksudnya “kun fayakun” diawal penciptaan, adalah: jadi, maka jadilah segala peristiwa Big Bang dgn segala kejadian yg akan menyertainya hingga terciptanya alam semesta dan segala isinya, bertahap dan bermasa (waktu) juga terjadinya.

Mau jreng atau tidak jreng sesungguhnya proses penciptaan alam semesta adalah diluar pemikiran manusia, Allah sang pencipta, ilmu Allah maha luas, ilmu manusia hanyalah setetes air di lautan. Yang perlu diperhatikan bagi kita ialah jangan yakin dengan hasil pemikiran orang lain sementara kita yang tidak tahu apa-apa langsung menerima 100%, kemudian berusaha agar orang lain menerima pendapat ini, Apa untungnya ?. Karena itu kenapa ada muslim yang tidak mau menerima teori ini karena mereka belum menemukannya dalam keterangan hadist atau atsar, golongan ini berhak untuk beda.
Big bang hasil pemikiran manusia,cukup disimpan untuk bacaan, muslim harus berfikir kedepan, apa yang bisa dilakukan untuk kesejahteraan umat manusia dan apa yang harus dilakukan untuk keselamatan di akhirat kelak saat kita berdiri di padang mahsyar menghadapi hisab Allah.

supriyanto

#39. Dikirim oleh supriyanto  pada  29/06   11:10 AM

tapi kok emang gk pernah denger ada fosil yang setengah monyet setengah manusia yah..kan yg namanya evolusi berarti harus ada tahapan tahapannya sebelum dia jadi manusia sempurna! masa bisa missing link gitu ...lagian kalo cangkokan atau kawin silang aku masih percaya ,,misal kuda di kawin sama keledai jadinya bagal, tapi apa ia ada gajah punya keturunan semut atau harimau punya cucu kuda?  jadi..teori evolusi = dongeng putri salju dan 7 kurcaci…cuma dongeng ,,,

#40. Dikirim oleh sid  pada  29/06   08:34 PM
Halaman 2 dari 5 halaman < 1 2 3 4 >  Last ›

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?