08/05/2009

Asal Muasal Jagat Raya: Cinta ala Rumi atau Evolusi ala Hawking-Darwin?

Oleh Malja Abror

Jawaban model berseloroh seperti ini mengingatkan kita pada jawaban Santo Agustinus ketika ditanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum peristiwa Big Bang itu terjadi. Jawab Agustinus: Tuhan sibuk membangun neraka buat orang-orang yang melontarkan pertanyaan seperti itu

08/05/2009 12:26 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (94)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 3 dari 5 halaman < 1 2 3 4 5 > 

kita dituntut untuk semakin dewasa dalam mengamati,meneliti dan memahami suatu pernyataan baik dari segi sains maupun religi.

#41. Dikirim oleh leo  pada  30/06   05:12 AM

yang baik,
semua pembaca diskusi ini

Setelah saya baca diskusi yang menarik ini, saya langsung bersyukur kepada Allah SWT yang telah Memberi karunia kepada semua teman-teman (penulis dan pemberi komentar) sehingga saya semakin percaya bahwa tidak alasan lagi untuk mengabaikan Allah SWT. Saya semakin banyak mendapat ilmu/wawasan baru dengan membaca diskusi ini, tetapi sekaligus mempertebal keyakinan saya bahwa apabila otak/akal manusia sudah tidak mampu menjawab gejala-gejala alam maka kembalilah ke Allah SWT atau apapun yang diyakininya…

Bagi saya, fakta boleh diperdebatkan atau diamini bersama. Tapi keyakinan/religi tetap hak yang paling asasi sehingga menjadi urusan pribadi masing-masing tanpa ada institusi.

Diskusi inilah yang bikin HIDUP lebih HIDUP.

#42. Dikirim oleh maknyik  pada  30/06   07:04 PM

gene hare masih percaya ama teori mbah Darwin? mendingan percaya ama mbah Surip aja deh, bisa digendong kemana-mana… tuh liat karya Harun Yahya tentang Atlas Penciptaan, dijamin mbah Darwin langsung mati langkah, alias check mate!

#43. Dikirim oleh surip  pada  02/07   04:01 AM

@ surip :

Gene hare masih percaya ama Harun Yahya? Desainer interior pembohong yang sok tau soal evolusi itu? Yang bisanya nyalah-nyalahin tok tapi dia sendiri nggak ngasih penjelasan apa-apa? Masih mending teori Darwin berusaha memberi penjelasan tentang asal usul makhluk hidup, daripada Harun Yahya yang nggak ngasih penjelasan apa-apa ... Harun Yahya itu ideolog islamis, bukan saintis. Ideolog kok ngotot ngomong sains. Asal usul mahluk hidup harus dijelaskan saintis, bukan ideolog !!!

#44. Dikirim oleh Miftahalzaman  pada  04/07   10:42 AM

Mari berangkat dari pemikiran ada Sang pencipta dan Makhluk ciptaannya , Maka semua yang ada diluar sang Pencipta adalah makhluk termasuk yang dinamakan WAKTU . Hukumnya Makhluk tergantung sang Pencipta , sedangkan Sang Pencipta sama sekali tidak tergantung Makhluknya. Jadi Kun Fayakun dilihat dari dimensi waktu adalah yang juga makhluk , ya bisa saja langsung jadi. Apalagi Big Bang atau evolusi adalah teori yang hanya berdasar logika manusia . Maka marilah kita berfikir bahwa Sang Pencipta juga menciptakan yang namanya WAKTU , maka kata para ahli ternyata WAKTU adalah relatif.

Trims - M Titok

#45. Dikirim oleh M Titok  pada  07/07   08:15 AM

berusaha menguak misteri Tuhan dengan keterbatasan otak manusia, membandingkan Hukum dan Aturan Tuhan yang Maha Sempurna dengan logika dan pikiran manusia yang sangat terbatas? Mungkin anda akan berkata dengan jumawa bahwa semua hal yang terjadi bisa dijelaskan dengan otak dan bisa diterima dengan logika akal pikiran, tapi menurut saya itu adalah pendapat yang sangat salah. Manusia itu cuma sekumpulan debu di alam semesta ini yang dengan mudah bisa dimusnahkan-Nya dengan berbagai cara (bayangkan apabila ada asteroid dengan diameter 1 km menabrak bumi, padahal diluar sana terdapat trilyunan asteroid). Membandingkan Kuasa-Nya dengan permainan semantik manusia, semoga Allah akan memberikan pencerahan kepada kita semua.

#46. Dikirim oleh cupu  pada  07/07   10:36 PM

sitap asal sesuatu pasti ada pencipta nya,hanya org yg telah sesat lah yg tidak percaya akan keagungan & kekuasaan ALLAH,smoga ALLAH SWT mengampunin segala dasa yg telah kita lakukan,,

#47. Dikirim oleh rahmat  pada  08/07   09:35 AM

Dear All,

JEJAK-JEJAK KEHIDUPAN MERUPAKAN SEJARAH

“Look back”, “review” atau apalah…selalu dibicarakannya dalam konteks sejarah. Setelah sekian lama berlalu dan “dampak” yang ada dalam sejarah sudah menjadi tidak populer. Kemudian orang biasanya mengangkat kembali dengan metodologi ilmiah maupun yang tidak ilmiah (yang bukan berarti ngawur). Siapapun pencetus metodologi baik lewat jalan ilmiah maupun tidak, kedua-duanya tidak serta merta langsung dibenang-merahkan dengan SANG PENCIPTA, toh ujung-ujungnya juga tetap pada pemahaman adanya “CAUSA PRIMA” sebagai manifestasi “benang merah” (keterkaitan/berhubungan/kesamaan). Kalau kita memotong “benang merah” antara yang yang ilmiah maupun yang tidak ilmiah, berarti kita mengambil sikap adanya “short cut”. Kita harus sadar bahwa kehidupan kita adalah sebuah perjalanan. Jejak-jejak perjalanan hidup adalah sejarah.

Teori Darwin, adalah metodologi ilmiah. Mendekatkan bukti jejak-jejak perjalanan langkah demi langkah. Hasilnya disebut teori evolusi, Darwin juga menyadari adanya “missing link” karena dia kehilangan wujud jejak, seperti halnya kita berjalan di pasir pantai akan meninggalkan jejak dan akan terlihat alur perjalanan kita, namun yang dilihat Darwin ada yang tertiup angin sehingga kabur wujud jejaknya, ada yang tersapu ombak.

Jalaludin Rumi lebih mendekatkan ketulusan dangan manifestasi keindahan yaitu “cinta”. Karya-karya Jalaludin Rumi adalah penjelajahan “perasaan” dan “pikiran” tentang cinta. Sang Pencipta adalah awal dari segalanya karena cinta.
.....
Tempatku adalah Tanpa tempat, jejakku adalah tak berjejak
Ini bukan raga dan jiwa, sebab aku milik jiwa Kekasih
Telah ku buang anggapan ganda, kulihat dua dunia ini esa
Esa yang kucari, Esa yang kutahu, Esa yang kulihat, Esa yang ku panggil
Ia yang pertama, Ia yang terakhir, Ia yang lahir, Ia yang bathin
Tidak ada yang kuketahui kecuali :Ya Hu” dan “Ya man Hu”
Aku mabok oleh piala Cinta, dua dunia lewat tanpa kutahu
Aku tak berbuat apa pun kecuali mabok gila-gilaan
....
petikan dari karya nya.
Pernah sebuah buku yang saya baca mengenai Rumi, dia mengatakan, “sekian lama aku mengetuk pintuNya, namun setelah terbuka aku baru sadar bahwa aku sudah berada di dalamNya”.
Itulah sekelumit tentang Rumi.

Lain lagi dengan Stephen Hawking, berangkat sebagai fisikawan, yang terserang penyakit ALS (Amyotropic Lateral Sclerosis) membuatnya tidak dapat menggerakkan seluruh motorik sadarnya. Karena sakitnya dia dapat menjelajah alam pikir sampai level yang tinggi. Kejeniusannya membuat orang meyakini dialah penerus Newton dan Einstein.
Teori yang menyentuh dimensi waktu dan grafitasi
membawanya ke alam pikir asal-muasal jagad raya, termasuk BIG BANG nya.
Kejeniusan Stephen Hawking dalam menggunakan alam pikir sebagai pengganti kertas-kertas catatannya, membuatnya memiliki kemampuan jelajah alam pikir yang “tidak terbatas” tentang alam semesta.

Mereka semua adalah manusia manusia yang mampu menengok kembali jejak-jejak kehidupan, termasuk jagad raya seisinya. Itulah sebabnya saya menerima semua kebenaran ilmiah maupun yang tidak ilmiah sebagai sebuah “cerita sejarah”. Banyak filsuf klasik maupu moderen menikmati kebenar-kebenaran mereka untuk berkarya. Dari Plato sampai Kant bahkan sampai seorang Gede Prama, yang menikamati sebagai keindahan untuk karya-karya mereka.

#48. Dikirim oleh Aloysius ST  pada  09/07   03:54 AM

Komentar utk Charles Darwin:”...Apabila menggunakan argumen yang diambil dari dalil-dalil agama dan kitab suci untuk menyanggah pendapat sains, maka yang pasti hasilnya akan seperti mencampur minyak dan air. Tentu kita masih ingat diabad pertengahan gereja demikian mendominasi kehidupan sosial dan politik negara-negara Eropa, sampai-samapi seorang ilmuwan bernama Galileo Galilei harus dihukum mati karena berani melawan keyakinan gereja, walaupun akhirnya Galileo yang terbukti benar dan Ptolomeus yang didukung gereja akhirnya terbukti salah…”
Kalau dilihat dari argumen Mas Darwin ini, memang pada waktu itu dominasi gereja terhadap politik Romawi salah satunya mengakibatkan peristiwa yang terjadi pada Galileo. Itu karena gereja lebih mendukung pendapat Ptolomeus. Tapi harap dilihat, bahwa ini terjadi saat Kristen mendominasi Romawi.
Coba lihat masa kekhilafahan Islam (Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, Dinasti Abbasiyyah dll) yang mana pemerintahannya memang berdasarkan ajaran Islam secara total. Justru ilmu pengetahuan berkembang dengan sangat maju pada saat itu, padahal ilmuwan-ilmuwannya sangat taat kepada ajaran Islam (Alqur’an).
Kenapa bisa terjadi seperti itu, padahal Romawi yang dikuasai Kristen malah sebaliknya? Karena memang ajaran Islam sangat tidak bertentangan dengan ilmu pengetahuan (sains). Ini tidak terbukti dengan hal-hal seperti terjadinya alam semesta, terciptanya manusia dll.
Nabi Muhammad berkata, bahwa dalam beragama peran akal sangat penting: “Beragama itu dengan akal…”. Yang berarti, ajaran-ajaran dalam agama Islam bukan buta (dogma), tapi dapat dipikirkan dengan akal (otak) manusia.
Allah lebih mengetahui daripada manusia.. Mohon maaf jika ada kalimat yang kurang berkenan.

#49. Dikirim oleh maspai  pada  13/07   08:09 AM

Saya hanya berpikir seandainya teori evolusi benar dan seandainya manusia benar-benar berasal dari monyet maka saat ini seharusnya semua monyet sudah menjadi manusia mengingat umur bumi yang sudah sangat tua. smile

#50. Dikirim oleh Dana  pada  14/07   05:36 AM

Sebelumnya pendapat saya janganlah diterima sepenuhnya karena yang benar dari Tuhan dan kita hanya mereka-reka.Ilmu berkembang karena hipotesa dan hipotesa dengan pembuktian baru merupakan kebenaran. Baiklah kita mulai dengan alam semesta awalnya terdiri dari ruang dan energi, dan pusatnya adalah Zat yang Maha Hidup, Zat yang maha hidup menjadikan energi menjadi materi melalui proses yang tidak bisa kita pahami, boleh kata jadi dan terjadilah. Lalu bertingkat membuat pesuruhNya yang dapat menjalan kan perintah kita sebut aja malaikat berasal dari cahaya salah satu bentuk energi, materi yang terbentuk diatur sedemikian rupa dalam keseimbangan dan keteraturan, antara materi satu dan lain dikontrol malaikat. Semakin jauh waktu berkembang semakin besar materi terbentuk, dan semakin banyak ragamnya mulai dari bintang, planet dan seterusnya. Malaikat ada yang bertugas menjaga kendali dan ada menyampaikan sinyal hal itu mudah karena malaikat hanya berupa energi. Dilihat dari besarnya semesta ini dapat dilihat betapa Maha Kompleksnya pengaturannya oleh karena itu kita tak boleh bersombong diri paling benar.  Zat yang Maha hidup sangat suka mencipta, diantara ciptaanya adalah matahari dan planet. dari awal planet sangat panas karena perubahan dari bintang menjadi planet adalah pendinginan. Dengan melihat kondisi bumi selanjutnya kita naik setingkat ke penciptaan makluk lebih kasar yaitu jin berasal dari api menyala. Dilihat dari ciptaan ada kemiripan karena yang menciptakannya zat yang Satu. Setelah itu mulailah yang lebih padat manusia dan binatang. Dari pengamatan kita dapat dilihat makhluk bersel satu sampai manusia memiliki derajat kemiripan. Suatu bukti yang menciptakannya Zat yang Satu. Oleh karena itu jangan dikira suatu kebetulan. Setiap makhluk ada yang diciptakan langsung dari Tangan yang maha Hidup dan ada merupakan hasil penyesuaian terhadap lingkungan berubah dari asalnya seperti manusia. Pencampuran keduanya makhluk berbeda akan punah karena reaksi yang terjadi sangat kacau. Teori kebetulan tak akan mungkin dan semua terkontrol melalui pesuruh yaitu Malaikat yang jumlahnya tak terhitung oleh kita serta besar dan kecilnya sangat bervariasi . Tidak yang lepas dari kontrol pesuruhnya karena itu semesta ini begitu teratur. Maha Besar Tuhan dengan segala ciptaanya. Semoga dapat menjadi bahan renungan kita semua. Karena waktu saya ini pikiran spontan saya, sehingga hal yang kompleks diceritakan sederhana, tentunya banyak kekurangan. Mohon maaf, kalo yang salah tentu dari saya dan yang benar dari Tuhan yang Satu, trims banget

#51. Dikirim oleh ferry  pada  14/07   10:00 AM

Sebagaimana komentar saya terdahulu, ilmu pengetahuan sekarang hanya hipotesa,bukan kebenaran mutlak. Diceritakan alam semesta tercipta terdiri dari bintang, planet dan seterusnya dapat berdiri satu sama lain. Dalam tata surya kita bumi patuh mengikuti orbitnya begitu pun bulan ,dapatkah dilihat bahwa skali kali komet memotong orbit mendekati matahari tidak menimbulkan gangguan pada bumi, semua karena ada para malaikat yang patuh. Diantaranya ada yang mengontrol benda langit seperti bumi dan ada yang melaporkan kondisi yang ada. Malaikat dari cahaya adalah energi yang dapat berpikir dengan medan magnetik dapat mengontrol posisi benda langit. Komet tak akan menabrak bumi kalo bukan kehendak Sang Kuasa begitupun salah satu bulan planet Jupiter dapat tertarik ke planet Jupiter karena kehendakNya juga. Sifat patuh malaikat mendatangkan keteraturan pada semesta ini. Dilihat lebih dekat pada bumi, dapat kita lihat awan bergerak , gempa bumi semua dikontrol malaikat tapi kita seakan mengatakan semua terjadi kebetulan karena adanya beda tekanan padahal kalo diamati ada pengecualian. Lebih dekat lagi kita lihat kehidupan dibumi. Semua mahkluk tercipta beraturan. Sang Pencipta membuat awalnya dan lalu berkembang menyesuaikan kondisi sekelilingnya. Semua terjadi atas kontrolnya para malaikat dan diketahui oleh yang Maha Kuasa. Dapat kita lihat kelemahan teori Darwin, yang hanya melihat jejak yang ada dan tidak mengamati dari awal kejadian. Disinilah kelemahan akal manusia, selalu relatif. Kebenaran ilmu pengetahuan tidak mutlak hanya hipotesa. Kalaulah kebetulan tentu akan timbul monster-monster yang akan menghancurkan manusia. Sang Maha Kuasa tidaklah memberi bencana kalo kita yang memulai untuk meninggalkan perintahNya. Dengan berjalannya waktu dapat kita lihat kehancuran mulai mendekat. Kepatuhan akan mendatangkan keteraturan dan kebaikan sebaliknya kebebasan dapat mendatangkan kehancuran. Kita sekarang yang mementing kebebasan kalo tidak memahami hal keteraturan akan mendatangkan kebinasaan bagi manusia sendiri. Kehancuran bumi tercinta terwujud kalo sekelompok manusia (kapitalis) bebas (liberalis) mengikuti keserakahan nafsunya untuk memiliki (materialis) dan menguasai (imperialis). Sebaiknya kita mulai memikirkan hal ini

#52. Dikirim oleh ferry  pada  15/07   03:29 AM

Sebagai tambahan tulisan saya sebelumnya. Beberapa teori dikemukakan kitab suci Alquran tentang semesta adalah pengetahuan bukan bersumber dari manusia sehingga tidak mudah dipersalahkan dan manusia mengamati yang ada dengan kemampuan sangat terbatas sekali. Mengenai “Kun Fa Yakun ” dapat saya memberikan pengertian dalam kerangka hipotesa sebenarnya adalah terciptanya semesta dipicu oleh reaksi spontan seperti halnya batu dilempar ke telaga. Dapat diamati gelombang timbul menyebar menjauhi pusat. Sang Maha Hidup memicu terjadinya reaksi secara spontan yaitu terbentuk perubahan energi menjadi materi di seluruh semesta seperti fenomena gelombang tadi. Lalu dimulailah terciptanya makhluk dari energi seperti cahaya sampai materi seperti manusia. Tidak ada yang salah dalam kitab suci, yang ada hanya kesalahan penalaran. Seperti yang diamati fisikawan Stephen Hawking hanyalah segelintir fenomena yang terjadi di semesta dan banyak belum diketahui oleh manusia. Dengan demikian saya dapat berkata yang salah adalah manusia kadang bersifat sombong karena pengetahuan didapat manusia selalu dibatasi oleh keterbatasannya.

#53. Dikirim oleh ferry  pada  15/07   07:01 AM

Bumi dan langit sebagai pancangnya adalah suatu kebesaran Allah, kemudian Allah menghadirkan siang dan malam dan menciptakan seluruh jagat alam raya beserta isinya itulah kemaha dasyatan Allah tiada teori apapun yang bisa membuktikan kehebatan Allah,coba anda baca Mushaf alqur’an surat al anfal tentang adam manusia pertama yang di ciptakan dari segumpal tanah kemudian zin yang sebelumnya telah di ciptakan dari api dan malaikat tercipta dari cahaya, bila kita beragama islam pasti meyakini itu, islam apapun namanya karena islam mutlak panduannya adalah alqu,ar dan hadist, bila ada yang mengaku islam tapi tidak menyakini ayat ayat Allah ( Alqur’an dan hadist)ingat itu adalah sesat, hati hati dengan wacana dan teori teori yang di buat oleh manusia, bisa bisa kita menjadi sesat ( MURTAD )

#54. Dikirim oleh iwan  pada  17/07   12:01 PM

Thank untuk iwan atas kritiknya, tapi saya menekankan bukan pada mengada-ada tetapi menerang bagaimana pengetahuan manusia berkembang. Tiada lebih dari perkiraan dari pengamatan manusia itu sendiri. Allah SWT telah memberikan semesta ini untuk dipikirkan manusia agar sadar akan adanya Zat yang Maha Pencipta. Tapi pemikiran manusia tidak lah lebih tinggi dari kitab suci . Berbeda pendapat dalam pengetahuan adalah hal yang boleh tapi tidak untuk peribadatan. Kata sesat hanyak cocok untuk peribadatan bukan pada pengetahuan apalagi kata murtad. Mengapa? sejarah telah membuktikan ketakutan umat islam untuk membahas pengetahuan menjadikan keterbelakangan umat islam dibandingkan umat non muslim di Eropa sehingga mudah dijajah dan dikalahkan.
Yang benar dari Allah dan salah tentu kiranya datang dari saya untuk itu mohon maaf kalo melukai tapi saya berharap pendapat saya dapat menjadi masukan bagi umat islam yang hanya mempelajari ilmu agama tapi miskin pengetahuan janganlah terlalu mudah mengatakan sesat sama hal mengatakan kafir.

#55. Dikirim oleh ferry  pada  23/07   10:47 AM

Saya sedih membaca komentar2 dari postingan sodara2 seiman di forum ini. Masih banyak muslim yang berpikir begitu dangkal ( terlalu kasar kalo saya katakan picik ). Bagaimana mungkin masyarakat Islam bisa maju jika anda hanya berfikir mengimani Al Qur’an, lalu selesai. Untuk apa kita ini diberi akal ?
Al Qur’an mutlak harus kita imani, tapi ada sisi lain yang juga harus kita pelajari, kita pahami dan kita kembangkan, yaitu ‘science’ / ilmu pengetahuan. Jika sodara beriman, percayalah, semakin anda paham tentang banyak hal, tentang ilmu pengetahuan, semakin tebal keimanan sodara.
Pernahkah sodara berfikir, kenapa Allah hanya mewajibkan sholat 5 waktu dalam 24 jam, dan itu hanya sebagian kecil dari seluruh waktu dalam sehari ? Apakah sisa waktu itu hanya untuk makan, tidur ? Hanya dengan berfiir anda bisa menjawab ini.
Sodara2ku sudah lama saya prihatin dengan kondisi masyarakat Islam pada umumnya. Dalam hal keimanan, saya percaya, banyak muslim yang keimanannya bagus. Tapi sayang, tidak diimbangi dengan kecukupan ilmu pengetahuan ( science ), sehingga boleh dikatakan masyarakat Islam ini jalan ditempat atau merangkak.
Sodara2ku, marilah kita bangkitkan masyarakat Islam ini tidak hanya dengan beriman, tapi marilah berfikir, gunakan akal, nalar kita untuk kemjuan masyarakat Islam.

#56. Dikirim oleh Ary  pada  23/07   09:21 PM

Mungkin saja penafsiran tentang Quran saat nanti itu akan dibelokkan dan dicocok-cocokan agar tidak kehilangan umat..:D hihii..

Gw sendiri lebih meyakini kalo kisah penciptaan itu cuma DONGENG belaka, namun dongeng zaman dahulu yang membangun. Yang bagi orang zaman dulu pasti percaya karena ilmu pengetahuan mereka yang belum sampai. Silahkan diurutkan balik keturunan dari Nabi Muhammad sampai Adam, maka yang jelas penemuan prasejarah manusia lebih tua umurnya dari Adam itu..

Dulu para ulama sangat ngeyel kalo menurut Alquran dunia diciptakan dalam waktu 6 hari, dan 1 hari istirahat. Ternyata sekarang pandangan tersebut terkesan mengada2 dan dibuatlah tafsiran bahwa maksudnya hari itu adalah tahapan penciptaan. begitu juga halnya dengan kisah diciptakannya bumi lebih dulu, baru kemudian langit dan bintang2 yang katanya sekarang itu semua dianggap suatu kiasan saja… dan masih banyak lagi…

Sekarang semua tafsiran telah ditafsir ulang agar sedapat2nya malah mengikuti ilmu pengetahuan manusia yang berkembang terus agar tidak kehilangan ummat..

Suatu saat seandainya ilmu pengetahuan telah menemukan kehidupan cerdas di alam semesta selain manusia selain di bumi, maka hampir semua dalil dan hukum Islam maupun agama lain akan runtuh..
Semoga saat itu para pemuka Islam tidak kehilangan akal untuk ngeles lagi..

hihi..

#57. Dikirim oleh filsuf  pada  24/07   07:41 PM

6. Apakah langit itu terdiri dari 7 lapisan?
============================================

Jawaban Al-Qur’an:
—————————
[2.29] Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak menuju langit, lalu dijadikan-Nya TUJUH LANGIT. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.

[41.12] Maka Dia MENJADIKANNYA TUJUH LANGIT dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

Atmosfer bumi terdiri dari berbagai lapisan yang terletak diatas satu sama lain. Disamping itu, atmosfer ini sama seperti yang digambarkan Al-Qur’an, persis tujuh lapisan. Didalam sumber-sumber yang ilmiah, subyek ini diuraikan sebagai berikut:

———————————————————————————————-
Para ilmuwan telah menemukan bahwa atmosfer terdiri dari tujuh lapisan. Lapisan ini berbeda dalam sifat-sifat fisik seperti tekanan dan jenis-jenis gas. Lapisan atmosfer yang paling dekat dengan bumi disebut TROPOSFER (1). Troposfer ini mengandung sekitar 90% dari total massa atmosfer. Lapisan diatas Troposfer disebut STRATOSFIR (2). LAPISAN OZON (3) merupakan bagian dari Stratosfir dimana penyerapan berkas ultra violet terjadi. Lapisan diatas Stratosfir disebut MESOSFIR (4). TERMOSFIR (5) terletak diatas Mesosfer. Gas-gas yang mengalami ionisasi membentuk suatu lapisan didalam Termosfer yang disebut IONOSFIR (6). Bagian terluar dari Atmosfer bumi membentang sekitar 480-960 Km. Bagian ini disebut dengan EKSOSFIR (7).

———————————————————————————————-

Maka jika kita menghitung jumlah lapisan yang dikutip pada sumber diatas kita melihat bahwa atmosfer terdiri dari persis tujuh lapisan sebagaimana dijelaskan dalam ayat tsb:

1. Troposfir
2. Stratosfir
3. Ozonosfir
4. Mesosfir
5. Ionosfir
6. Termosfir
7. Eksosfir


Jawaban Alkitab:......................................
———————-

#58. Dikirim oleh drajat09  pada  25/07   03:49 PM

Apakah jagad raya itu terus mengembang?
==========================================

Jawaban Al-Qur’an:
————————-
[51.47] Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya KAMI BENAR-BENAR MELUASKANNYA.

Kata “langit” sebagai mana dinyatakan dalam ayat ini, digunakan di berbagai tempat dalam Al-Qur’an dengan arti ruang dan jagad raya. Sekali lagi disini, kata tersebut digunakan dalam arti ini. Dengan kata lain, didalam Al-Qur’an diwahyukan bahwa jagad raya ini “berkembang”. Dan ini merupakan kesimpulan sebenarnya yang telah dicapai oleh ilmu pengetahuan sekarang.

Sampai awal abad 20, satu-satunya pandangan yang berlaku di dunia Ilmu Pengetahuan adalah bahwa “jagad raya mempunyai sifat yang konstan dan telah ada sejak waktu yang tidak terbatas”. Tetapi riset, pengamatan, dan perhitungan yang dilakukan dengan tekhnologi modern, telah mengungkapkan bahwa jagad raya sebenarnya telah dimulai diciptakan, dan terus “berkembang”.

Pada awal abad ke-20, ahli fisika Rusia yang bernama Alexander Friedman dan ahli kosmologi Belgia yang bernama Georges Lemaitre secara teoritis menghitung bahwa jagad raya ini selalu dalam keadaan bergerak dan berkembang.

Fakta ini dibuktikan juga oleh data observasi pada tahun 1929. ketika mengamati langit dengan teleskop, Edwin Hubble, ahli astronomi Amerika,
menemukan bahwa bintang-bintang dan galaksi terus menerus bergerak menjauh
satu sama lain. Sebuah jagad raya dimana ia bergerak menjauh dari yang
lainnya menunjukkan suatu jagad raya yang terus menerus berkembang. Fakta
ini dijelaskan dalam Al-Qur’an ketika masih belum ada orang yang
mengetahuinya. Ini karena Al-Qur’an merupakan firman Allah, Pencipta, dan
Penguasa seluruh alam.


Jawaban Alkitab:.......................................
————————

#59. Dikirim oleh drajat09  pada  25/07   04:01 PM

Memang tidak pernah ada dan tak akan bisa dilakukan oleh siapa pun termasuk Tuhan untuk mencipta dunia ini beserta isinya dengan suatu perkataan saja. Semua teks agama hanyalah sastra masa lalu yang dikungkung oleh kosmologi pada saat itu. Oleh sebab itu kita harus bicara hal-hal yang empirik karena hidup ini suatu perjuangan empirik. Dan tokoh agama harus menjadikan data empirik sebagai landasan perpikirnya. Dengan demikian tokoh agama-agama harus mulai belajar realistik dengan memakai pendekatan sains agar mampu menganyomi umatnya dengan baik.

#60. Dikirim oleh Domidoyo Ratupenu  pada  27/07   08:37 AM
Halaman 3 dari 5 halaman < 1 2 3 4 5 > 

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?