08/05/2009

Asal Muasal Jagat Raya: Cinta ala Rumi atau Evolusi ala Hawking-Darwin?

Oleh Malja Abror

Jawaban model berseloroh seperti ini mengingatkan kita pada jawaban Santo Agustinus ketika ditanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum peristiwa Big Bang itu terjadi. Jawab Agustinus: Tuhan sibuk membangun neraka buat orang-orang yang melontarkan pertanyaan seperti itu

08/05/2009 17:26 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (88)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 4 dari 5 halaman« First  <  2 3 4 5 >

Terjebak di satu sisi sudut pandang, kadangkala membuat setiap orang menjadi orang lain...dan itulah awal dan akhir dari sebuah replika sebuah hukum yang ada dibalik semua hukum-hukum yang ada. Tanyakan pada diri anda sendiri, apatah sama antar ilmu dan pengetahuan???… dan, janganlah sekalikali menafsirkan bahwa BETUL = BENAR, apalagi menganggap ... PEMBENARAN-PEMBENARAN adalah sebuah KEBENARAN.
“TUTUPLAH TALI PUSARMU....DAN TANYAKAN KENAPA HARUS DITUTUP”.
“BUKALAH PINTU HATIMU....WALAU ENGKAU TAHU BAHWA HATI TAK PUNYA DAUN PINTU”

#61. Dikirim oleh rahmate  pada  30/07   10:25 AM

EVOLUSI TEORY ADALAH TEORI BASI..DENGAN ADANYA ILMU GENETIKA SEKARANG DIKETAHUI SEMUA MAHLUK PUNYA DNA SEBAGAI PEMBENTUK DETAIL FISIK YANG MERUPAKAN WARISAN DARI INDUK..EVOLUSI ADALAH PENGAMATAN AMATIR YANG MENYESATKAN

#62. Dikirim oleh ustad_eric  pada  03/08   09:17 AM

Teori Mbah darwin udah terbukti salah secara ilmiah . ilmuwan sangat bisa salah apalagi darwin hidup di jaman yang ilmu pengetahuan masih rendah di bandingkan sekarang, pengetahuan genetika,biokimia,biomolekuler dan palaentologi masih sedikit. penemuan DNA dan bukti2 fosil yang ditemukan belakangan secara ilmiah mementahkan argumen darwin & gank.so i told you guys, the darwinism is dead now, ALLAHU AKBAR !!!

#63. Dikirim oleh Andy Robert  pada  01/09   06:53 PM

Membicarakan proses jagat raya memang sangat menarik. Semua ilmuwan berlomba2 melontarkan hipotesisnya masing2. Mereka meneliti sedemikian detailnya hingga mendapatkan hasil yg memuaskan hatinya. Dengan hasil penelitiannya tersebut ia berteori dan terus berteori, termasuk mujtahid fatwanya juga, seperti dua pemateri di atas itu. Tak kalahnya seorang fuqoha’ (ahli fiqh) yg menemukan sebuah hukum atas pengamatannya pada teks yang diujikannya terhadap konteks (masalah yg diamati). Mereka terlena dg apa yg ditemukannya, tanpa menyadari bahwa pengamatan itu belum tentu benar 100% karena penelitian tak lepas dari ‘asumsi-asumsi’ yg digunakan (Ingat! Asumsi/anggapan tdk diuji kebenarannya krn asumsi berangkat atas pemahaman peneliti thd literatur yg digunakan). Padahal asumsi belum tentu 100% benar karena menyangkut pemahaman yg tentunya relatif. Inilah yg sebenarnya sumber kelemahan dari teori. Seakan2 membenarkan kaidah ushul bahwa berlakunya hukum/teori itu dibatasi atas ruang dan waktu (alhukmu yaduru alal azmina wal amkan). Malah suharsimi arikunto, ahli metodologi penelitian juga memasukkan unsur keterbatasan biaya dan tenaga sebagai kelemahan penelitian. Kelemahan kedua, penelitian itu ditentukan kebenarannya atas signifikansinya. Terbukti pendapat Darwin sekarang sudah bukan pendapat yg kuat lagi, ia lemah dalam penentuan kode DNA. Mungkin aja krn dulu Darwin ndak tau klo DNA itu ada sebagai pembeda setiap jenis makhluq hidup. Terbukti lagi, pluto bukan lagi diangkap sebagai bagian dari 9 tata surya, tapi hanya sebuah planet kecil sebagaimana bulan thd bumi. Dengan kelemahan yg melekat pada penelitian. Saya lebih memilih Al-Qur’an untuk teori jagat raya. Meskipun penciptaan alam dlm Al-Quran hanya berlangsung sangat cepat, yakni 6hari, lebih cepat dari pada yg dikatakan peneliti yg katanya milyaran tahun. Karena Al-Quran tidak berdasarkan pada asumsi maupun tingkat signifikansinya. Tetapi wahyu yg disampaikan pada Nabi Muhammad melalui malaikat Jibril agar menjelaskan pada kaumnya. Kemana Teori Evolusi ketika Al-Quran menjelaskan? Jawabnya: ia sudah ditelan jaman bersama dg kertas2 tulisannya yg sudah usang

#64. Dikirim oleh Zainul Qudsi  pada  08/09   02:56 AM

@Andy Robert
bisa dijelaskan salahnya dimana? Bukanya teori yg sekarang sangat mendukung evolusi? Kalau Harun Yahya mah aneh aku liat-nya,banyak yg ngak klop...comot sana-sini tapi beliau ngak bisa menjelaskan, saya malah jadi malu sendiri liatnya, malu-malu geli gituh

#65. Dikirim oleh maskumbang  pada  08/09   10:31 PM

Andi Robert ngomong begini:
@Andy Robert
bisa dijelaskan salahnya dimana? Bukanya teori yg sekarang sangat mendukung evolusi? Kalau Harun Yahya mah aneh aku liat-nya,banyak yg ngak klop...comot sana-sini tapi beliau ngak bisa menjelaskan, saya malah jadi malu sendiri
liatnya, malu-malu geli gituh

Jawab saya:
kok yg anda baca banyak buku2 kadaluarsa dibawah thn 60an ya? udah jelas2 ilmu pengetahuan yg paling anyar menolak teori darwin (TD), teori yg sudah (ketahuan) busuk(nya), mislink nya antara kera dan manusia gak pernah ketemu sampe sekarang, dan pasti sampe akhir zaman, sedang dari ilmuwan2 sekarang jelas2 membantah TD.
baca dong buku yg terakhir, jangan terkungkung di ruangan teori darwin aja, keliling bung, atau baca artikel2 terkini.
baca juga penipu2 dari jepang, amerika, brazil dan lain2 negara yg membohongi publik dengan risetnya untuk mendukung TD, akhirnya mereka mengakui kebohongannya untuk mendukung TD agar eksis, paham?

Artikel Harun Yahya pasti kwalitasnya jauh diatas dari buku2 yg anda baca, buktinya anda stuck di teori darwin.

#66. Dikirim oleh brekele  pada  10/09   06:50 PM

Saya setuju dengan pemikiran kritis, namun kok diakhir cerita keluar kun fayakun, padahal alam semesta di kitab dibangun dalam 6 masa, gak kun fayakun.
So karena sekarang sudah menulis di sini, mohon mas Abror jelaskan tentang kun fayakun yang dimaksud ?

#67. Dikirim oleh Hill man  pada  06/10   11:11 PM

brekele ngomong begini :

Artikel Harun Yahya pasti kwalitasnya jauh diatas dari buku2 yg anda baca, buktinya anda stuck di teori darwin.

Jawab saya:
Kwalitas apaan? Harun Yahya itu bukan ilmuwan, tapi ideolog. Yang penting bagi dia nyalah-nyalahin melulu, tapi dia sendiri gag bisa ngasih penjelasan alternatif apa-apa. Evolusi lebih bisa menjelaskan keberagaman mahluk hidup daripada omong kosong bualan Harun Yahya. Orang desain grafis kok sok banget ngomong biologi, sudah gitu merasa bener sendiri ...

#68. Dikirim oleh Miftahalzaman  pada  08/10   12:57 PM

wahai saudaraku , renungkanlah bahwa yang dinamakan waktu adalah ciptaan yang maha kuasa. jadi pasti yang maha kuasa tidak tergantung dengan ciptaannya sendiri yaitu waktu. pola pikir dan pola debat kita selalu berpatokan bahwa waktu itu ada dan itulah adalah khas makhluk ciptaan. berfikirlah seandainya waktu tidak ada , pasti semuanya buntu. maka marilah kita imani saja firman yang maha kuasa ALLAH swt. - m. titok

#69. Dikirim oleh M Titok  pada  12/10   04:40 PM

Semuanya,

Pada dasarnya teori tentang Asal Muasal Jagad Raya, apapun itu, benar atau tidak adalah soal percaya atau tidak. Buat yang percaya satu teori, ya itu teori yang paling benar, dan yang lain tidak benar.

Bagaimana dengan yang mempercayai banyak teori, ya semuanya benar.

Sekedar intermezo:

Karl May belum pernah menginjakan kakinya di daratan Uncle Sam, tapi tentang Amerika, suku Indian, permasalahan sosial hingga keindahan alam daratan Uncle Sam di “visual"kan secara nyata dalam karyanya, bertema petualangan Winnetou dan Old Shatterhand.Karl May lahir tahun 1842. Sejak lahir, Karl kecil menderita cacat buta karena kekurangan gizi. Untungnya, saat ia berumur 5 tahun, Karl kecil dioperasi sehingga ia bisa melihat lagi. Kira-kira umur 27 tahun, Karl yang sudah remaja dipenjara selama 7 tahun karena dituduh mencuri. Hebatnya, selama di penjara, Karl banyak membaca, terutama buku geografis. Dari itulah Karl mendapat ilham untuk menulis buku petualangan. Ia pun menjadi terkenal. Antara penggemar karyanya adalah Adolf Hitler, Albert Einstein, Hermann Hesse dan Bertha von Suttner. Konon, remaja Indonesia tahun 30-an (yang kemudian dikenal sebagai perintis kemerdekaan) mengenal arti kemerdekaan setelah membaca buku-buku Karl May.

Cobalah renungkan lagi soal teori-teori, benar atau tidaknya tergantung pada keyakinan, bukan faktanya. Karena faktanya kita bukan pencetus teori-teori apapun itu.

Be Positive

#70. Dikirim oleh New Age  pada  14/10   08:05 AM

Kun fayakun. Jadilah maka menjadilah, demikianlah alam raya ini terjadi, dan para ilmuwan merekam jejak bahwa proses itu terjadi dalam waktu yang luar biasa panjaaangnya. Wahai manusia, Allah telah membuktikan bahwa Dia Maha Besar dimensi waktu untuk kun fayakun berbeda dengan manusia. Maka sudah selayaknyalah para ilmuwan menerima firman Ilahi tentang penciptaan alam semesta raya in

#71. Dikirim oleh Winwin  pada  18/10   02:57 PM

Melihat perkembangan pemikiran kaum liberal tak lebih dari menyalahkan Kitab Suci dari segi pengetahuan yang menurut saya sangat dangkal. Kitab Suci dan akal ibarat peta dan kompas. Kalo kita menyalahkan Kitab Suci sama dengan tak percaya dengan peta akibatnya kecil kemungkinan sampai pada tujuan. Seorang muslim menjadikan Kitab Suci menjadi rujukan bukan menyalahkan. Mengamati alam yang ada dan menyadari kebesaran Tuhan seakan akan kita berterima kasih pada pemberi peta (Kitab Suci)kalo kita dalam perjalanan (Hidup). Pemikir islam tak pernah ketakutan kehilangan pengikutnya, yang perlu adalah menyampaikan kebenaran. Lagi pula setiap manusia memilih jalan dan resiko tanggung sendiri kalo celaka. Kalo ada yang berpikir yang benar harus ada fakta ilmiah , hal seperti itu berarti kalo kita dalam perjalanan buat peta sendiri, kalo kita belantara rimba, sebelum sampai ketujuan kita udah celaka sebab kita gak tau bahaya yang akan datang. Dalam sejarah sudah dibuktikan para pemikir islam berpatokan pada Kitab Suci mengalami kemajuan di zaman 750 - 1250: Kerajaan Abbasiyah, hancur setelah diserang dari luar (Perang Salib & serangan Jengis Khan) dan dalam (Penghinatan Syiah)bukannya tambah terbelakang. Manusia sekarang mengembangkan pengetahuan tanpa rambu kitab suci suatu saat akan menimbulkan malapetaka yang akan menghancurkan manusia itu sendiri (Bom Nuklir, Bom fosfor, flu burung, dll). Sadarlah,para pemikir islam sampai sekarang tak akan pernah berhenti mengembangkan pengetahuan walau mengimani Kitab Suci. Semoga bermanfaat

#72. Dikirim oleh ferry  pada  23/10   04:38 AM

Pengetahuan manusia itu seberapa sih? Cuma 0, sekian persen dari misteri di jagad raya ini. Yang ilmiah itu belum tentu berdasar fakta. Pertanyaan saya simpel aja utk ini. Apakah Anda bisa menjelaskan dengan teori ilmiah tentang apa yg akan terjadi pada Anda setelah mati????

#73. Dikirim oleh Denzerr  pada  30/10   12:58 PM

Jadi kesimpulan dari semua ini :

Manusia Bebas Berfikir, Manusia Bebas menentukan pendapatnya sendiri, Manusia Bebas Melangkah & Memilih, mau ke kiri mau ke kanan, terserah…
Manusia Boleh percaya boleh tidak, boleh beriman, boleh kafir silahkan…

“Fa al hamaha fujuroha wa taqwaahaa..”

Dan akibat dari semua itu kembali kepada Manusia sendiri.

Masih penasaran tentang Asal-Usul Manusia dan Jagat Raya....???

jangan bingung-bingung: Percayailah apa yang anda yakini..., gak usah peduli akan apa yang tidak anda percayai, & gak usah peduli terhadap orang yang tidak sependapat dengan keyakinan anda...bebas-bebas aja,, gampang banget kan...???

Nyang Penting aku nyaman dikau nyaman, aku gak ngambil hak dikau, dikau gak ambil hak punyaku…

#74. Dikirim oleh Irsyad Muhammad  pada  02/12   12:43 AM

Di Islam Tidak dijelaskan ADAM itu Manusia Pertama, hanya sebagai Kalifah di muka Bumi. Aku berkeyakinan, Gusti Allah dalam Penciptaan Adam, persis yg dialami Isa (Yesus). Allah meminjam Rahin Ibu dari Manusia Purba yg sebelumnya memang pernah diciptakan. Karena ADAM turun ke Bumi terkejut, karena suasana Bumi sangat Persis seperti dengan Jannah yg pernah dia Lihat. Jadi Surga itu itu di Bumi adanya....

#75. Dikirim oleh sumolewo  pada  18/12   08:34 AM

bukankah tingkatan corak pemahaman manusia itu meletakan ilmu di bawah filsafat, sedangkan filsafat itu di bawah dogma yang ukurannya keyakinan…
apakah sudi kita menurunkan derajat dogma untuk “difilsafatkan” menjadi ilmu…

#76. Dikirim oleh Adi Wijaya  pada  14/01   02:19 AM

buat semua,
manusia adalah satu titik diantara jagat raya yang terbentang tanpa batas.
jagat raya saja besarnya tidak terbatas, apalagi pencipta-Nya betapa maha… (tidak tahu mau ngomong apa jagat raya saja tak terbatas).

kapankah waktu(time) dimulai?
kapankah jagat raya diciptakan? apakah penciptan waktu dan jagat itu sendiri bersamaan?
tak satupun sains dan ajaran agama yang bisa menjawab, karena semua terlalu besar untuk pikiran manusia yang kecil tapi tanpa batas.

karena kemarin dan esok itu sama-sama mistery coy,(jadi bukan esok saja yang mistery yo}.

salahkah darwin punya keyakinan?
salahkah anda punya keyakinan?
siapa yang bisa jamin keyakinanmu itu kebenaran yang hakiki?karena kita hidup dialam yang nyata dan dinamis, sedangkan keyakinan itu?.

tapi-
biasakanlah berfikir terbuka dan positif,
mempelajari sesuatu dengan pikiran positif makna dan ilmu yang di dapat juga akan positif.

tapi anda membaca kitap suci sendiri pikiran anda positif karena itu yang anda yakini, tetapi baca kitap suci saudaramu yang lain kau negativ, karena bukan itu yang kau yakini.

jangan mau jadi katak dalam tempurung coy, karena mentok pada satu kitab doank, karena kitap itu sendiri butuh penafsiran, dan penafsir yang paling baik adalh otak dan suara hati manusia itu sendiri.

jadi intinya apa?
janganlah menghakimi orang lain coy,apalagi yang menyangkut keyakinan. karena pada akhirnya semua keyakinan dan pengetahuan itu sendiri akan diuji oleh waktu dan mungkin mentok pada pemilik awal dan diakhir itu sendiri.

#77. Dikirim oleh sakty  pada  08/02   03:51 PM

Dear JIL and All,

Kebenaran akan sesuatu hal adalah kebenaran itu sendiri. Kebenaran itu sendiri tidak membutuhkan pembenaran....

Silakan saja yang meyakini Al Quran paling benar dalam memahami Asal Muasal.....
Silakan saja yang memahami Injil, atau teori charles darwin....

Dalam menyampaikan keyakinan akan kebenaran yang tidak membutuhkan “pembenaran” sama sekali. Kalau melibatkan reaksi “pembenaran” maka kebenaran itu jadi absurd…

Sekian banyak komentar yang masuk hanya mengekspresikan krisis keimanannya.... akan kebenaran yang hakiki.

Yang muslim, yang nasrani, dan yang didasari keilmuan positif,.... sama! , mengalami krisis kepercayaan pada yang diyakininya sendiri....

JIL dalam artikel ini (beberapa yang lain) cukup ‘nakal’ namun ini juga diperlukan. ‘Nakal’ yang saya maksud artinya memberikan dinamika dalam wacana berkeyakinan…
Memberikan vitamin bagi mereka yang kurang memiliki kecerdasan spiritual, sehingga tahu bagaimana mengelola spiritualitas seseorang dalam meyakini sesuatu.....
Nakal yang positif ini hendaknya dikelola juga, bukan sebagai lemparan bola panas yang menghasilkan pemetaan, tentang masyarakat muslim, tapi juga ada umpan balik dari si penulis dalam dan bagaimana menyikapi komentar yang masuk. Ini baru yang namanya ‘dewasa’. Nakal yang positif dan bertanggung jawab. Pemetaannya jangan hanya disimpan, toh kalau dikeluarkan juga sudah dapat diketahui reaksi masyarakat muslim tentang pro dan kontranya.Jelas moralitas dari tanggung jawab lebih meng’eksistensi’kan JIL dalam kemajemukan masyarakat muslim dan masyarakat non muslim…
Gemakan misi JIL lebih lantang.....

Have positive days

#78. Dikirim oleh Sahabat  pada  09/02   08:59 AM

Teory Darwin sudah runtuh, tidak ada yg dapat dipercaya lagi, pengikut2 teory Darwin sudah banyak yg kethuan memalsukan penemuan mereka demi terus menunjang teory Darwin. Big Bang ditemukan oleh teknologi modern, dan terdapat dalam Al Qur’an, bukan ilmu khayalan seperti teory Darwin.

#79. Dikirim oleh Toni  pada  13/02   09:38 AM

siapa bilang sains ga cocok dengan agama? perlahan namun pasti, sains terantuk kesombonganx karena ternyat justru sainslah yang belajar mengerti. apa yang tidak dipahami dalam agama lebih disebabkan oleh kedangkalan sains itu sendiri..percaya bung..agama hanya bisa dimengerti dengan upaya konstektualisasi akal secara benar dan kemajuan sains adalah salah satu dari upaya itu..mari berserah diri kapada sang khalik dan rahmat-Nya akan tercurah. Allah maha hebat !!!

#80. Dikirim oleh wija  pada  14/04   02:44 PM
Halaman 4 dari 5 halaman« First  <  2 3 4 5 >

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?