08/05/2009

Asal Muasal Jagat Raya: Cinta ala Rumi atau Evolusi ala Hawking-Darwin?

Oleh Malja Abror

Jawaban model berseloroh seperti ini mengingatkan kita pada jawaban Santo Agustinus ketika ditanyakan kepadanya tentang apa yang dilakukan Tuhan sebelum peristiwa Big Bang itu terjadi. Jawab Agustinus: Tuhan sibuk membangun neraka buat orang-orang yang melontarkan pertanyaan seperti itu

08/05/2009 12:26 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (94)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 5 dari 5 halaman‹ First  < 3 4 5

Dikatakan di artikel ini bahwa evolusi-lah yg punya peran tunggal/dominan dlm kehidupan. Makhluk hidup diawali dari adanya amuba. Nah, dari mana asal amuba itu? Apakah dia juga hasil dari evolusi sebelumnya? Atau tiba2 ada begitu saja, tanpa ada yg membuatnya/menciptakannya??
Juga dikatakan bahwa alam semesta berasal dari singularitas yg berlanjut dgn Big Bang. Pertanyaannya: singularitas itu berasal dari apa pula? Apakah ada begitu saja, atau ada yg membuatnya/menciptakannya?
Apakah teori evolusi punya jawabannya? Saya yakin, tidak.

#81. Dikirim oleh maspai  pada  05/05   05:29 AM

Walah ... Walah ... Walah ... Debat tentang DARWIN ... Tapi sepertinya jarang yang baca bukunya langsung—The Origin of the species—. Berdebat hanya berdasarkan persepsi ... Yaitu berdebat berdasarkan katanya ... Tidak ada yang mengutip pandangan-pandangan Darwin berdasarkan bukunya itu—padahal The Origin of the species tersebut sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia—agar lebih mudah memahaminya. Kenapa langsung ngomong teori evolusi ? Kalau basisnya adalah masalah SELEKSI ALAM yaitu survival for fittest ? Sebelum ke teori evolusi ini ? Siapakah yang MENYANGKAL teori SELEKSI ALAM ini ? Dengan HUKUM BESINYA ... SURVIVAL for FITTEST ... ? Padahal ini TEORI DARWIN ... ? Langsung saja GEDEBAG GEDEBUG ... Bahwa TEORI EVOLUSI itu SALAH ? Kalau SALAH ... ? Dijelaskan saja SALAHNYA dimana ? Kutip BUKUNYA DARWIN atau PENGIKUT SETIANYA ? Kupas habis pointers kesalahan yang ada ?

#82. Dikirim oleh HP  pada  06/05   12:02 PM

Sudah lama, saya tidak ikutan komentar, jika dilihat komentar saya dahulu terakhir no 55, tidak semuda orang dapat menangkap kebenaran yang ada di dalamnya. Semua pengetahuan yang ada sekarang berasal dari hipotesa atau dugaan, belum menjadi benar kalau belum ada pembuktian. Sebelumnya diterangkan fenomena “Kun fa yakun”, adalah pemicu reaksi berantai yang menciptakan semesta ini, seperti kartu deret akan bergerak jika yang pertama disentuh. Proses penciptaan terjadi tiga proses, awal , sedang berlangsung dan akhir. Allah Maha Pencipta dan tak akan berhenti mencipta. Saking cepat proses penciptaan, seperti ledakan big bang seketika dimulailah proses pembentukan.Proses penciptaan dikendalikan oleh Nya dalam bentuk yang tidak dipahami manusia, karena sensor manusia sangat terbatas mendeteksi. Ringkasnya proses akumulasi dari nebula bintang planet dst. Tahap kedua sedang berlangsung, mulai terbentuk makhluk yaitu Malaikat, jin , tumbuhan, binatang dan manusia. Tidak ada yang tak dikontrol oleh Nya, setangkai buahpun di jaga Malaikat, supaya proses molekulernya terkontrol sesuai kehendakNya, begitu juga hal yang lain, kalian semua tidak bisa membayangkan aliran energi kehidupan atau chi dalam film fiksi ilmiah membuat reaksi berjalan sesuai rencana Nya. Kalau tidak tercipta makhluk monster, atau cacat seperti produk mutasi radiasi nuklir, Semua tercipta memiliki kemiripan dan keteratuan serta beralur karena karya Nya Maha Indah. Tahap akhir adalah penghancuran semuanya, atau kiamat. seperti dilihat di semesta ledakan bintang dst. Semua itu jadi pelajaran bagi manusia, jangan terlalu bangga atas kesombongan paling benar, paling pintar, paling ..? . yang berujung pada kehancuran manusia itu sendiri. semoga bermanfaat, hanya yang berhati putih, berniat mencari kebenaran yang dapat dicerahnya . Semoga bermanfaat dan semoga berdebat yang sehat saling menghargai,

#83. Dikirim oleh ferry  pada  22/06   03:52 PM

Melanjutkan tulisan saya sebelumnya, mengenai teori Darwin dapat dikatakan hipotesanya sangat lemah, disebabkan proses terjadi evolusi adalah kebetulan atau terjadi sendiri. Dalam proses penciptaan Tahap kedua, Dia berkehendak menciptakan yang pertama melalui unsur secara langsung, misalnya manusia dari tanah, dan terbukti komposisi kimia sangat dekat. Begitu juga dengan makhluk hidup lain. semua tak lepas dari kekuasaanNya. Makhluk hidup berkembangbiak dan mengalami perbedaan genetik menjadi beberapa jenis, semua tak lepas dari kontrol sang Maha Kuasa. Aliran energi kehidupan membuat pertumbuhan makhluk ciptaanya berkembang dan di jaga oleh malaikat sehingga sempurna. Begitu kompleknya proses penciptaan, tak bisa diterangkan secara gamblang, intinya SEMUA TERKONTROL bukan KEBETULAN atau TERJADI BEGITU SAJA. Manusia tidak sepenuhnya dapat memahami atau mengamati proses penciptaan karena keterbatasannya. Melalui rangkaian hipotesa ini semoga dapat diambil kebenaran, ibarat matematika kebenaran faktor x,y,z dan hipotesa variable a,b,c dst sehingga didapat pendekatan kebenaran. Dapat dikatakan kebenaran pengetahuan tak lebih dari pendekatan kebenaran, sedangkan agama adalah yang kebenaran sesungguhnya. 
Kesimpulannya dapat menjadi gambaran teori bahwa EVOLUSI DARWIN SANGAT LEMAH, di dasarkan argumentasi evolusi kera menjadi manusia. Jadi kesimpulannya KEMIRIPAN terjadi karena PENCIPTANYA adalah penciptanya hanya satu yaitu ALLAH yang Esa dan salah satu aspek keteraturan ciptaan yang menghasilkan keindahan serta kebenarannya dan TIDAK TERJADI KEBETULAN, melainkan TERKONTROL atas kehendakNYA agar tidak berubah menjadi MONSTER. Semoga paham dan bermanfaat bagi kita semua, terimakasih, kebenaran hanya dari ALLAH dan kesalahan tentu dalam hal cara menyampaikan atau keterbatasan pengetahuan, untuk itu mohon maaf sebesarnya semoga semuanya tercerahkan

#84. Dikirim oleh ferry  pada  22/06   04:58 PM

Kok masih pada ribut soal Darwin, udah deh…teory evolusi udah basi, lihat kedepan dong, jangan kebelakang lagi, darwinisme udah tergilas oleh kemajuan teknologi, dan sains dalam agama islam tidak mendukung teory evolusi. ini udah zaman milenium, bukan masih zaman kuda gigit besi bung, wake up Indonesiaku.

#85. Dikirim oleh Toni  pada  08/07   05:00 AM

Meskipun Teori Darwin lemah, tapi dia dibangun dari usaha keras untuk memahami fenomena alam, bukan dari hasil orang malas berpikir yang cuma membebek apa kata kitab suci. Tapi sebagian orang Islam memang gitu. Lebih suka membebek apa kata kitab suci, lalu merasa puas dan merasa paling beriman sambil mencemooh mereka yang berusaha mendayagunakan fikirannya dengan maksimal.

#86. Dikirim oleh Miftahalzaman  pada  09/07   09:20 AM

saya dulu percaya sekali dengan teori evolusi.tetapi syukur kepada Tuhan.beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah buku yang mengetengahkan pandangan antara evolusi dan penciptaan. untuk itu saya merekomendasikan buku EVOLUSI VERSUS PENCIPTAAN. jikalau kita percaya kepada TUHAN, percayalah sepenuhnya,jangan mendebatkan firman-Nya yang secaiwara lugas disampaikan dalam peristiwa penciptaan.baca aja dulu bukunya,fren.

#87. Dikirim oleh heru  pada  03/09   05:40 PM

ada yg mengatakan teori evolusi darwin lemah, dengan mengatakan bahwa kera berevolusi menjadi manusia, yg mengatakan demikian itu berarti tidak mengerti sama sekali ttg teori evolusi.teori evolusi mengatakan bahwa kera dan manusia berasal dari leluhur yang sama. sesuai dengan pohon evolusi darwin..bukan manusia berasal dari kera..absurd dan salah kaprah.

#88. Dikirim oleh taufan  pada  07/09   05:57 PM

ass.wr.wb. Menurut saya sesungguhnya agama dan sain adalah 2 hal yg tidak terpisahkan. Keduanya saling mendukung satu sama lain, meskipun dibeberapa hal nampak bertentangan tapi itu hanyalah bagi mereka yg berpikiran sempit saja. Dari sebuah kata ‘kun’ menjadi ‘fa yakun’ atau ‘jadi maka terjadilah’ tentu terdapat sebuah peristiwa atau kejadian diantaranya. Kita harus sadar bahwa kehendak2-Nya ada yg berlaku instan dan non-instan alias melalui proses dan proses itulah yg seringkali kita lupakan. Dan untuk mereka yg tidak memeluk fanatisme buta terhadap apa yg diyakininya dapat melihat bahwa Disanalah posisi keduanya saling mendukung dimana agama adalah keyakinan kita akan ILLAHI dan sgala sifat2-NYA sementara sains adalah bagaimana kita memahami DIA dan sifat2-nya berlaku di jagat ini..

#89. Dikirim oleh ronald  pada  13/09   12:18 PM

agama dan sains tidak mudah dipelajari bersama-sama. Coba ingat betapa kerasnya dulu penolakan terhadap teori Heliosentris yang ternyata memang benar. Jadi kalau percaya penuh dengan agama, takkan mampu mempelajari sains dengan sempurna. Sains bukan agama

#90. Dikirim oleh Asta  pada  15/10   10:41 AM

>>Asta: Alquran setahu saya mendukung teori heliosentris yg memang dulu Barat menentangnya. So kalau muslim memegang teguh agamanya, tidak ada masalah dengan sains. Toh ayat-ayat tentang sains dalam Alquran bisa dibuktikan secara ilmiah, mis. tentang embrio dalam rahim, kejadian hujan, dll, dibuktikan secara ilmiah kebanyakan oleh ilmuwan Barat.

#91. Dikirim oleh mas  pada  18/10   12:12 PM

TEORI EVOLUSI TERBARU

“Jika kita menaruh triliun100X-an mobil dan triliun100X-an pesawat di gurun pasir dan trilliun100X-an bom atom yang meledak secara acak, maka jika kita kembali miliaran tahun lagi, sebuah ras baru akan muncul, yaitu bernama transformer”

Maka dari itu untuk apa kita hidup lagi, jika suatu saat akan ada tranformer.

#92. Dikirim oleh LIJ  pada  14/03   10:23 AM

apaan ni memegang teori darwin ga msuk akal setiap mahluk hidup punya masing2 penurunan spesiesnya sendiri kejadian manusia adalah sudah kehendak allah swt dari awal kejadiannya pun sudah menyimpang klo gini sama saja mengatai nabi adam seekor kera ,jil benar2 menyimpang

#93. Dikirim oleh noraknya  pada  09/07   09:28 AM

Betul jagad raya beserta isinya ciptaan allah swt. kun fayakun , jadi maka terjadilah , jadi ,artinya jadi terjadilah artinya terjadilah proses dan inilah yg dinamakan sain dan dpt di pelajari lebih jauh , maka jangan kau tanyakan lg knpa semua ini , apa rencana tuhan dahulu sekarang atau selanjutnya ! kita semua ini hanyalah mahluk kecil yg tak nampak dibanding dg jagad raya ini ! maha besar allah atas segala firman-NYA

#94. Dikirim oleh Nur sidik  pada  03/01   01:01 PM
Halaman 5 dari 5 halaman‹ First  < 3 4 5

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?