Reportase,
21/11/2011

Bahasa Terorisme itu Mudah Dipahami

Oleh Nazar Nurdin*

Ulil Abshar-Abdalla menegaskan bahwa kalangan teroris menyadari pentingnya penggunaan bahasa sebagai simbol komunikasi. Menurutnya, bahasa yang acapkali disampaikan para teroris sangat mudah dipahami oleh khalayak ramai, sehingga menciptakan peluang-peluang untuk tumbuh dan berkembangnya tindak terorisme. Ulil mengistilahkan ideologi kaum radikal itu sebagai ideologi yang sangat serius dan canggih, namun bahasa yang dipakai adalah bahasa ‘âmmiyyah (umum), di mana semua orang bisa leluasa memahami. Bahkan, ketika menghadapi ideologi semacam itu, kita dituntut untuk berhati-hati. Jangan dikira bahwa ideologi mereka dangkal, mereka mempunyai ideologi yang sangat hebat. Kalau kita tidak siap, jangan heran kalau kita kalah argumen dengan mereka.

21/11/2011 14:11 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (12)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

assalamualaikum,,

sya setuju banget dengan Pk Prie GS,, bahwa Radikalisme bisa terjadi pada siapa saja,, kapa saja dan dimana saja… cuma kadang kita ga menyadarinya..

dan menurut saya…. Pak Ulil dan saudara-saudara kita di JIL telah terjebak dalam radikalisme pemikiran.

kalau pak Ulil bilang kita dilarang radikal dalam memahami suuatu faham atau agama,, maka yang sedang diwlakukan pak ulil dan kawan kawan JIl sebenarnya adalah juga FANATIK terhadap faham SEPILIS (sekulerisme, libeeralisme, dan Liberalisme) mereka.

kata Pak Ulil kan kita harus menghormati orang yang berbeda faham dengan kita kan,,, so,,, kita hormati lah faham mereka yaang Pak Ulil kleim sebagai ISLAM RADIKAL,,, grin

terimaksih kepada Admin,,, Wassalamualaikum,,

#1. Dikirim oleh Joko Tole  pada  30/11   06:30 AM

Jika yang dituju oleh Ulul itu ialah Osama [Al-Qaedah] atau yang sehaluan dengannya sebagai teroris,maka ia bukanlah teroris, karena osama dan rakan bukan mengganas memababi buta, tetapi berjuang menjalankan perintah Allah, yang mana ayat-ayatnya didalam Al-Quran sangatlah jelas sekali, sehiangga tiada argumen yang bisa menandinginya.lagi pula korban dari perjuangan osama itu boleh dikira dengan jari, baik yang benar-benar sasaran atau yang terkena tembpias.
Walau bagaimanapun, mereka berjuang dijalan Allah.
        Sementara teroris yang sebenarnya ialah AS {Menceroboh kenegara asing dengan segala kelengkapan]....Yahudi merampas tanah air orang lalu mengusir yang punya tanah air itu…..Barat Eropah menjadi alat pendudkun segala keperluan AS Yahudi itu atas nama MATO, mereka tanpa persetujuan PBB pun bisa membunuh sebanyak mungkin manusia tak bersalah tak berdosa sama sekali, sementara Osama masih ada sasaran].Dan mereka berjuang dijalan Thaghuut / setan.

Yang namanya perjuangan , baik dijalan Allah atau di jalan Thaghuut, ya…pastilah ada di korban dan terkorban. cumanya keputusam terakhir ialah di akhirat. bukan sekarang, karen mahkamah keadilan diBelanda itu pun takbisa berbuat apa-apa.

sama dengan kita sekarang, kita masing-masing punya dali /argumin. tetapi yang dibawa oleh Osama ialah perintah Allah, bukan pendapat Osama.

Osama lahir tumbuh bukan mendahului, tetapi membalas jihad yang dilancarkan AS, dengan Jihad yang diperintah Allah, malangnya Osama hanya sendiri, [tanpa dukungan dunia islam] sementara AS bertujuh dengan dukungan semua termasuk munafik-munafik seperti JIL.

#2. Dikirim oleh joko  pada  30/11   04:32 PM

Assalamu’alaikum wrwb

Perbedaan Radikal antara Islam Fundamentalis dan liberal adalah banyak sekali,yang utama adalah;

1. Radikal Liberal arti membebaskan umat dari bentuk kekerasan fisik dan paksaan sebagaimana dilakukan oleh klompok2 Islam Fundamentalis.

2. Radikal Fundamentalis memaksakan peraturan2 ALLAH kepada manusia.Wanita2 yang tidak berjilab di tangkap.Kemudian sikap kepada klompok2 Muslim minoritas dan umat non Islam bermuasuhan dan bahkan memerangai dgn fisik seperti FPI membunuh muslim Ahmadiyah dll.

silakan lanjuti 40 perbedaan2 antara Fundamentalis dan progressive Islam

https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit

salam

#3. Dikirim oleh alatif  pada  01/12   02:02 AM

Radikal pemikiran saya kira sih nggak masalah> Jadi bermasalah ketika pemikiran itu dipaksakan kepada orang lain dan ketika merasa gagal memaksakan kehendak lalu melakukan tindakan kasar spt pengeboman.

#4. Dikirim oleh nurcahaya  pada  01/12   09:40 AM

Istilah RADIKAL di Agama Islam sebenarnya tidak ada

#5. Dikirim oleh abror  pada  01/12   01:13 PM

Secara disadari ataupun tidak disadari gerakan deradikalisasi adalah didanai dan diskenariokan oleh pihak2 yang mempunyai tujuan mencari keuntungan politik dan ekonomi.

Mari kita melihat secara jujur dan obyektif : Isarel dengan sewenang-wenangnya melanggar resolusi PPB dengan memborbardir, menculik, membunuh, merampas tanah sesuatu bangsa namun tidak ada satupun pihak termasuk JIL yang mengutuk perilaku teroris biadab Israel ini.

Peribahasa kita mengatakan tidak ada asap kalau tidak ada api, nah radikalisme ini adalah asap dan apinya yaitu ketidakadilan yang terjadi di dunia ini, namun komentar ini bukan bermaksud membenarkan tindakan “teroris”, tetapi Gerakan deradikalisasi harus dilakukan dari hulu hingga ke hilir sehingga menjadi fair dan efektif.

Perlu juga dipublikasikan oleh pihak JIL bahwa pelaku terorisme juga dilakukan oleh pihak barat secara nyata dan banyak dokumentasinya. Jika kita dan semua pihak mempunyai integritas tentulah berani megatakan : hey kalian bangsa barat kalian pun juga melakukan tindakan terorisme.
Contohnya: AS dan sekutunya menjajah dan meluluhlantakan negara Irak dan ratusan ribu manusia mati bergelimpangan dengan alasan senjata pemusnah massal, dan ternyata semuanya bohong belaka.

Yuk mari jujur dan mempunyai harga diri dalam berpendapat yaitu dengan berani mengatakan bahwa barat (Kelompok JudeoChristian) pun juga harus dideradikalisasikan.

Terima kasih atas dimuatnya komentar saya ini, mohon maaf jika tidak berkenan.

#6. Dikirim oleh acim  pada  02/12   10:26 AM

===Istilah RADIKAL di Agama Islam sebenarnya tidak ada===

respond saya:

Al quran itru bukanlah kitab yang lengkap seraba ada semuanya.

Perintah bersunat tdk ada dlm al quran bukan?

Rasul merujuk ke Taurat.

Jadi al Quran tanpa kitab2 sebelumnya tidaklah sempurna…oleh karena itu ALLAH dan rasul memerintahkan umat Islam untuk beriman dan membaca serta mengamalkan perintah2 ALLAH dlm Kitab2 sebelumnya yg tdk bertentangan dgn Al Quran.

salam

#7. Dikirim oleh alatif  pada  02/12   06:34 PM

Rakyat butuh kesejahteraan…daripada sibuk berdebat sana-sini yang membuat rakyat jadi bingung mana kawan mana lawan.lebih baik tangkap tuh korupsi…cobalah kasih kesempatan syariat Islam ditegakkan di Indonesia terlebih tentang pidana..rakyat butuh bukti, rakyat butuh keteladanan, rakyat butuh ketegasan, rakyat butuh keadilan.

#8. Dikirim oleh kang cecep  pada  03/12   09:45 PM

Kepada Redaksi

Beberapa hari yg lalu saya berkomentar tentang Diskusi ini, tapi anehnya tidak dimuat.

Apakah kalian takut dengan perbedaan ? Bagaimana dengan jargon2 pluralisme anda ???

Saya tidak memgancam keselamatan anda, saya hanya menyampaikan ide atau pikiran yang berbeda dengan anda.

Ternyata JIL pun masih harus belajar menerima keberagaman.

Saya pikir JIL sudah berubah, ternyata saya salah.

#9. Dikirim oleh acim  pada  04/12   10:19 AM

terorisme tidak suka, liberalisme islam juga banyak yang ngga suka, dan saat ini siapa orang2 yang konsekwen dengan agamanya? Semua hanya kepengin hebat dengan ilmunya, wah ....mending mnikmati puisi, drpada pusiiiiing, mmikirkan orang2 gila ....

KAMPUNG - Subagio Sastrowardoyo

Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
karena hawa di sini sudah pengap oleh
pikiran-pikiran beku.
Hidup di negeri ini seperti di dalam kampung
di mana setiap orang ingin bikin peraturan
mengenai lalu lintas di gang, jaga malam dan
daftar diri di kemantren.
Di mana setiap orang ingin jadi hakim
dan berbincang tentang susila, politik dan agama
seperti soal-soal yang dikuasai.
Di mana setiap tukang jamu disambut dengan hangat
dengan perhatian dan tawanya.
Di mana ocehan di jalan lebih berharga
dari renungan tenang di kamar.
Di mana curiga lebih mendalam dari cinta dan percaya.

Kalau aku pergi ke luar negeri, dik
karena aku ingin merdeka dan menemukan diri.

#10. Dikirim oleh yudi  pada  05/12   06:48 AM

acim ~ KAMPUNG - Subagio Sastrowardoyo

MANTAP!!!!!!!

#11. Dikirim oleh MANTAP  pada  05/12   05:27 PM

Islam agamaku dan Al-Quran Pedomanku..
Mama, papa, Kalo banyak versi Islam, trus yang seneng siapa..  Yang gak sholat seneng gaa..???

#12. Dikirim oleh Anita Anak TK 165  pada  27/12   04:56 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?