Belajar dari Islam Turki
Oleh Novriantoni Kahar
“Islam Turki lebih bercorak esoteris ketimbang eksoteris. Pengaruh sufisme sangat kuat dalam corak keberagamaan Islam Turki, dan kenyataan ini membuat Islam Turki jauh dari formalisme apalagi menyerahkan diri secara bongkokan kepada penetrasi Wahabisme-Salafisme. Pemahaman Turki tentang Islam lebih banyak dibentuk oleh toleransi Rumi, anjuran cinta Yunus Emre, maupun rasionalitas Haci Bektassi. Dalam sejarah Turki modern, perjuangan untuk melegalkan pemakaian jilbab di sektor publik memang terjadi, namun hal itu tiada lebih sebagai perlawan terhadap penerapan sekularisme yang sangat keras. Ibarat bermusik, sekularisme Turki terlalu lama menyuguhkan heavy metal sementara masyarakatnya sudah tidak lagi merasakan merdunya alunan musik itu.”
Komentar Masuk (0)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)