Berakhirnya “Kepemimpinan Ide”?
Oleh Ulil Abshar-Abdalla
... jika perubahan di masa lampau cenderung bersifat elitis, di masa depan, basis perubahan sosial akan jauh lebih demokratis. Peran publik pada umumnya, terutama publik kelas menengah yang mempunyai derajat keterdedahan (exposure) yang tinggi terhadap berbagai jenis informasi, akan memiliki peran lebih besar lagi.
Watak perubahan dan gerakan sosial yang “tanpa wajah” ini tampak juga di Amerika Serikat saat ini. Dua gerakan sipil yang menyedot perhatian banyak pihak saat ini, Tea Party dan Occupy Wall Street Movement, menunjukkan ciri serupa: gerakan tanpa mullah dan perumus gagasan. Dua gerakan ini tampak sekali tak diinspirasikan oleh gagasan seorang “filsuf revolusioner” seperti seorang Herbert Marcuse pada dekade 60an, misalnya. Dua gerakan ini nyaris seperti tanpa “kepemimpinan ide”.
Komentar
Mas Ulil berpendapat bahwa pergerakan sosial yang terjadi tidak lagi dipimpin oleh seorang mullah sebagai penggerak. Namun saya berpendapat, bahwa seorang “mullah” atau seorang “filsuf revolusioner” akan tetap lahir. Bedanya orang tersebut akan muncul di tengah-tengah pergerakan, bukan lagi sebagai pencetus memang, tetapi lebih kepada orang yang mencuri perhatian (dalam arti yang positif tentunya) di tengah-tengah movement yang kolektif tersebut.
Yeah… I like it!
sebuah wacana yang menarik untuk disimak karena tulisan ini memberikan inspirasi pada kaum muda untuk termotivasi menjadi para pelopor kepemimpinan berbasis ide sehingga perubahan yang didapatkan lebih bersifat sistematis.
pemimpin ide itu tetap ada. cuma, ide tersebut bersifat kolektif atau individual. jadi salah judul dari tulisan tersebut yang mempertanyakan “berakhirnya kepemimpinan ide????”
Assalamu’alaikum wrwb
Sesungguhnya Syariat Islam atau peraturan2 ALLAH adalah satu satunya peraturan yg tertinggi di bumi ini.
Namun peraturan2 ALLAH tersebut dikatakan oleh ALLAH sendiri QS 10:90, kamu merdeka dan tidak ada paksaan utk melaksankan nya..
Jadi menegakan syariat Islam yang murni dan benar adalah apa yg diperjuangakan oleh klompok2 pembaharu yaitu Islam Progressive.Liberty and justice for all and equality.
Sedangkan syariat Islam yg di applikasikan oleh negera2 Saudi,Iran dan sudan adalah syariat Islam yang dipaksakan dgn undang2,Dari sinilah titik kesalahan syariat Islam alaaa Islam Fundamentalis Saudi.
40 perbedaan2 pemahaman Islam Fundamentalis dengan Progressive.Silakan simak.Thanks
https://docs.google.com/document/d/1gJpDr9KxOM5wtBE-239LCbML4lx8q6qBYFVc3XFxdGY/edit
Wassalam
Komentar Masuk (5)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)