Berharap Pada Nahdhatul Wathan
Oleh Abdul Moqsith Ghazali
Nahdhatul Wathan (NW) tak banyak menjadi obyek penelitian. Riset tentang ormas keagamaan Islam di Indonesia lebih deras pada Nahdhatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. Ada berbagai faktor yang bisa ditengarahi dari minimnya riset-riset tentang Nahdhatul Wathan. Pertama, organisasi keagamaan dan kemasyarakatan yang didirikan TGKH Muhammad Zainuddin Abdul Madjid ini tak digerakkan dari pusat ibukota, Jakarta, melainkan dari daerah terpencil, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB). Dengan ini, gerak dan aktivitas NW sulit terpantau media-media nasional, baik cetak maupun elektronik. Minimnya pemberitaan tentang NW ini menyebabkan pengetahuan publik tentang NW menjadi terbatas. Tak banyak peneliti yang tahu perihal Nahdhatul Wathan.
Komentar
Wah saya sendiri malah baru dengar mengenai organisasi ini. Terima kasih informasinya. Organisasi lainnya misalnya Rifa’iyah di Jawa Tengah silahkan dibahas juga karena ini juga kurang perhatian dari media massa.
Baru dengar mengenai Organisasi ini, tampaknya menarik, dan jarang-jarang Islamlib mengangkat tema seperti ini.
Biasanya lebih gencar pada pemikiran yang baru dan nyeleneh serta menyalahi aturan yang ada. kali ini beda sekali.
ALLAH berfirman;
[QS 4:75] Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah(tertindas) baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah)yang lalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!”.
75] And why should ye not fight in the cause of Allah and of those who, being weak, are ill-treated (and oppressed)? Men, women, and children, whose cry is: “Our Lord! rescue us from this town, whose people are oppressors; and raise for us from thee one who will protect; and raise for us from thee one who will help.
Klompok Islam yang tidak membela golongan minoritas TERTINDAS oleh klompok Islam GARIS KERAS FPI,JAT,MMI HTI,DDI,dan FUI sesungguhnya mereka condong kepada kekerasan.
Dan janganlah kamu cenderung kepada orang-orang yang zalim [4] yang menyebabkan kamu disentuh api neraka, dan sekali-kali kamu tiada mempunyai seorang penolongpun selain daripada Allah, kemudian kamu tidak akan diberi pertolongan. QS 11:(113)
Klompok2 yang Condong atau membela FPI cs ,atau berpangku tangan melihat penindasan2 di negerinya,sesungguhnya mereka adalah golongan zolim.
Mari kita bersama sama memerangi klompok Islam GARIS KERAS yang berbahaya bukan kepada ajaran Islam saja, tapi kepada masarakat Islam itu sendiri dimana terjadi permusuhan ada yang PRO dan KON.
Lanjutkan baca CIVILIZATION/ PRADAPAN MANUSIA.
dan PFI,JAT dan ISLAM.
http://muslimbertaqwa.blogspot.com/p/fpi-islam.html
salam.
Saya sangat senang jika gerak dinamika pemikiran Islam di Indonesia berjalan ke arah nuansa perdamaian. Saya setuju dengan penulis artikel ini bahwa Indonesia membutuhkan kontribusi dari NW untuk ikut serta dalam memberi perhatian pada persoalan kemanusiaan dan kebangsaan yang saat ini marak terjadi, terlebih kekerasan atas nama agama.
Saya berharap NW lebih aktif lagi dalam berpartisipasi terhadap persoalan kebangsaan di Indonesia, terlebih dalam membendung gelombang radikalisme agama oleh kelompok-kelompok Islam transnasional.
alhamdulillah,ada yang mau peduli dan mulai mencolek gliat keilmuan di dalam tubuh NW.btul, itu harus diakui bahwa cahaya keilmuan di sana relatif redup.munkin karena tawaduk atau apalah?yang pasti kita akan terus dorong percepatan gerak juang para kader NW.kini kader-kader muda itu tersebar di shaulatiyyah Makkah dan Al-Azhar Mesir.semoga ke depan kita dapat mereguk manisnya hidangan nahdlatul wathan.yakinlah,kami menemani antum menikmati.“hayya,ghonu nasyidana. Yaaa Fattah Sasak bi Indonesia - la la la lanubali.man yas’a li ma’ali - Indonesia, anti Romzul Ittihadi. Yaaa Ittihad, Sasak Indonesia…...........
terimakasih,betapa berharga tulisan2 seperti ini.dan akan lebih baik jika “anjumi NW” yang mewaqafkan waktu dan usianya utk mempublikasikan ide-ide NW.ingatlah “Hayya ghonu nasyidana ya Fattah Sasak bi Indonesia…..Indonesia,anti Romzul Ittihad”.teman2 santri lebih hafal daripada saya. kita mulai “Lalala lanubali man ys’a li ma’ali
jadi ingat hubbul wathon minal iman…. semoga islam ramah semakin banyak dan benar2 membawa islam semakin indah dan tercapai cita citanya….
Memang benar sekarang bangsa ini sedang membutuhkan masukan2 dan fatwa yang damai dan menyejukkan.Bukan gerakan2 yang meresahkan dg mengatasnamakan agama. Kita menuggu butiran2 salju dari NW untuk membantu bangsa ini mengurai masalah2 yang membelitnya dan membantu meniup API agar kembali ke daerah asalnya di timur tengah. Islam Indonesia Beda!
Saya rasa di lombok banyak lembaga yg mirip spt NU, tpi spt yg dikatakan oleh penulis, mslhnya adl kurangnya kesadaran untuk menulis, mungkin karena jiwa rendah hati dan wara’ para ulama’nya. i love ulama’ n lombok,.
Menarik sekali apa yang ditulis AM Ghazali mengenai NW di lombok. Dari namanya Nahdatul Wathan “kebangkitan Bangsa” Mudah-mudahan NW ikut ambil bagian dalam menyelasaikan persoalan-persoalan bangsa dengan ramah,rendah hati,sejuk yang dapat diterima berbagai kelompok yang ada di tanah air.Semoga.
Komentar Masuk (10)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)