Bom Norwegia dan Kuasa Wacana
Oleh Ahmad Shams Madyan
Bom di Norwegia tak seharusnya dipahami sebagai “bom balas dendam” dari yang Kristen kepada yang Islam, atau dari suatu kelompok keagamaan dan kepercayaan tertentu, sehingga dengan mudah kita menganggapnya sebagai citra dari agama atau kepercayaan itu. Apakah dunia ini harus juga menunggu pelaku bom yang beragama Hindu, Buddha, dan lain-lain, sehingga kita semua bisa berkata “semua agama ternyata teroris”? Dalam komentar-komentar Berita Bom di Oslo itu dipertanyakan apakah pelaku Bom itu benar-benar orang Kristen? Mungkin dia hanya seorang schiziophrenic (terganggu Jiwanya), namun kemudian dituduh-tuduhkan sebagai orang Kristen, Yahudi, seorang Nazi dan seterusnya. Politik penuduhan (politics of accusation) inilah yang harus dilihat secara kritis, agar kita lebih sibuk mencari solusi-solusi yang lebih baik, dibanding bersibuk diri untuk saling melempar tudingan yang tak berujung.
Komentar
byk org yg melakukan kejahatan ats nama agama!
terlalulu byk penjahat berjubah agama yg pd akhirnya merusak nilai kesucian dr ajaran agama itu sdr!
saling memahami perbedaan,menghormati antar umat manusia adlh jln utk perdamaian dunia!
kok melihat islam selalu pihak yang salah????????????? ada benar2 orang kristen pelakunya masih diperdebatkan, emang islam gak sih
Sampaikan saja berita apa adanya sesuai apa yang dinyatakan si pelakunya. Kenyataan memang dia mengakui tindakan teror tersebut atas dasar agama yang dia yakini, tidak ada bedanya dengan pelaku bom bunuh diri Islam. Apakah kemudian pihak Kristen melakukan pembelaan untuk memisahkan ajarn agama dengan tinfakan si pelaku itui masalah lain, sama juga ketika umat Islam berusaha untuk memberi penjelasan bahwa teror bom yang dilakukan oleh oprang Islam tidak ada kaitannya dengan ajaran Islam, sekalipun sipelakunya meyakini demikian.
Media harus memberitakan apa adanya, jangan ikut-ikutan berpihak dengan menggiring opini, ketika pelakunya dikalangan umat Islam, beritanya selalu mengakitkan perbuatan teror dengan ajaran Islam, sebaliknya ketika pelakunya Kristen, justru media yang berusaha untuk memisahkan perbuatan tersebut dari ajaran Kristen dengan memunculkan soal : sakit jiwa, dll…
Sampaikan apa adanya, dan biarkan pihak terkait yang membela diri..
Kalau giliran muslim yg ngebom, langsung aja salahin Islamnya ya mas. dasar lo.
Buat saya sih, siapa saja agamanya apa saja, kalau dia sudah fundamentalis, selangkah lagi menuju teroris. Mau kristen, mau Islam, mau agama apa saja dan ideologi apa saja, kalau tidak terbuka gampang emosi dan terdorong melakukan kekerasan, termasuk aksi teror.
Memang JIL itu pendirinya Ulil, Moqsith, para orientalis nasranian dan zionis yahudian, yang tujuannya memusuhi orang islam yang taat kepada Allah dan rosulnya dengan berbagai tipu daya yang sangat licik.
mas ahmad kalaulah itu metodologi pemikiran yang harus kita gunakan dalam menyikapi hal “terorisme”,seharusnya anda dan juga para kaum JIL ini menggunakan metodologi yang sama dalam menyikapi hal yang terjadi di norwegia tersebut dengan apa yang terjadi di indonesia
dalam hal kejadian di indonesia para kaum JIL ini sangat begitu percaya kepada apa yang diberitakan oleh media,tidak ada membawa embel-embel “penggiringan opini” lalu sekarang tiba-tiba anda dan JIL mengatakan kejadian norwegia merupakan penggiringan opini?
Orang Islam sendiri sebenarnya sudah paham bahwa tidak ada satupun agama , ajaran maupun isme-isme yang sudah terbukti menjadikan semua penganut agamanya hidup bagai malaikat yang tidak memiliki kesalahan. Karena memang tidak setiap perbuatan penganut agama merepresentasikan agamanya. Namun bukan itu yang jadi inti artikel ini di benak pembaca muslim seperti saya, melainkan betapa JIL lebih sensitif dibanding pihak kristen itu sendiri dalam melakukan pembelaan terhadap agama Kristen yang dalam momentum ini menjadi agak buram karena aksi terorisme yang kebetulan dilakukan fanatik kristiani yang menganggap dirinya Ksatria Templar yang sedang mengobarkan perang salib. Satu lagi, menurut penyidik kepolisian Norwegia Breivik tidak gila.
dalam upaya untuk memperbaiki diri…
merasa diri sendiri kurang baik adalah suatu kebaikan, karena akan timbul motivasi
tapi jika ini ada dalam jamaah/kelompok. jika orang tersebut terus menerus menjelekkan kelompok sendiri?
Yuuuuuhuu..
Mari kita lihat topik diskusi ini yuk:
http://www.kaskus.us/showthread.php?t=9915601
Lihatlah yang membela Anders Behring Breivik itu orang-orang seperti apa. Siapa bilang terorisme Breivik tidak berhubungan dengan agama? :D
di filipina kaum muslim minoritas yg ditindas,ada pembelaan kagak dr jil yg ngaku islam..?di manokwari kaum muslimin mau bikin islamic centre aja susah,didemo sgala,,krn minoritas,,piye jil?
gak Islam, gak pula agama yang lain sama saja yag diserukan adalah kebaikan…. . kalau pun toh ada agama yang menyerukan untuk berbuat selain kebaikan, saya pastikan agama itu agama imitasi.
tapi satu hal yang benar-benar ingin saya garis bawahi di sini baik JIL, atau siapa dan apa pun itu harus BIJAK DALAM MENYIKAPI POLEMIK di akhir masa ini.
Guys, disini sang penulis hanya mengajak kita mengkritisi sebuah persoalan dari cara pandang yang berbeda dan tidak tergesa-gesa dalam memberi judgment. Bukankah Allah mewajibkan kita untuk menggunakan akal? Apakah kita menggunakan akal apabila kita tidak terbuka pada opini orang lain? Ramadhan kareem everyone.
Mas Ahmad, Seharusnya semua umat ini berfikir seperti anda, coba masyarakat amerika, eropa, berfikir seperti anda. tentu umat islam tidak dizalimi hampir disetiap negara yang mayoritas masyarakatnya beragama bukan islam. Buktinya umat minoritas di indonesia aman-aman saja.
betul kang ahmad… bukan tentang Islam atau Kristennya. ini tentang terrorisme dan kekerasan…kasian agama dibawa-bawa. itu media saja membesar-besarkan. setiap agama pasti engajarkan perdamaian.
penyelidikan belum selesai bung tentang motifnya…dari pada ribut-ribut dia itu fundamentalis kristen atau bukan, lebih baik lihatlah komunitas Islam di Norwegia yang sangat terpukul akan kejadian kemanusiaan itu dan mereka sangat bersedih
Bentar, bentar…..belum ada pengakuan dari pelaku bahwa dia melakukannya untuk Tuhannya, ataupun berseru haleluyah saat melakukan aksinya! Berbeda dengan gerombolan yang mengaku melakukan atas nama Allah ataupun Nabi tertentu yang jelas2 merusak hakekat agama yang damai.
yah semua kejadian itu hanya sebuah ideologi saja,
jadi jangan pernah meremehkan sebuah ideologi seseorang, karena ideologi itu bisa menjadi sangat kejam..
Menarik…berarti seorang kristenpun tidak boleh menuduh muslim sebagai teroris.. karena bisa jadi mereka hanyalah sekelompok orang yang dibayar untuk menghancurkan islam…
dengan artikel ini, berarti bisa disebutkan bahawa ISLAM BUKAN TERORIS.
Thanx…
Saya setuju bung v.raymont.
Breivik memang teroris. Tapi kristennya Breivik cuma latar belakang saja dia sebagai manusia. Sama saja dengan kelaminnya yang laki-laki, kulitnya yang putih dsb.
Tapi Breivik sama sekali tidak mengacu satu ayatpun dari kitab sucinya dalam melakukan aksi teror. Dan tidak melakukan dengan motif mengagungkan tuhannya.
Tapi kebencian Breivik adalah sebagai etnis Eropa yang merasa negerinya semakin banyak dimasuki warga imigran.
Komentar Masuk (27)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)