Catatan tentang film ‘2012’
Oleh Ulil Abshar Abdalla
Dalam Quran sendiri kita jumpai banyak visualisasi yang memikat tentang hari kiamat. Salah satu penggambaran hari kiamat yang agak-agak mendekati film Emmerich ini ada dalam Surah al-Takwir (Surah no. 81). Ayat ketiga dalam Surah itu berbunyi “wa idza ‘l-jibalu suyyirat”, ketika gunung berjalan. Dalam film Emmerich itu, digambarkan suatu proses dislokasi geologis yang dahsyat sehingga lanskap bumi berubah total. Gunung-gunung pindah lokasi, dan peta dunia seperti disusun kembali.
Komentar
baru sekali ini saya sependapat dg kang ulil, sy jg kgt ktika prtama kali dgr pernyataan MUI ttg plarangan nontn film ini, sepert halnya kasus 2 yg laen ktika sesuatu itu d larang maka smkin pnasaran untuk mengtahuinya, kbalikanya ktika d suruh malah ogah-ogahan, jdlah MUI iklan gratis film ini bisa 2 tyang d indnesia 1 bulan penuh.
ada betulnya juga pendapat bapak Ulil,,,klo mau mengodok habis pendapat MUI justru itu malah membuat kita bingung dengan pandangan mereka serta fatwanya. perlu disayangkan !! yang lebih menyayat hati yaitu tidak ada solusi yang pas atau sesuai dengan kebutuhan kita sebagai umat islam.
wah mas ulil sip dech..saya setuju itu. lagian kan semua orang cuma bisa meramal dan mendekati seperti apa kiamat itu terjadi tentunya didasari dengan logika yang mantap dan tidak ngaur. kalo menurut aku sich…film 2012 tu tidak perlu dikecam karena kiamat pasti makin dekat tidak makin jauh, so film tu merupakan medium intropeksi diri kita masing-masing.
Yang membuat saya bingung dan tak habis pikir pada sebagian tokoh agama yang mengecam film 2012 ini adalah kenapa sih film2 aja yang notabene fiksi (dan jelas-jelas) hanya sebuah karya seni biasa, sampai harus di-idelogisasi, disangkutkan dengan propaganda agama tertentu. Bagiku itu terlalu berlebihan.
Dan lagi—tanpa mengurangi rasa hormat saya pada beliau2—tanggapannya terhadap film itu kaya nebak2 dan seperti terbawa isu semata. Jelas2 di film itu masih ada orang yang selamat. (Bener gak Gus?) masa itu yg disebut kiamat?
Kalau hemat saya sih, berlaku dan bersikaplah sesuai dengan porsi dan kapasitas masing2. Bukankah kata Nabi jg bila sesuatu perkara diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka kehancuran hanya menunggu waktu. Kalau masalah film, ya serahkan saja pada ahli2 film atau yang biasa disebut dgn para sineas. kalaupun “membahayakan”, kan ada Lembaga Sensor. Itulah yg memiliki otoritas. Intinya, jangan memaksakan “masuk” pada wilayah2 yg sebetulnya tidak dikuasai.
Sebetulnya saya belum nonton film itu, namun yang penting disini adalah bagaimana sebenarnya peran ulama dalam menenangkan kaum muslimnya itu. Masalahnya begini Mas Ulil, kebanyakan orang awam menjustice kalau film itu merupakan sebuah ramalan tentang hari kiamat yang “kelak” menurut versi film itu akan datang di tahun 2012. Saya jadi teringat kepada salah seorang dosen saya yang mengatakan bahwa film ini sengaja dibuat untuk menggoyahkan akidah umat Islam tentang hari kiamat yang sebenarnya mampu diramalkan. Lha, ini kan sudah termasuk meresahkan? Paling tidak ya oleh orang awam itu. Maka disinilah perlu adanya sebuah pernyataan dari ulama kita yang kharismatik yang mampu didengar petuahnya oleh orang awam kita, menjelaskan bahwa ini sekedar film biasa saja. Gak usah dikait-kaitkan dengan agama, lha wong hiburan kan bisa berbentuk apa saja. Sukses buat Mas Ulil.
Hebat…benar-benar hebat.
Memang film ini membuat manusia berpikir dua kali lebih banyak. Bagaimana tidak?Bayangkan saja, hanya sebuah film saja, MUI sampai berdebat dan melarangnya.Terlalu besar MUI hanya untuk mengurusi seperti ini. Masih banyak permasalahan lain yang harus diperhatikan oleh MUI. Tapi amat disayangkan jika MUI terus melakukan perdebatan praktis seperti ini. Ini hanya sebuah karangan manusia yang coba berimajinasi. Kalau MUI mau berimajinasi silakan saja. Toh tidak ada yang melarang. Masalah keimanan itu adalah masing-masing manusianya. Kadar iman seseorang itu naik turun,tidak stabil.
Terima kasih
Kok bingung sama film….!, msh banyak pekerjaan yg lebih urgen untuk dikerjakan. Coba para tokoh dinegara ini duduk bersama untk memberantas kebodohan dan kemiskinan serta krisis moral dan kemanusiaan pasti lebih maslahat. Bangsa kita ini sudah bobrok dan amburadul, jangan ditambah dg mslh eker-ekeran film 2012. Kasihan rakyat dibawah kebingungan..,biarlah film 2012 jadi tontonan untk nakut-nakuti para koruptor dan mafia hukum supaya mereka segera tobat.
Saya sependapat dengan Ulil. Tapi hemat saya sebagian ulama yang merespon negatif film itu tidak sepenuhnya dipersalahkan. Sebab mereka telah membaca sisi negatif apa yang akan terjadi bagi umat Islam yang nota beni dalam keimanan masih rapuh.
2012 ada yg blg propaganda agama tertentu? Kok bs. Jgn2 krn imannya blm ckup kuat kali, tak sanggup nonton filmnya..
ASSALAMUALAIKUM
MENURUT SAYA KOK NGAK TERLALU BERMANFAAT MEMBICARAKAN HAL2 YANG KURANG PENTING, MARI KITA BERBUAT BAIK PADA SESAMA KAUM DAN MEMBANTU SAUDARA2 YANG MENGALAMI MUSIBAH DAN MEMPERBAIKI DIRI DARI SEGI EKONOMI DAN SPIRITUAL, SEHINGGA MENJADI ORANG YANG KUAT DI DUNIA DAN AKHIRAT.“ORANG YANG PALING MULIA ADALAH ORANG YANG BERMANFAAT BAGI ORANG LAIN” WASSALAM OOOKE GUYS
Film 2012 ini memang sesungguhnya hanya merupakan film tentang bencana alam bukan kiamat. Isu yang berkembang sekarang adalah Film ini menggambarkan peristiwa Hari Kiamat. Saya kira isu ini sangat menguntungkan bagi pembuat film karena dengan isu ini, filmnya semakin laris ditonton dan ditambah dengan statement yang dikeluarkan oleh pemuka agama kita membuat masyarakat kita semakin penasaran untuk menonton Film. Sebaiknya kita jangan menghakimi terlebih dahulu untuk suatu perkara atau hal yang belum kita tau kronologis ceritanya.
Setiap peristiwa adalah hikmah, nah sekarang hikmahnya adalah kita semua tahu bagaimana kualitas MUI dan FPI . Selama ini memang ada sebagaian umat menganggap mereka mewakili umat ternyata dengan berbagai komentar mereka membuktikan mereka mereka tidak layak menjadi panutan umat. Sewaktu saya masih kecil saya juga pernah nonton film kiamat, kalo gak salah bang Haji Rhoma Irama juga pernah mengarang lagu yang berjudul kiamat.Nah sepertinya mulai kekuarangan isu untuk dikomentari, mbok ya bikin fatwa tentang korupsi, misalnya hukum mengirim TKW yang ternyata hanya menjadi budak di negeri orang. Hukum mengangkat pejabat yang korup. nah ini baru aplikatif.
Assalamualaikum,
Ah, memang film 2012 bikin kecele semua orang, baik orang MUI maupun orang-orangan sawah, ha…ha…ha…katanya film tentang kiamat yang didasari ramalan suku maya. Tahunya nggak lebih “kiamat” dari the day after tomorrow. Bisa-bisanya aja yang bikin promosi, sukses besar. Alhamdulilah saya bukan orang-orangan sawah, jadi nggak kecele. Mungkin harus belajar dari KWI, ketika da vinci code beredar, cukup memfatwakan bahwa itu cuma cerita fiksi. Yang mau nonton silahkan nonton, tapi sudah diingatkan bahwa itu cuma fiksi. titik.
Sebenarnya apabila bukankah disikapi dengan benar wacana kiamat justru akan membuat keimanan seseorang jadi tergugah? Hasilnya semakin banyak yang berbuat baik. Bukankah ini hal yang baik? Bila setiap orang indonesia berbuat baik maka tenteramlah negeri ini.
Pinjem istilahnya Gus Dur, gitu aja kok repot?
wassalam.
“hangat - hangat tahi ayam” (maaf)...mungkin ini menurut saya kalimat yang tepat menganggapi isu tentang 2012 yang menghiasi opini media bangsa ini…saya kira kita tidak perlu meributkan hal ini terlalu jauh yang justru akan menghabiskan energi dan pikiran kita.. kalau film itu dikaitkan dengan “pendangkalan aqidah” umat saya rasa terlalu naif…karena sesungguhnya banyak hal kotor yang dilakukan oleh bangsa ini yang berdampak Jauh pada pendangkalan Aqidah dan perusakan Iman…...MASIH BANYAK PR BANGSA INI YANG “LEBIH PENTING” DARI PADA BERKUTAT PADA isu 2012 YANG 2 - 3 MINGGU LAGI AKAN HILANG DENGAN SENDIRINYA…..
hari kiamat adalah hari kebinasaan kita semua
jadi ga mungkin ada yang selamat (hidup) di hari akhir tersebut
saya sangat mendukung kekhawatiran MUI, yang takut kalau orang awam berpendapat kalau ada makhluk yang selamat di hari kebinasaan itu
Saya nonton film di bioskop tidak setahun sekali, tetapi mungkin lima tahun sekali. Gara2 Tuan2 MUI yang sangat bijak itu, saya dan istri (yang hampir tidak pernah nonton di bioskop) jadi tidak tahan untuk tidak nonton.
Ternyata filmnya biasa2 saja, dapat dikatakan John Cussac actingnya pas2an. Benar, film ini bukan film tentang kiamat melainkan tentang bencana besar saja.
Yang menjadi ganjalan saya, kok bisa2nya Tuan2 MUI menganggap film seperti ini tidak Islami ? Emang film apa yang Islami ? Kalau ada sedikit kemampuan, cobalah MUI dan Tokoh2 lain mencoba membuat film yang bagus sekaliagus Islami. Janji, saya akan menontonnya.
begini lo mas ulil, pernyataan H. Amidhan itu saya fikir cukup beralasan mengingat pembuatan film kiamat 2012 itu dilatarbelakangi dan dikaitkan dengan ramalan suku maya tentang akan terjadinya kiamat pada akhir tahun 2012. justru MUI telah memenuhi kewajibannya untuk memperingatkan kepada masyarakat awam untuk tidak mempercayai ramalan tersebut. bukankah mempercayai ramalan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan ajaran agama Islam dan menimbulkan kepanikan masyarakat yang masih awam dalam memahami Islam, yang jumlahnya masyoritas di negeri kita.
Film ini saya tonton bersama istri, saya kagum dengan kualitasnya..luar biasa, menegangkan! pelajaran yang bisa saya petik adalah,
1. kapan insan film kita mampu membuat film seperti ini
2. Meski hanya cerita tentang bencana dunia, dan tak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan peristiwa kiamat yang digambarkan Al-qur’an, tapi cukup membuat hati saya “ngeri” dan sadar,bahwa saya belum siap kembali pada tuhan, baru bisa mengembalikan semua urusan padanya (tawakal).
3. Untuk menilai sebuah film, tonton dan nikmati, pasti deh penilaiannya pas!
barangkali mui hanya tersinggung dengan perkataan presiden amerika serikat yang mengatakan bahwa “satu ilmuan lebih bermanfaat dibandingkan 7 politisi” mungkin kalau perkataannya begini “satu ulama mui lebih penting daripada tujuh politisi” pastilah mui mengijinkan dengan suka cita…hehehehehe
Kiamat ataupun tidak kiamat itu bukan otoritas kita, kenapa kok mbingungi kayak ayam sakit thelo saja.., yg penting kita perbaiki diri supaya ziyadatul khoir dan khusnul khotimah. Hidup ini semakin maju kedepan, hukum alam berlaku, kita suatu saat nanti pasti kena seleksi alam, kita akan mati, itu adalah kiamat bagi kita kalau tidak mempersiapkan sejak skrng.
Komentar Masuk (44)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)