Dampak Sistemik Gagasan Mukjizat
Oleh Novriantoni Kahar
Ada juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan yang makin meluas (Islam futûhât). Islam perdana yang didominasi elemen Arab kini semakin beragam dan berhadapan dengan Islam perantauan, Islam peranakan, bahkan Islam non-Arab (`ajam).
Komentar
bagus sekali,
memang seperti itu lah yang terjadi dalam perkembangan islam paska kejatuhan peradabannya....
kadang saya pikir apa ini sisa2 dari keberagaman peradaban yang hancur itu,jadi hanya ini saja yang tersisa,bagaimana menurut anda bung novriantoni?
Gagasan mukjizat yang ditulis di atas sungguh luar biasa. Umat Islam memang perlu menelaah ulang tentang kemukjizatan Quran. Saya sepakat bila dikatakan bahwa Quran hanya menjadi mukjizat bagi umat Uslam Arab karena hanya merekalah yang dapat menikmati gaya bahasa sastra (stilistika)Quran. oleh karena itu, harus ada inovasi-inovasi baru yang perlu digagas oleh pemangku Islam agar Islam tetaplah relevan dan dipercaya umatnya sepanjang zaman. Bila tidak, maka yang dikuatirkan adalah ketidak percayaan umat Islam kepada agamanya. Saya pikir, mukjizat magis sebagaimana yang dilakukan Musa dan Yesus tidak lagi berarti bila diterapkan di zaman kosmopolit seperti saat ini, karena hal ini tidak ada bedanya dengan trik-trik sulap ala David Coperfield atau Dedi Corbuzer.
Assalammualaikum.
Alhamdulilaah, sejak awal kehidupanku selalu didengungkan hal itu, yang tentunya menimbulkan pro dan kontra berkecamuk dalam pikiranku. Dan saat ini ternyata kesimpulan mengenai mukjizat dalam benakku itu, yang kusembunyikan dalam lubuk hatiku, dan cemas bisa2 terungkap-tercetus secara tidak sadar yang didengar oleh masyarakat di sekitarku, yang akan menimbulkan dakwaan macam2 pada diriku. Alhamdulilah JIL sudah memuat pikiran oleh orang lebih berwenang dan menerangkan dengan cerdas, sehingga aku merasa legalah bahwa apa yang kupikirkan ternyata sesuai dengan buku tersebut.
Terimakasi JIL yang telah memuatnya.
Wassalam
H. Bebey
Dalam hal ini, kaum beriman menalar al-Qur’an dari sejarah yang amat panjang hingga kini, semua yang telah diupayakan, mereka tidak punya pilihan lain kecuali menerima mutasyabihat ini “bila kaifa”. Sifat-sifat Allah, mukjizat kenabian, akhirat,dan berbagai ayat eskatologis lainya adalah masalah-masalah yang terkandung dalam ayat-ayat mutasyabihat. Mencoba memelintir mutasyabihat ke dalam alternatif lain, tidak ada artinya, sia-sia dan bahkan bisa memperdaya iman seseorang. Sebab, bukan saja berarti meragukan kejelasan al-Qur’an, tapi juga meragukan kemahakuasaan tuhan yang tak terbatas dan meragukan kebenaran risalah Nabi.
Mungkin yang menjadi mukjizat yang dimaksudkan salah satunya ialah adanya faktor “kelipatan 19” dalam Al-Qur’an. Ditemukan pada 1974 semua hal yang bisa diambil statistiknya habis dibagi bilangan 19. Untuk jelasnya lihat: org.19.
Assalammualaikum,
sebelumnya mohon maaf, kalo saya tidak sependapat dengan tulisan diatas, bagi saya Alqur’an adalah suatu mukzizat yang terbesar Nabi Muhammad, bagi yang sering membaca dan mengamalkan Alqur’an dengan memperhatikan adab-adab nya, maka cahaya Alqur’an akan masuk kedalam sanubarinya dan akan merubah segala akhlaknya menjadi akhlak yang diridohi, Allah akan memberikan ilmu ke dalam dada orang-orang tersebut, dan kitapun akan paham tentang hakekat dari kehidupan itu sendiri. Marilah kita berusaha untuk mengamalkan Alqur’an dengan sebaik-baiknya.
wassalam
Terimakasih, tulisan yang bagus semoga banyak yang membacanya.
alhamdulillah akhirnya bisa kita jumpai telaah yang mengupas kenapa ajaran yang rasional pada awal pengembangannya menjadi sesuatu yang begitu mistis dan kadang tak masuk akal, terima kasih pencerahan dan penyadaran ini semoga bisa jadi pegangan buat semakin mempelajari Islam, dan tak lagi jadi al Islami maghjubun bil muslimin anymore.
Satu keanehan dari Al QUR’AN ... Saat kita membaca salah dalam bahasa Arabnya, seakan-akan kita diingatkan atas kesalahan tersebut dengan kembali kepada pembacaan ayat yang salah tsb u- diperbaiki pembacaan tsb.
Kalau hal semacam ini tidak dianggap sebagai Mukjizat ... ? Ya terserah saja.
Kalau NABI MUHAMMAD dianggap TIDAK MEMILIKI MUKJIZAT ?
Terserah deh apa maunya ?
Cobalah bacalah pelan-pelan tentang surat Al Qomar (S. 54)
1. Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. (QS. 54:1)
2. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mujizat), mereka berpaling dan berkata: (Ini adalah) sihir yang terus menerus. (QS. 54:2)
Apakah FAKTA tentang BULAN yang TERBELAH ini ? Suatu KEBOHONGAN atau KEBENARAN ? Yang terjadi saat NABI MUHAMMAD masih hidup ?
BULAN yang BEROTASI dan BEREVOLUSI ?
Yang KECEPATANNYA sekitar 7000 km / jam ...
Bisa TERBELAH ? Kemudian MENYATU lagi ?
Itulah MUKJIZAT NABI yang TERKODIFIKASI dalam Al QUR’AN ...
MUKJIZAT yang mengambil lokasi di luar BUMI ?
Padahal NABI-NABI sebelumnya ... ?
Semua MUKJIZATNYA ...
Adanya di BUMI ...
Dari mulai NUH ... Ibrahim ... MUSA ...
Bahkan ISA pun
Mengambil teater di bumi ...
Itulah DIFERENSIASI KENABIAN MUHAMMAD ?
Sekali MENGGUNAKAN ...
TATARANNYA KESEMESTAAN ...
Di INDONESIA ...
Khususnya di P. JAWA ...
Ada KEANEHAN ...
Yang sampai sekarang terpelihara dengan baik
yaitu ...
PILAR TATAL SUNAN KALIJAGA ...
Di Masjid Demak ...
Dengan TEKNOLOGI SAAT itu ...
Mana MUNGKIN bisa ada PILAR BESAR ...
Terbuat dari TATAL --potongan-potongan kayu--
Kenyataannya ...
TOH ADA ...
Meskipun sekarang dengan kemajuan teknologi ...
Hal tsb sudah TIDAK ANEH lagi ?
Yang JELAS ...
Kalau hal itu dilakukan tanpa TEKNOLOGI yang ada ...
PASTI NGGAK BISA ...
Al-Quran adalah Al Huda (petunjuk ) bagi manusia yang yakin Bahwa Al Quran firman Allah. “Al Quran Akan menjadi petunjuk sampai hari kiamat bagi siapapun dimanapun sesuai dengan kemampuan ,keahlian ,pendidikan,status dan kebiasaan /budaya . masing-masing dan akan selalu actual dengan jamannya.”
Kalimat Bismillahirohmanirohim tidak akan bermakna apa-apa jika dibacakan oleh orang yang pendengki.
Kalimat bismillahirohmanirohim akan mendatangkan pertolongan Allah dan dorongan untuk mengasihi sesama jika dibaca dan diamalkan oleh orang sholeh(para Nabi dan rosul serta hamba Allah)
Pertolongan Allah ada yang bisa dijangkau oleh akal dan ada yang tidak yang tidak dapat dijangkau oleh akal biasa disebut Mu’jizah /karomah .
Jadi mu.jizah /karomah Alquran . menurut hemat saya dalam arti pertolongan Allah yang dijelaskan dalam quran maupun hadist mungkin bisa mencapai 3000an
Oleh karena itu pertolongan Allah(mu’jizah/karomah ) itu turun sejak bumi dan kehidupan manusia itu ada maka yang paling penting untuk membuktikan keutamaan Al quaran,mu’jizah Alquran adalah Aamanun waamilusholihat
Kesimpulan
Bagi orang yang beriman dan beramal sholeh : tulisan Al Quran akan Nampak kemu.jizatanya. dari segi bahasa/syairnya.
Bagi orang yang beriman dan beramal sholeh : bacaan Al Quran akan menjadi shifa, dan turunnya pertolongan Allah .
Bagi orang yang beriman dan beramal sholeh isinya/makna Alquran akan menjawab berbagai macam masalah baik yang dhohir maupun yang batin.
“Wallohualam” by jae
nabi muhammad memang mempunyai banyak mukjizat, dan alquran nul karim memang mukjizat terbesar sampai hari kiamat karena merupakan kitap yang sempurna dari zabur, taurat, dan injil, semuanya terangkum dalam Alquran, satu huruf kita membacanya, Allah SWT membalas 10 kebaikan, dan disamping nabi muhammad bisa membelah bulan, mukjizat yang paling spektakuler yaitu nabi Muhammad Isra’ dan mikraj, dari masjidil haram ke masjidil aqsa, dan naik ke sidratul muntaha kelangit 7 untuk menerima perintah sholat 5 waktu, pesawat yg paling canggih sekarang aja, baru bisa nyampe mars, sedangkan langit kesatu aja bermilyar-milyar juta tahun cahaya bahkan tidak terhingga bisa sampai ke situ apalagi langit ketujuh, bukankah itu mukjizat.
Secara logika sederhana sudah dapat disimpulkan bahwa Muhammad adalah manusia yg dekat dengan Tuhannya, sebagai manusia yg dekat dengan Tuhan tentunya beliau akan diberi informasi2 penting yg tidak Dia berikan kepada sembarang orang. Informasi2 ini tentu saja diiringi dengan kejadian2 aneh menurut nalar manusia tapi normal (kejadian yg sewajarnya) dalam logika (ilmu) Tuhan. Sehingga munculnya kaajaiban2 atau mukjizat2 seharusnya adalah bukan sesuatu yg aneh.
Di misalkan kejadian Isra’ Mi’raj, kejadian ini terasa aneh pada tataran logika maupun ilmu saat ini. Sehingga saya menyimpulkan bung Novri seolah-olah ingin menganggap keajaiban2 sebagai hal yg mengada-ada. Tapi sebaliknya saya menganggap logika bung Novri masih pada tataran dasar.
Hindarilah mempertengkarkan sesuatu yang tidak kamu ketahui dengan pasti.
Kepercayaan seseorang itu adalah hak pribadi yang melekat pada dirinya. walau dilarang, diancam, pikiran seseorang tak akan bisa dihambat karena badan bisa dipenjara, pikiran orang siapa yang mampu baca, kecuali diekspresikan.
Perkaya dulu diri dengan berbagai pengetahuan. untuk memahami agama tidak bis ahanya an sich agama dan kitab suci itu sendiri. Ada banyak hal mengiringi perjalanan suatu kitab suci.ada faktor sejarah,budaya, bahkan politik sekalipun. daripada jadi bodoh dan dibodohi, lebih baik merenung dan belajar lagi.
Sebaik-baik agama adalah yang bisa membuat umatnya sejahtera, secara ekonomi, kesehatan, menghargai orang lain (semua orang, bukan hanya dari kalangan yang agamanya sama, tidak memungut pajak apapun dari yang berbeda agama walau dengan dalih perlindungan(kayak mafia dan yakutza aja) dan keterlibatan menjaga ekologi. Bila itu semua terinspirasi, anut saja.Itu membuatmu jadi manusia yang baik. bila tidak, pikir ulang.
Kisah hidup nabi Muhammad lebih nalar daripada kisah-kisah nabi yang lain.
“Sebaik-baik agama adalah yang bisa membuat umatnya sejahtera”
Pernyataan subyektif yg menyesatkan, yg benar:
“Sebaik-baik agama adalah Islam” seperti pada
Surah Ali Imran : 19 “Sesungguhnya agama di sisi Allah adalah Islam”
Surah Ali Imran : 85 “...dan barang siapa mencari agama selain Islam maka tidak akan diterima darinya ...”
Jika ada umat yg tidak sejahtera jangan salahkan agamanya tapi pemeluknya yg harus dipertanyakan pemahamannya terhadap Islam.
To : Rohyadi Arkan di 13
Aneh ... Orang diskusi dibilang mempertengkarkan sesuatu yang tidak diketahui ?
Kalau orang berani menulis disini kalau tidak memiliki “sesuatu” yang jadi dasar pikirannya ? Pastilah njiper u- nulis. Tapi karena punya sesuatu itu maka berani menuliskannya ...
Terus dibilang ...
Perkaya dulu diri dengan berbagai pengetahuan. untuk memahami agama tidak bis ahanya an sich agama dan kitab suci itu sendiri. Ada banyak hal mengiringi perjalanan suatu kitab suci.ada faktor sejarah,budaya, bahkan politik sekalipun. daripada jadi bodoh dan dibodohi, lebih baik merenung dan belajar lagi.
Ini sama saja dengan ngomongin bahwa yang nulis disini yang tingkat kekentalan beragamanya tinggi dibilang masih CETEK ...
Nggak usah ngomongin orang lain CETEK ...
Jelaskan saja apa yang anda ketahui tentang apa yang dibahas ...
Orang lain kan bisa menilai ...
Anda termasuk kategori orang yang berilmu tinggi atau ...
CETEK juga ....
Apalagi dengan ngomongin ...
Sebaik-baik agama adalah yang bisa membuat umatnya sejahtera, secara ekonomi, kesehatan, menghargai orang lain (semua orang, bukan hanya dari kalangan yang agamanya sama, tidak memungut pajak apapun dari yang berbeda agama walau dengan dalih perlindungan(kayak mafia dan yakutza aja) dan keterlibatan menjaga ekologi.
Jadi pernyataan ini kalau di VULGAR kan ...
Kalau agama ISLAM tidak bisa membuat umatnya sejahtera, secara ekonomi, kesehatan, menghargai orang lain (semua orang, bukan hanya dari kalangan yang agamanya sama, tidak memungut pajak apapun dari yang berbeda agama walau dengan dalih perlindungan(kayak mafia dan yakutza aja) dan keterlibatan menjaga ekologi, maka
TINGGALKAN saja ...
He ... He ... He ...
DANGKAL AMAT ...
Hal ini bisa dianalogikan dengan NEGARA ...
Kalau NEGARA sekaya INDONESIA ini ...
Tapi ...
TIDAK BISA MENSEJAHTERAHKAN RAKYATNYA ...
TINGGALKAN saja ...
Ha ... Ha ... Ha ...
Kalau punya sesuatu pandangan ...
Jelaskan saja ... A B C ... Z-nya ...
Daripada TIDAK MENJELASKAN ...
Tapi ngeledek ...
He ... He ... He ...
Siapa yang ingin kafir silahkan kafir, siapa yang beriman silahkan beriman. Tidak ada paksaan dalam agama.
Mukjizat adalah istilah yang baru muncul belakangan. Pada zaman Nabi kejadian yang terjadi dengan nabi musa, nabi ibrahim, nabi isa dan lainnya pada zaman itu pun tidak dikenal dengan istilah ini. Namun semua itu dikisahkan Allah dalam Al Qur’an. Semua peristiwa ajaib itu hanya dikenal sebagai peristiwa yang ajaib tanpa ada istilah tertentu dan titik.
Sebenarnya mukjizat “kejadian ajaib” Nabi muhammad pun ada yang ditulis dalam Al Qur’an Pri. Di antaranya perjalanan Isra’ Mi’rajnya dari mesjid Haram ke Sidratul Muntaha, membelah bulan dengan tangannya dan sebagainya.
Di samping itu kisah-kisah ajaib “mukjizat” Nabi Muhammad pun banyak yang dikisahkan dalam hadis-hadis shahih. di antaranya, air mengalir dari sela jari-jarinya, ia juga membanyakkan air dan makanan bekal kaum muslimin dalam perang tabuk. Beliau pun membanyakkan makanan di rumah Jabir saat penggalian parit dalam perang Khandaq.
mukjizat kadang didefinisikan sebagai kejadian luarbiasa yg tidak lazim bekerja dengan hukum alam biasa. Jika demikian yg dialami para nabi apa layak disebut mukjzat ? apakah Allah hanya membuat mukjizat untuk orang tertentu atau kaum tertentu ? atau Allah senantiasa membuat mukjizat seperti kata einstein apakah anda ingin melihat mukjizat meliputi anda atau sama sekali menganggap semuanya biasa saja. Mukjizat yang dikisahkan hanyalah kejadian yang tampak biasa pada jamannya bahkan terjadi sangat natural, hanya karna kita yang dikisahkan terputus terhadap prosesnyalah yg melihatnya peristiwa luarbiasa. Sehebat apapun khayalan kita bagaimana musa membelah lautan tidak membuat firaun bergidik untuk mengurungkan niatnya untuk membunuh, nampaknya kejadian ini nampak sangat natural pada jaman nya disebabkan mereka melihat proses a-z nya sehingga tidak menimbulkan kekaguman yg luarbiasa. Itu artinya mukjizat hanya menyentuh pada orang2 yg mau berfikir dan memaknai suatu peristiwa. Bahkan hingga saat ini pun kita selalu diliputi oleh mukjizat yg tiada putus2nya jika kita mau berfikir. setiap kejadian bahkan ketika anda melihat gelah yg tumpah sekalipun.
To : Mas Andi di 18
Katakanlah MUKJIZAT itu MUKJIZAT ... Janganlah mengatakan bahwa MUKJIZAT itu adalah peristiwa alam yang umum saja --regularly process--, lihatlah MUKJIZAT itu sebagai peristiwa IRREGULAR PROCESS atau EXCLUSION PROCESS yang selalu terkait dengan MANUSIA PILIHAN --NABI/RASUL-- dengan SANG PENCIPTA yang bisa menyatakan KUN FAYAKUN ... JADI MAKA JADILAH IA (Obyek tsb). Dalam bahasa ke kinian ... Suatu MUKJIZAT itu constraint-nya adalah RENTANG PROSES dan persoalannya ... NABI MUSA yang BISA MEMBELAH LAUTAN ... NABI IBRAHIM yang DIBAKAR tidak MEMPAN ... NABI SULAIMAN yang BISA BERBICARA dengan BURUNG ... Nabi MUHAMMAD yang BISA MEMBELAH BULAN ... Dsb ... Ini semua dilakukan atas IJIN ALLAH ... SANG PENCIPTA sekaligus PENGUASA JAGAD RAYA ... Semuanya TIDAK MASUK AKAL ... Karena kita TERPERANGKAP dengan REGULAR PROCESS ... Sehingga yang IRREGULAR PROCESS dianggap NONSENSE ...MESKIPUN itu BENAR-BENAR terjadi ... Hanya karena TIDAK BISA MENJELASKAN hal tsb ... Bagi MANUSIA ... U- sampai TAHU yang IRREGULAR PROCESS pun ... Perlu kecerdasan yang sangat tinggi ... Nah kalau sampai paham atas yang IRREGULAR PROCESS ... Tentunya disamping perlunya KECERDASAN yang TINGGI juga perlu kerendahan hatian yang TOTAL kepada SANG PENCIPTA ... he ... He ... He ...
kalau mu’jizat terjadinya luar biasa dan terkait dengan nabi skarang nga’ ada lagi dong mu’jizat
Komentar Masuk (28)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)