Dampak Sistemik Gagasan Mukjizat
Oleh Novriantoni Kahar
Ada juga yang mengatakan bahwa Alqur’an adalah mukjizat terbesar dengan niatan untuk tidak menafikan mukjizat-mukjizat kecil yang mengiringi sejarah Muhammad. Namun dalam perkembangan sejarah Islam, mukjizat besar itu terbukti kurang fungsional dalam menghadapi tantangan-tantangan baru Islam setelah merantau ke kawasan yang makin meluas (Islam futûhât). Islam perdana yang didominasi elemen Arab kini semakin beragam dan berhadapan dengan Islam perantauan, Islam peranakan, bahkan Islam non-Arab (`ajam).
Komentar
Menarik…benar2 menarik..untuk gagasan mas Andi dan mas HP, kedua pendapat mas2 ini saya sangat saya hargai. Kutipan dari mas Andi :...“Sehebat apapun khayalan kita bagaimana musa membelah lautan tidak membuat firaun bergidik untuk mengurungkan niatnya untuk membunuh,...Pendapat ini bisa menjadikan mungkin jika digabungkan dengan pendapat mas HP :...Tentunya disamping perlunya KECERDASAN yang TINGGI juga perlu kerendahan hatian yang TOTAL kepada SANG PENCIPTA ...Dan karena baru merupakan pendapat (bisa juga disebut hipotesa)jadi dari kedua pendapat tsb tidak bisa dikatakan yg salah dan benar, tapi bisa dikatakan saling melengkapi, kecuali kata-kata terakhir : ...he…he…he…kayaknya bernada “ngece” ...he…he…he… (kalo yg ini bernada “gojeg”)
Karena di jaman sekarang Nabi sudah tiada, maka konsekwensinya, MUKJIZAT juga sudah TIADA. Terus apanya yang mau dipersoalkan ? Sepertinya ALLAH NGGAK ADIL ... ? Umat saat ada NABI bisa melihat MUKJIZAT tsb. Nah jaman sekarang karena NABI sudah tiada, maka MUKJIZAT pun juga tiada. Persoalannya adalah ... U- apakah MUKJIZAT tsb ? Kalau bukan u- meneguhkan SANG NABI bahwa dia adalah utusan ALLAH, UTUSAN SANG PENCIPTA LANGIT dan BUMI agar manusia jaman tsb mau TAAT kepada ALLAH ... Mereka mau MENGAKUI ? Sebagian kecil saja yang MENGAKUI ... Sebagian besarnya MENENTANG ... Termasuk FIR’AUN yang dikenal juga sebagai RAMSES. Demikian juga dengan jaman sekarang ... SCIENCE oleh ALLAH telah dibuka dengan BLAK ... Apakah semua orang MEMPERCAYAI bahwa SCIENCE tersebut dari ALLAH ? Ternyata ada yang LANTANG menyatakan dirinya ATHEIS ... Sehingga semua REGULARITY yang sedemikian SOPHISTICATED tsb dilemparkan ke FENOMENA ALAM, artinya ya seperti itulah kejadiannya. Beda sekali bagi MUKMININ, fenomena yang begitu SOPHISTICATED and COMPLICATED-nya SELALU DIKAITKAN dengan SANG CREATOR yaitu ALLAH ... Makanya meskipun NABI (FISIK) sudah tiada, semangat menjalankan agama tetap saja teguh dan bersemangat ... Karena bukti-bukti akan CIPTAAN ALLAH yang sedemikian SOPHISTICATED and COMPLICATED-nya akan semakin membuat TERTUNDUK ... ALLAHU AKBAR ... SUBHANALLAH ...
iman seperti air yang mengalir dari sumber ke hulu, semakin ke hulu, semakin keruh airnya, semakin dekat dengan Nabi, semakin kuat iman suatu kaum, semakin ke akhir jaman, semakin lemah iman kaum tersebut. mu’jizat itu masalah iman, bukan masalah kejadian reguler atau ireguler kang. sebaiknya kita kembali kepada ulama ulama terdahulu dalam hal iman, karna mereka lebih kuat imannya dibanding kita
Jika kita mau berfikir lebih dalam, maka kita akan mengerti bahwa yg dimaksud IRREGULAR itu sebenarnya juga REGULAR. Jadi kenapa dikatakan IRREGULAR karena kita tidak mengerti tahapan2nya, sedangkan kenapa disebut REGULAR karena kita mengerti proses dalam tahapan2nya. Misalnya jika kita menghaburkan segenggam pasir ke udara, maka akan dikatakan pasir tersebut jatuh secara IRREGULAR, padahal itu sebenarnya REGULAR cuma karena kita tidak tahu banyak sekali variable2 yg mempengaruhi sehingga terlihat IRREGULAR seperti berat masing2 pasir, posisi awal pasir2 tsb dilontarkan, pengaruh kecepatan angin, gaya lemparan oleh tangan, dll…dll masih banyak lagi.
Begitu pula mukjizat….ilmu kita masih belum bisa menganalisis….(tapi karena kita belum bisa menganalisis lalu menganggap mukjizat hanya isapan jempol, itu sama dengan pemikiran kaum atheis). Lalu kenapa masalah iman dengan akal dipertentangkan ?? Sesungguhnya iman dan akal tidak bertentangan karena dengan akalnya manusia bisa memperdalam iman, misal kisah Einstein yg mengatakan pada akhir hitung2an matematikanya : “..Tuhan tidak sedang bermain dadu…”. Jadi IMAN adalah IRREGULAR yang berarti juga REGULAR. Tuhan mengajarkan melalui Islam kepada manusia untuk selalu berfikir.
untuk mas sam: pertanyaan saya:kalau nabi membelah bulan di langit dari bumi, mengeluarkan air susu dari sela sela jari, regulernya bagaimana mas? itu mukjizat Nabi Muhammad SAW., kalau anda tidak bisa menjelaskan tahapan tahapannya berarti anda mengakui itu IRREGULAR
QS. Al Qomar : 1, “Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan”.
—-
-Ahli geologi Prof. Dr. Zaqhlul An Najar menyatakan, “Tidak terdapat I’JAZ ILMI pada surah Al Qomar :1, karena I’JAZ ILMI ditafsiri oleh ilmu (sains), sedangkan pada mukjizat, ilmu (sains) tidak dapat menafsirinya”.
-Dan pendapat lain menyatakan, “Mukjizat bukan TIDAK dapat ditafsiri tetapi BELUM dapat ditafsiri karena ilmu (sains) yg masih rendah, karena untuk menafsirkan mukjizat membutuhkan pijakan ilmu (sains) yg tinggi”.
—-
Sebelum bercerita tentang bulan yg bisa terbelah, maka terlebih dahulu mencari tahu apa dan bagaimanakah bulan itu.
Dari teori dan penelitian yg paling kuat disebutkan bahwa awal mula bulan terbentuk dari TUMBUKAN BESAR yg terjadi setelah terbentuknya sistem TATA SURYA (giant impact, lihat WIKIPEDIA http://en.wikipedia.org/wiki/Moon ) beberapa milyar tahun yg lalu antara bumi dengan planet lain yg menghasilkan kepingan2 pecahan dan debu yg mengorbit mengelilingi bumi, karena gaya sentrifugal dan massa material pecahan maka pecahan tsb saling tarik menarik satu sama lain dan akhirnya terbentuklah apa yg sekarang disebut bulan. Dengan komposisi bulan yg seperti itu menjadi sangat mungkin sekali bulan bisa terbelah menjadi 2, berbeda dengan bumi yg di dalamnya mengandung magma maka jika terbelah tidak akan menjadi 2 tapi akan jebol hancur lebur.
—
Teori selanjutnya adalah melintasnya sebuah komet raksasa di dekat bulan yg menimbulkan energi magnet terhadap bulan, energi ini menimbulkan tarikan pada bulan dan di posisi lain medan magnet bumi menarik sisi bulan yg lain, sehingga terjadilah pembelahan bulan, karena lintasan komet yg cepat maka separuh bulan tidak sempat terbawa oleh medan magnet komet tetapi kembali ke posisi semula dalam pengaruh medan magnet bumi.
—
Adanya teori-teori tersebut tidak menafikan kehebatan kejadian maupun mukjizat tentang bulan yg terbelah bahkan memancing manusia utk meng-explore lebih jauh lagi, baik dengan perhitungan matematika/fisika maupun penyelidikan antariksa, sehingga jika di ketemukan bukti melalui perhitungan matematika/fisika maupun penyelidikan antariksa maka niscaya akan menambah dan memperkuat keimanan.
Dan yg tidak kalah hebatnya adalah PERISTIWA Tuhan yg mengatur waktu terjadinya pembelahan bertepatan dengan Nabi menunjukkan mukjizat tsb pada kaum kafir Quraisy. Yg menyadarkan manusia untuk selalu berserah diri, karena segala peristiwa Allah lah yg mengatur dengan KETELITIAN yg “njlimet”.
Sesuatu tidak terjadi “UJUG-UJUG JLEG” (tiba-tiba ada) tapi merupakan suatu rangkaian proses. Misalnya kenapa nabi Isa tidak langsung diciptakan sebagai seorang dewasa atau langsung sebagai anak laki-laki tapi terlebih dahulu melalui kandungan ibunda Siti Maryam, yg berarti berasal dari embrio, dan embrio ini berasal dari sel dan begitu seterusnya…….
Peristiwanya selalu melalui tahapan-tahapan.
ALLAHU ‘ALAM.
—-
Untuk air susu yg keluar dari sela jemari Nabi, saya baru mendengar sekarang, mohon kiranya mengirimkan informasi peristiwa tsb menurut hadis-hadis yg shahih.
hehehehe mas sam… anda hanya menjawab satu pertanyaan saya, sedangkan tentang air susu yang keluar lewat sela sela jari belum dijawab..
1. anda menulis : Dengan komposisi bulan yg seperti itu menjadi sangat mungkin sekali bulan bisa terbelah menjadi 2
kalo begitu kenapa hanya saat itu saja terbelahnya? dan sampai sekarang tidak pernah terbelah lagi
2. Teori selanjutnya adalah melintasnya sebuah komet raksasa di dekat bulan yg menimbulkan energi magnet terhadap bulan, energi ini menimbulkan tarikan pada bulan dan di posisi lain medan magnet bumi menarik sisi bulan yg lain, sehingga terjadilah pembelahan bulan, karena lintasan komet yg cepat maka separuh bulan tidak sempat terbawa oleh medan magnet komet tetapi kembali ke posisi semula dalam pengaruh medan magnet bumi.
berarti komet tersebut suatu saat akan kembali lagi dan memecah bulan lagi, karna semua benda langit beredar mengikuti orbitnya, pertanyaannya adalah.. komet apa itu? dan kapan hal itu akan terbelah lagi? mengingat kecanggihan teknologi sekarang sangat memungkinkan kita mengetahui identitas komet tersebut
Tentang bulan, referensi itu sangat terang ada di Al Qur’an. Sedang pada air susu yg keluar dari jemari Nabi, anda belum memberikan referensi yg shahih…. Pertanyaannya adalah bagaimana membangun sebuah teori jika tanpa referensi yg kuat. Jika terjadi demikian bisa dimisalkan membangun rumah pada fondasi yg lemah maka rumah tsb akan mudah ambruk.
—-
Kelemahan manusia adalah malas berfikir, tapi banyak menyanggah hal yg diluar kemampuannya.
—-
Sebelum bertanya lebih banyak yg malah akan memperlihatkan ketidak pahaman, sebelumnya pelajari dulu ttg komet, ada komet yg melintas selama 100 th dan ada komet yg bahkan lebih lama sehingga sekarang belum bisa dideteksi, lintasan kometpun tidak tetap mereka selalu bergeser, silakan dibaca ttg bulan di WIKIPEDIA dg lebih teliti, “....utk bulan saja ada pergeseran orbit menjauh dari bumi 3,5 cm/tahun….”
Komet apa itu ? ... He..he..he.. Belum saya kasih nama, mungkin nanti akan saya beri nama KOMET SAM ....ha..ha..ha.. tapi sebelumnya saya mau mampir ke NASA dulu mau nebeng penelitian ...ha..ha..ha…
—-
Selanjutnya, TEORI adalah teori, yg masih memerlukan pembuktian perhitungan maupun penyelidikan. Paling tidak itu adalah jawaban untuk yg selalu mendewakan doktrin.
1. keberadaannya/terpeliharanya sampai saat ini, itu lah mu’zizatnya Quran,
2. membuat sebagian orang2 berfikir sangat keras untuk memusnahkannya, itu juga kemu’zizatannya
3. mengungkap realitas hakiki (yang sudah, maupun yang belum)
alam ini dapat dicapai dg panca indra, ilmu pengetahuan dapat dinalarbdg akal, emtional dapat dirasa dg feeling emotionak qt, sedangkan agama dapat disentuh dg kebersihan hati qt…la yamassuhu illal mutthohharun_al waqi’ah
tiap2 orang benar berdasarkan pemahamnnya…tdk ada yg berbeda antara tiap2 manusia kecuaali pemahamannya…semoga kita mensyukuri adanya perbedaan di antara kita utk terus dapat belajar dan belajar lagi karena ilmu Tuhan sangat luas…yg paling benar adalah Tuhan dan Rasulnya…segala ilmu yg kita miliki tdklh dpt terlepas dari Tuhan dan Rasulnya,klo terlepas pastilah tersesat…,yg jelas kita hrs persiapkn hidup kita utk dapat menjalani kehidupan nanti setelah kita mati…apakah kita akan mendapatkn keselamatan,derajat dan martabat atau sebaliknya,...maka sdh sebaiknya kita msing2 lebih banyak membuka diri utk terus mencari kebenaran yg haq,asli dan tdk palsu dengan menimba ilmu dari ahlinya,yaitu ulama (al ulama warisatu al anbiya wa al mursaliin)...
Seharusnya yang disebut ulama adalah sekumpulan orang2 yg berilmu, jadi tidak hanya ilmu agama tetapi juga ilmu pengetahuan. Jadi ketika kita menimba ilmu dari ULAMA tidak akan tersesat ataw KEBLASUK karena ilmunya ulama tersebut terlalu sempit. Jangan sembarangan memilih ulama, lihat dan perhatikan seperti apa orang tersebut, jika karakternya tidak pantas disebut ulama jangan sebut dia ulama.
ULAMA adalah jamak dari kata ALIM yg artinya orang yg berilmu. Jadi dia harus menguasai sebanyak2nya ilmu termasuk ilmu mengendalikaan diri dan mengendalikan massa, jangan kayak orang yg mengaku ulama ternyata memerintahkan orang/massa untuk merusak.
TUHAN TIDAK MENYUKAI KERUSAKAN.
tiap 100 tahun Allah akan menurunkan tokoh yang akan meluruskan kembali umat islam, kembali kepada aqidah yang benar. berbahagialah anda semua karena nabi Muhammad SAW telah membawa rachmat bagi isi dunia ini sehingga Allah menunda menurunkan azabnya bagi kalian semua yang memperselihkan atau meragukan mukjizat Al-quran.
slmt pagi.
saya cuman mau katakan.betapa cerdasnya orang2.di JIL.kalian bisa merasionalkan agama dengan dengan sangat indah dan sangat sulit terbantahkan.tapi saya yakin kelak kita akan ketahui bersama JIL itu benar atau hanya kemunafikkan.kita lihat saja kelak di akhirat semoga semua orang2 di JIL diberikan ampunanNYA.demikian kurang lebih mohon maaf.tak ada yang lebih suci diantara kita krn kita semua penuh dosa.hanya ampunan allah yang membedakannya semoga bermanfaat.salam
yang saya ketahui al-qur’an adalah sumber masalah yang harus segera dipecahkan dan diturunkan ke dataran aksi.
al-qur’an adalah makhluq
makhluq tidak bisa bekerja sendiri
makhluq membutuhkan makhluq
Islam adalah agama yg paling rasional dibanding agama-agama lainnya. Jika agama ini begitu rasional mengapa banyak umatnya yang membuatnya menjadi irrasional.
Akal adalah anugerah ALLAH yang tinggi yang diberikan untuk manusia agar berbeda dari hewan, sudah selayaknya bahwa akal dipergunakan secara maksimal.
Seperti kutipan dari Qur’an :
.....apakah kamu tidak berfikir….....
Komentar Masuk (36)
(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)