Tokoh,
24/07/2002

Qasim Amien Dari Pembebasan Perempuan Menuju Pemberdayaan Perempuan Modern

Oleh Anisia Kumala Masyhadi

Pendidikan perempuan harus ditekankan pada kemandirian supaya mereka paham dan menjadi dirnyai sendiri, bukan menjadi pelayan bagi kaum lelaki saja.

24/07/2002 00:04 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (4)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

salam kebebasan dan kemenangan bagi kaum perempuan

membaca artikel mengenai ‘perempuan’ membuat saya sangat bersemangat. karena sayapun sebagai perempuan yang kebetulan beragama Islam masih bingung dengan posisi saya sebagai perempuan Islam. disisi lain hak kita ingin disamakan dengan laki-laki, tapi disisi lain adanya budaya patriarki masih mendiskriminasikan perempuan. apalagi jika dskriminasi itu pakai legitimasi agama! sulitnya kita untuk mendobrak tradisi dan budaya masyarakat. memang, kaum perempuan pada jaman modern ini sudah tidak lagi terkekang dan tertindas seperti dulu, tapi tetap saja perempuan masih belum ‘bebas’ secara maksimal dibandingkan dengan laki-laki. kita sebagai kaum perempuan masih saja selalu menemukan kesulitan / dilematis dalam bersikap/memilih pilihan hidup kita sendiri. contohnya saja, jika saya sebagai perempuan yang hidup dalam jaman modern ini, memilih untuk menjadi ibu rumah tangga, maka teman-teman feminis akan melecehkan saya dan menganggap saya adalah perempuan modern yang tertindas dan menyedihkan. tapi jika saya memilih untuk menjadi wanita karier dan saya sudah menikah,misalnya, maka masyarakat lain akan menganggap saya sebagai istri yang tidak baik karena menelantarkan anak-anak dan keluarganya. bukankah ini dilematis? perempuan selalu serba salah dan dipersalahkan.  kita semua tahu sebab-sebab timbulnya ketidakadilan gender tetapi kita tidak tahu bagaimana solusi/pemecahan riil dari masalah ini. jaman sekarang memang perempuan sudah tidak sesulit dai perempuan jaman dulu, tapi sampai sekarang pun relitasnya perempuan masih saja ‘terbelakang’dari laki-laki terbukti dengan adanya isu pemberdayaan perempuan, apakah perempuan tidak berdaya sehingga harus diberdayakan?! menurut saya, kita harus mengadakan revolusi pendidikan yang berkeadilan gender. dengan begitu mungkin perempuan bisa keluar dai permasalahan ini. mungkin JIL bisa mengkaji lebih dalam masalah perempuan ini dari sudut pandang agama dan sosial . jangan sampai kita hanya berputar pada wacana yang itu-itu juga tetapi belum ada solusi kongkritnya. atau memang benar, kita butuh fikih yang baru terutama tentang masalah perempuan. wassalam.

#1. Dikirim oleh ratu nijmah salamah  pada  09/11   05:11 AM

kaum wanita harus mulai menerima dan bangga atas sifat-sifat yang bercorak kewanitaan, keibuan dan tidak menyesalinya. Kita harus memanfaatkan kekauatan kita dan tidak memandangnya sebagai kelemahan ( Brunetta R Wolfman : 1989)
——-

#2. Dikirim oleh fitriya zulianik  pada  02/03   02:03 PM

imelda markos pernah berkata

“Jangan terus menuntut hak akan emansipasi,karena itu akan datang dengan sendirinya jika wanita mengejar kualitasnya”.

menurut saya,cobalah padang segala sesuatu dari semua sisi,liat dari sisi positif.
jangan menanggapai suatu realita dengan berfikir negatif terlebih dahulu

jadilah pemenang dengan ketentraman jiwa anda yang selalu berfikir positif

dan mulailan berpositoif dengan ayat Tuhan
dan jangan lupa:...PAKE NURANI Yaaaa…

#3. Dikirim oleh muhammad nur  pada  27/04   04:31 PM

para lelaki pasang baliho dijalan raya ==> mana emansipasimu ?
para lelaki jadi juru parkir ==> mana emansipasimu ?
para lelaki jadi kuli dipasar ==> mana emansipasimu ?
para lelaki jadi tukang ojek ==> mana emansipasimu ?
para lelaki banyak yg telanjang dada kepanasan ==> mana emansipasimu ?

emansipasi kok pilih², mau enaknya sendiri tuh namanya…

#4. Dikirim oleh joko  pada  24/09   05:21 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?