Editorial,
16/01/2012

Demokrasi Islam?

Oleh Saidiman Ahmad

“...perubahan politik menuju demokrasi yang melanda dunia Islam saat ini mesti dibaca sebagai fenomena baru yang tidak melulu bisa dijelaskan melalui pendekatan doktrin dan sejarah. Interaksi dan perilaku masyarakat Muslim sendirilah yang menyebabkan itu terjadi. Pola-pola interaksi sosial yang terus berubah ditambah dengan aktor-aktor demokrasi yang terus bergerak melakukan mobilisasi sumber daya yang menyebabkan semua ini terjadi.”

16/01/2012 17:33 #

« Kembali ke Artikel

Komentar

Komentar Masuk (3)

(Tampil semua komentar, ascending. 20 komentar per halaman)

Halaman 1 dari 1 halaman

Klompok Islam fundamentalis berpendapat bahwa sistem pemerintahan Demokrasi itu bukanlah sistem Islam, tapi sistem ciptaan Barat.

Sesungguhnya sistem Demokrasi itu dikali dari Al Quran sbb.

MUTUAL CONSULTATION.

dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu(urusan2 selain ibadah ritual). Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya. QS 3:[159]

.and consult (musyawarah ) with them(all religion and non religion ) upon the conduct of affairs. And when thou art resolved, then put thy trust in Allah. Lo! Allah loveth those who put their trust (in Him). QS 3:(159),

and consult them in affairs (of moment). Then when thou hast taken a decision, put thy trust in Allah. For Allah loves those who put their trust (in Him). (159)


and who (conduct) their affairs by mutual consultation( musyawarah ), and who spend of what We have bestowed on them; )QS 42:(38).

Rasulullah saw diperintahkan oleh ALLAH untuk bermusyawarah dgn klompok Yahudi,Nasrani dan lain2nya untuk memutuskan masalah2 duniawi; yaitu sistem pemerintahan,tentara,polisi atau keamanan,perdagangan, dll.

Kalau tidak terjadi kata sepakat dlm bermusyawarah,solusinya adalah Voting,yaitu suara yang terbanyaklah yang menjadi pemimpin. Bukankah demikian?

JADI jelaslah bahwa sistem demokrasi adalah dari petunjuk ALLAH,bukan dari ciptaan manusia.

Dan sistem Syariat Islam yg dipratekkan oleh negeri2 Saudi,Iran dan sudan adalah sistem Komunis ditaktor,dimana tidak ada kemerdekaan beragama,berpakaian,berexpresi dan lain2.

BENAR BUKAN?

Hanya saja negera2 Saudi,Iran dan sudan berbeda dgn negera2 komunis menutupi atas nama Islam,prateknya sistem komunis,diskriminasi dan penindas.

BENAR BUKAN?

Oleh karena itulah negara2 yang benar2 bersitem demokrasi seperti USA dan negara2 Barat dapat hidup damai-harmoni dan sejahtera.

Rahmat bagi semua rakyatnya.

Wassalamu’alaikum wrwb.

ALLAH Bless America.

http://muslimbertaqwa.blogspot.com/

#1. Dikirim oleh alatif  pada  16/01   10:51 PM

Islam sangat menghargai bahkan memperjuangkan demokrasi; demokrasi beragama, berbangsa, berbudaya dan bersuku. kenapa demokrasi harus kita perdebatkan? perdebatan ini terjadi karena banyaknya ormas Islam dan bebberapa ilmuan Islam yang mengkerdilkan islam itu sendiri,seperti MUI yang mengharamkan pluralisme, kalau MUI mengharamkan pluralisme berarti MUI mengharamkan Pancasila dan UUD 45. wal hasil MUI harus keluar dari Indonesia

#2. Dikirim oleh saim  pada  19/01   11:15 AM

untuk alatif….jangan membawa-saudi dan iran aatau lainnya; “Urus sajalah Indonesia yang sekarang ini dihimpit sejuta masalah, MESUJI, DEWAN MEWAH DPR,PELABUHAN SAPE, HAKIM SYARIFUDDIN, GAYUS MELANCONG, PENJARA JADI HOTEL dll.
Sekarang ini saudi, iran atau apapun itu suka hati mereka lah. Anda bilang islam itu “Unta padang pasir”...lalu gelaran apa yang wajar bagi Indonesia yang anda sudah tawan itu?.

#3. Dikirim oleh joko  pada  24/01   09:56 PM
Halaman 1 dari 1 halaman

Tulis Komentar

Nama:

Surat-e:

Lokasi:

Situs:

Ingat data pribadi saya

Ingin dikirim setiap umpan balik komentar yang masuk?